Berita Terbaru

PWB Juga Laporkan Staf Ahli Bupati Bojonegoro

Editor : Sasmito Anggoro, Sabtu, 29 November 2014 12.15

SuaraBojonegoro - Setelah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kemarin mendatangi Polres Bojonegoro, hari ini, sabtu (29/11/14), Yayasan Persatuan Wartawan Bojonegoro (PWB), juga melayangkan surat laporan atas Tindakan Kusbiyanto Staf Ahli Pemkab Bojonegoro, ke Polres Bojonegoro dengan tembusan ke Kapolda serta ke lembaga Pers dan Dewan Pers di Jakarta.

Reino Pareno, Ketua Yayasan PWB mengatakan bahwa Sehubungan dengan komitmen PWB untuk melakukan advokasi terhadap seluruh wartawan yang mempunyai wilayah liputan di Kabupaten Bojonegoro, dan menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah, Bahwa peristiwa yang menimpa RR Wartawati Media Suarabanyurip sangat berdampak negatif bagi kelangsungan insan Pers, Independensi Pers dan menodai profesionalitas kinerja Pers.

Bahwa dari hasil diskusi dan investigasi yang telah PWB lakukan, maka tindakan yang menimpa RR adalah sebuah tindakan yang melecehkan profesi wartawan. Secara umum, peristiwa yang menimpa RR adalah Tindakan Kusbiyanto (saat ini adalah staf ahli Bupati Bojonegoro) adalah perbuatan asusila di muka umum yang sangat merendahkan martabat seorang wanita dan berdampak terhadap profesi kewartawanan.

"Dampak yang mungkin terjadi adalah, adanya opini publik yang merendahkan wartawan saat berhadapan dengan narasumber," Jelas Reino Pareno.

Reino juga menjelaskan bahwa Tindakan yang dilakukan oleh pelaku terhadap RR bisa menjadi preseden buruk dari sudut pandang etis pejabat publik. Terlebih dilakukan terhadap wartawati yang sedang menjalankan profesinya.

"Oleh karenanya, perkara ini perlu mendapatkan atensi khusus," Tambahnya.

Tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh pelaku menyebabkan terhambat dan/atau terhalangnya hak-hak RR untuk mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi serta mengancam kemerdekaan Pers.

Bahwa berdasarkan fakta yang ada serta mengingat ketentuan Pasal 18 ayat (1) juga Pasal 4 ayat (3) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, maka tindakan pelaku juga melanggar ketentuan dimaksud.

"Oleh karena itu, tanpa ada maksud intervensi kepada institusi terkait, mohon kiranya selain pidana umum, pidana pers juga dipertimbangkan. Sebagai bahan pertimbangan," Lanjutnya. (Nella)

2014, 489 Masyarakat Bojonegoro Positif Terjangkit HIV / AIDS

SuaraBojonegoro - Entah berkaitan dengan masuknya industrialisasi migas di Bojonegoro ataupun tidak, namun pengidap penyakit virus HIV / AIDS di Bojonegoro bisa terbilang tinggi dibanding luas kabupaten yang termasuk tidak begitu luas. Sabtu (29/11/14)

"Sampai akhir bulan Novemer 2014 tercatat 489 penderita HIV / AIDS hingga 89 penderita sampai kematian," ungkap dr Wheny Dyah Prajanti selaku Kasi pengendalian penyakit dinas kesehatan kabupaten Bojonegoro.

Menurut dr Wheny, jumlah total penderita HIV / AIDS dari tahun 2002 saat pertama kali ditemukan masyarakat Bojonegoro ada yang terjangkit virus hingga akhir november 2014 sudah ada 489 yang positiv mengidap penyakit menular ini dan 89 orang telah meninggal dunia karena kurangnya perhatian dari dirinya atau lingkungannya terhadap penyakit yang diidap sehingga membuat virus semakin menyebar ditubuh dan mengakibatkan kematian.

