Berita Terbaru

Ngampel Rencana Bangun Agro Seperti Ngringinrejo

Editor : Sasmito Anggoro, Sabtu, 01 November 2014 13.05

SuaraBojonegoro - Desa Ngampel kecamatan Kapas, Bojonegoro akan membangun Agro wisata seperti yang sudah ada di desa Ngringinrejo kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Namun untuk desa Ngampel menonjolkan potensi buah melon seperti yang sudah mulai berkembang didesanya sedangkan desa Ngringinrejo menonjolkan buah belimbing yang sudah dikenal dikota lain.

"Kami akan mengembangkan tanaman buah melon menjadi agro wisata di desa kami agar lebih dikenal masyarakat luas", ungkap kepala desa Ngampel, Pujianto. Sabtu 01/11/2014

Pujianto juga mengatakan jika tanaman melon yang sudah ada didesanya merupakan hasil percobaan dari masyarakat desanya dan nyatanya tanaman melon yang pertama kali ditanam di desa Ngampel berhasil dan berbuah sehingga menguntungkan petani melon sendiri.

"Tanah yang ditempati tanaman melon tersebut juga tanah kas desa (TKD) karena kami berinisiatif mengembangkan potensi tersebut lebih besar", tambah Pujianto.

Tak hanya itu, pemerintahan desa (pemdes) berencana membuat agro wisata melon dan menghimbau bagi warganya yang berminat untuk menjadi melon karena potensi tersebut dinilai pemdes menguntungkan dan rencana itu akan direalisasikan pemdes segera mungkin.

"Nantinya kami juga memperbolehkan masyarakat luar yang ingin bergabung petani agro wisata melon Ngampel", tandasnya. (Nella)

Proyek Rehab RSI Keluhkan Sulitnya Air

Editor : Sasmito Anggoro, Jumat, 31 Oktober 2014 18.41

SuaraBojonegoro – Proyek Rehab Bangunan rumah Sakit Internasional, di jalan Veteran Bojonegoro, diperkirakan akan selesai tahun 2015 mendatang, namun dalam pengerjaan rehab proyek tersebut terdapat kendala tersendiri yaitu sulitnya air guna pelakasanaan rehab, seperti yang disampaikan oleh salah satu pekerja proyek rehab di RSI, Rasimo (50) Sabtu pagi (1/11/14).

Menurut Rasimo, pihak manajemen Proyek terus mengusahakan air guna sebagai salah satu bahan pembangunan rehab proyek dengan menyediakan air tangki yang di ambil dari sungai begawan Solo, “Karena air disini sulit, ya terpaksa mengambil air darisungai, dan disiapkan persedian dengan tangki,” Katanya.

RSI Tipe B ini rencanaya akan di fungsikan pada tahun 2015 mendatang, dengan memenuhi segala kebutuhan standart Rumah sakit, meski sempat menuai beberapa persoalan, mulai dari di black listnya Kontraktor pelaksan Rehab, serta ada isu feemengalir kesejumlah anggota legislatif di DPRD Bojonegoro.

Meski demikian, diharapkan rehab bangunan RSI ini di harapkan akan selesai tepat waktu, dan segera dapat di fungsikan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, karena selama ini banyak keluhan dari berbagai masyarakat terkait kurangnya fasilitas rumah sakit yang ada yaitu di RSUD Sosorodoro Djati Kusumo. (Farid)

Nelayan Sungai begawan Solo

SuaraBojonegoro – Kondisi surutnya air sungai Begawan Solo di wilayah Bojonegoro,membuat sejumlah warga yang tinggal di bantaran sungai begawan Solo, memanfaatkan surutnya air sungai tersebut, dengan menjadi nelayan musiman saat kemarau.

Dengan menggunakan alat penangkap ikan yaitu jala, warga melakukan penangkapan ikan sungai, di tempat yang lebih dalam, karena di perkirakan ikan saat sungai surut berkumpul di dasar sungai yang dalam, sehingga warga dapat mudah menangkap ikan lebih banyak.

Seperti yang dilakukan oleh, Supardi (45) warga Desa Leran, kecamatan kalitidu, Bojonegoro ini, setiap pagi dirinya harus melihat jerat jala yang dipasang di sungai, dan hasilnya pun lumayan, dengan beberapa jenis ikan,seperti jendil, Bader dan jenis lainnya.

