Advertise Here

Artikel & Opini

Sunday, August 20, 2017

Amalkan Ajaran Luhur PSHT Rayon Mojodeso Kerja Bakti Bangun Mushola

    Sunday, August 20, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Mojodeao, Ranting Kapas, Cabang Bojonegoro hari ini secara bergotong royong kerja bakti membangun Mushola Sumur Gede RT/13, Kecamatan Kapas. Puluhan Anggota PSHT yang terdiri dari Siswa Siswi dan Warga ini secara antusias bekerja bakti yang sekaligus merupakan agenda rutin PSHT baik ditingkat Rayon maupun Ranting. Minggu (20/08/17).

"Kerja bakti Ini merupakan kegiatan rutin Rayon setiap dua bulan sekali, dan dalam pelaksanaannya bervariatif. Baik bersih-bersih lingkungan sekitar atau bekerja bakti membangun tempat Ibadah seperti hari ini", kata Warsiman, selaku Ketua PSHT Ranting Kapas ini.
Dirinya menyatakan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk mengamalkan ajaran luhur PSHT, sekaligus untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

"Kegiatan keja bakti ini merupakan implementasi ajaran luhur PSHT yakni ikut Memayu Hayuning Bawono, yang artinya PSHT harus ikut memperindah keindahan dunia, dan sekaligus mendekatkan diri pada masyarakat", tambahnya.

Pria yang sekaligus menjabat sebagai Bendahara PSHT Cabang Bojonegoro, ini berharap dengan agenda kerja bakti rutin tersebut ini akan mampu membawa serta memperindah lingkungan sekitar.

Sementara itu Hari selaku Ketua RT 13, merasa senag dengan agenda rutin PSHT ini. Pasalnya dengan bergotong royong diharapkan pembangunan Mushola dilingkungannya ini akan segera selesai dan segera dapat dimanfaatkan untuk beribadah warga sekitar.

"Saya atas nama warga setempat mengucapkan banyak terima kasih, semoga pembangunannya Mushola ini dapat segera selesai dan segera dapat dimanfaatkan untuk beribadah", pungkasnya. (Bim/red).

Besok, Calon Pembuat Soal Perangkat Desa Akan Disurati Pemkab Bojonegoro

    Sunday, August 20, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Enam Perguruan Tinggi (PT) calon pembuat soal ujian perekrutan perangkat desa yang diajukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bakal disurati. Penyampaian surat perihal undangan kerjasama penyusunan naskah soal tersebut rencananya baru bakal dikirim besok, Senin (22/8/17).

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Bojonegoro, M Khoiri kepada suarabojonegoro.com mengatakan, terkait dengan pemanggilan pihak ketiga atau calon pembuat soal ujian perangkat desa baru akan dikirimi surat oleh Pemkab Bojonegoro. "Besok Senin dikirim," kata Khoiri Kades Plesungan Kecamatan Kapas itu.

Pemilihan pihak ketiga tersebut sesuai yang diamanatkan oleh Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bojonegoro nomor 1 tahun 2017 bahwa untuk penyusunan naskah ujian tulis tim desa difasilitasi oleh tim kabupaten yang bekerjasama dengan perguruan tinggi minimal terakreditasi B atau institusi / lembaga yang kompeten.

Dari informasi yang diperoleh menyebutkan, dalam seleksi perangkat desa tersebut Pemerintah Kabupaten menginginkan perangkat desa bisa memiliki beberapa kualifikasi. Antara lain memiliki kemampuan akademik.

Sebelumnya, melalui AKD Bojonegoro, merekomendasikan enam perguruan tinghi yang nantinya dipilih salah satu untuk menyusun naskah soal ujia perangkat desa. Enam PT tersebut antara lain, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Gajahmada, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang. (wan/red).

Puluhan Anggota Kelompok Tani Marah Terhadap Kadin Pertanian Bojonegoro

    Sunday, August 20, 2017   No comments
Reporter: Bima Rahmat


suarabojonegoro.com -  Ratusan Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani marah dan kecewa atas pernyataan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Djupari. Kemarahan dan kekecewaan tersebut dilontarkan setelah acara tabur benih bersama di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.

Pasalnya pernyataan Kepala Dinas Pertanian tersebut dirasa menyinggung para anggota kelompok Tani, dikarenakan dalam pernyataannya Ahmad Djupari  menyampaikan jika petani harus membeli alat pembajak sawah berupa traktor sendiri, sementara mereka mengajukan bantuan mesin Traktor. Minggu (20/08/17).