"Memang penyakit HIV / AIDS tidak bisa disembuhkan namun bisa ditekan dengan perawatan rutin dari medis hingga virus tersebut tidak terlihat oleh ilmu medis," himbau dr Wheny.

Menurut dr Wheny rata-rata mereka yang terjangkit virus mematikan ini sebagian besar dari orang yang pernah bekerja di luar jawa hingga luar negeri, "mungkin tertular disana dan membawa pulang penyakit dan ditularkan kepada suami/istrinya sehingga sampai ada anak usia 0 yang terkena virus ini," tandasnya.

Dr Wheny juga menambahkan untuk masyarakat yang terkena penyakit HIV / AIDS menyebar diseluruh kecamatan ada namun yang paling menonjol ada di kecamatan Dander, Bojonegoro. (Nella)

Polres Tangkap Pelaku Curanmor Buron 1 Tahun

Editor : Sasmito Anggoro, Jumat, 28 November 2014 17.06

SuaraBojonegoro - Kepolisia resort (polres) Bojonegoro berhasil mengkap tersangka tunggal kasus curanmor yang sudah menjadi buronan selama 1 tahun, seperti yang di reliase polres Bojonegoro Jum'at (28/11/14), tepatnya 13 desember 2013 pelaku melakukan aksinya dan langsung melarikan diri di Sampang Madura.

"Tersangka berhasil ditangkap saat pulang kampus, dan penangkapan dilakukan tanggal 20 november 2014 kemaren," kata kasat reskrim polres Bojonegoro, AKP Ponzi Indra.

Menurut Ponzi, modus yang digunakan tersangka curanmor yaitu membakar kabel dan kembali menyambungnya ketika sudah jauh dari keberadaan korban, penangkapan ini berhasil menyita barang bukti satu buah unit motor yamaha vixion.

"Ini merupakan tersangka baru yaitu HM 27 tahun alamat desa Wotan kecamatan Sumberejo," tandas AKP Ponzi.

Lanjut Ponzy, TKP curanmor berada di desa Sumuragung kecamatan Sumberejo, saat di parkir korban Zainal Abidin memarkirkan sepeda motornya di depan depan rumah Askan dan saat situasi lenggang pelaku langsung melakukan aksinya.

"Tersangka dikenakan Pasal 363 ayat 1 tentang curanmor dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara," pungkas kasat reskrim polres Bojonegoro. (Nella)

6 Balita di Bojonegoro Terjangkit Penyakit HIV/AIDS

SuaraBojonegoro - Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit yang dianggap menjijikan dan mematikan bagi penderitanya namun bagaimana jika penyakit ini diderita oleh kalangan usia dini mulai dari 0 hingga 5 tahun, apakah anak usia dini ini melakukan hubungan sex bebas (free sex) tentu tidak mungkin. Jum'at (28/11/14)

Untuk diwilayah Bojonegoro ada sekitar enam balita usia 0 hingga 5 tahun yang sudah positiv mengidap penyakit HIV/AIDS hal ini menjadi bebas kepada dinas kesehatan kabupaten Bojonegoro untuk memperhatikan masa depan anak yang terjangkir virus mematikan ini, hal ini diungkapkan dr Wheny Dyah Prajanti selaku Kasi pengendalian penyakit dinas kesehatan kabupaten Bojonegoro.

Menurut dr Wheny tentu saja mereka mengidap penyakit ini bukan lantaran karena pergaulan bebas karena mereka masih dibawah umur namun rata-rata mereka mengidap penyakit ini merupakan faktor keturunan dari ibu yang mengandung.

"Karena memang kesadaran masyarakat pengidap HIV/AIDS untuk melakukan perawatan rutin sangat kecil," katanya.

dr Wheny juga mengatakan untuk balita yang terjangkit penyakit ini sebenarnya ada dibeberapa kecamatan terutama dikecamatan Dander Bojonegoro yang memang terbanyak orang dewasa yang mengidap penyakit HIV/AID.

