Mitra

Mitra

Mitra

Selasa, Mei 31, 2016

Rumah Warga Mojodelik Disambar Petir

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 31, 2016    
Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Sebuah rumah berbentuk joglo milik Edi Susanto (36) warga Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Selasa (31/5/16) rusak dan atapnya porak poranda akibat disambar petir. Hal ini terjadi karena hujan yang mulai turun sejak dua hari kemarin, juga diiringi petir diwilayah Bojonegoro Bagian barat.

Dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, sekitar pukul 15.00 WIB hujan terjadi cukup deras dan diiringi petir. "Petir ada yang menyambar rumah milik warga bagian atap," Kata Sukirno, Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan penanggulangan Bencana BPBD Bojonegoro.

Akibat tersambar Petir, rumah milik Edi Susanto yang juga menjabat sebagai perangkat Desa setempat mengalami porak poranda bagian atap, serta banyak gentingnya juga rusak.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, akan tetapi akibat kerusakan rumah ini, Edi Susanto mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp40 juta.

Saat kejadian petir menyambar rumah beberapa anggota keluarga berada didalam rumah, mereka kaget tiba tiba ada suara petir dan menyambar rumah mereka bagian atas. "Alkhamdulilah, Untung semua keluarga selamat," Kata Edi.  (Wan/Red)


*) Foto : BPBD Bojonegoro

Berantas Tikus Di Balen, Selamatkan Tanaman Petani

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 31, 2016    
Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Gerakan serentak pemberantasan hama tikus dilakukan puluhan petani di pematang sawah di Dukuh Kuniran Desa Kedungdowo Balen, Bojonegoro, dilakukan untuk menyelamatkan tanaman petani dari serangan hama Tikus yang meresahkan para petani. (Selasa, 31/05)

Pengendalian hama sejak dini ini, diharapkan bisa meningkat produktifitas pada tanaman padi pada lahan persawahan setempat, yang mayoritas para petani tersebut menanam Padi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan Desa setempat, Erlyana (34) mengungkapkan, gerakan yang didasari rasa gotong royong ini, merupakan gerakan nyata dalam meningkatkan produktifitas tanaman padi.

Tanaman bisa terkendalikan degan baik dan menghasilkan produksi padi yg maksimal. "Keadaan tanaman disini sempat terkena paenyakit abang-abangen (sebutan penyakit padi), tapi alhamdulillah udah bisa tertanggulangi degan aplikasi agen hayati dan gerkan gropyok tikus ini" tandasnya kepada Suarabojonegoro.com.

Sedangkan, petani setempat, Abdul (50), mengatakan bahwa gerakan yang melibatkan petani setempat, dibantu oleh PPL, dihadiri Babinsa dan kepala Uptd pertanian Kecamatan, dikatan paling tidak bisa merubah pola pikir petani modern ini.

"Awal yang cukup bagus bagi kami, paling tidak kedepan kita sudah mempunyai pola fikir sedia payung sebelum hujan" kata pria yang sering disapa mbah dol ini.

Selanjutnya, kegiatan seperti ini juga akan dilakukan beberapa minggu kedepan, dengan lebih banyak masa dan jumlah luas lahan yang diprioritaskan untuk pengendalian hama tikus.(Wan/Red)

Komisi A Nilai Kepala Inspektorat Takut Jika Ditanya Dugaan Kasus Selingkuhnya

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 31, 2016    
Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Ketidak hadiran Inspektorat Kabupaten Bojonegoro saat diundang rapat kerja dengan komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro untuk membahas terkait beberapa kebijakan Inspektorat yang akhir-akhir ini menimbulkan kegaduhan di internal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro kemaren Hari Senin, 30/05.

Disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, Tidak hadirnya Kepala inspektorat Bojonegoro ada dugaan Kepala Inspektorat Samsul Hadi ketakutan jika dalam rapat pihak legislatif menanyakan terkait kasus perselingkuhannya yang sudah tersebar di media masa. Selasa (31/05/2016).

"Mungkin saja juga menghindari itu makanya enggan datang rapat," kata wakil ketua komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito.

Dirinya menjelaskan, jika seharusnya dalam rapat tersebut pihaknya segera mendapat konfirmasi jawaban alasan atas beberapa kebijakan inspektorat yang menjadikan kegaduhan di interlah SKPD, penanganan kasus di bawah Inspektorat Bojonegoro dan juga akan menyinggung atau meminta konfirmasi atas kabar tidak enak yang tersebar di media masa terkait perselingkuhannya dengan seorang janda.

