Latest Post

Puncak Arus Balik Lebaran Mulai Terjadi Hari Ini dan Besok

Editor : Sasmito Anggoro, Jumat, Agustus 01, 2014 17.00

SuaraBojonegoro – Puncak arus baliklebaran idul Fitri, mulai tampak di terminal Rajekwesi Bojonegoro sejak pagi tadi, dan jumlah calon penumpang yang akan melakukan perjalanan balik ketempat mereka bekerja meningkat dari hari hari kemarin saat lebaran.

Peningkatan di perkirakan pada hari ini dan sabtu beso (2/8/14) di karenakan aktifitas perkantoran dan sekolah sudah dimulai senin pekan mendatang, sehingga warga haruis mempersiapkan diri untuk aktifitas tersebut.

Dari pantauan suarabojonegoro.com, kenaikan jumlah penumpang mulai terlihat di Terminal Rajekwesi, dan rata rata calon penumpang ini akan kembalike daerah Solo, Semarang, Jakarta, Jawa Barat, Surabya, Probolinggo dan kota lainnya semakin meningkat.

Dari data di Terminal Rajekwesi Bojonegoro sejak hari ketiga lebaran kemarin jumlah keberangkatan penumpang mencapai angka 4.273 penumpang, dan angka tertinggi nantinya akan tembus hingga 5.000 penumpang puncak arus balik. .

Menurut Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng bahwa Puncak arus mudik kemarin jumlah kedatangan penumpang lebih dari 5.000 penumpang, dengan ini, diperkirakan jumlah saat arus balik juga akan mencapai 5.000 penumpang atau lebih.

Dari jumlah tersebut, jika dibanding tahun lalu, jumlah pemudik di Terminal Rajekwesi Bojonegoro cenderung mengalami penurunan, adapun tahun 2013 lalu, jumlah kedatangan mencapai angka 80 ribu penumpang terhitung mulai H-7 hingga H+7 lebaran. sementara untuk kedatangan tahun ini hanya berkisar di angka 70 ribuan penumpang. (Widya)

Penjual Bendera Sambut Agustusan

SuaraBojonegoro – Seperti tahun tahun sebelumnya, para penjual bendera dan umbul umbul untuk kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah mulai berjajar di setiap titik di sepanjang jalan Raya maupun jalan Protokol di kota Bojonegoro, mereka datang aridaerah Majalengka Jawa Barat untuk mengadu Nasib dengan berjualan Pernik Agustusan di Bojonegoro ini.

Aceng, (36) salah satu warga Majalengka Jawa Barat ioni datang dengan serombongan temannya untuk menawarkan pernik pernik Agustusan, seperti Bendera, Umbul umbul berbagai ukuran dan jenis, karena mereka yakin bahwa jiwa nasionalisme bangsa ini masih ada dalam benak rakyat Indonesia untuk memperingati 17 Agustus.

“Setiap tahun kami datang ke Bojonegoro untuk menjual bendera dan umbul umbul ini, kami biasanya membawa banyak dan pasti laku mesti tidak semuanya,” Kata Aceng pada suarabojonegoro.com.

Bendera dan umbul umbul berbagai bentuk dan ukuran ini di tawarkan dengan harga yang bervariasi, mulaidari Rp.20 ribu hingga Rp. 200 ribu, dan harga ini tidak jauh beda dengan yang di tawarkan pada tahun lalu saat dirinya juga berjualan di Bojonegoro.

Para penjual bendera dan umbul umbul ini, menempati trotoar jalan protokol kota Bojonegoro, dengan membventangkan bendera dan umbul umbul di pohon pinggir jalan, sehingga akan tampak pemandangan yang mengasyikan dan menarik warga yang melintas untukmelihat kemudian membelinya. (Syilvia)

Berbahagialah, Para Penikmat Kopi

SEPERTI warna aslinya yang hitam, kopi menyimpan sejarah penuh kegetiran. Mengisahkan amarah, perlawanan, imajinasi dan kasak kusuk politik. Kopi tidaklah berarti kesenangan individu dan pribadi solitare. Sebaliknya, dimensi sosial politik menjadi muatan dalam secangkir kopi hitam.
 