Solihin salah satu anggota kelompok Tani menyatakan bahwa, kedatangan mereka diacara tersebut bertujuan untuk meminta bantuan mesin traktor
kepada Ketua HKTI Pusat Jenderal TNI (Pur) Dr. H Moeldoko, S.IP. Namun Ahmad Djupari justru memberikan jawaban jika para petani tersebut harus membeli traktor sendiri.

"Kami jauh-jauh datang untuk meminta bantuan tapi Pak Jupari tidak memberikan suport kepada kami, Pak Jupari malah menyuruh kami untuk membeli traktor sendiri. Kami sangat kecewa sekali", katanya.

Menurut anggota kelompok petani yang hadir, dihadapan Jenderal TNI (Purn) Dr. H Moeldoko S.IP, Kepala Dinas Pertanian seharusnya mendukung dan mensuport agar diberikan bantuan berupa mesin traktor. Namun jawaban yang dilontarkan oleh Ahmad Jupari tersebut  justru menenggelamkan harapan para petani untuk diberikan mesin traktor.

Para Petani ini menyatakan bahwa, seharusnya sebagai Kepala Dinas Pertanian Ahmad Jupari memberikan dukungan kepada anggota kelompok Petani, agar mendapatkan bantuan alat traktor demi menigkatkan kesejahteraan para Petani di Kabupaten Bojonegoro, dan bukan malah mementahkannya.

"Seharusnya Pak Jupari jangan bilang seperti itu, sebagai Kepala Dinas Pertanian harusnya dukung kami untuk mendapatkan bantuan. Tujuan kami datang kesini untuk minta bantuan malah keinginan kami ditenggelamkan. Kalau disuruh beli sendiri kami bisa dan untuk apa jauh-jauh datang kesini kalau cuma kayak begini", ujar salah satu anggota kelompok tani lainnya.

Adu mulut antara Kepala Dinas Pertanian dan para Petani ini terus berlanjut hingga acara tabur benih bersama ini selesai. Pasalnya mereka tidak terima atas jawaban Ahmad Djupari ketika acara tanya jawab.

Hal yang lebih membuat kecewa lagi ketika Ahmad Jupari tidak bisa memberikan solusi atas rasa kekecewaan anggota petani itu. Dihadapan anggota kelompok Tani ini Ahmad Jupari hanya dapat meminta maaf atas ucapannya yang membuat ratusan Petani ini kecewa.

“Tidak ada solusinya malah Pak Jupari hanya meminta maaf atas ucapannya itu. Kami benar-benar kecewa sekali", tambah anggota kelompok tani. (Bim/red).

SPBU Syarikah Amanah Balen, Ikut Meriahkan HUT RI Ke 72

    Sunday, August 20, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Kemeriahan Grak jalan memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke 72 di Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro pagi hari ini diikuti antusias warga masyarakat. Tidak terkecuali bagi karyawan SPBU Syarikah Amanah Balen ini. Puluhan karyawan SPBU ini dengan semangat ikut andil berbaur dengan peserta lain walau usia mereka yang bisa dibilang sudah tidak muda lagi. Minggu (20/08/17).

"Kami hanya partisipan saja, untuk memperingati HUT RI Ke 72 ini", kata Nur Rohman salah satu karyawan SPBU Syarikah Amanah Balen ini.

Dengan hanya memakai seragam kerja yang dipergunakan sehari hari puluhan karyawan ini sangat ceria dan semangat mengikuti gerak jalan. Walaupun capek namun hal ini tidak menyurutkan langkah mereka dalam memeriahkan HUT RI tahun ini.

"Capek tapi menyenagkan", ujarnya.

Pria yang aktif sebagai bendahara Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bojonegoro ini menyatakan bahwa ke ikut sertaan karyawan SPBU Syarikah Amanah Balen ini memang ide spontan. Namun demikian dirinya berharap dengan keikut sertaan mereka ini dapat menjalin silaturohim dengan masyarakat, serta dapat memupuk rasa Nasionalisme.

"Semangat kami tak akan padam, tak akan kusia siakan perjuanganmu dalam memperoleh kemerdekaan, akan ku isi dengan kerja keras dan kerja nyata, Merdeka", pungkasnya diikuti teriakan merdeka karyawan yang lainnya. (Bim/red).

Kaos Polos "Gonem" Kebanjiran Order di HUT Kemerdekaan RI Ke-72

    Sunday, August 20, 2017   No comments
Reporter: Sasmito Anggoro
suarabojonegoro.com -  Banyaknya momen kegiatan Agustusan dalam perelingatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 72, Yang memerlukan berbagai kostum maupun kegiatan Tujuh Belasan,  membuat Toko Kaos Polos "Gonem" Bojonegoro kebanjiran Order.