"Untuk penyembuhan tidak ada obatnya namun perawatan secara rutin mampu menekan virus-virus tersebut agar tidak terlihat oleh medis," tandasnya.(Nella)

Curah Hujan Tinggi Diprediksi Akan Datang Di Awal 2015

SuaraBojonegoro- Kepala Unit Pelaksana teknis (UPT) PSAWS Bojonegoro, Hirnowo mengatakan meskipun sekarang ini sudah memasuki musim penghujan di bulan November dan Desember mendatang di prediksi curah hujan masih belum terlalu tinggi, dan curah hujan tinggi baru akan terjadi di bulan Januari hingga bulan Februari di tahun 2015 nanti.

“Curah hujan tinggi kita prediksi akan jatuh pada bulan Januari-Februari di tahun 2015 nanti, sedangkan curah hujan sekarang ini sampai akhir bulan Desember mendatang masih belum apa-apa,” ungkapkannya kepada suarabojonegoro.com.

Meskipun demikian, menurutnya saat ini pihaknya melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pengairan Bojonegoro. Selain itu pihaknya juga sudah mempersiapkan peralatan banjir bahkan hingga membuka posko selama 24jam untuk selalu memantau ketinggian air sungai Bengawan Solo.

“Koordinasi antar instansi selalu di tingkatkan untuk mengantisipasi dini kejadian musiman yakni musibah banjir. Bahkan kita juga membuka melakukan pemantauan di beberapa pos pemantauan di wilayah Karangnongko di Kecamatan Ngraho dan wilayah Kota Bojonegoro,” terangnya.

Untuk itu, memasuki musim penghujan yang terjadi di wilayah Jawa Timur kali ini pihaknya terus melakukan himbauan kepada masyarakat khususnya di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik yang dilalui sungai terpanjang di pulau Jawa ini.

“Masyarakat kita imbau agar lebih waspada dengan musim penghujan kali ini, khususnya mereka yang berada di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo baik itu di Bojonegoro, Tuban, Lamongan maupun Gresik yang biasa terkena bencana banjir,” jelasnya.

Selain itu pihaknya sudah melakukan persiapan bahan-bahan dan alat perlengkapan banjiran, melakukan rapat dengan pemerintah kabupaten di wilayahnya serta menyusun SOP penanggulangan banjir di sungai terpanjang di pulau Jawa ini.

“Isi dari SOP yakni pada elevasi tinggi muka air banjir di Sta.Bojonegoro +12.50 semua pintu pengendali banjir harus di tutup, bahkan jika nantinya Sta.Bojonegoro + 15.00 atau siaga III maka semua lobang doorlat harus di tutup,” imbuhnya.

Bahkan pada elevasi tertinggi muka air mencapai Sta.Bojonegoro +14.50 dan drainase kota sudah penuh air akibat hujan local maka semua pompa pengendalian banjir harus segera di operasikan. Dimana letak pompa tersebut berada di Kabupaten Bojonegoro seperti di Kelurahan Ledok Wetan, Karang Pacar dan Banjarejo. (Rico)

Wartawan Bojonegoro, Minta Inspektorat Sikapi Tindakan Kusbiyanto

SuaraBojonegoro - Puluhan Wartawan Bojonegoro, yang mendampingi Pelapor RR yang melaporkan tindakan Pelecehan seksual yang dituduhkan kepada Kusbiyanto, salah satu pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang saat ini menduduki jabatan Asisten, berharap Kepada Inspektorat Pemkab Bojonegoro untuk mengambil tindakan terhadap pelaku sesuai aturan yang ada.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu wartawan Khorij Zaenal, saat mendampingi korban sekaligus pelapor di Unit Perlindungan Perempuan dan anak di Satreskrim Polres Bojonegoro.

Khorij, menganggap kasus ini sangat kasuistik, karena jika memang tindakan pelaku ini benar maka ini adalah masuk dalam urusan pidana umum dan kebetulan korbanya adalah wartawan.

"Akan tetapi perlu di pahami wartawan bekerja di lindungi undang undang, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan jurnalis dan ada pihak yang menganggu atau melakukan tindakan yang menganggu kinerja wartawan juga bisa dianggap pelanggaran undang undang pers," Katanya, Jum'at (28/11/14).