Sejak mula kopi diketemukan oleh Kaldi, seorang pengembala kambing di Ethopia, sudah memunculkan reaksi dari kaum agamawan. Efek energi biji kopi yang dimakan tak sengaja oleh kambing milik Kaldi memancarkan kegirangan. Sontak kaum agamawan mencurigai buah ini, sebagai “pekerjaan setan”. ”. Barulah setelah tahu buah itu bisa membantu mereka begadang untuk melakukan ibadah, buah yang di kemudian hari dikenal sebagai kopi ini legal dikonsumsi.
Jauh sebelum MUI yang pernah membuat fatwa bahwa kopi luwak adalah najis dan haram. Kopi sudah menjadi bahan perdebatan oleh kaum agamawan di daratan Eropa. Sekitar tahun 1600 , sekelompok pemuka gereja mendatangi Paus Clement VII untuk memintanya memfatwa haram kopi. 
Ketika kopi menjelma menjadi media interaksi sosial di café, kedai dan warung-warung, resistensi atas kopi (dan kedainya) semakin membuncah. Seperti protes kaum perempuan London (1674) yang membuat petisi berisi terbuangnya waktu para lelaki di kedai kopi. Serta tak memungkinkannya perempuan mengunjungi kedai kopi sebagaimana di Prancis. Hanya urusan kopi, membuat Raja Inggris Charles II mengeluarkan pernyataan tentang pelarangan kedai kopi dengan alasan membuat orang mengabaikan tanggungjawab sosial serta mengganggu stabilitas kerajaan. Suara-suara protes pun bermunculan di London. Klimaksnya, dua hari sebelum aturan itu berlaku, raja mengundurkan diri. Sebelumnya King George II telah memusuhi kopi lantaran lantaran orang-orang yang berkumpul di kedai-kedai kopi kerap mengolok-olok dirinya.
 