"Kami tidak agendakan rapat ulang, karena bulan depan sudah ramadhan dan sudah banyak kegiatan yang akan masuk dalam badan musyawarah. Kita akan langsung merekomendasikan Kepala Inspektorat segera diganti saja karena yang berhak adalah Bupati," tambahnya.

Sementara itu dihubungi melalui Telepon Selularnya melalui SMS (Short Masanger Servis) Kepala Inspektorat Bojonegoro, Samsul Hadi tidak menjawab SMS dari reporter suarabojonegoro.com. (Ney/Red)

Wakil Rektor Unigoro Lulus Ujian Doktor Berpredikat Cum Laude

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 31, 2016    
Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Wakil Rektor II Universitas Bojonegoro, Dr.Tri Astuti Handayani, SH, M. Hum, akhirnya berhasil melewati ujian Terbuka untuk Doktor Ilmu Hukum di Untag Surabaya, denga Predikan Cum Laude, Selasa, (31/05).

Perempuan yang juga Advokat ternama dikalangan Regional Jawa Timur ini, mendapat predikat Cum laude dengan mudah, karena hal tersebut sudah menjadi pelajaran dalam kehidupan sehari hari, sebagai Pengacara dan juga Wakil Rektor di Unigoro.

Ketua Yayasan Soejitno Bojonegoro, Arif Januwarso, S.sos, M.si. Sangat mengapresiasikan lulusnya Tri Asututi Handayani dalam Ujian Terbuka untuk mendapatkan Gelar Doktor,  "Kami mengucapkan Selamat Kepada Bu nanin (sapaan akrab Tri astuti Handayani. Red) telah Lulus dengan gelar Doktor" kata Mas Ayik sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Mas Ayik berharap, dengan telah didapatnya gelar doktor oleh salah satu bagian dari keluarga Unigoro, semoga Unigoro semakin maju dan jaya dalam mencetak generasi penerus di dunia pendidikan khusunya di Jawa Timnur.

"Semoga keluarga besar Unigoro, bisa menyampaikan ilmu  kepada para mahasiswa dan mahasiswi serta mencetak kader kader bangsa yang berkualitas," harapnya saat ditemui oleh suarabojonegoro.com

Sebelumnya, Dosen di Fakultas Hukum Unigoro ini, berangkat bersama keluarga dan seluruh Civitas akademika Universitas Bojonegoro untuk memberikan suport dan dukungan kepada Nanien dan akhirnya berhasil dalam Ujian Terbuka untuk meraih Gelar Doktor.

Ucapan selamat pula disampaikan oleh Rektor Universitas Bojonegoro, Slamet Kyswantoro. SE, MM, ia berharap kedepan Dosen Unigoro disetiap Fakultas minimal ada yang menempuh pendidikan s3.

"Selamat kepada bu Nanin, semoga kedepan bisa memotifasi para dosen lainya untuk menempuh pendidikan s3" ungkapnya.

Unigoro sendiri, selama ini sudah mengikuti aturan Pendidikan Tinggi (Dikti), dosen di Unigoro sebagian besar sudah berpendidikan jenjang S2 (Strata II) dan ada yang menempuh S3 (Strata III). (Wan/Red)

Aksi Damai Sambut Bulan Ramadhan

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 31, 2016    
Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Sebanyak 15 orang melakukan aksi damai dengan membentangkan spanduk ditengah jalan saat Traffic lights Jalan Diponegoro Bojonegoro menyala merah dan pengguna jalan sedang berhenti, aksi ini menyampaikan pesan kepada umat muslim di Bojonegoro agar lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Selasa (31/5/16).

Koordinator Aksi Badrus Salam menyampaikan aksi damai ini untuk mengingatkan warga Bojonegoro saat menjelang bulan Ramadhan, sambil membentang poster bertuliskan Ramadhan Selaksa Cinta, Penjarakan Nafsumu, dan Borgol Setanmu.

Mereka juga menyebarkan brosur dan selebaran kepada pengguna jalan terkait bulan Ramdhan yang sebentar lagi akan tiba, selain itu peserta aksi ini juga menggelar aksi teaterikal dijalan dengan menampilkan sosok setan yang di borgol saat bulan puasa. (Ney/Red)

Oknum Wartawan Diduga Tipu Warga, Digelandang Ke Balai Desa

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 31, 2016    
Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Seorang Oknum Wartawan, digeruduk puluhan warga Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Bojonegoro dan digelandang ke Balai Desa Plesungan Kecamatan Kapas, karena Puluhan warga ini merasa di tipu oleh Oknum wartawan yang bernama PTW, Selasa, (31/5/16).