“Sekarang sudah mulai susah, tidak seperti satu bulan lalu,karena ikan juga semakin berkurang, setelah di tangkap setiap harinya,” Kata Supardi.

Dari hasil tangkapan ikan ikan yang didapat nantinya dijual ke warga yang lain dengan harga Rp. 5 ribu perkilonya, “Nanti ikan ini kita jual ke warga yang mau,” tambah Supardi.

Profesi dadakan menjadi nelayan sungai ini memang tidak setiap hari dan penghasilan tetap Supardi dan beberapa warga yang lain, namun dengan surutnya air sungai,ikan di sungai sangat mudah di dapat, karena selain alirannya tidak deras ikan ikan sungai ini berkumpul di dasr sungai yang lebih dalam. (Kurniawan)

Satu Jamaah Haji Asal Trucuk Tertinggal di Surabaya

SuaraBojonegoro - Sebanyak 900 jamaah haji dari kloter 50 dan kloter 51 yang sudah sampai di pendopo malwopati Bojonegoro tadi pagi, namun menurut Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bojonegoro Wachid Priyono tadi pagi hanya ada 898 jamaah haji yang datang.

"Satu jamaah ada yang meninggal di Mekkah beberapa waktu lalu dan ada satu jamaah yang masih tertinggal di Surabaya", terangnya. Jum'at 31/10/2014

Menurut Wakhid, satu jamaah yang tertinggal di Surabaya yaitu atas nama Sanawi Astrorejo (70) kloter 51 dari kecamatan Trucuk Bojonegoro, kakek 70 tahun ini tertinggal di Surabaya karena sakit saat sampai di asrama haji akibatnya tidak bisa ikut pulang ke Bojonegoro bersama rombongannya.

"Sanawi masih dirawat di Rumah Sakit Haji (RSH) Sukolilo, Surabaya", kata Wakhid Priyono.

Lanjut Wakhid, menurut keterangan dokter Sanawi hanya menderita kelelahan melakukan ibadah haji karena faktor usia yang sudah sepuh kakek 70 tahun tersebut tidak kuat melakukan perjalanan panjang, "menurut keterangan dokter Sanawi belum teridentifikasi penyakit berbahaya dari timur tengah, namun hanya kelelahan karena faktor usia", tambah Wakhid.

Wakhid juga belum bisa memastika apakah bapak Sanawi akan tiba di Bojonegoro gabung dengan kloter 52 pada besok pagi pukul Sabtu 01/11/2014 04.00 WIB atau masih lama lagi dirawat di Rumah Sakit Haji (RSH) Sukolilo, Surabaya.

"Yang pasti sekarang masih rawat inap, menunggu sampai sehat dan bisa melakukan perjalanan menuju Bojonegoro", tandasnya (Nella)

Minat Baca Guru dan Masyarakat Masih Rendah

SuaraBojonegoro - Minat baca tenaga pengajar dan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro tergolong masih sangat rendah. Padahal membaca menjadi salah satu kunci penting untuk menjadikan roda pembangunan bisa berputar lebih cepat dan pesat.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro, Husnul Khuluq mengatakan, jika minat baca guru, maupun masyarakat saat ini masih minim. Beberapa hal sudah dilakukan untuk meningkatkan minat baca itu dengan miningkatkan taman bacaan masyarakat (TBM)

"para guru dan masyarakat perlu meningkatkan minat baca untuk peningkatan sumber daya manusia, karena membaca menjadi salah satu kunci penting untuk menjadikan roda pembangunan," ujarnya.

Meskipun belum dilakukan riset secara ilmiah pada tahun ini, namun survei yang dilakukan sebelumnya menyebutkan sekitar 65 ribu orang yang saat ini masih belum bisa membaca. Rata-rata masyarakat yang belum bisa membaca itu berusia 50-68 tahun. (AG)

Berdesakan, Kakek Penjemput Haji Meninggal

SuaraBojonegoro - Salah satu penjemput jemaah haji asal Desa Ngablak Kecamatan Dander meninggal dunia saat menerima kedatangan keluarganya yang pulang dari menjalankan ibadah haji di tanah suci. Diduga penjemput jamaah haji meninggal dunia karena kelelahan.