Kopi mampu membuat gerah pemegang tapuk pemerintahan. Pun demikian di Prancis dan Jerman. Dikhawatirkan popularitas kopi dapat melenyapkan tradisi wine (prancis) dan bir (Jerman). Hingga Frederick the Great (1777) mengeluarkan manifesto yang mendukung minuman tradisional Jerman, bir: “Menjijikkan melihat meningkatnya kuantitas kopi yang dikonsumsi rakyatku, dan implikasinya, jumlah uang yang keluar dari negara kita. Rakyatku harus minum bir. Sejak nenek moyang, kemuliaan kita dibesarkan oleh bir.” Namun, di Prancis, alasan kopi dapat menandingi popularitas wine hanyalah alasan semu. Dibalik ini semua, ada kekhawatiran penguasa adanya kasak-kusuk politik. Sebagaimana Revolusi Prancis yang dirancang dan dibincangkan di kedai-kedai kopi.
Ketika kopi telah menemukan dimensi sosialnya, saat bersamaan kopi terlibat dalam banyak perubahan-perubahan sosial politik di pelbagai negara. Kopi mampu mempertemukan dan menjadi alasan pembenar berkumpulnya segenap warga di ruang publik tanpa melibatkan alkohol. Kegiatan ini pun berkembang menjadi rutinitas sosial yang bersifat politis. Tak terkecuali di jazirah Arab sendiri.
Bangsa Arab pengemar kopi yang disajikan dengan cara Turki. Berbusa dan disajikan dalam cagkir kecil), terkecuali bangsa Libanon. Menjelang Pemilihan Presiden Mesir, Abdel Fatttah al-Sisi, kerap “nongkrong” di Al Bustan Café. Membicangkan situasi politik Mesir. Kopi sepertinya sudah menjadi bagian integral dalam kehidupan bangsa Arab. Terutama menyeruput secangkir kopi Arabica.
Meskipun kopi diketemukan pertama di benua Afrika (Ethopia) namun soal budidaya dan perdagangan dimonopoli oleh Bangsa Yaman pada abad ke 15. Hingga pasar kemudian menyebutnya Arabika atau Mocha Yaman. Meskipun jenis Robusta (Kongo) , Liberica (Liberia) dan Excelsa (Afrika Barat) sudah turutpula dikembangkan. Para saudagar muslim Yaman yang memperkenalkannya ke penjuru dunia. Masuk ke Eropa melalui para pedagang Venezia, Italia, yang membawa pulang biji kopi dari daerah Levant (sekitar Israel hingga Syria).
Dalam persaingan pasar saat itu, Mocha Yaman hanya bisa ditandingi oleh Java Koffie. Konon, kopi yang saat ini tumbuh berkembang di Brasil dan daratan Amerika latin, bibitnya berasal dari Java Koffie. Berawal Gabriel de Clieu memperkenalkan Java Koffie ke Raja Perancis, Louis XIV. Raja memerintahkan untuk menanamnya di daerah Martinique yang terletak di sebelah timur Karibia. Biji kopi berasal dari Martinique inilah yang kemudian menyebar ke seantero Amerika Latin, tak terkecuali Brasil.
Kopi di Nusantara, satu sisi telah menambah pundi keuntungan berlipat ganda bagi VOC Belanda, namun disisi lain menghadirkan penderitaan sistem tanam paksa. VOC Belanda memonopoli industri kopi dunia. Puncaknya pada 1700-an, kopi produksi Jawa bersaing dengan kopi Mocha Yaman. Berawal dari Henricus Zwaardecroon yang pertama kali membawa bibit biji kopi Arabica dari Malabar untuk ditanam di tanah Jawa dan Luar Jawa. Meskipun pada perjalannya, hama tanaman menghancurkan perkebunan kopi di Jawa. Sisa-sisa kopi Arabica peninggalan kolonial Belanda masih bisa ditemui di dataran tinggi Ijen, Jawa Timur, tanah tinggi Toraja, Sulawesi Selatan, Mandailing dan Sidikalang, Sumatera Utara dan dataran tinggi Gayo di Aceh.
Saat kopi telah menemukan dimensi sosialnya, orang tak lagi peduli Arabica atau Robusta. Asalkan tetap tersaji dalam pakem kopi: Panas dan diseruput perlahan. Kopi telah memberi makna baru dalam interaksi sosial, sebagaimana wine yang dilabelkan pada kesan romantic. Dari spektrum gaya hidup yang ekslusif seperti starbucks hingga perbincangkan seru di kedai kopi pinggir jalan. Warung kopi memberi kesempatan kepada anggota sosial untuk berkumpul, berbicara, membaca, menghibur satu sama lain atau sekedar membuang waktu. Bahkan minuman kopi telah menjadi minuman sosial bagi bangsa Brazil. Selain dijajakan di Padaria dan Confeitaria, di hampir semua rumah, menjamu tamu dengan secangkir kopi panas. Dengan ragam racikan dan aroma: Ponto, Pilao, Pele, Alvorada, Damasco, Caboclo, atau Melitta.
Budaya ngopi bagi bangsa kita bukanlah sekedar merasakan sensasi rasa pahit manis atas racikan kopi. Tetapi bagaimana muatan yang menyertai aktifitas itulah yang didambakan. Tak peduli pemulung hingga pejabat teras, tengelam dalam suasana budaya ngopi. Kedai, warung, café telah menjadi tempat public untuk membicangkan apa saja. Dari urusan Pilpres sampai baju “tenda pramuka” Syahrini. Tempat ini menjadi sumber informasi dan inspirasi. Secangkir kopi menjadi semacam e-mail dan password untuk izin menikmati suasana dan aktifitas orang di warung kopi itu
Ibarat akun jejaring sosial twitter, warung kopi membolehkan siapapun mem-follow (bergabung) orang yang menjadi idola dan narasumbernya. Siapapun, apalagi jika sudah kenal, boleh nimbrung mendengar dan mengomentari pembicaraan si narasumber selama cangkirnya masih berisi kopi. Siapapun tidak dilarang untuk membayar harga kopi orang yang di-follow atau mem-follownya. Berbagai rumor, fakta dan data bergulir dari sana, bagai bola salju, menggelinding menjadi konsumsi publik. Di tempat ini pula rumor, fakta dan data itu, pada akhirnya kembali dalam bentuk feedback disertai komentar miring. Feedback berharga itu sangat memungkinkan diserap menjadi bahan dasar untuk menyusun sebuah kebijakan publik.
Sebagaimana tradisi ngopi bagi orang bugis Makasar. Menjadikan warung kopi dan kopi sebagai maskot politik. Semua gejolak politik yang terjadi di Makassar hampir semua berawal di warung kopi sambil menyedu secangkir kopi. Kepopuleran warkop semakin menjadi-jadi ketika Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin mampu memenangkan pemilukada yang awalnya dari warung kopi.
Maka tak mengherankan jika para politisi berujar, “saya juga penikmat kopi” (Hendra Budiman)

Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2014/08/01/berbahagialah-wahai-penikmat-kopi-666692.html

Balik Gratis, Jumlah Penumpang Di Terminal Menurun

SuaraBojonegoro – Adanya Angkutan Balik Lebaran gratis yang di sediakan Setiap tahun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang mengagendakan angkutan gratis bagi para pemudik menjelang hari raya Idul Fitri, membuat para Awak Bus jurusan Bojonegoro antar Kota dalam propinsi merasa merugi, pasalnya jumlah penumpang Bus menurun.

Tahun ini Kabupaten Bojonegoro menyediakan dua bus Gratis untuk arus balik lebaran, dengan kapasitas 59 penumpang yang di berangkatkan menuju Surabaya, sehingga mengurangi jumlah penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro, “Kalau ada gratis penumpang ya memilih Gratis, kita kekurangan calon penumpang,” Kata Edi (46) salah satu Kondektur Bus di terminal Rajekwesi Bojonegoro.

Menurut Edi, Memang pada saat arus balik dan mudik lebaran pemerintah selalu menyediakan Bus gratis hal tersebut membuat warga banyakmemilih yang gratis dari pada membayar, sementara Bus umumuntuk mendapatkan penumpang juga masih mengalamikesulitan pada lebaran tahun ini, dikarenakan banyak yang mudik dan balik dengan menggunakan kendaraan sendiri.

Sementara itu Balik Gratis akan diberangkatkan pada Minggu (3/8/2014), dari pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, yang pendaftaranya sudah di buka sejak seminggu lalu, karena peminatnya banyak, dan kuota sudah terpenuhi, pihak Dishub pun menutup pendaftaran balik Gratis. “Banyak peminat, namun kami tidak bisa menampung semua karena kuota sudah penuh,” Kata Sentot Sugeng pada Suarabojonegoro.com. (Widya)

Omzet Parkir Tempat Wisata meningkat

Editor : Sasmito Anggoro, Kamis, Juli 31, 2014 13.00

SuaraBojonegoro – Peningkatan pendapatan para juru parkir di tempat tempat lokasi wisata mengalami peningkatan di hari liburan lebaran tahun ini, seperti yang tampak di lokasi parkir tempat tempat wisata yang ada di Bojonegoro, seperti d Lokasi wisata kayangan Api Kecamatan Ngasem, dan Juga DI lokasi Waduk Pacal di Kecamatan Temayang, Bojonegoro Jawa Timur.

Menurut Juru Parkir di Kayangan Api mengaku bahwa semenjak hari raya kedua hingga hari keempat ini mendapatkan peningkatan pendapatan hingga 200 persen dari hari biasanya, “Lumayan Banyak mas di banding hari biasanya, bahkan di hari biasa sama sekali tidak ada pengunjung juga penah,” Kata Ruslan (38) salah satu juru Parkir di Lokasi wisata kayangan Api.

Dalam satu hari sejak liburan lebaran ruslan mengaku sepeda motor yang masuk ke lokasi wisata ini mencapai 150 buah sepeda motor, sehingga dirinya harus di bantu beberapa temanya untuk melakukan kegiatan parkir. Begitu juga yang terjadi dilokasi wisata Waduk pacal, bahwa parkir di lokasi tersebut juga mengalami peningkatan yang lumayan banyak.

Seperti dari pantauan Suarabojonegoro.com bahwa parkir kendaraan roda dua hingga roda empat dari berbagai daerah memasukikawasan tersebut sangat cukup signifikan. Adapun biaya parkir untuk kendaraan roda dua hanya sebesar Rp. 2 ribu dan untuk kendaraan roda empat mencapai Rp. 5 ribu. (Widya)

Kondisi keuangan Pasca lebaran Harus Ditata

SuaraBojonegoro - Gemerlap Lebaran pasti di rasakan oleh seluruh umat muslim di Indonesia, setelah sebulan menjalankan Ibadah Puasa, selama  ramadhan, menjelang Lebaran Idul Fitri masuklah pada Tradisi mudik ke kampung halaman, bersilaturahmi dengan sanak saudara dan berbagi sedekah sudah menjadi budaya yang tidak terpisahkan bagi masyarakat muslim di Indonesia. tentunya tidak sedikit pulakita mengeluarkan Biaya.

Banyak hal yang harus di beli, mulaikebutuhan lebaran dan juga uang saku untuk anak anak, dan juga keluarga yang lain, Kebutuhan akan keperluan menjelang hari kemenangan pun semakin banyak, biasanya pengeluaran yang dikeluarkan menjelang Hari Raya Idul Fitri berkisar 30% meliputi hantaran/bingkisan lebaran, pengeluaran untuk buka puasa bersama dan keperluan lainnya.

Pasca Lebaran tentu akan banyak keluhan yang kita alami, karena pengeluaran keuangan yang tidak sedikit, tentu mencapai dua bulan pasca lebaran kita harus bisa mengencangkan “ikat pinggang” untuk tidak mengeluarkan pengeluaran yg sifatnya tidak terlalu penting, jika ada pengeluaran yang bisa ditekan maka sebisa mungkin harus kita tekan.

Menurut Prita Ghozie, seorang Finansial Planner, macam-macam pengeluaran yang bisa ditekan dibagi menjadi 3 macam, yaitu: pengeluaran wajib & tetap (listrik,air,pulsa dll), pengeluaran tidak wajib & tetap (biaya pusat kebugaran dll.) dan pengeluaran tidak wajib & tidak tetap (shopping). Tips menata kembali kondisi keuangan pasca lebaran diantaranya:
  • Jujur pada diri sendiri.

  • membuat ulang rencana pengeluaran keuangan pasca lebaran  dengan membuat anggaran pengeluaran yang dibagi menjadi 4 kategori,yaitu: untuk kehidupan rutin min.50-60% dari gaji pokok, investasi min.20%, cicilan & hutang max. 30% dan sisanya untuk hiburan atau kesenangan pribadi.

  • sebelum hari raya Idul Fitri tiba buatlah dana tak terduga untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. dana tak terduga dapat diambil dari tabungan atau menjual barang-barang yang tidak terpakai
Dengan Menata kembali keuangan kita pasca lebaran, dengan harapan mampu untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan, terutama yang lebih penting, apalagi bersamaan dengan memasuki tahun ajaran baru sekolah, tentu hal yang sangat berat, namun dengan usaha memanajemen diri sendiri dalam keuanganpribadi tentu kita tidak akan kelabakan saat pasca Lebaran. (SuaraBojonegoro)

Terminal Bayangan Menganggu Arus Lalu Lintas

SuaraBojonegoro – Adanya terminal bayangan mulai di depan terminal Rajekwesi Bojonegoro hingga dan juga Utara terminal di Jalan veteran ini, keberadaanya sangat menganggu arus kendaraan lalu lintas yang sedang melalui jalur tersebut, pasalnya pada lebaran banyak kendaraan warga yang melintaas dan merasa terganggu dengan keberadaan terminal bayangan tersebut.

Keberadaan terminal bayangan ini terjadi sejak lama dan bahkan pada arus mudik dan balik lebaran tahun ini, terminal bayangan yang selalu menganggu lalu lintas ini seolah tak tersentuh penertiban, sehingga para pengemudi Bus ini seenaknya memarkir bus mereka sambil menunggu penumpang. Selain menganggu arus lalu lintas, keberadaan terminal bayangan ini juga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan, karena adanya pertigaan di utara terminal, terkadang membuat kendaraan yang akan masuk ke jalan Vetaran Bojonegoro ini tanpa mengetahui ada kendaraan lain yang melintas.

Sunhadi (56) Pengguna jalan yang nyaris bersenggolan dengan kendaraan lainnya mengaku, bahwa Terminal bayangan yang di buat parkir bus jurusan cepu, Ngawi, Nganjuk, Jatirogo dan Tuban inin semestinya di larang adanya.

“Harusnya petugas Dishub menertibkan,agar tidak menganggu orang lain yang lewat, karena juga menghalangi pandangan pengguna jalan,” Kata Sunhadi.

