Jalan Poros Bojonegoro - Nganjuk Macet Akibat Banjir Bandang

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , ,
Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Jalan Propinsi yang menghubungkan antara Kabupaten Bojonegoro menuju Nganjuk, mengalami kemacetan kendaraan selama 2 jam lebih, akibat banjir bandang yang menggerus jalan, serta adanya lumpur dan kerikil di jalan tepatnya di Dusun Sugihan, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Selasa (9/2/16).

Selain gerusan air selama dua jam, sejak pukul 15.30 WIB hingga saat ini pukul 19.45 WIB proses pembersihan jalan masih dilakukan, sehingga kendaraan belum bisa melintas dengan lancar, dan pihak Muspika harus mendatangkan excavator untuk membersihkan lumpur dan juga bebatuan di jalan.

"Kami harus mendatangkan alat berat berupa excavator guna membersihkan jalan," kata Danpos Temayang, Ipda Bowo.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang turun secara deras dan berjam jam lamanya membuat Dusun Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang Bojonegoro, di terjang air deras akibat banjir bandang yang berasal dari Kali Soko yang berada di Desa setempat.

Dari data suarabojonegoro.com di lapangan sebanyak 350 rumah milik warga tergenang air hingga ketinggian 120 centimeter, selama 2 jam dengan arus yang sangat deras bercampur lumpur, selain itu 5 rumah milik Lamitik (45), Gito (35), Kasman (40), Warji (50), dan Hari Subagyo (45) Di RT 13 Rw 3 mengalami roboh akibat diterjang arus air banjir bandang yang sangat deras, dan beberapa ternak peliharaan warga juga dilaporkan hilang terseret arus banjir, serta 12 Hektar sawah yang ada tanaman padi usia 40 hari terendam banjir. (Ang/Red)

Di Temayang, 350 Rumah Tergenang Air & 5 Rumah Roboh Diterjang Banjir Bandang

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , ,
Reporter: Sasmito Anggoro
Suarabojonegoro.com - Hujan yang turun secara deras dan berjam jam lamanya membuat Dusun Sugihan, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, di terjang air deras banjir bandang yang berasal dari Kali Soko yang berada di Desa setempat, Selasa (9/2/16).

Dari data suarabojonegoro.com di lapangan sebanyak 350 rumah milik warga tergenang air hingga ketinggian 120 centimeter, selama 2 jam dengan arus yang sangat deras bercampur lumpur, "Air datang dari sungai dan tiba tiba suara gemuruh saat air datang, wargapun berlarian menyelamatkan diri," kata Kepala Dusun Sugihan.

Selain rumah yang tergenang, 5 Rumah milik warga juga mengalami roboh akibat diterjang arus air banjir bandang yang sangat deras, diantaranya milik Lamitik, Gito, Kasmani, Warji, dan Heri, dan beberapa ternak peliharaan warga juga dilaporkan hilang terseret arus banjir, serta 12 hektar sawah juga terendam banjir.

Komandan Pos TNI di Temayang, Bowo, menyampaikan bahwa air banjir ini menggerus pemukiman milik warga dan juga jalan jurusan Bojonegoro Nganjuk, sehingga mengganggu kendaraan lalu lintas.

"Kami sudah menghubungi pihak pemerintah Bojonegoro untuk membantu mendatangkan excavator, karena jalan jurusan Bojonegoro Nganjuk penuh dengan lumpur dan kayu serta bebatuan," kata Danpos Temayang, Bowo.

Sampai saat ini air juga masih menggenang dipemukiman warga yang berada di dataran rendah dan pihak TNI, Polri bersama pemerintahan Desa masih melakukan pendataan akibat musibah banjir bandang ini. (Ang/Red)

Peduli Banjir, HMI-KAHMI Bojonegoro Buka Posko

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , ,
Reporter: Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Sebagai bentuk solidaritas terhadap bencana banjir yang melanda di sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bojonegoro membuka Posko Peduli Banjir di Sekretariat HMI jalan Ade Irma Suryani Gg. Mertoyudo 1 No 1 Sumbang, Selasa (9/2/16). 

Alham M Ubay selaku Ketua Presidium KAHMI Bojonegoro menyampaikan bahwa posko ini bertujuan untuk meringankan beban korban banjir. 

"Mereka adalah saudara kita, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu meringankan beban mereka," papar Alham.

Sri Yadi warga desa Banjarsari merasa senang dan terbantu dengan adanya posko ini. "Alhamdulillah dengan adanya posko ini saya bisa titip sebagian rejeki saya untuk teman-teman yang terkena musibah banjir," ungkap Yadi setelah menyerahkan sumbangannya ke Posko.

Yoyok Handoyo, panitia pelaksana Posko HMI-KAHMI Peduli Banjir menginformasikan bahwa Posko ini terbuka untuk umum.

"Semua warga Bojonegoro yang peduli bisa menyalurkan dananya melalui Posko ini. Bisa juga dalam bentuk mie instan atau air mineral," jelas Yoyok.

Posko HMI-KAHMI Peduli Banjir ini direncanakan akan terus di adakan sampai dengan keadaan di Bojonegoro membaik. (Nell/Red)

Sekolah Terpaksa Libur Akibat Banjir

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , ,
Reporter: Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Akibat Banjir luapan sungai Bengawan Solo beberapa sekolah diliburkan oleh pihak sekolahan tadi pagi, dikarenakan tidak bisa melakukan kegiatan belaja mengajar, akibat sekolah mereka tergenang air banjir, salah satunya adalah SDN Ngablak, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Selasa (9/2/16).

Banjir yang masuk ke dalam ruangan sekolah setinggi centimeter itu juga menggenangi halaman sekolah, sehingga dikhawatirkan membahayakan para siswa sehingga para guru memilih meliburkan mereka.

Selain SDN Ngablak, sekolah lain yang terpaksa libur adalah SDN Pilang Gede, Sarirejo, Sekaran, Mulyorejo 1-2, Kedungdowo, Kecamatan Balen dan SDN Purwosari serta beberapa sekolahan lain di Bojonegoro.

Kepala SDN Pilang Gede, Balen masih belum tahu sampai kapan dirinya meliburkan siswanya, karena air belum bisa dipresiksi akan turun, "Kita belum tahu sampai kapan kita liburkan, tapi biasanya kalau sudah surut anak anak sudah mulai masuk," katanya.

Sementara sampai saat ini banjir juga masih menggenangi pemukiman penduduk yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo, serta ruas jalan Desa, aktivitas wargapun terganggu.

Sampai saat ini pada pukul 17.00 WIB ketinggian air masih siaga kuning yaitu mencapai 14.37 pilschall, dan sebelumnya pada pukul 15.00 WIB ketinggian air mencapai 14.45 Peilschall dengan tren turun meskipun sedikit. (Nell/Red)

Tren turun, Banjir Masih Menggenang di Pemukiman dan Persawahan

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , , ,
Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Air Banjir yang berasal dari luapan sungai Begawan Solo, dari data BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bojonegoro yang bersumber dari UPT PSDA Wilayah Sungai Begawan Solo di Bojonegoro, hingga pukul 15.00 WIB mengalami penurunan yaitu 14.45 Peilscall dari sebelumnya pukul 14.00 WIB yaitu 14.48 peilscall dan masih dalam siaga kuning. 

Penurunan ini terjadi memang sangat sedikit namun tren turun ini terus terjadi rata rata pada tiap perjamnya adalah 3 - 5 Peilscall, "Meskipun trennya turun akan tetapi air masih menggenang di pemukiman warga dan area persawahan," Kata Kasi Kesiapsiagaan dan penanggulangan Bencana BPBD, Sukirno, Selasa (9/2/16).

Hingga saat ini Banjir menggenang di beberapa wilayah diantaranya Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, kelurahan Ledok Kulon tepatnya di Lorong 1 hingga 4, serta di beberapa wilayah di Kalitidu, Bojonegoro.

Sementara banjir juga masih menggenang dibeberapa wilayah di 21 Desa yang ada di 8 Kecamatan dengan jumlah 210 Rumah, 1 rumah Rusak berat, 26 hektar tanaman padi tergenang, serta Jalan Desa tergenang air sepanjang 1.270 Meter. (Ang)


Baca juga: http://www.suarabojonegoro.com/2016/02/upadate-banjir-sungai-begawan-solo-di.html

Dandim 0813/Bojonegoro Cek KetinggianAir Sungai Begawan Solo

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , ,
Reporter: Sulistya Windya
suarabojonegoro.com -Selama 24 jam terakhir, ketinggian permukaan air Bengawan Solo mengalami peningkatan yang cukup mengkhawatirkan. Oleh sebab itu Dandim 0813/Bojonegoro Letkol Kav Donova Pri Pamungkas melaksanakan pengecekan Tinggi Muka Air (TMA) di belakang Pasar Kota Bojonegoro, Selasa pukul 07.00 WIB (9/2).