Para Warga yang mengaku Korban ini meminta penjelasan dan meminta uang yang sudah dibayarkan ke PTW untuk kegiatan Rekreasi ke Jogjakarta segera dikembalikan, karena warga sudah terlanjur membayar biaya dan pengakuan warga masing masing sudah ada yang membayar Rp.470 ribu.

Sukari, Warga Sidobandung, mengatakan bahwa pihaknya merasa tertipu PTW mencapai Rp 13 Juta "Dulu kita pesan travel ke pelaku, mau ke Jogjakarta, tapi selang 1 bulan gak ada kabar" ungkapnya dengan nada tinggi.

Selain Warga Desa Sidobandung, juga ada warga Desa Plesungan yang juga tetangga PTW, bernama Maliki, mengaku dirugikan sekitar Rp21 juta terkait urusan rental mobil.

"Sementara ini diselesaikan secara, dengan diberi waktu selama 2 minggu untuk mengembalikan" Kata Kepala Desa Plesungan M Khoiri.

Masih kata Khoiri, dari sekian jumlah kerugian pihak desa akan memfasilitasi secara kekeluargaan antara Korban dan PTW dirumahnya Desa Plesungan, untuk menghitung segala kerugian warga tersebut.

Sampai saat ini, warga yang menjadi korban masih mencatat barang berharga dirumah PTW dan dimediasi oleh pihak desa dan pihak Kepolisian. (Wan/Red)

Foto Ilustrasi : sindonews.com

Ini Tuntutan Keluarga Besar Sopir Dum Truck Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 31, 2016    
Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Kedatangan ratusan keluarga besar dum truck Kabupaten Bojonegoro tidak hanya sekedar berkonvoi, mereka membawa tuntutan yang akan disampaikan kepada Bupati Bojonegoro. Selasa (31/05/2016).

Inilah beberapa tuntutan yang akan disampaikan paguyuban pengendara dump truck :

- Kaitannya penambangan pasir di Daerah Aliran Bengawan Solo, dengan adanya bendung gerak, permukaan Bengawan Solo menjadi tidak stabil. Ketinggian permukaan sungai tergantung operator bendung gerak sehingga penambangan pasir secara tradisional sangat sulit, sementara kebutuhan pasir permintaan masyarakat, kontraktor untuk pembangunan infrastruktur Bojonegoro tetap harus terpenuhi. Atas hal tersebut diatas kami Paguyuban memohon solusi agar kami dapat ttetap bekerja dengan aman jika penambangan pasir non tradisional dilarang.

-Memohon kepada Bupati Bojonegoro dan Gubernur Jawa Timur untuk menertibkan izin penambangan pasir di daerah aliran bengawan solo agar kami paguyuban pengendara dump truck bisa tetap bekerja secara legal. Jika Pemkab Bojonegoro dan provinsi tidak bisa menertibkan izin maka Bupati harus tegas menutup semua penambangan pasir yang tidak memiliki izin.

- Masalah ketinggian bak truk. Apabila dipakai spesifikasi ketinggian bak dum truk 70 cm sesuai dengan uji kir Dishub maka secara ekonomi, pemilik pengendara tidak mendapatkan keuntungan karena pembeli atau pelanggan tidak puas dengan volume. Maka kami mohon kepada Bupati Bojonegoro memberikan kelonggaran ketinggian bak dump truk sebesar 1 meter.

Sementara itu, salah satu sopir truk asal Kecamatan Kalitidu Bojonegoro, Saeri mengatakan jika dirinya datang disini adalah untuk meminta bagaimana dirinya bisa bekerja kembali karena sudah dua minggu lamanya pihaknya beserta supir dump truk lain tidak bekerja.

"Setiap hari Rp 300 ribu harus kami setor kepada atas baik muat pasir ataupun saat tidak muat. Kalau begini terus bagaimana dengan keluarga saya kita semua butuh makan," tambahnya. (Ney/Red)

Ratusan Truk dan Awak Truk Geruduk Pemkab Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 31, 2016    
Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -
Sekitar 100 armada dump truk bersama awak dump truk menggeruduk kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan aksi unjuk Rasa kepada Bupati Bojonegoro terkait penambangan pasir yang berhenti, sehingga merugikan para Pemilik dan sopir truk yang biasa mengangkut pasir. Selasa (31/5/16).

Menurut salah satu keluarga Sopir Dump Truck Kabupaten Bojonegoro, Budi yang berasal dari kecamatan Malo mengatakan bahwa aksi ini dilakukan terkait adanya Penambangan pasir yang saat ini berhenti. "Kami para sopir kan bingung ketika penambangan pasir di Sungai Begawan Solo berhenti sehingga tidak bisa bekerja seperti sebelumnya," Kata Budi.