Apalagi bus bus ini diparkir tepat di atas jembatan, dan berjajar layaknya terminal sebenarnya, dan pada arus mudik lebaran dan juga arus balik ini, bus bus ini tetap saja di parkir di utara jembatan untuk menunggu penumpang.(Ang)

Jangan Biarkan Cintamu Berlalu

Rasa takut adalah sesuatu yang manusiawi, terutama rasa takut kehilangan orang yang kita sayangi atau cintai, namun rasa takut tersebut seringkali malah menimbulkan sebuah obsesi yang mengekang, membatasi dan membuat orang yang kita sayangi menjadi tidak nyaman, bahkan depresi.

Sayangnya, banyak orang yang seringkali mengatasnamakan cinta untuk “mewajarkan” rasa takutnya. Selain itu, orang seringkali sulit membedakan antara rasa cinta dan obsesi.
Seseorang yang mencintaimu, dia akan selalu ingat dan menjadikan kamu sebagai motivasinya, dia mungkin akan bawel dan banyak menasihati kamu, tapi dia tidak akan tega melihatmu menderita, dia akan menjauhkan egonya demi kamu.

Sedang orang yang terobsesi dengan kamu akan selalu merasa takut, curiga dan tidak percaya dan cenderung mengekang kamu, bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kamu yang merupakan egonya, dia akan lebih mudah marah dan cenderung tidak peduli akan perasaan kamu. Celakanya, orang-orang seperti ini, mengatasnamakan “cinta” untuk “obsesi” yang mungkin dia sendiri tidak sadari. Kamu adalah miliknya dan harus menjadi miliknya.

Cinta egois, cinta memiliki. Ya benar, cinta memang egois, cinta memang berharap untuk memiliki, namun cinta sejati tidak akan pernah rela melihat orang yang dia cintai terluka, sekali pun dia harus mengalah dan menderita. Sebuah kisah yang kedengaran klise, tapi memang begitu adanya.

Setiap orang punya alasan untuk takut, namun seseorang yang terobsesi memiliki ketakutan yang tidak wajar dan bahayanya adalah, obsesi tidak akan bertahan lama, begitu dia mendapatkan apa yang menjadi obsesinya atau apa yang membuat dia terobsesi hilang, maka dia bahkan tidak akan melirik kamu sedikit pun.

Ada pun alasan untuk seseorang terobsesi ada bermacam-macam, tergantung individunya. Ada yang terobsesi dengan kekayaan, kecantikan, ketenaran dan sebagainya.

Saat seseorang mencintai kamu, dia tidak akan menemukan alasan untuk tidak bersama kamu, di matanya, kamu adalah segalanya, bahkan tidak ada sedikit pun keinginan untuk berpaling. Namun saat seseorang terobsesi denganmu, dia akan cenderung bahagia awalnya, namun terlihat memaksakan diri pada akhirnya.
Saya akan memberikan beberapa contoh obsesi, misalnya saja terjadi dengan pasangan yang hamil di luar nikah, terutama jika pria atau wanitanya atau keduanya masih belum dewasa, maka mereka tidak akan menyadari bahwa cinta mereka adalah sebuah obsesi.

Kenapa saya katakan demikian? Kita lihat saja fenomena banyaknya jomblo yang merasa kesepian dan banyak di antara mereka berharap mendapatkan pasangan, mulai dari yang hanya demi gengsi sampai yang memang merindukan kehadiran kekasih.

Umumnya, mereka tidak paham dan belum dewasa dengan cinta, sehingga mereka menggebu-gebu di awal dan kemudian menjadi terobsesi akan sebuah “status” yang pada akhirnya tidak membuat mereka bahagia. Pada akhirnya, bisa jadi hanya salah satu pihak yang bahagia atau keduanya malah tidak bahagia.

Dalam beberapa kasus yang pernah saya temui, seorang pria terobsesi dengan “sex”, terutama untuk mereka yang masih remaja, sedang wanita terobsesi dengan status “kekasih”. Mereka menjalin hubungan dan kemudian, saat pria tersebut mendapatkan apa yang menjadi obsesinya, maka pria tersebut kehilangan perasaannya begitu saja dan mulai merasa bahwa wanita tersebut menyebalkan.

Sedang, wanita tersebut karena sudah terikat emosi dan perasaan “takut” - takut karena sudah tidak perawan dan kemudian ditinggalkan, takut karena merasa bahwa tidak akan ada lagi pria yang mau menerima dirinya apa adanya. Pada akhirnya, wanita tersebut menjadi terobsesi dengan pria tersebut dengan mengekang dan berusaha menahannya. Sehingga, tidak jarang pasangannya menjadi tidak nyaman dan meninggalkannya.

Ironis memang, bagaimana sebuah obsesi bisa menciptakan obsesi lainnya dan kemudian menghancurkan segalanya. Namun, itu adalah sebuah kenyataan yang seringkali terjadi pada anak muda zaman sekarang, paling tidak berdasarkan curhat yang sering saya terima.

Satu yang saya percaya, bahwa obsesi seringkali berakhir buruk, hanya masalah waktu saja, apakah akan berakhir cepat atau berakhir pelan-pelan, namun yang pasti, selalu meninggalkan penyesalan.
Saya sering menemui masalah seperti ini, di mana pernikahan menjadi hancur karena pihak ketiga, hancur karena dimulai dengan obsesi seperti ilustrasi di atas, sehingga mengorbankan banyak pihak termasuk anak-anak mereka. Banyak sekali hubungan yang dimulai dengan obsesi berakhir dengan “hubungan terpaksa” karena “nasi sudah jadi bubur” ditambah bonus penyesalan.

Kasus lainnya, seorang wanita yang mencintai seorang pria karena kegantengan dan kekayaannya. Namun, apalah arti kegantengan dan kekayaan jika tidak diiringi dengan moral? (Bukan berarti pria jelek dan miskin moralnya bagus :p), semua balik ke individunya masing-masing. Memang, untuk menilai dan mencari pasangan yang tepat, sangat sulit, bahkan orang yang sudah tinggal bersama selama 50 tahun saja, belum tentu “mengenal” dan memahami satu sama lain.

Sayangnya, seringkali kita melepaskan orang yang mencintai kita untuk mengejar obsesi atau ego kita. Kadang kita lebih suka dengan lawan jenis yang membuat kita “penasaran” dibanding yang sudah kita “dapatkan”.

Wanita lebih suka dengan pria yang bisa memainkan emosinya, bukan yang “terlalu” baik padanya (Makanya jangan heran kalau ada banyak wanita yang bilang, “kamu terlalu baik” ketika mutusin seorang pria, atau wanita yang selalu tergila-gila pada bad boy), tapi balik lagi, semua tergantung wanitanya. Secara naluri, hampir semua wanita seperti itu sadar atau tidak, namun untuk beberapa wanita terutama mereka yang mendambakan kasih sayang dan jarang mendapatkannya, akan jauh lebih mampu menghargai atau bahkan terobsesi dengan kebaikan seorang pria.

Sedang pria lebih suka dengan wanita yang bisa melumpuhkan logikanya, atau membuatnya penasaran dibanding wanita yang sudah pasti akan selalu ada untuknya (Makanya jangan heran kalau banyak pria yang selingkuh), tapi balik lagi, semua tergantung prianya. Secara naluri, hampir semua pria seperti itu sadar atau tidak, namun beberapa pria, terutama jika mereka sangat mencintai pasangannya atau wanita lain tersebut tidak lebih baik dari pasangannya, maka mereka tidak akan tergoda.

Bedanya, wanita lebih mampu menahan diri untuk setia, sedang pria jauh lebih mudah tergoda untuk berselingkuh, apalagi jika gayung bersambut. Karena pria, terutama mereka yang sudah menikah, cenderung melihat istrinya dengan logika sedangkan wanita lain dengan emosi/perasaan (Makanya jangan heran jika banyak pria yang bersikap manis pada wanita lain, tapi tidak pada istrinya).

Karena teori saya, “emosi/perasaan bisa melumpuhkan logika” dan pria cenderung menggunakan logika, namun ketika logika mereka lumpuh karena perasaan mereka, maka mereka bisa digiring kemana pun.
Wanita cenderung menggunakan emosinya, bukan berarti tidak mungkin untuk berselingkuh, namun wanita jauh lebih mampu mengendalikan diri. Wanita pada umumnya jauh lebih memikirkan keluarga dan anak-anaknya.

Saya seringkali mengatakan dan bertanya pada orang-orang yang curhat kepada saya, apa kalian tahu bedanya cinta dan obsesi? Dan apa kah benar mereka jatuh cinta atau hanya sekedar terobsesi? Ternyata hampir sebagian besar setelah berbicara pada saya, mengatakan bahwa mereka terobsesi dan bukan mencintai.
Obsesi mereka seringkali menyakiti diri mereka dan pasangannya karena mereka jadi terlalu memaksa diri dan kehendaknya. Saya merasa prihatin, karena melihat banyaknya pasangan yang tidak bahagia, namun saya sadar semua bisa terjadi karena minimnya pengetahuan dan pemahaman mereka tentang “cinta” itu sendiri atau dengan kata lain, mereka belum siap untuk mencintai dan dicintai.

Namun saya selalu percaya bahwa, kita belajar dari pengalaman. Kita mungkin terjatuh berkali-kali sebelum menemukan pasangan yang tepat, sebelum mengerti arti “cinta” yang sesungguhnya.

Cinta adalah sesuatu yang abstrak, karena setiap dari kita pasti mendefinisikan cinta dalam makna yang berbeda, namun kita semua pasti sepakat bahwa cinta adalah sebuah perasaan. Sehingga untuk mendapatkan cinta yang sejati, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu, apa arti “cinta” bagi kita? Apakah benar kita cinta pada pasangan kita, atau hanya terobsesi padanya?

Satu pesan penutup saya, cintai lah seseorang bukan karena kamu menginginkan sesuatu darinya, tapi cintai lah seseorang karena kamu memang membutuhkannya untuk mengisi hidupmu. Lebih baik menjadi jomblo dalam waktu lama, daripada menghabiskan sisa hidup bersama orang yang salah. (oleh : Ryu Kiseki/Kompasiana.com/Foto: Ilustrasi)

Petani Nekat Tanam padi

SuaraBojonegoro – Meski ada himbauan dari pemerintah, saat kemarau panjang agar petani tidak menanam padi, karena dikhawatirkan akan terjadi kekeringan akibat kekurangan air, namun tidak demikian dengan beberapa petani di Desa Ngampel Kecamatan kapas, Bojonegoro ini.

Beberapa petani di desa Ngampel ini nekat akan menanam padi karena alasan air bisa di ambil dari sungai begawan Solo dengan cara menyedot menggunakan mesin penyedot air, “Kami kira bisa kog melalui areal dari sungai begawan Solo, pasti bisa,” Ungkap Sukadi (56) warga Ngampel.

Di beberapa sawah sudah mulai tampak pembibitan tanam,an padi sudah di mulai sejak beberapa waktu lalu, dan tampak adda airnya, sehingga dengan upayaair dari sungai Begawan Solo ini para petani ini yakin bisa merawat dan mendapatkan kebutuhan air padatanaman padi mereka hingga panen memasuki masa panen nantinya. (Syilvia)

Memilih Sewa Mobil Terpercaya Harus Extra Hati-Hati

Dalam memilih tempat sea atau rental mobil kita harus hati-hati dan jangan sampai terkecoh atau tertipu dengan yang namanya harga murah, sebelum menyewa mobil di rental mobil maka anda harus mensurvey serta menimbang dari semua informasi yang merekomendasikan Jasa Sewa Mobil Terpercaya dari semua informasi yang ada anda juga harus menimbang apakah situs perujuk yang anda baca benar-benar terpercaya. maka dari itu ini adalah salah satu tips memilih rental mobil berkualitas.

 Dalam kesehariannya apakah ada keluhan tentang tempat sewa mobil yang akan menjadi pilihan anda untuk membackup event yang akan anda selenggarakan, dan ini menjadi tips kedua tentang memilih sewa mobil terpercaya. langkah selanjutnya sebelum memilih tempat sewa mobil profesional terpercaya sek dulu armada yang akan mereka berikan apakah benar-benar layak untuk event anda, jika ada kendala maka nama baik anda akan tercoreng gara-gara mobil sewaan yang tidak layak.

 Saya rasa tips ini sudah cukup untuk menjaga kelancaran event anda, jika ada tambahan maka silahkan berkomentar dan saya sangat berterima kasih atas kunjungan anda di artikel dengan tema Sewa Mobil.

oleh: Sujono Soer
Sumber : http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/07/31/memilih-sewa-mobil-terpercaya-harus-extra-hati-hati-677259.html
 
Suara Bojonegoro : About Us | Redaksi | Karir | Info Iklan
Copyright © SuaraBojonegoro.Com - All Rights Reserved

Design by Al Qowiy