Advertise Here

Artikel & Opini

Tuesday, December 12, 2017

Industri Batik Bojonegoro Merambah Produk Tas Batik khas Bojonegoro

    Tuesday, December 12, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi 

suarabojonegoro.com - Industri kreatif diBojonegoro samakin menggeliat, tak terkecuali batik bojonegoro. Selain berinovasi dengan motif yang semakin beragam, perajin batik di bojonegoro mulai mengembangkan produk turunannya, yakni tas batik Bojonegoro.

Sejak tanggal 6 Desember kemarin, 5 Desa perajin batik, antaranya Dolokgede, Kalisumber (kecamatan Tambakrejo), Pelem, Kaliombo (kecamatan Purwosari), dan Desa Bandungrejo kecamatan Ngasem mengikuti Pelatihan pengembangan kreatifitas dan inovasi souvenir dari batik bojonegoro, Acara ini digelar di Panggon Sinau bareng Ademos, Dolokgede, berlangsung selama tujuh hari, dari tanggal 06 sampai dengan tanggal 12 desember 2017.

Ademos menggandeng salah satu designer tenama dari Surabaya, Willy Filo Shofia dan traine, yang juga merupakan perajin tas batik yang sukses di Surabaya, Mahbub Junaidi. Lelaki yang biasa disapa Pak Jun ini menyampaikan, kreatifitas adalah kekayaan yang tidak akan pernah habis, dan batik adalah salah satu sumber kekayaan Indonesia. "Sehingga meningkatkan produk batik adalah keharusan, sehingga batik, khususnya batik Bojonegoro bisa dikenal dunia," ujarnya.

Katanya, eksistensi batik akan selalu berkelanjutan, mengingat batik merupakan kekayaan kreatif Indonesia.

Acara ini terselenggara atas kerjasama Pertamina EP Cepu dan Ademos. Sekretaris Ademos, Shodiqurrasyad. Selaku pembuka program yang berlangsung Arsyad berharap para perajin mampu memanfaatkan dengan baik pelatihan sedang diikuti. "Dengan adanya pelatihan ini diharapkan kedepannya menjadi pioner pengembangan produk tas batik di Bojonegoro." Terangnya. (Wan/Red)

Monday, December 11, 2017

Kecamatan Dander Gelar Musyawarah Antar Desa (MAD) Program Inovasi Desa (PID)

    Monday, December 11, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi 

suarabojonegoro.com - Pada hari ini Senin, 11/12/2017 Kecamatan Dander mengadakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Program Inovasi Desa (PID) di Pendopo Kecamatan Dander yang dihadiri sekitar 43 peserta. PID merupakan program dari Kemendesa PDTT melalui dana dekonsentrasi Dinas PMD Propinsi Jawa Timur.

Dalam MAD-PID di Kecamatan Dander dihadiri oleh  M. Fatkur Rochman, Pendamping Ahli Teknologi Tepat Guna (PA-TTG), Sekcam Dander Heru Wicaksi, S.STP, MM, Kasi PMD Muji Slamet, S.Sos dan Pendamping Desa Kecamatan Dander.

Dalam paparannya M. Fatkur Rochman menyampaikan di Kabupaten Bojonegoro MAD-PID akan dilaksanakan serentak oleh 28 kecamatan mulai hari ini tanggal. 11 sampai 13 Desember 2017. "Sampai hari ini sudah terdapat 11 kecamatan yang melaksanakan MAD-PID," katanya.

PID merupakan program dalam upaya mendorong peningkatan kwalitas pemanfaatan dana desa melalui berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam pembangunan desa. Sehingga harapannya ada replikasi kegiatan dengan adanya Bursa Inovasi Desa.

Sementara Sekcam Dander Heru Wicaksi, S.STP, MM sangat mendukung dan mengapresiasi dengan adanya program PID ini. Semoga program ini bisa menginpirasi pemerintah desa untuk lebih inovatif dalam pembangunan desa.

Kemudian acara pembentukan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dipandu oleh Muji Slamet, S.Sos selaku Kasi PMD Kecamatan Dander. Dari MAD-PID ini telah dipilih 7 orang dari unsur masyarakat yang menjadi pengurus Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. (Wan/Red)

Program Pengembangan Sekolah SKK Migas - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)

    Monday, December 11, 2017   No comments
Kualitas pendidikan meningkat, SMP Negeri 1 Gayam makin membanggakan

Reporter: Team Advetorial


suarabojonegoro.com - Suasana tenang dan asri sangat terasa saat memasuki pintu masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Gayam, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Ratusan siswa di masing-masing ruangan kelas nampak mengikuti pelajaran dengan riang gembira. Tidak ada raut ketegangan saat para guru memberikan mata pelajaran. Di sebuah ruangan, terlihat seorang siswa dengan semangat memeragakan sebuah teori dari mata pelajaran matematika menggunakan alat peraga di tangannya. Meski waktu istirahat siang sudah tiba, namun tidak menyurutkan semangat belajar para siswa untuk menuntut ilmu.

Wahyudi melangkah perlahan menelusuri lorong kelas sambil sesekali tersenyum bangga. Sambil menunjukkan berbagai lokasi dan kegiatan, Kepala Sekolah SMPN 1 Gayam ini semangat bercerita. Kemajuan-kemajuan yang dicapai sekolah tersebut diceritakannya satu persatu. Dari semua yang diupayakan, setidaknya sekarang dia tidak lagi khawatir anak didiknya meloncat pagar dan meninggalkan kelas pada jam-jam pelajaran terakhir. Tidak lagi menelusuri gang-gang sempit hanya untuk menemukan siswa merokok atau bersantai ria meski jam sekolah belum berakhir.