Dari hasil penjualan pada Kegiatan Agustusan tahun ini mengalami peningkatan hingga 200 persen dibanding hari biasa,  bahkan pemilik Toko yang juga nelayani cetak sablon baik partai maupun bijian ini mengaku mengakami kuwalahan.

"Karena banyak peminat terutama kaos polosnya karena warga memilih kaos polos yang nantinya akan di sablon sendiri untuk kegiatan baik gerak jalan maupun lainnya, " Kata Sulistya Windyasari, pemilik toko Kaos Polos Gonem di Jalan Rajekwesi 72 Bojonegoro ini. Minggu (20/8/17).

Dijelaskan oleh Windya,  bahwa harga kaos polos "Gonem" ini bervariasi mulai dari harga Rp. 35 ribu hingga Rp. 45 ribu. "Kita ada berbagai harga variasi, untuk memenuhi keinginan pelanggan," Tambah Windya.

Rata rata pembeli kaos Polos "Gonem" ini memilih membeli secara partai untuk kegiatan berkelompok,  Sehingga toko yang berada di depan Pertokoan taman Rajekwesi Bojonegoro ini buka lebih awal untuk memenuhi kebutuhan konsumen. (Ang*)

Sikap Toleransi Untuk Kebhinnekaan Yang Tunggal Ika

    Sunday, August 20, 2017   No comments
Oleh : Joyo Juwoto

suarabojonegoro.com -  Berbicara mengenai istilah kebhinekaan adalah hal sangat mudah, bahkan dengan ringannya lisan ini bisa mengucapkan kata Bhinneka Tunggal Ika berkali-kali, hafal di luar kepala, menjadi jargon yang memukau dan semboyan yang sangat bagus, penuh muatan energi sosial yang positif dan membuka ruang dialektika kehidupan yang dinamis.

Kita tentu bersyukur dan sangat, sangat bersyukur, mendapatkan satu warisan azimat yang luar biasa dari sebuah rumusan Bhineka Tunggal Ika. Para the founding fathers Negeri Nusantara Indonesia Raya tercinta ini tentu sangat  menyadari akan hakekat ke Bangsaan yang dibangun di atas perbedaan ras, suku, bahasa, agama dan kepercayaan.

Oleh Karena itu, untuk mengikat keberagaman unsur-unsur itu, maka dibutuhkan satu landasan filosofis yang kuat dan universal. Maka dipilihlah satu kalimat yang berbunyi Bhinneka Tunggal Ika, yang memiliki makna secara bebas berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Filosofis kebangsaan Bhinneka Tunggal Ika sudah diajarkan kepada kita semenjak dari Sekolah Dasar hingga ke perguruan tinggi, dengan harapan setiap generasi muda Bangsa Indonesia memahami betul makna dan penerapan dari kalimat ini. Bukan hanya sekedar hafal, namun hafal yang disertai dengan pemahaman dan kesadaran akan nilai-nilai yang dilahirkan dari kebhinnekaan.

Salah satu nilai dari rahim kebhinnekaan adalah sikap toleransi terhadap segala perbedaan yang
menjadi platform Bangsa ini. Toleransi sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah sikap menghargai pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dan kelakuan yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri). Jadi dalam kebhinnekaan wajib hukumnya melahirkan satu pemahaman dan sikap serta konstruksi diri yang toleran kepada orang lain.

Kita tentu harus menyadari bahwa perbedaan adalah suatu hal yang wajar dan lumrah, karena memang kita terdiri dari berbagai ragam suku, ras, agama dan bahasa yang berbeda-beda. Segala macam perbedaan ini harus kita rawat biar bertumbuh kembang yang selaras sehingga mencipta harmoni semesta.

Sikap toleransi ini harus dikembangkan, dijiwai, dan dijadikan pengetahuan dan pemahaman
bersama untuk diejawentahkan dalam kehidupan yang nyata, bukan hanya sekedar wacana, bukan hanya sekedar jargon, dan bahan pembicaraan di panggung seminar saja. Toleransi harus kita rawat dan kita perjuangkan bersama dengan penuh semangat kebersamaan dalam keberagaman.

Sikap toleransi ini adalah sebuah keniscayaan sikap yang harus ada dalam ruang individu maupun ruang publik, guna membangun kehidupan yang selaras dan damai diantara kelompok masyarakat yang berbeda-beda, seperti Negeri Nusantara Indonesia tercinta.


Tidak ada pelangi yang tercipta dari satu unsur warna, dan pelangi terbesar serta terindah yang dianugerahkan Tuhan di jagad raya ini adalah kebhinnekaan warna di Bumi Nusantara Indonesia Raya ini. Oleh
karena itu mari kita rawat bersama kebhinnekaan yang Tunggal Ika dengan sikap toleransi antar kelompok masyarakat yang berbeda, baik itu berbeda sukunya, bahasanya, rasnya, maupun agamanya. (JW)

Foto: Ilustrasi

Karnaval Tuban, Tampilkan Budaya Nusantara

    Sunday, August 20, 2017   No comments

TUBAN, suarabojonegoro.com - Pawai Budaya budaya yang digelar panitia HUT Kemerdekaan RI ke 72, yang diikuti oleh peserta dari SMP dan SMA/SMK Kabupaten Tuban, menjadi tontonan ribuan warga Tuban yang datang langsung menyaksikan acara tersebut. Sabtu (19/8/17).

Berbagai tema budaya dan kostum yang dipakai peserta karnaval dari berbagai daerah di Jawa Timur menarik perhatian bagi masyarakat penonton, seperti peserta dari SMA Negeri 2 Tuban yang mengambil Tema Budaya dari Ponorogo serta tokoh serta kerajaan Ponorogo dan juga gambaran kisah tentang Reog Ponorogo.

"Tema kami adalah Budaya Ponorogo,  yang memang sampai saat ini dikenal di Nusantara dan Dunia dengan reognya," Kata salah satu peserta Karnaval dari SMA Negeri 2 Tuban.

Pawai dengan tema “Budaya Nusantara” itu dimulai dari Alun-alun kota dan finish di lapangan Gedung Olahraga Jaya Anoraga Tuban. Sepanjang jalan kota yang dilalui peserta karnaval terlihat ramai dengan penonton dan membuat warga terhibur.

“Karnavalnya sangat menarik dan seru mas, apalagi temanya budaya sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita," Kata Sheila, Salah Satu Penonton.

Selain itu, para penonton sesekali juga memanfaatkan moment tersebut untuk mengambil gambar foto dengan menggunakan telpon selular. Tidak hanya mengambil gambar, penonton juga nampak berfoto dengan para peserta yang sedang melintas ditempat mereka nonton karnaval itu.

“Hiburannya menarik dan bisa foto bersama,” tambah Santi, salah satu penonton lainnya asal Tuban.

Sementara itu, karnaval yang diikuti peserta dari tingkat SMP dan SMA/SMK sederajat Kecamatan Kota Tuban. Kegiatan itu diberangkatkan langsung oleh Bupati Tuban, H. Fathul Huda dan juga didampingi Forpimda Tuban.

“Sesuai dengan tema karnaval, maka kita tetap bersatu,” kata Bupati Tuban dalam sambutannya. (Red*)

Saturday, August 19, 2017

Jelang Pilkada, DKC Garda Bangsa Bojonegoro Minta Masyarakat Waspadai Pernyataan Menyesatkan

    Saturday, August 19, 2017   No comments
Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com -  Adanya komentar dari Ketua Aliansi kiyai Nahdlotul Umah, KH Sunaryo Abumain,  dianggap sangat Ngawur dan menyesatkan terhadap masyarakat,  hal itu disampaikan oleh Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Bojonegoro,  Abdullah Umar.

Menurut Abdullah Umar bahwa pernyataan yang mengatasnamakan aliansi kiai Nahdlatul Ummah,  dirinya meminta dan menyarankan kepada Masyarakat adar tidak mendengar maupun menghiraukan pernyataan tersebut.

"Pernyataan tersebut jelas bertentangan dengan UU, dimana salah satu syarat menjadi bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah adalah WNI, Tanpa mendiskriditkan asal muasal daerah, suku, ras, dan Agama," Terang Pria yang juga anggota DPRD Bojonegoro ini, Sabtu (19/8/17).

Abdullah Umar juga menyayangkan sikap dan pernyataan tersebut apalagi mengatasnamakan kiai-kiai. Menurut Umar, Seharusnya sebagai seorang kiai agar lebih jernih dalam memberikan pernyataan maupun pandangan. Sehingga tidak menyesatkan ummat.

"Pernyataan tersebut jelas tendensius dengan kepentingan dukung mendukung calon, sehingga tidak bisa dibuat pedoman dan acuan. Pendapatnya yang ngawur dan tanpa mikir ini justru mengkerdilkan kiai dan merusak citra kiai," Terang Unar.

Disampaikan juga sebagai seorang santri tentu dirinta tidak akan terima jika ada upaya-upaya dari kelompok yang akan merusak dan mencoreng citra kiyai. Oleh karena itu dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpancing dan menghiraukan upaya-upaya kelompok yang mengatasnamakan kiyai-kiyai yang justru memberikan seruan yang memprovokasi, menyesatkan dan ngawur.

"Mungkin beliau sedang khilaf dan lepas kontrol sehingga  keluar pernyataan yang ngawur dan menyesatkan tersebut," Tandasnya.

Berita Sebelumnya:  www.suarabojonegoro.com/2017/08/aliansi-kiyai-nahdhotul-ummah-tolak.html?m=1

Selanjutnya terkait dg penjaringan ataupun polling bacabup/bacawabup yg dilakukan oleh PCNU beberapa waktu yg lalu, dirinnya menilai hal tersebut sah-sah saja dan sangat wajar dilakukan. Karena PCNU sebagai wadah dari warga nahdliyin yang merupakan mayoritas dikabupaten Bojonegoro, tentu berupaya mengakomodasi dan menyerap aspirasi maupun keinginan dari warga nahdliyin.

Menurut Anggota Fraksi PKB ini bahwa hal tersebut merupakan sebuah kewajiban dan sebagai sebuah upaya agar dalam momentum pelaksanaan pilkada, adanya sebuah keselarasan antar warga Nahdliyin sehingga tidak menimbulkan kegaduhan maupun perpecahan diantaranya karena hal tersebut.

"Dan hal ini tentu bukan berarti PCNU berpolitik praktis karena hal ini juga dilakukan oleh PCNU didaerah-daerah lain," Pungkas Umar. (Ang*)

Aliansi Kiyai Nahdhotul Ummah Tolak Bacabup Dan Bacawabup Luar Daerah

    Saturday, August 19, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat   

suarabojonegoro.com -  Aliansi Kyai Nahdhotul Ummah Kabuapten Bojonegoro, sepakat untuk menolak Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati yang berasal dari luar Daerah. Hal ini disampaiakan oleh Ketua Aliansi Kyai Nahdhotul Ummah Kabupaten Bojonegoro, KH. Sunaryo Abu Main. Kepada media suarabojonegoro.com dirinya menyatakan bahwa menolak cabup dan cawabup yang berasal dari luar Daerah, dan sudah saatnya Bojonegoro di pimpin oleh putra Daerah. Sabtu (19/08/17).

"Alasan kami cukup sederhana, di samping otonomi Daerah, putra daerah punya kepedulian yang maksimal untuk Bojonegoro, karena jiwanya dilandasi dengan penuh semangat dan rasa ikut memiliki. Putra Daerah punya pandangan yang luas, kerja nyata dan bertanggung jawab. Sehingga memberi peluang bagi Daerah agar dapat mengatur dan melaksanakan kewenagannya atas prakarsa sendiri sesuai dengan kepentingan masyarakat dan potensi yang ada di Daerah", katanya.

Lebih jauh dirinya menegaskan bahwasanya Daerah lain yang di pimpin oleh orang luar Daerah sangatlah tidak menguntungkan bagi masyarakat setempat. Oleh karenanya Aliansi Kiyai Nahdathol Ummah menghimbau dan mengajak masyarakat untuk berfikir jernih dalam menentukan pemimpin Bojonegoro.
 
"Bojonegoro yang selama ini sudah ada perkembangan dan perubahan sehingga, layak cabup dan cawabup putra daerah. Putra daerah kader terbaik mampu menyempurnakan atas suksesi kekurangan yang ada di Kabupaten Bojonegoro", ujarnya.

Pria yang akrab disapa Mbah Naryo ini menegaskan bahwa, hasil Polling PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bojonegoro yang dimenangkan oleh Ana Muawanah. Menaggapi hal tersebut Mbah Naryo menyatakan bahwa NU resmi tidak pernah mencampuri urusan Politik. Dan sampai saat ini NU tidak pernah memberikan Rekomendasi kepada siapapun.
 
"Saya tegaskan NU resmi tidak pernah mencampuri urusan politik, memang bukan parpol itu personal individu dan smpai saat ini NU tidak pernah memberikan rekomensasi kesiapapun, jangan NU di buat Permainan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya mohon NU jangan di kotori, jadi kalau ada oknum NU yang mencoba mengatas namakannya hal itu saya nyatakan ilegal", pungkasnya. (Bim/red).

Akibat Konsleting Listrik Rumah Warga Padangan Hangus Dilalap Si Jago Merah

    Saturday, August 19, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah milik Suprmi (45), warga Dukuh Alas Tuwo RT006 RW 001 Desa Banjarejo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, ini terjadi pada hari Sabtu dinihari pada pukul 03.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun akibat kebakaran ini korban diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 100 juta. Diduga sumber api berasal dari korsleting Iistirk atau hubungan pendek arus listrik. Sabtu (19/08/17).

Hal ini disampaiakan oleh Sukirno selaku Kabid Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, dirinya menjelaskan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran Pos Bantu Padangan menerima laporan sekira pukul 03.05 WIB dan petugas pemadam kebakaran dari Pos Bantu Padangan tiba di Iokasi kejadian pukul 03.10 WIB, selanjutnya disusul mobil pemadam kebakaran dari Pos Bojonegoro dan mobil kebakaran dari PT Pertamina EP Cepu.

"Empat mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 13 personil, diterjunkan guna membantu pemadaman tersebut," katanya.

"Api baru benar-benar dapat dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB," terangnya.

Sementara itu menurut keterangan korban Agus Supriyanto adik korban yang tinggal serumah dengan kakanya, Suprmi, bahwa sekira pukul 02.45 WIB, saat itu saksi sedang tidur dan tiba-tiba dibangunkan oleh
kakaknya atau korban, diberitahu bahwa rumahnya terbakar.

"Saat saya bangun, api sudah membakar plafon rumah," ujarnya.

Selanjutnya dirinya meminta bantuan pada para tetangga, dan dengan dibantu warga sekitar berusaha memecahi genteng rumah, agar api tidak menjalar ke rumah warga yang Iainnya. (Bim/red).

Antara Manggar, Bluluk, dan Degan

    Saturday, August 19, 2017   No comments
Oleh: Gampang Prawoto

Dulu
Kau ajari aku bernyanyi
"di sini senang, di sana senang
 dimana-mana hatiku senang"
bahkan seibu tepuk
dari tunggal hingga setan
bergembira di tanah-tanah lapang.

Kenali warna
akrabi aroma
mencecap rasa
tali-temali
merakit tandu, semapor
sandi sandi
melintas, menyebrang
mengukur, menimbang
berjalan, merangkak, berlari, melompat
memanjat , meniti
bertahan menyelamatkan diri.

Bersama
di bawah terik
mendirikan tenda
mencari air
membuat api
hingga memasak nasi
sendiri.

Dulu
ketika  pandu pandu
Iklas bhakti bina bangsa berbudi bawa laksana
merawat penuh sabar tunas tunas kelapa

Kini
coklat tua, coklat muda
berteduh di bawah pohon kelapa
sembari meminum kelapa muda.

_____

Sanggar Sastrowidjojo
saar kutatap dua pohon kelapa di sebrang jalan mati oleh wangwung.
GP,14082017

KKN BBM Tematik 56 Unair Berikan Banyak Manfaat Bagi Pelajar & Masyarakat

    Saturday, August 19, 2017   No comments

suarabojonegoro.com -  Tim KKN BBM TEMATIK 56 Universitas Airlangga Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro tengah menjalani program kerja yang bertemakan Kesehatan umum. Program kerja yang telah dilaksanakan adalah senam bersama siswa SD Panemon No. III dan MI Muhammadiyah 24.

Selanjutnya program kerja lain adalah penyuluhan mencuci tangan dan menyikat gigi yang baik dan benar juga diselenggarakan di desa tersebut, yang kegiatannya diikuti oleh siswa SD Panemon dan MI.

Tim KKN BBM Tematik 56 Unair tersebut juga mempunyai Program kerja untuk kalangan Lanjut Usia (LANSIA)  yakni cek kesehatan secara gratis di Balai Desa Panemon yang meliputi, tensi darah, cek asam urat, gula darah beserta konsultasi hasil yang dibimbing dan awasi oleh tim puskesmas kecamatan sugihwaras.  

Bagi para lansia yang tidak dapat hadir dikarenakan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, Tim KKN BBM T EMATIK 56 Universitas Airlangga Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras menyediakan cek kesehatan keliling.

Menurut salah satu anggota Tim KKN BBM Tematik 56 Universitas Airlangga Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro yaitu Khoirunnisa dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga menyatakan kegiatan cek kesehatan gratis ini disambut baik oleh peserta lansia, mereka antusias  mengikuti cek kesehatan karena kegiatan ini adalah kali pertama cek kesehatan yang diadakan tanpa memungut biaya dari peserta sepeserpun. Kurang lebih 65 peserta lansia mengikuti cek kesehatan gratis dari  total 75 lansia yang telah di data oleh TIM KKN pada puskesmas pembantu (Pustu) Desa Panemon.

Kemudian untuk menunjang kesehatan pada siswa Sekolah Dasar dan MI di desa panemon juga dibagikannya susu untuk semua siswa kelas 1 hingga siswa kelas 6. Diadakannya kegiatan bagi-bagi susu gratis ini diharapkan agar meningkatkan kesadaran para siswa dan juga orangtua bahwa susu merupakan komponen penting bagi kesehatan anak sebagai generasi penerus bangsa.

Selain bidang kesehatan, Tim KKN BBM Tematik 56 Unair Desa Panemon ini juga mengadakan program kerja di bidang pendidikan yakni  program kerja mengajar dengan Reward System untuk para siswa dimana reward tersebut diberikan ketika para siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.

Diadakannyan program kerja ini anggota Tim KKN berharap dapat meningkatkan motivasi belajar para siswa. Kemudian, Tim KKN BBM Tematik 56 Unair desa panemon kec sugihwaras beserta dosen pembimbing lapangan (DPL) Ibu Ira Suarilah, S.Kp., M.Sc juga mendirikan perpustakaan baca pada desa ini dengan total buku sumbangan lebih dari 50 buku bacaan tentang ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan minat baca pada Desa Panemon.

Program kerja yang diadakan oleh Tim KKN BBM TEMATIK 56 Universitas Airlangga Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro mendapat apresiasi dari Kepala Desa Panemon beserta jajarannya dan juga tentunya para warga.

Kepala Desa Panemon mengucapkan terimakasih atas dilaksanakannya program kerja selama kurun waktu 25 hari (18 Juli 2017s/d 12 Agustus 2017) dan berharap agar program kerja yang bermanfaat ini dapat menginspirasi semua orang dan meningkatkan kesadaran para warga desa panemon akan pentingnya kesehatan dan pendidikan. (lis)

Friday, August 18, 2017

H-2 Pendaftaran Perangkat Desa, Pemohon Keterangan di Pengadilan Negeri Capai 4.000

    Friday, August 18, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Tepat hari Senin tanggal 21 Agustus nanti tahap pertama pendaftaran perangkat desa bakal dimulai. Diperkirakan sebagian besar pemerintah desa (Pemdes) di Kabupaten Bojonegoro yang saat ini sedang mengalami kekosongan perangkat sudah sangat siap untuk melaksanakan perekrutan.

H-2 pendaftaran perangkat desa tabap pertama ini, ada ribuan masyarakat yang telah mengurus surat keterangan tidak sedang berstatus tersangka atau terdakwa karena tindak pidana kejahatan kesengajaan yang diancam dengan pidana penjara, di Pengadilan Negeri Bojonegoro.

"Mengingat penumpukan antrian pemohon luar biasa. Saat ini informasinya sudah 4000 lebih pemohon," kata Humas PN Bojonegoro, Isdariyanto. Jum'at (18/8/17).

Informasi dari Panitera Muda Hukum PN Bojonegoro atau dari petugas yang menangani permohonan surat keterangan menyebutkan, jika permohonan surat keterangan tersebut baru dimasukkan hari ini (Jum'at, 18/8/17), bisa diambil pada tanggal 24 Agustus 2017 nanti. Artinya Pengadilan Negeri Bojonegoro memberi waktu 1 minggu kepada para pemohon untuk menunggu.

Selembar surat keterangan dari Pengadilan Negeri Bojonegoro itu juga menyatakan tentang surat keterangan tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai keputusan hukum tetap, yang dikeluarkan oleh pengadilan dan surat keterangan tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai keputusan hukum tetap, karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali 2 (dua) tahun setelah selesai menjalani pidana penjara dan mengumumkan secara jujur dan terbuka kepada publik bahwa yang bersangkutan pernah dipidana serta bukan sebagai pelaku kejahatan berulang-ulang.

Syarat mengajukan permohonan keteranga tersebut dengan membawa fotocopy SKCK dari Polres yang telah dilegalisir dan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta membayar uang sebesar 10 ribu rupiah. (wan/red).

Merah Putih Berkibar Di Atas Angin

    Friday, August 18, 2017   No comments
Reporter: Sasmito Anggoro


suarabojonegoro.com -  Meski peringatan Detik-Detik Proklamasi sudah berlangsung dalam upacara HUT RI ke 72, diseluruh pelosok Negeri,  namun hingga hari ini semangat HUT RI masih dilakukan oleh kalangan pemerintahan dan kelompok kelompok masyarakat,  Salah Satunya adalah kegiatan Bojonegoro “ Kobarkan Semangat Merah Putih”. Jum'at (18/8/17).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Polres Bojonegoro dalam rangka memperangati HUT RI ke 72 dan Hari Jadi Bojonegoro ke 340, dengan membentuk kegiatan Adventure komunitas motor dan mobil menuju Bukit Cinta, Atas Angin Desa Deling, Kecamatan Sekar, Bojonegoro kemudian dilanjutkan dengan Pengibaran Bendera Merah Putih dengan ukuran 6 x 70 M dan acara terakhir Bhakti sosial berupa pemberian sembako bagi warga desa Deling.