Sebelum meninggal korban diketahui mengangkat koper milik keluarganya yang pulang menunaikan ibadah haji. Diduga karena kelelahan saat mengangkat koper tersebut kemudian hingga pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Korban meninggal saat mendapat perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Aisyiah Bojonegoro. Jumat (31/10/14).

Menurut petugas keamanan yang berjaga dari Satlantas Polres Bojonegoro, Aiptu Suparnoto dilokasi kejadian mengatakan, saat itu korban sudah akan pulang bersama keluarganya melewati pintu keluar. Namun tiba-tiba korban pucat ketika mengangkat koper seberat 32 kilogram.

"Tadi tiba-tiba duduk di pos pengamanan terus pingsan," ujar Aiptu Suparnoto.

Satu orang penjemput jamaah haji yang meninggal tersebut diketahui bernama Muhamad Harun, 80 tahun, keluarga jamaah haji Sofwan dan Syamsiatun, warga Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Korban diduga kelelahan dan kondisinya lemah, saat menjemput keluarganya di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro.

Korban sempat dilarikan kerumah sakit terdekat. Namun, tak berselang lama, korban diketahui meninggal dunia saat mendapat perawatan di rumah sakit. Sekadar diketahui, jamaah haji asal Bojonegoro yang tergabung dalam kloter 50, 51 sebanyak 888 jamaah, tiba di Bojonegoro pada jumat 31 Oktober 2014 pagi. Sementara, untuk jamaah yang tergabung dalam kloter 52 akan tiba pada Sabtu 1 November 2014 pagi. (AG)

foto: ilustrasi

5 Strategi Jitu Membangun Bisnis Sendiri

Punya usaha sendiri dan menikmati kesuksesan perjuangan Anda rasanya menyenangkan. Hanya saja, terkadang imajinasi kesuksesan ini dikalahkan dengan kesulitan yang terbayang saat akan memulai usaha.

"Sebenarnya menjadi seorang wirausaha itu tidak sulit-sulit amat kok. Asal Anda tahu triknya, maka menjadi pebisnis itu banyak peluang suksesnya," ungkap Andi S. Boediman, Chairman of Ideoworks (e-commerce partner) beberapa waktu lalu di Jakarta.

Sebagai langkah awal membangun usaha ada beberapa tip yang diberikan Andi.

1. Mulai dari hal simpel.
Bingung memilih produk apa yang akan dijual? Daripada pusing-pusing, kenapa tak coba untuk melirik lingkungan sekitar dan kebutuhan sehari-hari Anda? "Biasakan berpikir dari hal-hal simpel di sekitar Anda, karena bisa jadi ide sederhana ini justru akan membawa Anda pada kesuksesan," katanya.

Ia menambahkan bahwa pola pikir bisnis laki-laki dan perempuan ternyata sangat berbeda. Umumnya, laki-laki kebanyakan berpikir keras dan memilih produk yang aneh dan rumit untuk menarik minat konsumen. Sebaliknya, perempuan justru dinilainya lebih memiliki ide yang sederhana namun cukup menjanjikan.

2. Diferensiasi produk
Sebelum memutuskan membuat usaha, Anda sudah harus tahu produk apa yang akan dijual. Usahakan memilih produk yang berbeda dengan produk pada umumnya. "Unik itu tidak selalu dari bentuk barangnya. Tapi unik juga bisa berasal dari cerita dibalik pembuatannya, atau presentasi dan kombinasi produknya," jelas Andi.

Kombinasi produk misalnya, saat Anda memutuskan untuk menjual pakaian maka Anda bisa saja memadumadankan atasan dan bawahan yang biasa jadi lebih terlihat unik secara keseluruhan. Oleh karena itu, kemasan dan deskripsi itu sangat penting untuk pembeli, terlebih ketika Anda menjalankan bisnis online.

3. Promosi
Promosi adalah salah satu hal yang paling penting dalam usaha. Meski demikian, bukan berarti Anda boleh jor-joran untuk promosi,misalnya dengan flyer, atau spanduk besar.

Selain menghabiskan banyak uang, cara ini juga dinilai kurang relevan di zaman sekarang. "Kenapa tak coba untuk promosi di media sosial yang Anda miliki? Gunakan saja Facebook, BBM, atau Twitter. Selain akrab dengan hidup Anda sehari-hari, Anda juga bisa dengan mudah memberi update kepada calon pelanggan," sarannya.

4. Jangan habiskan uang untuk interior
Andi mengungkapkan biaya terbesar dalam membangun usaha adalah untuk membangun toko dan interiornya. Hal ini bisa dipahami karena hal pertama yang dilihat konsumen adalah toko dan interiornya. Akan tetapi, ini bukanlah sebuah pembenaran untuk Anda menghabiskan banyak uang untuk renovasi toko.

Jadilah sedikit lebih kreatif dengan menggunakan benda-benda yang murah namun unik untuk menghias toko. Misalnya, sangkar burung, pohon plastik, pot bunga,kertas bekas dan lain-lain.

5. Beri opsi pembayaran
Saat ini kebanyakan orang lebih memilih membayar dengan menggunakan kartu kredit atau debit dibandingkan dengan uang tunai. Sebagai pengusaha, Anda tentu harus siap sedia menyediakan berbagai alternatif cara pembayaran produk yang diinginkan konsumen. Hal ini sangat penting, terutama pada bisnis online.

sumber: http://female.kompas.com/read/2013/08/31/1022098/5.Strategi.Jitu.Membangun.Bisnis.Sendiri

600 Personil Gabungan Amankan Kepulangan Jamaah Haji Bojonegoro

Editor : Sasmito Anggoro, Kamis, 30 Oktober 2014 15.01

SuaraBojonegoro - Sebanyak 600 personel gabungan dari Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Bojonegoro, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, (Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat) Kabupaten Bojonegoro, Satpol-PP Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro. Kamis 30/10/2014

"Semua persiapan penjemputan jamaah haji sudah 100%", Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bojonegoro Wachid Priyono.

Wakhid juga menambahkan jika pihak Kemenag sudah berkoordinasi dengan pihak keamanaan baik dari kepolisian, kodim , Satpol-pp untuk menyiapkan personel dan mengamankan kepulangan jamaah haji pada besok pagi.

"Akan ada pengawalan keamanan mulai dari Surabaya hingga tiba di Bojonegoro", (Nella)

Harga Minyak Dunia Anjlok, Skeneraio Arab Saudi ?


Hampir genap dua bulan penurunan harga minyak mentah (crude) mencuri perhatian dunia. Saat ini, minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi acuan umum harga minyak dunia keduanya tercatat diperdagangkan di level US$86 per barel dan US$81 per barel, hanya terpaut beberapa poin dari level terendah dua tahunannya. Dugaan yang umum berkembang terkait penurunan ini ialah karena adanya persoalan penawaran dan permintaan (supply and demand) yang berakhir pada kelebihan di sisi penawarannya (oversupply).

Persoalan seperti demikian di atas sejatinya bukanlah hal yang aneh terjadi pada segala bentuk perdagangan, apalagi perdagangan minyak yang memang sarat akan faktor penawaran-permintaan dari negara-negara yang berkepentingan. Yang menjadi perhatian, ketika faktor pendorong penawaran-permintaan tersebut dirasa tidak, atau kurang, wajar. Nah lho, bagaimana mungkin faktor pendorong penawaran-permintaan dikatakan tidak wajar?


Kalau merunut data yang sudah-sudah, persoalan oversupply seperti ini seharusnya sudah atau bisa segera ditanggulangi, apalagi dari perspektif negara-negara eksportir minyak seperti OPEC kondisi ini sangat merugikan. OPEC sebagai kumpulan kartel minyak tentu punya kekuatan untuk melakukannya. Sejarah mencatat beberapa kali kondisi seperti ini terjadi di pasar minyak dan OPEC selalu memiliki opsi untuk mengatasinya, yakni dengan cara memangkas produksi minyak hingga ke level terrendah. Hal tersebut terbukti dapat mendongkrak kembali harga minyak dunia.


Pertanyaannya kemudian, mengapa saat ini OPEC tidak melakukan hal yang sama? Jawaban yang sahih mungkin hanya bisa didapat dengan info A1 (informasi dari orang-orang dalam) namun gelagat beberapa negara OPEC dalam menanggapi kondisi ini memungkinkan kita untuk menerka gambaran besar yang sebenarnya sedang terjadi di pasar minyak dunia.