"Sejak tiga tahun terakhir, sudah tidak ada lagi siswa yang membolos," katanya bangga.

Mengubah kebiasaan dan perilaku siswa yang terjadi dari tahun ke tahun dalam lingkungan yang sama tidaklah mudah. Butuh perhatian khusus dan kesabaran ekstra untuk melakukan hal tersebut, terlebih di daerah yang tergolong pelosok seperti di Desa Gayam kala itu.

"Semua perubahan tersebut kami raih dengan kerja keras dan dukungan dari ExxonMobil melalui berbagai program yang diberikan," tegasnya.

Teknik pembelajaran yang tidak hanya sekedar teori mulai dipraktekkan semua guru. Tidak hanya sekedar berceramah atau bercerita saja, tetapi siswa dibebaskan untuk mendapatkan cara belajarnya sendiri.

Cara belajar yang menyenangkan tentu akan membuat siswa betah belajar di sekolah. Berbagai metode pembelajaran juga diberikan agar lebih mudah dipahami dan dimengerti. Cara seperti ini ternyata memberikan dampak yang luar biasa. 

"Jika tiga atau empat tahun kebelakang banyak siswa yang putus sekolah atau tidak melanjutkan ke jenjang selanjutnya, sekarang ini hampir 90 persen telah menyelesaikan sekolah dan melanjutkan ke tingkat SMA dan SMK," imbuhnya.  

Berbagai prestasi juga mulai diraih, salah satunya meraih juara 1 Majalah Dinding (Mading) Sekolah Tingkat Kabupaten. Para siswa menunjukkan bakat menulisnya melalui kelas jurnalistik.
"Banyak sekali manfaat program yang kami dapatkan, utamanya pola pikir guru," kata Wahyudi.

Semangat kebersamaan itu disambut baik oleh Komite Sekolah. Jika sebelumnya, sulit sekali menyatukan pemahaman demi kemajuan sekolah, maka kondisi kali ini sangat berbeda. Sejak dua tahun terakhir, peran Komite Sekolah sangat terasa. 

"Dengan dukungan Komite Sekolah, orang tua siswa turut serta mendukung pembangunan fisik maupun mental di sekolah kami," tambahnya. 

Dengan semangat perubahan itulah, sejak tahun 2015 lalu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bermitra dengan Yayasan Putera Sampoerna melaksanakan Program Pengembangan Sekolah di SMP Negeri 1 Gayam.

"Tidak hanya di SMPN 1 Gayam saja, tetapi juga 5 sekolah lainnya di Bojonegoro dan 6 sekolah di Tuban," kata Direktur Yayasan Putera Sampoerna, Elan Merdy.

Hingga tahun 2017 ini, Program Pengembangan Sekolah telah melakulan beberapa program peningkatan profesianalisme guru, peningkatan kapasitas manajemen dan tata kelola sekolah, pemberdayaan partisipasi komunitas sekolah, dan peningkatan program kapasitas siswa di sekolah. Selain itu program ini juga menyediakan berbagai sumber belajar misalnya peralatan laboratorium IPA, penambahan koleksi buku perpustakaan, serta peralatan pendukung kegiatan ekstra kurikuler siswa, yang bertujuan untuk mendukung ke-empat hal tersebut di atas..

"Ada 253 guru, dan  lebih dari 6,000 siswa SMP dan SMA mendapatkan manfaat dari program ini," tuturnya.

Program ini juga melibatkan partisipasi aktif Dinas Pendidikan dan masyarakat setempat. Kerjasama dengan pemerintah ini menjadi penting karena program kemasyarakatan tidak untuk menggantikan peran pemerintah. Koordinasi dan komunikasi terus dilakukan agar tetap pada visi yang sama. Sinergi ini memberikan dorongan yang positif bagi kemajuan pembangunan pendidikan yang berkelanjutan. “Kami sadari bahwa di Bojonegoro dan Tuban pemerintahnya sangat mendukung,” ucap Elan.

External Affairs Manager EMCL, Dave A Seta menyampaikan bahwa Program Pengembangan Sekolah merupakan perwujudan komitmen EMCL dalam berkontribusi untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. 

Dave menambahkan, upaya EMCL melalui prakarsa pendidikan diutamakan pada solusi untuk terus memperbaiki proses belajar-mengajar. Program pendidikan yang diprakarsai EMCL, lanjut dia, ditujukan kepada para guru dan manajemen sekolah untuk membuat situasi belajar menjadi kegiatan yang menyenangkan dan aktif.

Hampir 3.000 guru di Kabupaten Bojonegoro, Blora, dan Tuban telah memanfaatkan program pendidikan EMCL. Guru tersebut terdiri dari guru pendidikan anak usia dini, guru sekolah dasar hingga guru sekolah menengah. Lebih dari 33.000 pelajar telah disentuh oleh program ini. Mereka pun sekarang memiliki sekolah yang lebih baik—ruang kelas yang layak, kamar kecil yang bersih, laboratorium, dan perpustakaan. Lebih dari 90 gedung sekolah telah diperbaiki.

“Pelajar adalah bibit yang mesti kita rawat agar memungkinkan mereka menjadi pemimpin masa depan,” pungkasnya. (Team*)

Fraksi PKS Setujui Dana Abadi Migas, DPD PKS Bojonegoro Merasa Ditilap

    Monday, December 11, 2017   No comments
Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) PKS (Partai Keadilan Sejahter) Bojonegoro merasa ditinggalkan atas sikap Fraksi PKS di lembaga DPRD Bojonegoro yang telah menanda tangani persetujuan terkait Dana Abadi Migas di DPRD, pasalnya sikap tersebut diambil oleh Fraksi PKS tanpa ada pembahasaan sebelumnya dengan Pengurus DPD PKS Bojonegoro.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua DPD PKS, Tri Wibowo melalui sambungan telepon genggamnya kepada suarabojonegoro.com, bahwa langkah yang diambil fraksi PKS seharusnya melalui pembicaraan dengan Partai, karena fraksi PKS adalah bagian dari Partai,  sehingga setiap langkah yang diambil harus disampaikan kepada partai dan dibahas terlebih dulu.

"Kami akan memanggil anggota Fraksi atas sikap persetujuan soal Dana Abadi Migas tersebut,  dan kemungkinan kami juga akan memberikan peringatan keras kepada anggota Fraksi Kami yang ada dilegislatif," Terang Tri Wibowo, Senin (11/12/17).

Menurut Ketua DPD PKS,  bahwa seharusbya Dana Abadi Migas belum dibutuhkan,  karena masih banyaknya pembangunan yang saat ini di butuhkan Bojonegoro,  sehingga dana tersebut seharusnya untuk menata Bojonegoro yang belum terselesaikan.

"Masih banyak yang harus dilakukan untuk membangun Bojonegoro,  dari pada dana Migas disimpan lebih baik untuk membangun yang saat ini sangat dibutuhkan seperti kerusakan jalan dan juga pelayanan kesehatan maupun pendidikan," Tutur Ketua DPD PKS Bojonegoro.

Pengurus DPD PKS Bojonegoro sangat menyayangkan adanya Dana Abadi Migas di Bojonegoro dan lebih kecewa lagi terhadap Anggota Fraksi PKS yang ikut menyetujui Dana Abadi Migas. (Sas*)

Bersama EMCL, UNIGORO Gelar Program Sekolah Lapang Pertanian

    Monday, December 11, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Bertempat di Balai Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, hari ini Puluhan Petani dan Taruna Tani dari empat Desa yakni Desa Gayam, Desa Mojodelik, Desa Bonorejo, dan Desa Brabowan, bersama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Universitas Bojonegoro (UNIGORO), menggelar Sosialisasi Program Sekolah Lapang Pertanian (SLP). Senin (10/12/17).

Arief Januarso selaku Project Manager Sekolah Lapang Pertanian, menyatakan bahwa Program SLP ini merupakan yang kedua, sebagaimana dalam Program yang pertama telah dilaksanakan pada tahun lalu.

"Untuk Program Sekolah Lapang ini kerjasama dengan ExxonMobil atau EMCL dengan LP2M Unigoro", katanya.

Kepada awak media pria yang sekaligus sebagai Ketua Yayasan Suyitno, ini menyatakan bahwa Unigoro akan melakukan pendampingan kepada Petani di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

"Jadi programnya adalah program pertanian. Termasuk pelatihan pemilihan benih, kemudian cara pembuatan pupuk kemudian bagaimana cara memanfaatkan biopori dan seterusnya", jelasnya.

Dari pantauan media suarabojonegoro.com empat Desa tersebut diambil 20 Petani, dan 5 orang remaja yang akan dijadikan Taruna Tani. Hal ini dikarenakan dari hasil evalusasi di Unigoro, bahwa disektor pertanian masih dibutuhkan generasi
muda yang menggeluti dunia Pertanian.

"Nanti kita akan melibatkan Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup, keterkaitan bagaimana cara membuat pupuk yang baik dan bagaimana cara emmbuat biopori yang baik", ujarnya.

Pria yang akrap disapa Pak Ayik ini berharap dengan adanya Program Sekolah Lapang Pertanian ini nantinya akan mampu menigkatkan produksi di pertanian khususnya sawah-sawah yang dimiliki oleh para Petani yang minimal 10 persen.

"Setelah program ini minimal ada kenaikan produksi di pertanian minimal adalah 10 persen", pungkasnya. (Bim/red).

Petir Menyambar Pria Ini Hingga Terpental, Alhamdulillah Korban Masih Hidup

    Monday, December 11, 2017   No comments
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Keberuntungan masih menyertai Mukain (50th) warga Desa Bumirejo Kecamaan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Bagaimana tidak, petani yang sudah berumur tersebut masih mampu bertahan hidup setelah petir menyambar tubuhnya.

Peristiwa tersebut terjadi kemarin sore Minggu (10/12/2017) di persawahan Desa Tlogorejo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Mukain yang kesawah bersama saksi mata Anwar (60th) dan Munandim (45th) yang keduanya merupakan tetangga korban, tidak menyangka bila petir akan menyambar tubuhnya.

Saksi mata menuturkan, bermula ketika mereka bertiga sedang mengerjakan sawah. Saat itu cuaca memang sedang mendung dan hujan, namun tidak begitu lebat. Karena pekerjaan hampir selesai, mereka bertiga bersepakat melanjutkan hingga selesai. Namun setelah beberapa saat, tiba tiba petir menyambar tubuh Mukain yang membuat korban terpental hingga tak sadarkan diri. Melihat hal tersebut, saksi langsung membawa korban ke Puskesmas Kepohbaru.

"Saya bersama kang Mukain sedang mencangkul, tiba tiba petir menyambar dan kang Mukain terpental. Tanpa basa basi, saya langsung bawa kang Mukain ke Puskesmas", tutur Munandim.

Polsek Kepohbaru yang mendengar kabar adanya warga yang tersambar petir langsung mengecek ke Puskesmas. Dari keterangan Dokter, korban masih hidup namun harus segera di rujuk ke Rumah Sakit Umum untuk mendapatkan penanganan lebih serius.

"Alhamdulillah, korban masih hidup. Kita langsung merujuk ke RSU untuk penanganan insetif karena luka bakar yang cukup serius", terang Aiptu Bambang Kspk Polsek Kepohbaru.

Sementara itu, ditempat terpisah Kapolsek Kepohbaru AKP Yasimbang membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga menghimbau kepada warga masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Kepohbaru agar memperhatikan cuaca buruk yang setiap saat datang. Sehingga, kejadian tersambar petir di sawah tidak terjadi kembali.

"Iya benar ada. Sekarang dalam perawatan medis. Kami berharap, warga masyarakat pulang kerumah bila kondisi cuaca buruk. Sehingga keselamatan dapat terjamin", ucap Kapolsek Kepohbaru AKP Yasimbang (Nik/Lis)

Ambil 31 Sapi Tanpa Dibayar, Pria Ini Terancam Lama Di Penjara

    Monday, December 11, 2017   No comments
Reporter: Monika


suarabojonegoro.com - Seorang warga Kecamatan Kedungadem melaporkan rekan bisnisnya sendiri ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bojonegoro karena merasa ditipu pada hari Rabu (06/12/2017) yang lalu sekira pukul 02.30 WIB dini hari. Kejadian yang dilaporkan oleh korban terjadi pada tanggal Minggu (13/08/2017) beberapa bulan yang lalu sekira pukul 09.00 WIB, dikandang sapi milik korban Desa Sidorejo RT 03 RW 02 Kecamatan Kedungadem.

Adapun identitas pelaku penipuan adalah berinisial NA (37) perempuan asal Kedung Pandang Jabon Kabupaten Sidoarjo dan SM (35) perempuan warga Dukuh Ngrapah Desa Mlideg Kecamatan Kedungadem, selain kedua terlapor, anggota unit III Sat Reskrim Polres Bojonegoro juga meriksa 2 orang saksi yang salah satunya telah ditetapkan sebagai tersangka kerena ikut menikmati uang hasil kejahatan yang dilakukan oleh kedua terlapor yaitu HR (55) warga Dukuh Ngrapah Desa Mlideg Kecamatan Kedungadem dan HT (47) warga Desa Sidorejo Kecamatan Kedungadem. Sementara itu korban bernama Drs. Winaryo Yusi P. S.Pd, (54) pemilik kandang sapi warga Desa Sidorejo RT 03 RW 02 Kecamatan Kedungadem.

Menurut Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., SIK., M.Si bahwa semula kedua terlapor yaitu NA (37) dan SM (35) dengan perantara HR (55) pada hari Minggu (13/08/2017) datang di kandang sapi milik korban yang akan membeli sapi untuk hewan qurban sebanyak 4 ekor dengan nilai harga sebesar Rp 114.000.000,-. Dari 4 ekor sapi yang akan dibeli oleh terlapor tersebut, menurut keduanya akan dikirimkan kepada Pak Mul warga Kabupaten Palangkaraya Kalimantan Tengah.

"Menurut kedua terlapor, Pak Mul merupakan Bos dari keduanya", ucap Kapolres.

Selanjutnya, masih menurut Kapolres bahwa sapi yang telah dipilih oleh kedua terlapor tersebut belum diberikan uang sebagai tanda jadi untuk pembelian sapi tersebut, melainkan hanya dititipkan kembali kepada korban dan akan diambil pada saat sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

Pada tanggal 31 Agustus 2017 yaitu sehari sebelum Idul Adha, Kedua terlapor dan HR selaku perantara datang ke kandang sapi untuk mengambil sapi. Namun pada saat pengambilan, kedua terlapor bukan malah mengambil 4 ekor sapi lagi, melainkan mengambil sebanyak 9 ekor sapi dan masih mengaku akan dikirim kepada Pak Mul.

"Akan tetapi, 9 ekor sapi tersebut bukan dikirmkan kepada Pak Mul, melainkan dijual kepada orang lain tanpa sepengetahuan dari korban", imbuh Kapolres.

Setelah itu, hal serupa dilakukan lagi secara berulang-ulang oleh kedua terlapor berikut juga dengan perantara HR (55) sampai dengan pengambilan sapi sebanyak 31 ekor. Akibat kejadian tersebut, korban yang diambil sapinya sebanyak 31 ekor menderita kerugian dengan nilai total jika dirupiahkan menjadi Rp 1.017.300.000,-.

Berdasarkan pelaporan korban tersebut, penyidik Sat Reskrim melakukan serangkaian penyidikan dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan penyitaan barang bukti. Selanjutnya, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap terlapor NA (37) sebagai saksi dan HR (55) sebagai saksi, yang mana dari keterangan NA (37) dan HR (55) bahwa 31 ekor sapi yang telah diambilnya dari kandang milik korban bukan dikirim kepada Pak Mul melainkan dijual kepada orang lain tanpa sepengetahuan korban.

"Hasil penjualan keseluruhan sapi tersebut, kedua terlapor dan perantara HR (55) mendapatkan uang sejumlah Rp 492.000.000,-", lanjut Kapolres

Dari hasil penjualan sapi tersebut, oleh kedua terlapor dan perantara HR (56) dilakukan pembagian dengan perincian NA (37) mendapatkan uang sebesar Rp 20.000.000,-, HR (55) mendapatkan uang sebesar Rp 14.000.0000,-, sedangkan untuk sisa hasil penjualan dibawa oleh SM (35) yang saat ini masih dalam dafta pencarian orang (DPO).

Selanjutnya, pada hari Kamis (07/12/2017) Sat Reskrim Polres Bojonegoro melakukan gelar Perkara dan menghasilkan kesimpulan bahwa dalam perkara kasus penipuan dan atau penggelapan yang telah dilaporkan oleh korban telah memenuhi unsur tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan 372 KUHP dengan dua alat bukti yang sah yaitu 1 lembar surat pernyataan dan 5 lembar catatan Pengambilan sapi dengan total 31 ekor sapi menetapkan 2 orang sebagai tersangka yaitu NA (37) dan HR (55) dan telah melakukan penahanan di sel tahanan Mapolsek Kota untuk HR (55), sedangkan untuk tersangka NA (37) langsung dititipkan di Lapas Kelas II Bojonegoro.

"Kedua tersangka yang saat ini telah ditahan terancam hukuman 4 tahun penjara", pungkas Kapolres. (Nik/Lis)

Inilah Tahapan Sidang Perdata

    Monday, December 11, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com- Mediasi adalah tahapan wajib yang harus dilalui para pihak yang bersengketa dalam gugatan biasa di Pengadilan. Mediasi atau upaya perdamaian dalam sejarah permulaannya diatur dalam HIR (Herzien Indische Reglement) untuk daerah Jawa Madura dan RB (Reglement Buingewesten) untuk yang diluar Jawa Madura, yang kemudian sesuai aturan peralihan dipergunakan dan diterjemahkan dalam bahasa indonesia kitab undang-undang Hukum Acara Perdata.

Berikut hasil wawancara Reporter SuaraBojonegoro.com dengan Humad Pengadilan Negeri Bojonegoro,  Isdariyanto.

Dalam perkembangannya, Mahkamah Agung memperbaharui regulasi mengenai mediasi tersebut,  dengan mengeluarkan Perma (peraturan mahkamah agung) no. 1 tahun 2008 dan kemudian diperbaharui kembali
dengan Perma no 1 tahun 2016.

Hal ini disampaiakn oeh Humas Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bojonegoro, Isdaryanto, dirinya menjelaskan bahwa ketika dalam persidangan para pihak hadir lengkap, Majelis Hakim akan memerintahkan para pihak untuk melaksanakan mediasi, dengan menawarkan terlebih dahulu apakah para pihak mengajukan mediator (yang bersertifikat.red) dari luar pengadilan atau tidak, apabila ada dan disepakati, maka mediasi dilakukan dengan difasilitasi mediator dari luar pengadilan dengan biaya dibebankan kepada para pihak. Apabila tidak ada dan diserahkan kepada Majelis, maka majelis akan menunjuk salah satu hakim untuk menjadi mediator dalam perkara tersebut.

"Selanjutnya mediator memimpin jalannya mediasi, diberikan waktu
selama 30 hari dan dapat diperpanjang selama 10 hari apabila ada kemungkinan tercapai perdamaian. Rentang waktu maksimal tersebut bisa dipergunakan seluruhnya, bisa juga tidak. Apabila para pihak sepakat berdamai meski belum habis tenggang waktu 30 hari, maka dibuatkan konsep perjanjian perdamaiannya, kemudian diserahkan kepada Majelis Hakim yg menangani perkaranya untuk kemudian ditetapkan oleh Majelis Hakim berupa penetapan perdamaian (Acta Van Dading.red)", katanya.

Sebaliknya, apabila dalam rentang waktu tersebut mediasi mengalami jalan buntu atau deadlock, maka Mediator menyerahkan kembali berkas perkara kepada Majelis Hakim untuk kemudian dilanjutkan tahapan persidangan, pembacaan gugatan, jawaban, replik duplik, pembuktian, kesimpulan dan putusan.

Meskipun dalam tahapan mediasi tidak tercapai persidangan, para pihak baik penggugat atau tergugat apabila tercapai perdamaian ditengah perjalanan persidangan, persidangan tetap bisa dihentikan dengan membuat akta perdamaian, diluar tenggang waktu mediasi.

Proses mediasi bersifat tertutup dan rahasia. Materi mediasi tidak bisa dipublikasikan. Pada saat mediasi, para pihak diminta membuat resume penawaran mediasi, penawaran kemungkinan masing-masing melenturkan keinginan atau tuntutannya.

"Resume ini bersifat rahasia, tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti surat pada tahapan persidangan, dan apabila tidak tercapai kata mufakat, resume penawaran ini harus dimusnahkan", pungkasnya. (Bim/red).

Perbaikan Jalan Menuju AKN, Warga Diharap Bersabar

    Monday, December 11, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Kondisi jalan menuju Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bojonegoro dikeluhkan oleh warga sekitar. Pasalnya jalan yang berada turut Dusun Kedungrejo Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro itu rusak parah.

Aksi protes oleh pemuda setempat dilakukan kemaren, Minggu (10/12). Mereka menggelar lomba tangkap ikan di tengah jalan. Banyaknya lubang yang digenangi air menjadi keprihatinan pemuda setempat. Hal itu disebabkan adanya lalu lalang kendaraan proyek yang melebihi tonase jalan.

Ketika dikonfirmasi, pihak AKN Bojonegoro, Yudi Pramono mengatakan, perbaikan jalan tersebut telah dianggarkan. Namun warga harus sedikit bersabar karena proses pembangunan Kampus AKN masih berlangsung.

"Ya sabar karena proyek masih berlangsung. Sudah dialokasikan," katanya melalui WhatsApp. Kemaren Minggu (10/12).

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Bojonegoro, Andi Tjandra menegaskan bahwa pembangunan atau perbaikan jalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Dipastikan untuk pelaksanaanya pada tahun 2018 mendatang.

"Tanggung jawab bersama dan 2018 sudah kami agendakan dengan konstruksi beton," katanya.

Dalam anggaran 2018, nilai perbaikan jalan dengan beton mencapai 18 Milyar. Diharapkan dengan nilai yang cukup fantastis tersebut infrastruktur jalan di Kota Ledre ini semakin memadai. (Wan/Red)

Antara Seleksi, Kompetisi dan Politisasi

    Monday, December 11, 2017   No comments
Oleh : Muh. Nastain

suarabojonegoro.com- Akhir Oktober  yang lalu di Bojonegoro telah digelar even akbar seleksi ujian tulis perangkat desa  serentak se-kabupaten.

Dinamika seputar hasil koreksi dengan scanning dan  pelaksanaan seleksi  mengiringi even tersebut. Hingga  berdampak pada beberapa penafsiran dan asumsi negatif dan positif.

Namun begitu  polemik lambat laun mereda seolah tak menjadi bahan perbincangan di tengah kerumunan masyarakat.

Dinamika pelaksanaan seleksi ujian tulis perangkat desa di Kabupaten Bojonegoro pun mengundang beberapa oknum pejabat desa  yang dilaporkan kepada pihak berwajib karena dugaan penipuan yang sebelumnya dijanjikan  lolos menjadi perangkat desa. Bahkan peserta pun meggugat terkait proses pelaksanaan seleksi.

Tapi berbeda lagi dan sangat mustahil jika seandainya terdapat yang lolos 'dengan cara yang sama" dab apakah juga melaporkan kepada pihak penegak hukum?

Semua bergantung pada moral masing-masing individu. Dan apakah sejauh ini sudah sukses "Revolusi Mental" di negara ini?

Hal yang menarik adalah apakah ada kaitannya Seleksi Ujiah Tulis Perangkat Desa  yang bersifat Kompetisi itu dengan kata politisasi?

Terlebih duku mencobs mengulas makna dari kata Seleksi, kompetisi dan politisasi.


Seleksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pertama adalah pemilihan (untuk mendapatkan yg terbaik); penyaringan. Kedua,
metode dan prosedur yang dipakai oleh bagian personalia (kantor pemerintah, perusahaan dan lainnya) waktu memilih orang untuk mengisi lowongan pekerjaan.

Di samping itu, seleksi (selection) menurut Mathis dan Jackson (2006,h.261) adalah proses pemilihan orang-orang yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi lowongan pekerjaan di sebuah organisasi. Seleksi merupakan proses serangkaian kegiatan yang di susun sedemikian rupa.  Sehingga prosesnya selancar mungkin.  Dan yang memberikan kesan bahwa si calon tidak sedang di test.

Mereka tidak di seleksi karena mereka mempunyai ragam pendidikan atau pengalaman yang tidak perlu, atau mereka tidak mempunyai tingkat intelegensia yang tinggi, atau mereka termasuk orang yang tidak di sukai.

Namun proses seleksi adalah usaha menjaring dari mereka yang nantinya di anggap bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang ditawarkan. Mereka di anggap dapat memperlihatkan unjuk kerja yang diharapkan oleh para pimpinan organisasi.(Agus Sunyoto, 2008,h.48).

Sementara itu, menurut Veithzal Rivai (2008, h 170), seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM yang di lakukan setelah proses rekrutmen seleksi dilaksanakan.

Ha lini berarti telah terkumpul sejumlah pelamar yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih mana yang dapat ditetapkan sebagai karyawan dalam suatu perusahaan.
Proses pemilihan ini yang dinamakan seleksi.

Proes seleksi sebagai sarana yang digunakan dalam penentuan dan pelamar mana yang akan diterima.

Prosesnya di mulai ketika melamar kerja dan akhirnya dengan keputusan penerimaan. Berdasarkan itu maka kegiatan seleksi itu mempunyai arti yang sangat strategis dan penting bagi perusahaan.

Apabila dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen SDM secara wajar, maka proses seleksi akan dapat menghasilkan pilihan karyawan yang dapat diharapkan kelak memberikan kontribusi yang positif dan baik.

Oleh karena itu, perusahaan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelamar sehingga masing-masing akan mendapat kepuasan.

Sedangkan bila seleksi dilaksanakan secara tidak terbaik, maka perusahaan akan memperoleh dampak negatif, keluhan pelanggan atau publik yang tidak puas, produk yang dihasilkan berkurang dan tidak berkualitas yang akibatnya perusahaan akan menderita kerugian.

Karena itu, seleksi merupakan kegiatan yang benar-benar harus disiapkan secara baik melalui proses yang panjang dan karyawan itu dapat bekerja dengan motivasi yang tinggi serta berkarya secara maksimal.

Meskipun keputusan penerimaan akhir dilakuakan oleh manajer, departemen SDM mengevaluasi para pelamar mengenai kesesuaian potensi mereka melalui penggunaan prosedur-prosedur yang valid, atau dapat pula dilakukan bahwa proses seleksi merupakan serangkaian kegiatan yang digunakan untuk memutuskanvapakah pelamar di terima atau tidak.

Sedangkan makna kompetisi menurut KBBI adalah pertama,  persaingan:di antara para siswa harus diciptakan suasana -- yang sehat dalam belajar. Kedua, pertandingan untuk merebut kejuaraan dalam gabungan perkumpulan olahraga (sepak boladan sebagainya). Dan ketiga adalah  sistem pertandingan olahraga yang mengharuskan semua pihak saling bertanding (berhadapan).
.
Menurut Deaux, Dane, & Wrightsman ( 1993), kompetisi adalah aktivitas mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok. Individu atau kelompok memilih untuk bekerja sama atau berkompetisi tergantung dari strukturreward dalam suatu situasi

Nsmun apakah kaitannya antara seleksi, kompetisi dengan politisasi?

Politisasi megacu pada KBBI  adalah hal membuat keadaan (perbuatan, gagasan, dan sebagainya) bersifat politis.
Politisasi:dalam kamus politik adalah hal membuat sesuatu atau kejadian menjadi bersifat politik.

Contohnya.  kedatangan calon Bupati dalam kegiatan bakti sosial dipolitisasi seolah ingin mencari dukungan dari masyarakat.

Kata politisasi memang umum dipakai dalam arti negatif. Kata itu lazim diteriakkan ketika pejabat dan orang partai dianggap tidak tulus, berusaha mengukuhkan kekuasaan politik diri dengan mengorbankan orang banyak atau menyelewengkan makna sejati suatu situasi yang sebetulnya tidak bernilai politis.

Tentu saja si penuduh juga tak luput dari tuduhan balik bahwa mereka sendiri melakukan politisasi dengan cara menuduh orang lain berpolitisasi.

Politisasi di ambil persis dengan makna konotatifnya dari kata Inggris politicization. Politisir dari Belanda sudah di apkir.

Arti denotatif to politicize adalah menjadikan sadar politik atau menjadikan bersifat politik. Jadi tidak dengan sendirinya buruk negatif, tapi dalam pemakaian umum hampir selalu.

Lalu adakah kemungkinan  seleksi ujian tulis perangkat desa di Bojonegoro  yang bersifat kompetisi itu di politisasi?

Terlepas antara ada dan tidaknya kemungkinan politisasi itu, saya berharap serangkaian kegiatan yang telah usai itu nenghasilkan SDM yang benar-benar mumpuni dan handal di bidang formasinya. Dsn hasil dari kompetisi itu adil dan murni tanpa ada canpur tangan dam keberpihakkan. (*)

Sunday, December 10, 2017

Jalan Arah Kampus AKN Rusak, Pemuda Setempat Adakan Lomba Tangkap Ikan

    Sunday, December 10, 2017   No comments
Oleh: Saiful Anam


suarabojonegoro.com - Sejumlah pemuda Dukuh Kedungrejo Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten menggelar aksi lomba tangkap ikan ditengah jalan. Hal itu tentunya sangat aneh. Namun aksi tersebut merupakan aksi protes dan sebagai rasa keprihatinan terhadap kondisi jalan yang rusak dan digenangi air.

Pemuda yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna Glagahwangi tersebut menggelar aksi tangkap ikan lele turut di RT 44 RW 9, yang diikuti oleh anak-anak SD setempat.

Ketua karang Taruna Kedungrejo Hadi Supratyitno menegaskan bahwa, aksi seperti ini akan sering dilakukan sampai pemerintah desa maupun kabupaten mau melakukan perbaikan.

Katanya, kegiatan ini juga sebagai sambutan kepada mahasiswa R AKN Bojonegoro yang diketahui bersamaan dengan kegiatan diesnatalis di kampus baru yang ada di Kedungrejo.

"Biar temen-temen mahasiswa tau apa yang dirasakan warga akibat jalan yang rusak," pungkasnya. (Nam/JW)

Terpeleset Dipematang Sawah Pria Ini Meninggal

    Sunday, December 10, 2017   No comments
Reporter : Monika

suarabojonegoro.com- Kondisi hujan dan membasahi pematang sawah harus diwaspadai,  dan warga harus berhati hati saat melalui pematang sawah yang licin,  karena jika terpeleset bisa menjadi fatal bahkan sampai meninggal Dunia,  seperti yangbterjadi di Desa Klepek Kecamatan Sukosewu siang tadi.

Sosok mayat ditemukan tergeletak di samping pematang sawah Di Desa Klepek Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro, mayat yang diketahui berjenis kelamin laki laki ini diketahui adalah warga Desa Sidobandung Kecamatan Balen, Minggu (10/12/17).

Dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com menyebutkan bahwa mayat yang diketahui bernama Ali sodik (60) ini warga RT 32 RW 02 Dusun Durek, Desa Sidobandung, kecamatan Balen yang diketahui oleh warga dan kemudian dilaporkan kepada perangkat Desa setempat.

Mendapatkan Lapiran warga Badri salah seorang perangkat Desa kemudian melaporkan ke Polsek Sukosewu dan selanjutnya petugas kepolisian bersama anggota Koramil dan petugas kesehatan mendatangi Lokasi kejadian.

"Kami mendapatkan laporan langsung mendatangi tempat Kejadian untuk melakukan pemeriksaan terhadap mayat tersebut," Kata Pujiono Selaku Kapolsek Sukosewu.

Dalam pemeriksaan tersebut tidak ada tanda tanda penganiayaan,  dan di duga korban meninggal setelah terpeleset dari pematang sawah yang licin.

"Kemudian mayat kami serahkan kepada keluarga untuk di kebumikan," Tambah Kapolsek.

Sebelumnya menurut Kapolsek bahwa pada saat sekitar jam 08.00 wib korban meninggalkan rumah berpamitan dengan istrinya pergi ke sawah yg beralamat di desa Klepek Rt 17 Rw 02 Kec Sukosewu Kab Bojonegoro.

sekitar pukul 12.30 WIB korban akan kembali ke rumah, namun tiba tiba korban terjatuh di pematang sawah yang di akibatkan pematang sawah licin di karenakan hujan deras.Kemudian korban meninggal di tempat. (Nik/Red)

Tim Pesilat IPSI Bojonegoro Bawa Pulang Dua Medali Dari Kejurprov

    Sunday, December 10, 2017   No comments
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Perjuangan pesilat Bojonegoro memang tidak mencapai titik akhir dan belum mampu memperebutkan juara umum diajang Kejuaraan Provinsi Pencak Silat Jawa Timur,  namun upaya perjuangan tersebut juga membuahkan hasil dan dari Tim Pesilat IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kabupaten Bojonegoro mampu membawa pulang dua buah medali. Minggu (10/12/17).

Dua medali perunggu ini mampu dibawa oleh Roy Prasetyo Budi Dan Adinda Maudy masing masing bertanding dikelas A Dewasa, setelah menyisihkan lawab lawannya hingga mencapai lima kali bertanding, dan akhirnya kalah di semi final dan harus mendapatkan juara tiga.

Manager Tim Pesilat dari IPSI Bojonegoro Sasmito Anggoro yang mendampingi Kontingen di GOR Sidoarjo, Menjelaskan bahwa perjuangan para atlit Bojonegoro dalam Kejurprov 2017 ini memang tidak mudah,  karena mereka harus mengalahkan lawan lawan yang sudah berpengalaman dan punya jam terbang Tinggi.

"Namun ketekunan pelatih dan juga para atlit akhirnya beberapa atlit kita mampu masuk ke semi final, dan berhasil membawa medali perunggu pulang ke Bojonegoro" Kata Sasmito saat dihubungi lewat Telephon genggamnya.

Meski demikian,  Pria yang juga sekretaris IPSI Kabupaten Bojonegoro ini tetap akan melakukan evaluasi kedepannya,  dan akan terus meningkatakan pelatihan para atlit guna kedepannya mampu membawa pulang medali emas pada kejuaraan yang akan datang.

"Kami akan koordinasi lagi dan melakukan evaluasi bagaimana kedepan atlit kita mampu menembus peringkat yang lebih tinggi, " Tambah Sasmito.

Dirinya sangat berharap dukungan dari semua pihak agar ada kepedulian terhadap para atlit pencak silat sehingga akan mampu bisa mencapai prestasi yang diinginkan. (Nik/Red)

Pasar Ngraho Diharapkan Mampu Tingkatkan Perekonomian Warga

    Sunday, December 10, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Dengan menelan biaya Rp1.733.789.000.00, tahun anggaran 2017, masyarakat Desa Blimbinggede, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, kini telah memiliki pasar yang cukup megah. Melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah melakukan  pembangunan pasar Pedesaan atau pembangunan rehabilitasi Pasar Paguyuban Blimbinggede. Dengan adanya pasar tersebut diharapkan mampu menunjang perekonomian warga setempat. Minggu (10/12/17).  

Puguh Kurnoawan selaku Derektur CV, Rafa Jaya Abadi, menyatakan bahwa pengerjaan pasar tersebut dimulai pada tanggal 7 Juni 2017 dan selesai pada bulan November 2017, dengan 21 ruangan serta ukurannya yang sama.

"Sesuai dengan surat Nomor:640/306/FL.BTB/412.205/2017 tanggal 7 Juni 2017 sudah kami kerjakan sesuai dengan volume visiknya", kata pria asal Desa Ngulanan, Kecamatan Dander ini.

Sementara itu Ketua Paguyupan Pasar Ngeraho, Kuntoro menyatakan terima kasih atas kepedulian Pemkab Bojonegoro, terhadap warga Desa Blimbinggede. Ia menegaskan bahwa sebelumnya warga merasa kesulitan apa bila belanja kebutuhan sehari-hari.

"Saya ucapkan terimakasih atas dibangunnya pasar ini,dan untuk bangunanya juga tidak ada yang bermasalah", pungkasnya. (Bim/red).

SKK Migas Dorong Penggunaan Material Lokal Dalam Proyek Migas

    Sunday, December 10, 2017   No comments

suarabojonegoro.com-Jakarta, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong penggunaan material baja, pipa, dan fasilitas fabrikasi dalam negeri pada kegiatan industrihulu migas.

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa, SKK Migas, Erwin Suryadi mengatakan, pihaknya telah mempertemukan, produsen pipa dan baja pabrikan dalam negeri, dengan penggunanya yang terdiri atas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), perusahaan galangan kapal, pabrikator, Kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC), dan Kontraktor Front-End Engineering Design di kegiatan hulu migas.

“Harapannya dengan interaksi ini akan tercipta sinergi dan keterbukaan antar-pelaku usaha,” kata dia di Jakarta, Selasa (5/11/2017) waktu lalu

Dia menambahkan, SKK Migas pun telah melakukan perjanjian penandatanganan nota kesepahaman dengan industri produsen baja The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA). Untuk mendukung penggunaan baja, pipa dan fasilitas pabrikasi dalam negeri.

"Sinergi yang mengusung konsep aliansi strategis ini dituangkan lebih lanjut dalam bentuk Nota Kesepahaman antara SKK Migas dan IISIA," tutur Erwin.

Dalam mendorong penggunaan baja, pipa dan pabrikasi dalam negeri oleh Industri hulu migas, IISIA juga telah menggelar Workshop pasokan dan permintaan penggunaan material baja, pipa, dan fasilitas pabrikasi dalam negeri untuk kegiatan pembangunan kapal dan konstruksi di hulu migas, yang diselenggarakan pekan lalu di Batam.

Workshop ini merupakan implementasi dari Pedoman Tata Kerja Nomor 007 Buku Kedua Revisi 04 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa (PTK 007 Revisi 04) yang diterbitkan oleh SKK Migas pertengahan tahun ini.

Aturan ini mewajibkan Kontraktor KKS dan subkontraktornya untuk menggunakan barang dan jasa dalam negeri yang tercantum dalam Buku Apresiasi Produk Dalam Negeri (APDN) yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM, Daftar Inventarisasi Barang dan Jasa Produksi dalam Negeri yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian, serta Approved Manufacturer List (AML) yang ditetapkan SKK Migas.

Kegiatan workshop diisi dengan diskusi mengenai beberapa proyek besar ke depan di kegiatan usaha hulu migas yang disampaikan oleh beberapa Kontraktor KKS. Peserta juga mengikuti factory visit kepada salah satu produsen pipa dalam negeri.

Acara workshop ini juga diikuti Kementerian Perindustrian, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, dan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).


Sumber: http://m.liputan6.com/bisnis/read/3185122/skk-migas-minta-industri-hulu-migas-pakai-material-lokal