Penambangan pasir di Sungai Begawan Solo Bojonegoro ini memang kebanyakan berhenti akibat belum adanya ijin dari pemerintah terkait, dan juga seringnya ada razia penambang pasir membuat para pengusaha penambang tidak bisa bekerja dan berdampak bagi sopir dump Truck.

Para sopir dump truck ini datang dari berbagai wilayah dikabupaten Bojonegoro, mereka berangkat secara bersamaan dari wilayah Barat dan Wilayah Timur dan berkumpul di Depan Pemkab Bojonegoro Untuk bertemu dengan Bupati Suyoto. (Ney/Red)

Polisi Tidak Temukan Uang dalam Penggerebekan Dadu Di Pasar Kota

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 31, 2016    
Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Satreskrim Poplres Bojonegoro, hingga saat ini Masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi yang diamankan untuk mengetahui kebenaran kejadian dugaan perjudian yang dilakukan beberapa orang dan ada dugaan melibatkan seorang Oknum anggota Polres. Selasa (31/5/16).

Menurut Kompol Andrian Pramudianto, Wakapolres Bojonegoro mengatakan bahwa saat penggerebekan, oleh anggota Polres Bojonegoro bersama anggota dari Denpom CPM Bojonegoro, pihaknya mengamankan 4 orang, salah satunya adalah anggota Polres Bojonegoro yang bertugas dijajaran Polsek, dan hanya ditemukan Karpet dan Batok Kelapa saja.

"Anggota tidak menemukan uang yang digunakan taruhan berjudi, sehingga dugaan perjudian dadu masih belum bisa dipastikan, karena bukti bukti yang ditemukan juga kurang kuat," Terang Kompol Andrian kepada suarabojonegoro.com.

Dijelaskan juga bahwa kegiatan dugaan perjudian ini awalnya diketahui oleh warga, dan kemudian warga tersebut melaporkan kejadian ke Kantor Denpom Bojonegoro, kemudian pihak Denpom berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro untuk melakukan penggerebekan.

"Awalnya Ada orang telpon ke Denpom, karena diduga ada anggota Polisi yang ikut bermain judi Dadu," Lanjut Kompol Andrian.

Disebutkan juga bahwa anggota ini sebenarnya sudah pindah ke Polres dikabupaten lain, sehingga sudah bukan anggota Polres Bojonegoro lagi. (Ang*)

Tekan Kecelakaan Lalulintas, Satlantas adakan Sosialisasi di SMKN 5

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 31, 2016    
Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Penyebab sering terjadinya kecelakaan di jalan raya lebih banyak diakibatkan oleh pengguna jalan kurang memahami peraturan lalulintas yang ada. Hal ini disampaikan oleh Aiptu Suparnoto, Koordinator Tim dari Satlantas Polres Bojonegoro saat memberikan penjelasan dalam Sosialisasi Ektrakurikuler Harkamtibmas di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro, yang bertempat di Lobi SMKN 5, Senin (30/05).

“Penting bagi pengguna jalan, khususnya siswa SMKN 5 untuk mengetahui dan mematuhi peraturan lalulintas, sehingga bisa meminimalisir tingkat kecelakan lalulintas,” tambah Parnoto saat memberi penyuluhan kepada pelajar SMKN 5.

AKP. Ngatimin, Kapolsek Kapas menyatakan rasa terimakasih kepada SMKN 5 atas kerjasama yang baik antara pihak Kepolisian dengan SMKN 5 Bojonegoro. “Saya berharap kita bisa meningkatkan kerjasama dan selalu koordinasi di berbagai segi” papar Ngatimin saat memberikan sambutan di awal sosialisasi.

Suyono, Kepala SMKN 5 Bojonegoro sangat mendukung kegiatan sosialisasi tersebut, karena dengan adanya sosialisasi ini siswa SMKN 5 memahami aturan-aturan hukum yang berlaku di Indonesia. “Kami merasa sangat terbantu dengan kegiatan sosialisasi dari Satlantas ini,” kata Suyono saat sambutan.

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan praktek langsung cara berkendaraan yang baik dan aman di halaman SMKN 5, yang dipandu oleh instruktur dari Satlantas, dan diakhiri dengan penyerahan buku Pencerahan Peserta Ujian SIM dari Polres Bojonegoro kepada Kepala SMKN 5 Bojonegoro. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .