Advertise Here

Artikel & Opini

Friday, January 19, 2018

Satu Rumah Roboh Diterjang Angin

    Friday, January 19, 2018   No comments
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (19/01) sekitar pukul 17.30 WIB di Desa Dukohkidul  Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro mengakibatkan satu rumah warga Desa setempat yang terbuat dari dinding kayu roboh.

Kapolsek Ngasem, AKP Dumas Barutu, saat kami konfirmasi membenarkan adanya musibah rumah roboh yang dialami oleh warga Desa Dukohkidul.

Disampaikan oleh Kapolsek, dari laporan anggotanya yang mendatangi lokasi kejadian, rumah yang roboh itu milik Sdr Pitono Suprianto (30) warga Dusun Papringan Rt 15 Rw 04 Desa Dukohkidul. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong, karena ditinggal bekerja di luar kota dan istrinya saat itu berada di rumah orang tuanya.

"Kejadian sekitar pukul 17.30 WIB, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, karena saat itu rumah dalam keadaan kosong. Namun, ditafsir dari kejadian itu korban mengalami kerugian senilai 15 juta rupiah," terang AKP Dumas Barutu.

Dengan adanya kejadian tersebut, melalui media ini Kapolsek Ngasem menghimbau kepada warga agar selalu waspada apabila terjadi hujan yang disertai angin. Warga diharapkan untuk mencari tempat berlindung yang kokoh dan aman saat terjadi hujan dan angin kencang. (Nik/Lis)

Jalin Silaturrahmi & Komunikasi, Perwakilan PEPC Berkunjung Ke Kantor Media Suara Bojonegoro

    Friday, January 19, 2018   No comments
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Untuk lebih dapat berkomunikasi yang lebih baik lagi dan menjaga hubungan Silaturrahmi,  Perwakilan dari Pertamina EP Cepu (PEPC) diantaranya adalah Pandu Subianto,  Edi Purnomo,  dan Wulan, hari ini berkunjung ke kantor media Online SuaraBojonegoro.com dijalan Monginsidi Bojonegoro, Jum'at (19/1/18).

Pandu Subianto mengatakan bahwa kedatangannya di kantor Media Online SuaraBojonegoro.com untuk meningkatkan komunikasi dan juga Silaturrahmi dengan awak media.

"Meskipun kami sudah sering berkomunikasi,  namun dengan berkunjung akan beda, karena antara kami dari perusahaan Migas dan juga media tidak bisa dipisahkan dalam hal informasi kepada masyarakat," Papar Pandu.

Selama ini,  menurut Pandu bahwa segala kegiatan yang ada di proyek JTB (Jambaran Tiung Biru) untuk ekplorasi Gas memang selalu diinformasikan oleh media di Bojonegoro,  sehingga melalui pemberitaan media membuat masyarakat tahu dari segala hal di proyek JTB.

Rombongan Kunjungan perwakilan PEPC diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi SuaraBojonegoro.com, Sasmito Anggoro,  yang menyampaikan langsung ungkapan terima kasih atas kedatangan Perwakilan PEPC tersebut.

"Komunikasi intens juga akan membuat konfirmasi lebih mudah guna memberikan pemberitaan yang detail di masyarakat," Kata Sasmito.

Sasmito berharap kemudahan komunikasi dengan perusahaan Migas terhadap awak media akan dapat memberikan pemberitaan yang luas dan juga detail untuk dikonsumsi masyarakat,  sehingga dengan kemudahan konfirmasi akan membuat wartawan lebih bisa jelas membuat berita terkait seputar proyek Migas di Bojonegoro.

"Tidak hanya soal beritanya saja,  semoga dengan adanya Proyek JTB akan juga menambah peningkatan kesejateraan masyarakat Bojonegoro," Pungkas Pria yang juga ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Bojonegoro ini. (Nik/Red)

Semakin Canggihnya Alat Komunikasi

    Friday, January 19, 2018   No comments
Oleh : Hartati


suarabojonegoro.com - Berbicara tentang alat komunikasi memang tidak akan pernah ada habisnya. Alat komunikasi dari tahun ke tahun akan selalu mengalami peningkatan. Masih teringat pada zaman dahulu alat komunikasi yang sering digunakan ialah alat-alat tradisional, salah satunya adalah kentongan. Kentongan adalah alat komunikasi yang terbuat dari bambu, penggunaan kentongan dengan cara dipukul.

Kentongan merupakan alat komunikasi yang terbuat dari bambu yang bisa membuat warga menjadi guyub rukun. Karena apabila ketika kentongan tersebut dibunyikan, maka dengan otomatis warga langsung berbondong-bondong menuju ke arah sumber suara, biasanya kentongan diletakkan di pos ronda atau tempat pos penjagaan. Namun sekarang kentongan banyak yang sudah tidak digunakan, mungkin masih digunakan di daerah-daerah pedesaan atau daerah-daerah yang jauh dari kota. Hal ini karena saat ini terdapat alat komunikasi yang lebih canggih, yaitu gadget atau hp. Gadget adalah suatu piranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Namun sebelum gadget ada yang namanya telepon genggam yang berfungsi untuk telepon dan sms. Berbeda dengan gadget, gadget ini lebih luas lagi kegunaannya.

Dengan adanya gadget, orang-orang dalam berinteraksi lebih mudah, cepat, praktis, dan lebih rahasia. Masyarakat tidak perlu tatap muka satu sama lain untuk membicarakan sesuatu. Namun dampak yang ditimbulkan tidak selalu positif, ada juga dampak negatif yang ditimbulkan oleh alat komunikasi yang lebih canggih ini, salah satunya adalah mengurangi kemampuan interaksi sosial masyarakat, menimbulkan rasa malas untuk bersosialisasi dengan orang lain dan lingkungan sekitar.

Bagaimanapun juga, segala bentuk dampak yang ditimbulkan oleh alat komunikasi yang canggih ini positif atau negatifnya tergantung pada bagaimana kita dapat menyaring segala informasi yang kita peroleh dari alat komunikasi tersebut. Dampak yang ditimbulkan setelah penggunaan alat komunikasi, yaitu berasal dari kita si pengguna alat komunikasi tersebut. (*)

*) Penulis adalah Mahasiswi IKIP PGRI Bojonegoro

Ketua Sarbumusi: Kalau Kantor NU Di Pakai Politik Praktis Silahkan Keluar

    Friday, January 19, 2018   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Terkait dengan isu bahwa Kantor Nahdatul Ulama Kabuapten Bojonegoro, dipergunakan sebagai Posko kemenagan salah satu bakal calon Bupati Bojonegoro, mendapatkan tanggapan dari tokoh NU Kabupaten Bojonegoro, Sunaryo Abuma'in. Dirinya menyatakan bahwa Kantor NU bukanlah Kantor Partai Politik. Jumat (19/01/18).

"Sejak awal saya mengharapkan, struktur kepengurusan NU harus dapat mengayomi semuanya (bacabup.red)", katanya.

Pria yang sekaligus sebagai Ketua Badan Otonom (Banom) Sarbumusi (Sarikat Buruh Muslim Indonesia)  NU Kabupaten Bojonegoro, ini secara tegas menyatakan jika ada warga NU yang mendukung salah satu bakal calon Bupati dan wakil Bupati itu adalah hal wajar, namun jika menggunakan simbul institusi itu salah besar.

"Itu malah merusak NU, semua bakal calon itu adalah warga NU secara kultural, walaupun tidak secara kepengurusan, kalau kantor NU di pakai kepentingan Politik praktis silahkan keluar, jangan NU di kotori", ujarnya.                            

Lebih jauh, Pria yang akrab disapa Mbah Naryo, kepada suarabojonegoro.com, menyatakan bahwa NU bukanlah organisasi Politik. Maka dari itu jika NU berpolitik maka akan kembali pada tahun 1972 yang mana di tahun tersebut NU adalah Partai Politik.

Seperti yang diketahui bahwa dalam Pilbup, Kabupaten Bojonegoro, terdapat empat bakal calon Bupati yang akan merebutkan kursi orang nomor satu di Kota Ledre ini. Diantaranya adalah pasangan Anna Muawanah dan Budi Irawanto, yang diusung oleh PDI-P dan PKB, Mahfudhoh dan Kuswiyanto, yang mana pasangan ini diusung oleh PAN, NasDem, dan Gerindra.

Selanjutnya pasangan Basuki dan Pudji Dewanto, yang diusung oleh Gerindra dan PPP, serta pasangan Soehadi Moeljono dan Mitroatin yang diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Golkar. (Bim/red).

Petani Di Balen Geram Dengan Hama Tikus Yang Merusak Tanaman Padi

    Friday, January 19, 2018   No comments

Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Tikus sawah merupakan ancaman klasik bagi tanaman padi para petani. Tak tanggung, hama tikus sawah ini mampu meluluh lantakkan areal persawahan padi yang siap panen.

"Pada masa tanam II OKMAR (Oktober Maret) ini para petani harus mewaspadai serangan hama tikus sawah, khususnya di wilayah Desa Margomulyo Kecamatan Balen," tutur Sukri petugas PPL Margomulyo, Jumat (19/01).

Sukri menambahkan, guna mengantisipasi kerusakan yang ditimbulkan tikus sawah ini kami bekerjasama dengan Babinsa Koramil Balen dan sekitar 30 orang petani. " Dengan melakukan gropyok sawah ini kami berharap dapat mengurangi hama tikus sawah dan juga menjadikan areal sawah padi ini mampu menghasilkan panen padi yang maksimal," tuturnya.

Senada dengan petugas PPL, Pelda Imam Babinsa Koramil Balen mengungkapkan, kegiatan gropyok sawah ini akan rutin kami laksanakan sebagai bentuk pendampingan TNI kepada para petani padi dalam menciptakan Ketahanan Pangan.

"Walaupun dengan peralatan seadanya kami bersama PPL dan para petani padi dapat memaksimalkan hasil tangkapan hama sawah ini. Dengan kerjasama dan komunikasi yang intens semoga dapat menjadikan suntikan semangat bagi para petani dalam meningkatkan kuantitas dan mutu hasil panen padi di wilayah Kecamatan Balen," pungkasnya.

Nardi, salah satu petani yang mengikuti kegiatan tersebut menambahkan, upaya perang terhadap hama tikus sawah ini merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan hasil panen kami.

"Dengan adanya pendampingan dari Babinsa Koramil Balen dan petugas PPL secara berkelanjutan kami optimis akan mendapatkan hasil panen terbaik tahun ini. Sebagai buktinya dalam gropyok sawah bersama ini kami berhasil menangkap sekitar 40 ekor tikus dengan peralatan seadanya," tutup Nardi. (Nik/Lis)

Wakili Polda Jatim, Polres Bojonegoro Raih Juara II Di Lomba Polmas Award Kapolri

    Friday, January 19, 2018   No comments
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Setelah melalui serangkaian tahapan perlombaan, Polda Jatim akhirnya meraih juara II dalam lomba Pengembangan Pemolisian Masyarakat (BANG POLMAS) Piala Kapolri yang tahun ini merupakan tahun 2017/2018 ke-4 yang diadakan di Ruang Pusdalsis Sops Polri Lantai 5 Gedung Utama Mabes Polri pada hari Kamis (18/01/2018) pagi tadi. Dalam perlombangan Bang Polmas Final kali ini diikuti oleh 5 peserta dari 5 Polda yang sementara kali ini Polres Bojonegoro mewakili Polda Jatim.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kabaharkam Polri sebagai ketua Tim Juri Final Lomba Bang Polmas bersama dengan Manajer JICA (Japan International Cooperation Agency), Kalemdiklat yang diwakili Karo Jianbang Lemdiklat Polri, Asrena Kapolri yang diwakili Karo RBP, As SDM Kapolri, Karojianstra SSDM Polri, Kakorbimas Baharkam Polri, Dirbintibmas Baharkam Polri, Kasubdit Binpolmas, seluruh finalis dari 5 Polda baik Polda Riau, Jatim, Metro Jaya, Sultra dan Sulteng. Dalam lomba final tersebut disiarkan secara live melalui video conference yang diikuti oleh seluruh jajaran Dirbinmas Polda se Indonesia.

Dijelaskan pula baha penilaiannya tim pemapar dibagi menjadi tiga pemapar antara lain Dirbinmas/wadir, Kapolres/waka dan Bhabinkamtibmas masing masing selama 10 menit yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab atau pendalaman. Jadi pemenanganya merupakan hasil kolaborasi penilaian dari nilai  tiga pemapar tersebut.

Selain itu juga, Kapolres mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolda Jatim yang telah memberikan kesempatan untuk mewakili Polda Jatim dalam perlombaan Polmas piala Kapolri 2017/2018 ke-4 tersebut. Selain itu Kapolres juga mengucapkan terimakasih kepada tim yang telah bekerja keras sehingga selama perlombaan dapat menyajikan materi yang terbaik.

"Alhamdulillah kami meraih juara II, terima kasih kepada seluruhnya yang telah memberikan dukungan serta doa sehingga semua berjalan dengan sukses dan lancar selama perlombaan", ungkap Kapolres.

Kapolres juga menambahkan bahwa pada sesi penyisihan sebelumnya yang diikuti oleh 31 Polda seluruh Indonesia pada bulan November yang lalu Polda Jatim masuk dalam 10 besar yaitu peringkat ke-7. Setelah masuk peringkat ke-7, pada bulan November yang lalu dihadapan para juri di babak semi final Polda Jatim meraih juara II.

"Semua usaha, kerja keras dan kerja cerdas telah kami berikan untuk Polda Jatim menjadi yang terbaik, namun apa boleh buat kami hanya mampu meraih juara II", imbuh Kapolres.

Setelah ditetapkan menjadi Juara II, para juara lomba yang masuk 5 besar nantinya akan mengikuti studi banding di Jepang mengenai teknik Polmas di Kepolisian Jepang. Adapun susunan 5 besar juara lomba Bang Polmas yaitu untuk Juara 1 diaraih Polda Riau, Juara II diraih Polda Jatim, Juara III diraih Polda Metro Jaya, Juara IV diraih Polda Sulawesi Tengah dan Juara V diraih Polda Sultra.

"Seluruh peserta yang masuk 5 besar akan diberikan kesempatan untuk studi banding Bang Polmas di Jepan", pungkas Kapolres. (Nik/Lis)

Kids Zaman Now

    Friday, January 19, 2018   No comments
Oleh : Ika Vya Diani

suarabojonegoro.com - Dari segi bahasa kids dan now merupakan kaa yang berasal dari bahasa Inggris. Kids artinya anak-anak , dan now  artinya sekarang. Yang menjadi aneh kedua kata tersebut justru di gabung kedalam satu kalimat  dengan kata ‘zaman’ yang berasal dari bahasa Indonesia.Tapi inilah yang membuatnya menjadi lucu. Kids  Zaman Now makdsudnya anak-anak zaman sekarang .

Anak jaman sekarang atau akhir-akhir ini di sebut kids  zaman now yang sedang viral ini awalnya diunggah oleh akun palsu dengan nama Seto Muliyadi. Kita ketahui Seto Muliyadi adalah pemerhati dan psikolog anak.

Lalu apakah benar banyak mengkonsumsi micin itu bikin kita bodoh?. Paradigma muncul dimasyarakat teryata salah. Micin mengandung zat yang disebut dengan Glutamat. Glutamat merupkn asam Amino yang dibutuhkan oleh tubuh yang berperan penting membentuk protein.

Kemudian apabila kids zaman now mengkonsumsi micin apakah tidak boleh diperbolehkan menurut World Health Organization (WHO) micin akan aman dikonsumsi jika tidak melebihi 6 gram perhari.

Mungkin penyebab anak-anak terlihat bodoh terutama kids zaman now yang sering dikaitkan dengan generasi micin yaitu rusaknya pergaulan kemudian mereka bergaul sudah keluar dari frame pergaulan yang sebenarnya. Usia tidak menjadi penghalang untuk bergaul  bagi mereka, tidak mempunyai etika dll yang sedang marak sekarang ini bersumber dari pergaulan bebas dan kurangnya peran orang tua dalam mendidik dan mengawasi anak-anaknya.

Di zaman now jadi remaja serba susah persepsi buruk masyarakat menempatkan remaja sebagai penghancur dunia. Padahal remaja itu masa pencarian jati diri, makanya sering sekali mencoba-coba. Rasa ingin tahu semuanya berjalan benar. Adakalanya berujung pada pemberitaan banyaknya remaja yang suka tawuran, narkoba, pencurian pacran yang melewati batas.

Ada apa dengan generasi kids zaman now ? apakah mereka mencari perhatian lebih melalui media sosial atau ingin terkenal menjadi bintang sosmed. Tentunya kita diciptakan untuk meraih sebuah tujuan mulia dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah  kepadaku. (Adz Dzariyat:56).

*) Penulis adalah Mahasiswi IKIP PGRI Bojonegoro
Foto Ilustrasi: bforbel.com

Jelang Pilkada, Proyek J-TB Tak Boleh Dicampuri Urusan Politik

    Friday, January 19, 2018   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com  - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bojonegoro, beredar isu adanya sejumlah orang yang berkepentingan dalam proyek Gas Jambaran Tiung Biru (J-TB) terjun langsung ambil peran dalam kontestasi Pilbup Bojonegoro. Isu tersebut setiap hari semakin santer. Diduga mega proyek yang berada di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem ini menjadi perebutan antar tokoh elit politik.

Namun, hubungan antara politik dan proyek harus dibedakan. Hal itu seperti yang disampaikan oleh PGA & Relation PEPC di Bojonegoro, Kunadi. Pria yang kerap disapa Pak Kun ini mengatakan, soal politik dan proyek harus dibedakan, hal itu sudah ada himbauan dari Jajaran Direksi Pertamina.

"Direksi Pertamina sudah berpesan kepada seluruh pekerja Pertamina agar dapat memisahkan antara kepentingan politik dan kepentingan pribadi," papar Pak Kun kepada suarabojonegoro.com. 18/1).

Sehingga, katanya, progres pengerjaan proyek J-TB yang akan digarap oleh konsorsium PT Rekind-JGC ini dapat berjalan sesuai harapan.

"Diharapkan dapat bersikap dan bekerja secara profesional tanpa mempengaruhi kinerja atau kemajuan Project JTB," imbuhnya.

Diketahui bersama, pada tanggal 27 Juni mendatang akan digelar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro secara langsung. Ada 4 pasangan calon yang sudah mendaftarkan diri di KPU Bojonegoro. Yakni paslon Mulyo-Atine, Mahfudhoh-Kuswiyanto, Basuki-PD, dan Anna-Wawan.

Diprediksi, dalam kontestasi tersebut sudah mulai ada gerakan politik ditingkat bawah hingga nasional. Mesin-mesin partai mulai dihidupkan, menata massa. Strategi-strategi politik mulai gencar kumandangkan. Semakin membuat dinamis suasana politik di Bumi yang kaya akan sumberdaya alam Minyak dan Gas Bumi ini. (Wan/Red)

Thursday, January 18, 2018

Enam Penjual Miras Ini Jalani Sidang Tipiring

    Thursday, January 18, 2018   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Bertempat di Pengadilan Negeri Kabupaten Bojonegoro, hari ini enam terdakwa penjualan minuman keras tanpa ijin dari Polres Bojonegoro. Sidang yang digelar sekitar Pukul 11.00 WIB dan selesai sekitar Pukul 13.00 WIB. Adapun untuk Nomor perkara 8 / Pid.C / 2018 /PN Bjn sampai dengan nomor 10 /Pid.C / 2018 / PN Bjn. Kamis (18/01/18).

Dalam sidang tersebut dipimpin oleh Hakim Tunggal Isdaryanto dengan Panitera Pengganti Titiek BPS, masing-masing terdakwa Eni, Jarmi, Istiqomatul luklu'ah.

"Masing-masing dijatuhi denda Rp200 ribu subsider 7 hari kurungan", kata Himas Pengadilan Negeri Kabuoaten Bojonegoro.

Sedangkan Nomor 11 / Pid.C / 2018 / PN Bjn sampai dengan nomor 13 / Pid.C / 2018 / PN Bjn, sidang dipimpin Hakim Tunggal Agung Nugroho S.S.  dibantu panitera pengganti Kusaeri.

"masing-masing dijatuhi pidana denda Agus H, Rp500 ribu subsider 1 Bulan, Joko U, Rp200 ribu subsider 14 hari kirungan, dan Sopoyono Rp350 ribu, subsider 21 hari kurungan", ujarnya.

Dalam hal ini Isdaryanto, menyatakan bahwa para terdakwa masing masing dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ringan (Tipirin) melanggar Pasal 19 ayat (1) jo pasal 38 Ayat (1) Perda Kab Bojonegoro No. 15 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. (Bim/red).

Kelas Motivasi Bersama Siswa-Siswi MA Atanwir

    Thursday, January 18, 2018   No comments
Reportet: M Abid Amrullah

suarabojonegoro.com - Siswa siswi kelas 3 Madrasah Aliyah Islamiyah Attanwir pada hari ini kamis (18/01/2018) mendapatkan bimbingan dan motivasi yang di selenggarakan oleh Kelas Motivasi STAI ATTANWIR Talun, Sumberrejo, Bojonegoro.
Acara ini bertempat di lapangan Talun, Kegiatan yang di mulai pukul 07:30 WIB hingga pukul 11:00 WIB ini membawa pengaruh dan juga motivasi yang sangat besar bagi siswa siswi kelas 3 Madrasah Aliyah yang notabene sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional. kamis (18/1/18).

Salah seorang siswa, Muhammad Malik Al-Sholeh mengatakan bahwa kelas motivasi yang berlangsung pada hari sangat menyenangkan dan juga menghibur serta tidak meninggalkan unsur-unsur kekompakan, kedisiplinan dan kepercayaan diri bagi peserta-pesertanya walaupun kondisi langsung di bawah terikat matahari tidak menjadi alasan bagi siswa “sangat seru, menyenangkan serta melatih diri kekompakan antar siswa,"  tuturnya.


Malik sapaan akrabnya, ia juga menambahkan agar agenda kelas motivasi bisa menjadi agenda rutinan di tiap lembaga pendidikan. "Kelas motivasi ini perlu di agendakan untuk kedepannya," Kata Malik.

Selaku Dosen dan juga pembimbing kelas motivasi Indah Fajrotuz Zahro, M.Psi mengatakan bahwa kelas motivasi hari ini yang di hadiri sebagain dari kelas XII putra putri yang berjumlah 260 siswa serta dari tim kelas motivasi yang berjumlah 30 anggota dengan 6 permainan, 3 permainan inti dan 3 permainan tambahan berjalan dengan lancar dan siswa sangat antusias serta bahagia dengan kehadiran tim kelas motivasi “siswa siswi sangat antusias dengan adanya kelas motivasi ini sebgai media silaturahmi dan berbagai kebahagiaan antar MA ATTANWIR dengan STAI ATTANWIR, " Papar Indah Fajrotus.

Indah Fajrotus juga menambahkan bahwa acara kali ini mengambil tema kekompakan antar siswa mengingat kekompakan antar siswa sekarang ini sudah mulai memudar dengan seiringnya zaman “acara hari dengan tema kekompakan antar siswa atau antar anggota serta sebagai media silaturahmi “ imbuh ibu Dosen Cantik tersebut.

Kelas  motivasi ini adalah tim yang siap untuk memotivasi dan juga memberikan bimbingan bagi siswa maupun anggota yang ingin bersama-sama belajar dengannya, dari tim pun juga memberikan kesempatan yang selebar – lebarnya bagi instansi maupun lembaga pendidikan yang ingin mengundang tim kelas motivasi STAI ATTANWIR Talun Sumberrejo.

“Bagi sekolah maupun lembaga yang ingin belajar bersama dengan kami, dari pihak kelas motivasi sangat bersedia untuk hadir dan juga belajar bersama," tutur pimpinan kelas motivasi tersebut.  (Bid/Red) 

Kolaborasi Unigoro-Lesbumi dalam Sastra Pelataran sebagai Wadah Mahasiswa Berkesenian

    Thursday, January 18, 2018   No comments

suarabojonegoro.com - Sastra Pelataran goes to Campus yang berlangsung di Universitas Bojonegoro, Rabu (17/01) malam kemarin sukses dilaksanakan. Ratusan orang berbondong-bondong datang dan memadati hall Universitas Bojonegoro untuk menikmati sajian seni dan budaya ini.

Kegiatan Sastra Pelataran yang mengusung "Seni Tradisi di Zaman Milenial" merupakan hasil kolaborasi Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (LESBUMI) Bojonegoro dengan UKM Kesenian Unigoro.

Musikalisasi Puisi, Dramatisasi Puisi "Lautan Jilbab", Musik Hadrah, Tari Sufi hingga Diskusi Budaya menjadi sajian dalam Sastra Pelataran malam kemarin.

Acara yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB tersebut turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Arif Januarso, S.Sos. M.Si, Rektor Universitas Bojonegoro, Slamet Kyswantoro, SE, MM, dan para dosen Unigoro yang juga turut serta membacakan puisi.

Hadir juga beberapa tamu undangan, para seniman dan budayawan, jurnalis, mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan pertunjukan seni itu.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Arif Januarso, S.Sos. M.Si mengapresiasi kegiatan kesenian Sastra Pelataran yang berlangsung di Unigoro tersebut dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan.

Ia juga mengatakan bahwa Universitas Bojonegoro memfasilitasi kesenian untuk para mahasiswa melalui UKM Kesenian yang dapat menjadi wadah kegiatan seni dan budaya.

"Unigoro mengapresiasi kegiatan Sastra Pelataran, kesenian dan budaya harus dikenali terutama untuk generasi saat ini. Melalui UKM Kesenian, Unigoro berusaha untuk tetap menghidupkan kegiatan seni dan budaya khususnya bagi para mahasiswa," ujarnya.

Sementara itu, Pembina UKM Kesenian Universitas Bojonegoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc mengaku cukup puas dengan kegiatan malam kemarin.

Meski persiapannya tidak panjang, semua divisi di UKM Kesenian Unigoro bisa berkolaborasi secara apik dengan para seniman dan budayawan Bojonegoro dalam Sastra Pelataran kemarin.

"Kami ingin terus belajar bersama para pegiat seni budaya di luar kampus, kolaborasi adalah salah satu cara kami untuk terus berkembang," ungkap Ketua LPPM Unigoro tersebut.

Pementasan Sastra Pelataran malam kemarin merupakan yang ke-15 diselenggarakan di Universitas Bojonegoro dan kedepan diharapkan akan tetap berlangsung. (Lis)

Rektor Unigoro Berharap Pemerintah Tak Pilih Kasih Untuk Majunya Pendidikan

    Thursday, January 18, 2018   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Rektor Universitas Bojonegoro (Unigoro), Selamet Kyswantoro, kepada media suarabojonegoro.com, memberikan pendapatnya terkait dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Pria asal Madura ini menyatakan bahwa pemimpin mulai dari Kepala Desa hingga Presiden, selalu yang dibangun adalah pembangunan fisik. Dan hanya sekedar memenuhi janji-janji kampanye. Kamis (18/01/18).

"Kalau dihitung seberapa sih umurnya, investasi fisik itu kan pendek. Tapi mana Sumber Daya Manusia, makanya tambah lama Indonesia tingkat pendidikannya yang dulu Negara Malaysia belajar ke kita tapi sekarang kita yang belajar ke Malaysia. Kenapa kita tidak pernah membangun SDM", katanya.

Pria kelahiran 60 tahun silam ini menyatakan harus ada suport dari Pemerintah untuk memajukan pendidikan Menegah maupun pendidikan tinggi.

"Tidak pilih kasih, contohnya saya melihat bea siswa dari Pemkab itu kan banyak tapi kenapa harus AKN yang paling banyak, padahal AKN itu perguruan tinggi yang tidak jelas", ujarnya.

Tetkait hal tersebut dirinya menegaskan bahwa ia pernah hearling dengan pihak AKN, disaat itu pihaknya mempertanyakan SK Dikti.

"AKN di Bojonegoro, adalah perkuliahan PDD, yakni Perkuliahan Diluar Domisili, Polinema Malang di Bojonegoro", tambahnya.

Dalam ini dirinya pun juga mempertanyakan terkait Nomor Induk
Dosen Nasional (NIDN). Jika tidak memeliki NIDN ini maka tidak diperbolehkan untuk mengajar.

"Kalau memiliki NIDN baru boleh mengajar se-Indonesia", jelasnya.

Pria dengan tiga anak ini menambahakan jika, seorang Dosen tidak diperkenakan merangkap sebagai seorang Guru. Hal ini dikarenakan seorang Guru memiliki Nomor Unit Tenaga Kependidikan (NUTK).

"Siapapun nanti yang terpilih menjadi Bupati Bojonegoro, maka harus lebih memperhatikan dan lebih mempedulikan dunia pendidikan yang harus lebih ditingkatkan. Tidak hanya berupa omongan saja, tetapi realitasnya seprrti apa sih sebenarnya. Kalau ingin Bojonegoro, Sehat, Cerdas maka dunia pendidikan harus lebih diperhatikan", pungkasnya. (Bum/red).

MENGADUK KOPI DENGAN KONEKSI

    Thursday, January 18, 2018   No comments
Oleh : M Abid Amrullah 

suarabojonegoro.com - Masyarakat Indonesia yang memiliki begitu banyak keanekaragaman yang luar biasa baik dari tradisi, kesenian, budaya dan lain sebagainya. Nenek moyang kita menciptakan sebuah tradisi ataupun budaya bukan lain sebab di dalamnya selalu di selipkan sebuah  pesan maupun tujuan yang baik. Semua budaya bisa ada sekarang sebab dahulu kala pernah terjadi dan kita sebagai masyarakat setelahnya di tuntut untuk bisa melestarikannya. Seperti halnya budaya masyarakat Indonesia yaitu ngopi.

Ngopi adalah sebuah istilah bagi aktivitas sekelompok orang pecinta kopi. Dimana kebanyakan dari mereka menikmatinya di sebuah tempat atau warung sembari berdiskusi ataupun berbincang-bincang dengan sesama. Tetapi istilah ngopi sekarang sudah tidak terprioritas pada minum kopi saja, ngopi menjadi istilah bagi sekelompok orang untuk berkumpul walau di situ tidak semua menikmati kopi.

Kopi tak pernah sekali pun ia memilih siapa yang layak untuk menikmatinya. karna baginya kopi kita semua sama, bahkan secangkir kopi bisa tak terbeli saat hangatnya  persahabatan dan persaudaraan. Kebersamaan dapat di rasakan ketika duduk berkumpul bersama dalam satu majelis.

Perkataan anak jaman sekarang “kuat di lakoni nek gak kuat tinggal ngopi “ melihat dari perkataannya tergambar begitu mudahnya untuk berputus asa. Tak ada semangat juang untuk mencapai apa yang di inginkan, jika tidak mampu ya di tinggal ngopi saja. Menandakan kelemahan dalam berusaha dan berupaya.

Di sisi lain kehadirannya juga memunculkan semangat baru, semangat yang mulai kendor di saat kelelahan mulai menerjangnya. Memberi suntikan nyawa baru ketika kehangatannya mulai dirasa.
Sebuah kopi biasanya tak bisa di pisahkan dari patner setianya yaitu rokok. Kebanyakan dari mereka pecandu kopi ia pun juga perokok  Aktif maupun pasif. Walau ada juga sebagian kecil yang tidak merokok.

 Ngopi sebuah aktivitas yang bisa di katakan rutinitas setiap saat. Bagi pecandunya terasa ada yang kurang apa bila dalam sehari saja belom ngopi. Kopi mendarah daging pada pecintanya seakan tak ada hari tanpa secangkir kopi.
Perbedaan pun mulai nampak di saat ngopi, jaman dulu ngopi menjadi aktivitas dan rutinitas kebanyakan orang-orang tua. Rame, gaduh, banyak omongan itu sudah menjadi ciri khas warung kopi orang tua jaman dulu. Dulu warung kopi terpenuhi wajah-wajah tua.

Tetapi berbeda halnya dengan dewasa ini. Budaya ngopi menjadi ciri khas anak jaman sekarang. Mereka dengan umur yang masih muda seperti itu menganggapnya ngopi sebagai rutinitas bahkan menjadi hal yang wajib untuk seumuran mereka . Bahkan sampai bisa melupakan kewajibannya sebagai seorang pelajar. Dan apabila kita perhatikan anggota jamaah ngopi sekarang ini kebanyakan adalah anak-anak muda, jumlahnya lebih mendominasi di bandingkan dengan orang tua. Bahkan seusia anak SMP sudah menjadikan ngopi sebagai rutinitasnya.

Tetapi di sadari atau tidak bahwa yang mereka cari bukanlah semata-mata kopi ataupun diskusi, melainkan sebuah koneksi wifi. Bagaimana nasib negri ini di masa yang akan datang sedang Generasi penerus bangsa di masa mudanya di sibukkan dengan bersantai ria sekedar ngopi untuk sarana mencari fasilitas wifi gratis yang di sediakan warung-warung atau kafe.
Bahkan sering kita jumpai anak-anak sekolah yang bersantai-santai layaknya orang tanpa beban dan tanggung jawab berada di warung kopi wifi pada jam-jam sekolah. Siapakah yang salah di sini? Apakah pihak sekolah ataukah peran orang tua.

Sedangkan anak begitu menikmati kesibukannya di warung wifi tanpa memikirkan tanggung jawab dan tugasnya sebagai seorang pelajar.

Bukan berarti pelajar tugasnya harus belajar terus dan tak boleh melepas penat dengan sekedar ngopi. Tetapi ada waktu dan juga batasan-batasannya, bukan malah melalaikan perihal kewajibannya. Seperti halnya di saat malam hari ketika seorang pelajar biasanya mengerjakan pekerjaan rumah atau PR dan menyiapkan pelajaran besok di sekolah bukan malah begadang hingga larut malam bahkan hingga pagi dengan tujuan yang tak jelas, sekedar ngopi dan bungkam di jejal koneksi.

Ada juga yang bilang tatkala ngopi wifi ia sedang mencari koneksi untuk mengerjakan tugas sekolahnya. Tidak ada yang salah dari sini tetapi kenapa waktu yang mereka gunakan di saat-saat yang tidak tepat. Di jam sekolah, di malam hari hingga larut bahkan pagi.

Tidak ada larangan bagi mereka jika hanya sekedar ngopi dan juga mencari koneksi wifi, tapi juga harus di perhatikan tentang waktu dan juga kewajibannya yang lain. Yang terpenting jangan sampai melalaikan kewajibannya sebagai seorang kader penerus bangsa. Kehidupan mereka masih panjang bukan hanya duduk depan cangkir saja, ada kegiatan lain yang lebih bermanfaat di luaran sana di banding hanya dengan duduk bersimpuh menyembah cangkir dan memuja koneksi serta menuhankan hp. (*)


*) Penulis mahasiswa STAI ATTANWIR Bojonegoro program studi Bimbingan Konseling Islam semester 1

Universitas Bojonegoro, Gelar Sastra Pelataran

    Thursday, January 18, 2018   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Malam hari ini bertempat di Gedung Hall Universitas Bojonegoro, Jalan Lettu Suwolo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, para seniman, mahasiswa, Dosen dan Masyarakat berkumpul guna mengikuti acara kesenian Sastra Plataran. Acara yang digelar oleh Unit Kerja Mahasiswa (UKM) yang mana dalam hal ini bekerjasama dengan Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi). Kamis (17/01/18).      

Ketua Lesbumi, Fauzi zam-zam dalam sambutannya menyatakan bahwa acara Sastra Pelataran Seni Tradisi ini merupakan agemda rutin yang diselenggarakan disetiap bulannya.

"Acara ini diselenggarakan rutin tiap bulan, dan acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan dinas-dinas Pemkab", katanya.
Pada kesempatan ini Fauzi zam-zam memgapresiasi UKM Kesenian Unigoro, yang mana telah sukses mengadeng media dalam mensosialisasikan kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah, kami mengapresiasi teman-teman UKM Kesenian Unigoro, yang mana telah sukses mensosialisasikan kegiatan malam ini", ujarnya.
                                                                   
Dikesempatan yang sama, Rektor Unigoro, Selamet kyswantoro, dalam sambutannya menyatakan bahwa dengan diselenggarakannya Sastra Plataran ini para mahasiswa dapat belajar serta memaknai semua yang terdapat di dalamnya.

"Kalau saya melihat dan saya tidak menyalahkan siapa-siapa, bahwa generasi sekarang telah hilang unggah-ungguh dan tata krama yang sudah mulai hilang", katanya.

Diakui atau tidak, lanjut pria yang akrab di sapa Pak Selamet, hal ini dikarenakan ada satu mata pelajaran baik ditingkat SD, SLTP, maupun SMA ang telah hilang.

"Salah satunya adalah Sastra, kalau saya masih ada mata pelajaran Budi Pekerti", ujarnya.

Sementara itu Arief Januarso, selaku Ketua Yayasan Suyitno, mengapresiasi serta berterimakasih kepada Lesbumi. Yang mana pada acara Sastra Plataran kali ini bertempat di Universitas Unigoro.

"Dengan adanya kegiatan adanya kegiatan Sastra Plataran di Unigoro ini harapan kami para mahasiswa yang mengikuti UKM kesenian dapat menyalurkan bakatnya", katanya.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan tersebut para Mahasiswa
Universitas Bojonegoro dapat belajar tentang bagaimana mengemas suatu pertunjukkan dengan baik dan bagaimana cara tampil dengan baik. (Bim/red).

Wednesday, January 17, 2018

Tipu Nasabah Mantan Karyawan Dealer Ini Diganjar Hukuman 3 Tahun Penjara

    Wednesday, January 17, 2018   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Eks salah satu karyawan dealer terkemuka di Kabupaten Bojonegoro, pada hari Rabu, 17 Januari 2018. Dalam sidang pembacaan tersebut terdakwa atas nama CH nomor register perkara 326 / Pid.B / 2017 / PN Bjn. Dengan agenda sidang pembacaan Putusan divonis hukuman tiga tahun penjara.
                                                                     
Sidang yang digelar pada Pukul 11.00 WIB tersebut dengan susunan Majelis Hakim Betsjie Siske Manoe sebagai Hakim Ketua majelis, Nurjamal dan Isdaryanto, yang mana masing-masing sebagai hakim anggota, Titiek BPS sebagai panitera pengganti, sedangkan Imron Mashadi, duduk sebagai Penuntut Umum.

"Terdakwa dalam perkara ini didakwa dengan dakwaan alternatif Kesatu melanggar Pasal 372 KUHP atau kedua melanggar Pasal 378 KUHP.
Terdakwa didakwa melakukan penggelapan atau penipuan terhadap korban Wahyudi yang melakukan pemesanan pembelian secara tunai satu unit Kijang Innova baru, namun oleh terdakwa dibelikan secara kredit", kata Isdaryanto, selaku Humas Pengadilan Negeri, Kabupaten Bojonegoro.

Dari total uang 320.000.000 yang telah dibayar lunas oleh korban, namun oleh terdakwa hanya dibayarkan sebesar 108.000.000 sebagai uang muka. Dan terdakwa sempat dibayarkan 7 kali angsuran, selebihnya dipergunakan untuk keperluan pribadi terdakwa.

Dalam persidangan tersebut Majelis Hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan melanggar pasal 372 KUHP dan menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun.

"Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan", ujarnya.

Atas putusan tersebut baik terdakwa maupun Penuntut Umum masing-masing menyatakan menerima Putusan. Adapun yang menjadi pertimbangan Majelis Hakim dalam menjatuhkan putusan tersebut adalah Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, terdakwa telah menikmati hasil perbuatannya. Serta hal yang meringankan adalah, terdakwa bersikap sopan di dalam persidangan, terdakwa mengakui perbuatannya, terdakwa belum pernah dihukum.

"Dan terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi", pungkasnya. (Bim/red)