Acara ini diikuti kurang  lebih sekitar 500 peserta terdiri dari kendaraan roda 2 dan roda 4 yang bearsal dari unsur Polres, OPD Pemkab Bojonegoro, Perhutani, Bappas, Jasa Raharja, Bea Cukai, FKOB, Lapas, Pengadilan Negeri, Pajero Club, dsb. Demikian yang disampaikan Kapolres Bojonegoro dalam sambutannya pada acara pemberangkatan Kobarkan Semangat Merah Putih pagi ini (18/8) bertempat Jln. MasTumapel Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Kang Yoto  menyampaikan bahwa kita harus merefleksi perjalanan hidup kita baik hubungan dengan sesama manusia maupun dengan Tuhan, oleh karena itu hati dan pikiran kita hadirkan dalam bentuk rasa syukur.

Desa Deling secara historis sangat berarti bagi Bojonegoro karena ibu kota Pemerintahan Bojonegoro pernah dipindah ke Desa Deling ketika agresi Belanda tahun 1948 dan yang menjadi tokoh pejuang waktu itu adan Sosodoro Djoyo Hadi Kusumo.

"Dengan semangat merah putih mari kita berikan jiwa kita untuk membangun negara ini dan Bojonegoro yang kita cintai," Kata Bupati Bojonegoro,  Suyoto.

Selanjutnya dalam akhir sambutannya Kang Yoto berpesan, : Pertama ,”  Hayati Sejarah “ : dengan menghayati sejarah dapat menciptakan impian guna mambangun masa depan bangsa dan negara, Kedua , Cari trobosan: mencari trobosan guna merealisasikan impian masa depan kita menjadi kenyataan dan Ketiga, Kembali Hakekatnya : Bahwa Pembanguanan pada hakekatnya untuk rakyat, negara dan bangsa.

Di Atas Angin, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro yang datang langsung dan mengikuti kegiatan tersebut, juga diikuti berbagai kelompok masyarakat dan juga komunitas Motor Bojonegoro,  dan juga masyarakat sekitar ikut partisipasi dalam upacara dan juga penghormatan terhadap sang Saka Merah Putih yang dikibarkan oleh petugas. (Ang)

Tidak Terima Putusan Majelis Hakim, Terdakwa Kasus Perzinahan Ajukan Banding

    Friday, August 18, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Terkait dengan Putusan Majelis Hakim yang menjatuhkan pidana dua Bulan Kepada Sri Agus Kartikasari tersangka kasus delik aduan perzinahan dengan AFL yang sebgaimana merupakan suami dari Oknum ccamat NL.  Hari ini menyerahkan memori banding perkara pidana dengan Nomor 155/Pid.B/2017/PN Bjn, ke Pengadilan Negeri Kabupaten Bojonegoro. Jumat (18/08/17).          
SAK Salah Satu Terdakwa Kasus Perzinahan, kepada awak media menjelaskan bahwa dirinya mengajukan memori banding karena merasa putusan tidak sesuai dengan pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan yang telah diputuskan oleh Majelis Hakim tidaklah sesuai. Dirinya beranggapan seharusnya dirinya hanya dikenakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring)

 "Saya mengajukan memori banding karena merasa putusan tidak sesuai dengan pasal yang didakwakan oleh JPU dan diputuskan oleh PN, yang seharusnya dikenakan tipiring saja", katanya.

Sementara itu dari Imam Syafi'i, SH, selaku Tim Advokasi dari SAK menjelaskan bahwa, terdapat beberapa dakwaan dari JPU yang keliru. Salah satunya adalah dakwaan JPU nomor perkara PDM.-51/51/Bjn/Ep.2/05/2017. Dirinya menjelaskan bahwasanya dalam dakwaan tersebut telah salah dan keliru dalam menerapkan hukum. Pasalnya seorang wanita yang telah kawin yang turut serta melakukan perbuatan itu. Padahal status dari Terdakwa sudah sah menjanda.

"Padahal status dari terdakwa SAK sudah menjadi janda dengan bukti akta cerai nomor :1792/AC/2010/PA/MSy.Bjn pada tanggal 11 Oktober 2010, dan dakwaan itu mengada-ada serta tidak berdasarkan hukum", katanya.

Ia merasakan dengan beberapa aspek pertimbangan Hakim yang mengarah pada sebuah intervesi atau penekanan dari pihak lain terhadap kasus ini.

"Contohnya terkait dengan keadaan yang memberatkan dimana saudari SAK dikatakan perbuatanya tersebut telah meresahkan masyarakat, dan itu sesuatu yang dipaksakan oleh Hakim", pungkasnya. (Bim/red).