Para wartawan di Bojonegoro, sangat menyayangkan sikap Kusbiyanto selaku pejabat pemerintahan yang melakukan tindakan seperti itu, dan hal terseut dianggap sangat tidak pantas, sebagai panutan masyarakat banyak.

Didik Wahyudi, juga menyampaikan hal yang sama, dan juga meminta terhadap Bupati serta inspektorat agar mengambil tindakan sesuai aturan, karena sikap ini sudah tidak ada etika moral, karena Kusbiyanto seorang pejabat.

"Kami berharap selain Polisi, pihak Inspektorat agar bisa mengambil tindakan dari sikap Kusbiyanto yang melakukan tindakan asusila terhadap rekan kami," Pungkasnya. (SAS)

Kasatlantas Bantah Kebenaran Broadcast Jadwal Operasi Zebra di Medsos

SuaraBojonegoro - Banyaknya broadcast dimedia sosial seperti facebook dan blackberry messenger yang menginformasikan jadwal dan lokasi mana saja yang akan digunakan operasi zebra semeru yang rutin diselenggarakan setiap menjelang akhir tahun dibantah kebenarannya oleh kepala satuan lalu lintas (kasatlantas) Polres Bojonegoro, AKP Anggi Saputra, menurutnya operasi tersebut hanya akan meresahkan masyarakat.

"Broadcast yang ramai diperbincangkan dimedia sosial itu tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya," katanya. Jum'at (28/11/14)

AKP Anggi menjelaskan jika broadcast tersebut jelas hanya sebuah kebohongan karena didalam isinya memberitahukan jadwal opera zebra semeru mulai dari pelaksanaanya, waktu operasi sampai lokasi operasi, "coba saja buktikan isi broadcast tersebut tidak akan sinkron dengan apa yang ada dilapangan," tandas Kasatlantas.

Menurut Anggi opera yang digelar mulai 26 novembe 2014 sampai 09 desember 2014 tersebut tidak mempunyai jadwal titik mana saja yang akan dioperasi dan waktunya kapan saja karena lokasi dan waktunya akan ditentukan secara mendadak dan lokasinya diseluruh kabupaten Bojonegoro yang bekerja sama dengan polsek masing-masing kecamatan.

"Bisa sewaktu-waktu kita langsung menentukan operasi di kecamatan margomulyo atau kecamatan dander tidak harus di jalan provinsi," tandas Kasatlantas. (Nella)

Lecehkan Wartawan, Oknum Pejabat Dilaporkan Ke Polisi

SuaraBojonegoro - Salah satu Oknum Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kusbiyanto, yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli di lingkungan Pemkab Bojonegoro, di laporkan ke Polres Bojonegoro oleh Sejumlah Wartawan, karena di tuding melakukan tindakan asusila dan pelecehan seksual.

Pelecehan Seksual yang dituduhkan ke Kusbiyanto tersebut dilakukan terhadap seorang insan Pers, yang biasa melakukan kegiatan peliputan di wilayah Pemkab Bojonegoro, yang berinisial RR.

Dengan di dampingi sejumlah Wartawan, RR melaporkan tindakan dan sikap Kusbiyanto yang yang dianggap sebagai pelecehan seksual tersebut ke unit Perlindungan perempuan dan anak Satreskrim Polres Bojonegoro, dan di terima oleh penyidik UPPA.

"Saya melaporkan kejadian yang melecehkan saya oleh Kusbiyanto, karena sikap dan prilakunya melebihi batas, diantaranya memegang bagian sensitif tubuh saya, saat melakukan liputan," Katanya, Jum'at (28/11/14).

Pelapor juga menjelaskan bahwa tindakan pelecehan seksual oleh Kusbiyanto terhadap dirinya dilakukan tidak hanya sekali, "Tindakan asusila Kusbiyanto ini juga pernah dilakukan pada saat makan bersama dengan para pejabat yang lain, Kusbiyanti menyentuh pinggang dan paha saya," terangnya.

Pelapor berharap tindakan Kusbiyanto ini bisa di tindak lanjuti oleh penyidik, dengan harapan tidak ditiru oleh pejabat yang lain yang seenaknya sendiri memperlakukan wartawan perempuan saat melakukan kegiatan Jurnalistik. (SAS)

Foto Selfie

Sudah sejak dahulu banyak orang senang berfoto. Terutama untuk mengabadikan momen-momen menyenangkan dan penting dalam hidup. Jaman sekarang, dengan teknologi yang makin canggih, proses pemotretan tidak lagi rumit seperti dulu. Alatnya mudah dibawa karena semakin kecil dan bahkan tertanam dalam gadget telepon. Fotonya mudah disimpan karena dalam bentuk digital sehingga Pengoperasian semakin mudah. Operatornya tak harus benar-benar ahli teknik fotografi, walau tentu saja, ada perbedaan kualitas pada foto hasil pemotretan amatir dan yang profesional.

Sikap hidup manusia yang senang berbagi kabar, makin teraktualisasi oleh adanya media sosial. Tak hanya kabar berita, namun juga kabar gambar. Mulanya menyenangkan melihat berbagai kegiatan yang dilakukan teman-teman / saudara-saudara kita di media sosial, namun kemudian, muncul fenomena orang-orang yang lebih senang mengabadikan foto dirinya sendiri (selfie) dalam berbagai keadaan setiap harinya. Narsisme ini bahkan bisa menjadi hal yang membuat orang kecanduan. Ada pelajar yang dalam sehari bisa memotret dirinya sendiri ratusan kali. Mulai dari wajah bangun tidur, hendak menyikat gigi, persis setelah mandi, saat bersiap pergi sekolah, di perjalanan, dst, semuanya dalam berbagai sudut (angle). Ada juga yang sampai menjalani bedah plastik perubahan wajahnya karena dia merasa wajah aslinya buruk saat selfie.

Kita sebagai murid-murid Tuhan, tentu telah diajar untuk rendah hati. Fenomena selfie apalagi sampai berlebihan, adalah hal yang tentu bertentangan dengan ajaran itu. Kenapa? Karena orang yang terlalu senang menampilkan dirinya sendiri apalagi dalam segala keadaan bisa jadi memiliki salah satu dari 2 karakter yang tidak baik ini, yaitu:

1. Sombong, menganggap diri rupawan sehingga (terlalu) senang memandangi dirinya sendiri (narsis), hendak menunjukkan keberadaan dirinya dalam berbagai kegiatan.
2. Rendah diri, sehingga sengaja (sering) posting banyak foto dirinya untuk mencari pujian dari teman-teman di media sosialnya. Ingin dianggap dirinya selalu intens berkegiatan, punya banyak teman yang asyik (kumpul-kumpul, nongkrong, tertawa bersama), selalu update/bersinggungan dengan kejadian penting, dll.

Bila sedang dalam kejadian yang rasanya spesial, tentu tak salah berfoto. Tak salah juga bila senang berbagi foto di media sosial. Namun bukan berarti dimana-mana berfoto (diri) dan dibagikan. Bukan berarti saat sedang serius seperti rapat, atau di tempat ibadah, atau di depan suatu kecelakaan justru kita berfoto selfie. Bila kita terlalu sering menampilkan foto diri kita sendiri, apalagi kalau kebanyakan foto diri kita benar-benar hanya berfokus pada diri kita sendiri, patutlah kita jujur apakah kita sudah termasuk orang-orang yang narsis.