Pada pukul 07.00 WIB tercatat TMA di angka 14.68 atau masuk dalam kategori Siaga Kuning. "TMA ini harus terus dipantau dan diberitahukan kepada masyarakat agar masyarakat Bojonegoro dapat mengambil langkah antisipasi sebelum datangnya banjir" demikian dijelaskan Dandim kepada media yang berada di lokasi.

Saat ini pihak Kodim 0813/Bojonegoro telah menyiagakan personel sebanyak 1 peleton ditambah dengan 1 Tim SAR guna mengantisipasi bencana banjir yang mungkin terjadi. Sedangkan sarana lain seperti perahu karet, mesin, jaket pelampung dan dayung juga sudah disiapkan di Makodim 0813/Bojonegoro.

"Saat ini sudah 6 Kecamatan dan 19 Desa yang areal persawahannya terendam banjir dengan ketinggian antara 30 - 50 cm. Mudah-mudahan air segera surut sehingga para petani yang sawahnya terendam tidak mengalami kerugian akibat gagal panen" jelas Dandim mengakhiri pembicaraan (triss/Wind/Red)

Pramuka Saka Wira Kartika Bentuk Pemimpin Berkepribadian

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , ,
Reporter: Sulistya Windya
 
suarabojonegoro.com - Upaya untuk mempersiapkan pemimpin masa depan dalam melanjutkan perjuangan bangsa yang berkarakter sesuai dengan Satya Dharma Pramuka, Saka Wira Kartika Cabang Kodim 0813 Bojonegoro, melaksanakan pelantikan Dewan Saka Wira Kartika Tahun 2016, di Desa Sekar, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Senin (8/2).

Upacara pelantikan Dewan Saka Wira Kartika Cabang Kodim 0813 Bojonegoro, dipimpin oleh Serda Trisno Wibowo, sekaligus Pamong Saka Wira Kartika Cabang Kodim 0813 Bojonegoro, adapun upacara pelantikan yang bertujuan agar anggota pramuka yang dilantik mendapat kesan yang mendalam dan membuka hatinya terhadap nilai-nilai positif yang telah ditanamkan dalam proses pembinaan. Selasa (9/2/16)

"Hal tersebut sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka, yaitu untuk membentuk manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bertakwa kepada tuhan YME, peduli pada tanah air, bangsa, masyarakat, alam lingkungan serta peduli pada dirinya sendiri dengan berpedoman pada satya dan darma pramuka," ujar Pamong Saka, saat memberikan sambutan.

Selain itu sebelum dilantik para Dewan Saka Wira Kartika Cabang Kodim 0813 Bojonegoro telah melaksanakan pendadaran terlebih dahulu yang berupa jalan long march sejauh 17 kilometer, menuju Puncak Negeri Atas Angin, Desa Sekar, Kecamatan Sekar, Bojonegoro.

"Diharapkan dari para satria muda anggota Pramuka tersebut, pendidikan Bela Negara bisa disalurkan dikalangan generasi muda bangsa Indonesia yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan dalam melanjutkan perjuangan bangsa yang berkarakter sesuai dengan Satya Dharma Pramuka," pungkasnya. (Wind/Red)

PDIP Bojonegoro Minta Dana Abadi Dialihkan Untuk Angkat Honorer

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , ,
Reporter: Nella Rachma

Suarabojonegoro.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Bojonegoro memberikan apresiasi positif kepada ratusan honorer K-2 Kabupaten Bojonegoro yang pagi ini berangkat memperjuangkan nasibnya ke Jakarta. Selasa (9/2/16)

"Pihak kami mengapresiasi perjuangan honorer K-2 Bojonegoro yang mendatangi pemerintah pusat untuk dianggat menjadi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil)," kata ketua DPC PDI-P Kabupaten Bojonegoro, Budi Irawanto.

Menurutnya, jika honorer K-2 tidak bisa diangkat menjadi CPNS setidaknya pemerintah bisa memberikan payung hukum kepada daerah untuk bisa mengangkat honorer K-2 termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

"Kalau dilihat APBD Bojonegoro sangat mampu untuk mengangkat dan membiayai honorer K-2 yang tersisa di Bojonegoro," tambahnya.

Lebih lanjut, anggaran dana abadi migas yang di canangkan Bupati Bojonegoro seharusnya bisa dialihkan untuk mengangkat dan membiayai honorer K-2 karena untuk menghargai pengabdian yang belasan tahun telah dilakukan sehingga sangat patut untuk diangkat menjadi CPNS.

"Kami juga menginstruksikan anggota fraksi PDI-P DPRD Bojonegoro untuk memfasilitasi perjuangan honorer ke Jakarta," tandas Wawan.

Seperti yang diketahui, sekitar 125 honorer K-2 dari Kabupaten Bojonegoro pagi tadi berangkat ke Jakarta untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa di Istana Negara besok (10/2), Bupati Bojonegoro Suyoto menyaksikan langsung keberangkatan ratusan masyarakatnya yang akan memperjuangkan nasib besok. (Nell/Red)

Rumah Kebanjiran, Warga Masih Bertahan Di Rumah

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , ,
Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Air luapan sungai Bengawan Solo yang menyebabkan pemukiman tergenang air, serta masuk ke dalam beberapa Rumah warga yang berada di dataran rendah hingga sekitar 50 centimeter di Kelurahan ledok kulon Kecamatan/Kota Bojonegoro, tepatnya di Lorong 1, Lorong 2, Lorong 3 dan Lorong 4, membuat warga masih bertahan di rumahnya dan belum ada yang mengungsi, Selasa (9/2/16).

Siswati, warga setempat lebih memilih bertahan di dalam rumah untuk menjaga barang barangnya, namun beberapa tetangganya sudah mulai mengungsikan ternak piaraannya di tanggul Kelurahan setempat, seperti ayam dan barang barang lainnya untuk menghindari rusak dan basah akibat banjir.

"Kalau orang orang masih belum mengungsi, hanya barang barang dan ternak seperti ayam, itu pun yang dalam rumahnya sudah kemasukan air," kata Siswati.

Menurutnya, air mulai memasuki rumah warga sejak pulul 03.00 WIB pagi tadi, dan terus naik hingga pagi tadi, namun pada siang ini air mulai mengalami surut sekitar 3 Centimeter.

Warga berharap air secepatnya bisa surut sehingga warga tidak kesulitan dalam menjalankan aktifitas, serta banjir tidak bertahan lama.

Baca update banjir Sungai Begawan solo: http://­www.suarabojonegoro.c­om/2016/02/­upadate-banjir-sungai­-begawan-solo-di.htm­l 
Melaporkan dgn hormat Perkembngan ketinggian air Bengawan Solo pd tgl 9 Februari 2016. Sumber data dari Kantor UPT. PSDA WIL. SUNGAI BGWN SOLO DI Bojonegoro
Pukul ,krngko , bgoro
01.00 - 14.55
02.00 - 14.59
03.00 26.14 14.64
04.00 - 14.64
05.00 - 14.64
06.00 26.07 14.66
07.00 - 14.68
08.00 _ 14.68
09.00 25.90 14.66
10.00 - 14.64
Situasi Bengawan solo pada posisi Siaga KUNING dgn tren turun DUMP. (Ang/Red)

Update Banjir Sungai Bengawan Solo, Di 10 Kecamatan Hingga Pukul 08.00 WIB, 9 Februari 2016

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , ,
suarabojonegoro.com - Setelah memasuki siaga 2, elevasi Bengawan Solo diperkirakan akan naik. TMA Bengawan Solo sampai dengan saat ini pukul 08.00 WIB yang sudah mencapai 14.68 MDPL di papan duga Bojonegoro Kota sementara papan duga matangkuli 26.07 MDPL kenaikan tersebut disebabkan kiriman dari wilayah hulu. Kondisi diprediksi terus akan meningkat.

Sampai pagi ini dilaporkan terdapat 21 Desa di 8 kecamatan tergenang dengan jumlah rumah : 210 kk, 1 rumah rusak berat, sawah (padi) 276,5 ha, pekarangan 8 ha, jalan desa 1.270 m, dengan rincian :

Kecamatan Baureno :
Desa Karangdayu : sawah (padi) 61 ha,
Desa Kalisari : sawah (padi) 26 ha, jalan desa 700 m
Desa Tanggungan : sawah (padi) 3 ha
Desa Kadungrejo : sawah (padi) 8 ha
Desa Lebaksari : sawah (padi ) 31 ha

Kecamatan Balen :
Desa Sarirejo : sawah (padi) 50
Desa Karangdowo: sawah (padi) 10 ha, jalan desa 500 m
Desa Lengkong: sawah (padi) 20 ha
Desa Pilanggede:  29 ha lahan kosong
Desa Sekaran : sawah (padi) 10 ha, pekarangan 8 ha jalan desa 70 m

Kecamatan kapas :
Desa Bogo : sawah (padi) 7,5 ha

Kecamatan Bojonegoro :
4 RT tergenang

Kecamatan gayam :
Desa Manukan : sawah (padi) 3 ha
Desa Cenguklung : sawah (padi) 2 ha

Kecamatan Malo :
Desa Tambakromo : rumah 50 kk
Desa Sumberejo : rumah 50 kk
Desa Kacangan : rumah 60 kk, sawah (padi) 20 ha
Desa Rendeng : sawah (padi) 10 ha

Kecamatan Padangan :
Desa Nguken : sawah (padi) 10 ha
Desa Dengok : 1 rumah rusak berat, sawah (padi) 5 ha

Kecamatan Kasiman :
Desa Tambak Merak : rumah 50 kk

Kemarin di Kec Malo, Dusun Eeker, dan  telah terjadi banjir bandang  pada jam 17.00 s.d. 18.00.
1. Terjadi di desa Tambakromo dusun Tambakromo menimpa 50 rmh. Korban jiwa nihil. Ternak sapi 1 ekor hanyut dibawa banjir.
2. Desa Sumberjo di dusun Kembangan dan jetis menimpa sekitar 50 rmh. Korban jiwa nihil.
Kec Kapas, Desa Bogo persawahan 7,5 ha,

Sehubungan dengan kenaikan ini maka kepada segenap pihak untuk meningkatkan kesiapsiiagaan terutama di wilayah :
1. Kec Malo ; Ds malo, tanggir dan Tulungagung.
2. Kec Gayam ; Ds sudu, cengungklung dan manukan
3. Kec Trucuk ; Ds sumbangtimun, padang, mori dan banjarsari.
4. Kec Kalitidu ; Ds pilangsari dan brenggolo.
5. Kec Dander ; Ds ngablak dan ngulanan.
6. Kec Bojonegoro ; Ds ledok wetan, ledok kulon dan banjarsari.
7. Kec Kapas ; Ds bogo.
8. Kec Balen ; Ds kedungdowo,  sekaran dan sarirejo.
9. Kec Kanor ; Ds kabalan dan piyak.
10. Kec Boureno ; Ds kalisari, tanggungan dan karangdayu.

"Daerah terebut berpotensi terjadi genangan di persawahan, pekararangan jalan jalan desa maupun permukiman warga," kata Bupati Suyoto.

Bupati Bojonegoro Suyoto memerintahkan Kepada para Camat beserta Kades potensi terdampak tersebut di atas utk melakukan pemantauan dan penyampaian informasi secara berkala guna percepatan penanganan dampak banjir. Dan memastikan masyarakat dan segenap unsur ketahanan bencana siap dan bekerja tepat cepat.

Sumber: Humas Pemkab Bojonegoro

Banjir Bandang Malo, 100 Rumah Tergenang Air & 1 Sapi Hilang

Redaksi     Selasa, Februari 09, 2016     , , ,
Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Banjir bandang yang menerjang dua Desa, di Kecamatan Malo, Bojoneoro, yang berasal dari air hujan yang secara terus menerus dan membuat sungai di wilayah Desa setempat tidak mampu menampung air, dan akhirnya meluap ke pemukiman warga, Senin (8/2) tadi malam.

Banjir bandang ini menggenangi pemukiman warga dan air masuk ke dalam rumah milik warga Desa Tambakromo tepatnya Dusun Tambakromo, sebanyak 50 rumah kemasukan air, dan dikabarkan 1 ekor sapi hanyut terbawa arus banjir bandang. Selasa (9/2/16)

Sementara itu banjir bandang juga terjadi di Desa Sumberjo tepatnya Dusun Kembangan dan jetis menggenangi sekitar 50 rumah

Dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com, tidak ada korban jiwa dalam insiden banjir bandang tersebut, namun warga merasa khawatir dan cemas, karena beberapa ternak mereka ada yang hilang serta mereka menghawatirkan adanya banjir bandang susulan, dikarenakan air sungai Bengawan Solo juga mengalami Tren naik, sehingga air sulit mengalir. (Ang/Red)


Designed by Bloggertheme9.