Perbedaan Sikap Arab Saudi
Beberapa negara OPEC seperti Iran, Venezuela, dan Libya, sudah menyatakan pandangannya terkait penurunan harga minyak ini. Mereka sepakat untuk memangkas produksi minyak — dan berharap anggota OPEC lainnya mengikuti — mereka guna mendongkrak kembali harga minyak dunia. Bahkan Rusia, yang tercatat pula sebagai eksportir minyak (non-OPEC), turut mendukung langkah tersebut.


Jika mengacu pada data statistiknya, tak ada yang salah menganggap langkah ini akan mendapat dukungan dari seluruh anggota OPEC termasuk Arab Saudi: anjloknya harga minyak seharusnya menjadi hal krusial bagi OPEC untuk segera diatasi guna menyelamatkan perekonomian mereka dari keruntuhan. Namun, tidak demikian kenyataannya. Langkah yang diprakarsai Iran sejak Juli lalu tersebut terhambat perbedaan sikap dari produsen numero uno di tubuh organisasi itu — Arab Saudi. Saudi justru terkesan santai — tidak menunjukkan tanda-tanda kalau negeri monarki itu juga akan memangkas produksinya — dalam menanggapi penurunan harga ini, padahal hampir seluruh pendapatannya berasal dari minyak. Malah, kabar yang beredar menyebutkan kalau Saudi siap menerima jika sewaktu-waktu harga minyak turun sampai ke bawah level US$80 per barel. Tanpa adanya dukungan sikap dari Saudi ini, tentu saja langkah yang akan diambil untuk mengendalikan harga minyak menjadi kurang berarti.


Skenario Arab Saudi


Seperti yang telah disinggung di atas, persoalan oversupply minyak sudah beberapa kali terjadi di masa lalu dan pemangkasan produksi sepertinya memang satu-satunya langkah yang bisa diambil oleh OPEC. Hanya saja, dengan sepertiga total produksi OPEC dikuasai oleh Arab Saudi, wewenang untuk mengatur dan menjaga stabilitas harga minyak seakan tersandar pada bahu negara suci umat muslim tersebut. Dengan sikap Saudi yang seolah membiarkan harga minyak terus merosot seperti ini dan belum adanya penjelasan yang memuaskan dari negeri itu atas langkah yang mereka ambil, wajar kiranya jika saya menganggap ini sebagai skenario besar kerajaan Saudi. Kondisi-kondisi geopolitik terkini menjadi dasar pandangan saya tersebut.
Mematikan Langkah ISIS

Salah satu alasan yang bisa jadi pertimbangan adalah kemunculan kelompok militan bernama Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS — belakangan bermutasi menjadi Islamic State (IS). Seperti yang kita ketahui bersama, kelompok ini tak hanya menjadi ancaman bagi keamanan Irak dan Suriah namun juga masyarakat dunia pada umumnya. Dengan munculnya ancaman dari kelompok itu terhadap kota suci Mekkah dan berbagai sumber menyebutkan kalau ISIS ditopang oleh dana yang berasal dari minyak, logis saja mengaitkannya dengan “langkah sunyi-senyap” Arab Saudi di pasar minyak dunia ini. Dibiarkannya harga minyak anjlok oleh Saudi bisa membuat ISIS kekurangan dana untuk membiayai aksinya dalam meneror dunia, khususnya Saudi sendiri.


Mempertahankan Pasar Asia
Pertimbangan selanjutnya adalah pasar Asia. Dengan status Asia sebagai konsumen utama minyak Saudi maka sangatlah penting bagi kerajaan tersebut untuk mempertahankan pangsa pasarnya di wilayah ini. Saudi mungkin akan kehilangan pangsanya jika menahan minyaknya di harga yang tinggi mengingat China — sebagai importir terbesar — sedang mengalami kelesuan ekonomi. Selain itu Rusia pun dikabarkan siap memanfaatkan kelesuan ekonomi China — yang dapat menimbulkan efek domino kepada negara-negara Asia lainnya — ini dengan menawarkan minyaknya pada harga yang lebih murah. Kondisi yang sarat dengan doktrin pasar demikian semakin menjadikan penurunan harga minyak sebagai suatu keniscayaan yang harus diterima Saudi.


Menghambat Amerika Serikat
Lebih jauh, saya melihat adanya kemungkinan Saudi menjegal Amerika Serikat (AS). Seperti yang juga sudah saya bahas pada artikel sebelumnya, sejatinya kondisi minyak dunia yang dihargai “murah” seperti sekarang ini sangatlah menguntungkan AS mengingat statusnya sebagai net oil importer. Namun, jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, minyak murah juga bisa menjadi beban bagi AS.


Bagaimanapun, AS tetap salah satu negara produsen minyak terbesar di dunia, yang tentu saja memiliki atensi pada struktur biaya. Harga minyak yang rendah bisa berdampak pada biaya produksi yang tidak efisien, apalagi dengan keadaan produksi mereka yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dengan sikap Saudi yang membiarkan harga minyak terus merosot seperti ini, berbagai perusahaan minyak internasional (international oil company/IOC) yang ada terancam gulung tikar, cita-cita AS untuk menggapai kemandirian di bidang energi pun akan terhambat. Hal ini barangkali sejalan dengan kepentingan Saudi, mengingat kontribusi AS pada pendapatan minyak negeri Raja Abdullah bin Abdulaziz itu cukup besar.


Sumber: http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/10/30/harga-minyak-dunia-anjlok-skenario-besar-arab-saudi-683691.html

Hanya Satu Keluarga Jamaah Haji Yang Menjemput

SuaraBojonegoro - Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro menyarankan agar keluarga penjemput jamaah haji tidak mengajak semua kerabat keluarga untuk berbondong-bondong ke pendopo malwopati Bojonegoro, agar tidak penjemputan jamaah haji berjalan lancar dan aman.

Hal ini dikatakan Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bojonegoro Wachid Priyono, saat ditemui dikantornya Kamis 30/10/2014 siang.

"Untuk mengantisipasi membludaknya penjemput haji yang masuk pendopo kami membatasi hanya satu penjemput jamaah haji yang boleh masuk didalam pendopo", ungkapnya.

Wakhid juga menegaskan jika penjemput jamaah haji hanya diberi satu karcis untuk bisa masuk didalam pendopo, "Saya sarankan agar satu penjemput itu diserahkan kepada kerabat laki-laki untuk membantu membawakan koper jamaah haji", tambahnya.

Wakhid menerangkan jika pemberangkatan bus penjemputan jamaah haji berangkat dari kantor uji KIR yang berada di Sukowati, Kapas Bojonegoro nanti malam 30/10/2014 pukul 20.00 WIB menuju asrama haji Surabaya dan selanjutnya jamaah haji 31/10/2014 sekitar pukul 04.00 WIB jamaah haji kloter 50 sampai didepan pendopo malwopati Bojonegoro.

"Sedangkan untuk kloter 51 sampai di Bojonegoro pukul 06.00 WIB 31/10/2014 dan kloter 52 tanggal Sabtu 01/11/2014 pagi", tandasnya. (Nella)

Dewan Usulkan Pengurusan Izin Tanpa Melalui Bupati

SuaraBojonegoro - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Sugeng Hari Anggoro, mendukung langkah eksekutif mempermudah akses investor yang akan menanam investasi ke Bojonegoro

Sugeng Hari Anggoro  mengusulkan pemberian kuasa kepada Badan Perizinan dalam pengurusan izin tanpa melalui Bupati Bojonegoro. Sehingga pengurusan izin akan lebih cepat dan mudah.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD, usai melakukan kunjungan kerja di Kota Mataram. Dari hasil kunker tersebut, Komisi A akan mengkomparasikan regulasi perizinan, tata laksana pengurusan izin maupun Standar Operasioanl Prosedur (SOP).

"Bagian Perizinan dan Penanaman Modal Pemerintah Kota Mataram telah mendapat kuasa dari wali kota. Di Bojonegoro akan kami coba terapkan," kata politisi Partai Amanat Nasioanl (PAN) ini.

Selanjutnya, keputusan itu akan diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukum. Menurutnya, Bojonegoro perlu mengadopsi hal tersebut. Sehingga, pengurusan izin bagi masyarakat lebih mudah dan cepat.

"Bahkan akan kami terapkan sistem ‘one day one service‘. Sehingga satu hari mengurus izin, jika syaratnya lengkap, maka hari itu juga bisa langsung selesai," tambah pria asal Padangan ini (AG)

 
Suara Bojonegoro : About Us | Redaksi | Karir | Info Iklan
Copyright © SuaraBojonegoro.com - All Rights Reserved

Design by Al Qowiy