Foto bukanlah sekedar tentang ‘ada siapa (saya) disitu’ tapi sebuah foto seharusnya dapat menceritakan seperti apa suasana saat itu, sedang apa yang ada disitu. Pada akhirnya, meski kita masih dalam masa remaja yang ceria, kita harus dapat memiliki empati akan bagaimana orang lain menangkap apa yang terpancar dari foto-foto kita. Apakah hanya kebanggaan akan diri (wajah/tubuh) kita? Apakah hanya kebanggaan akan materi yang kita punya? Apakah hanya kebanggaan akan teman/kelompok kita? Ataukah ini foto yang menceritakan indahnya, dahsyatnya, baiknya Tuhan kita menciptakan dunia dan segala karya-Nya…

Sumber: http://www.citacinta.com/ceria/whatshot/efek.buruk.kecanduan.selfie/006/006/1574
foto: http://updateinformasi.com/wp-content/uploads/2014/02/Tips-Selfie-yang-Baik.jpg

Disdik Himbau Guru Jeli Memilih Universitas

SuaraBojonegoro - Dinas pendidikan daerah (Disdikda) kabupaten Bojonegoro menghimbau agar para guru harus jeli dalam memilih perguruan tinggi untuk menempuh pendidikan sarjana atau diploma 4, karena pasalnya perguruan tinggi yang hanya berakreditasi C tidak berlaku bagi kalangan guru jangan hanya karena peraturan pemerintah mewajibkan guru berijazah S1/D4 mereka asal-asalan memilih perguruan tinggi hanya karena ingin mendapatkan ijazah sarjana atau Diploma 4.

"Untuk guru yang memiliki ijazah s1 atau d4 dengan akreditasi c mereka dinyatakan tidak memiliki ijazah sarjana karena ijazah mereka tidak diakui," kata kata Kabid Ketenagaan dinas pendidikan daerah (Disdikda) Bojonegoro, Muh.Kuzaini. Jum'at (28/11/14)

Kuzaini mengatakan jika guru yang masih memiliki ijazah sarjana atau diploma 4 dengan akreditasi c terpaksa mereka harus menempuh pendidikan sarjana kembali dengan perguruan tinggi dengan akreditasi yang lebih baik " akreditasi b".

"Maka dari itu kami menghimbau agar para guru harus jeli memilih perguruan tinggi agar tidak sia-sia waktu, tenaga dan uang yang dikeluarkan," kata Kuzaini.

Lanjut, Kuzaini Selama mereka belum memiliki ijazah sarjana atau diploma 4 seperti yang dianjurkan pemerintah maka mereka tidak akan menerima tunjangan atau mengikuti sertifikasi. (Nella)

Disdikda, 2015 Guru Non Sarjana Tak Dapat Tunjangan

SuaraBojonegoro - Dinas Pendidikan (disdik) kabupaten Bojonegoro menghimbau agar guru (pns) di kabupaten Bojonegoro pada tahun 2015 sudah memiliki ijazah sarjana (S1) atau diploma 4 (D4) karena jika mereka belum memiliki ijazah S1 atau diploma 4 (D4) maka mereka tidak akan bisa mengikuti sertifikasi guru. Jum'at (28/11/14).

"Namun ini hanya berlaku bagi guru yang umurnya dibawah 50 tahun," kata Kabid Ketenagaan dinas pendidikan daerah (Disdikda) Bojonegoro, Muh.Kuzaini.

Menurut Kuzaini, himbauan ini sudah disampaikan sejak tahun 2008 sehingga para guru (PNS) yang belum memiliki ijazah S1 dan D4 tidak memberikan alasan "sedang menempuh kuliah S1/D4" karena mereka sendiri sudah diberikan waktu lama untuk menempuh pendidikan S1/D4 dari mulai waktu himbauan sampai sekarang, "namun untuk guru yang sudah diatas 50 tahun kami tidak mewajibkan S1 karena kami menghormati pengabdiannya selama puluhan tahun," katanya.

Kuzaini juga menjelaskan jika 2015 guru (PNS) tidak memiliki ijazah S1/D4 maka mereka tidak akan diberikan tunjangan atau tidak bisa mengikuti sertifikasi pada tahun 2015 dan tahun-tahun selanjutnya, kecuali guru tersebut sudah berumur 50 tahun keatas maka kami tidak mewajibkan mereka melakukan pendidikan S1/D4 dan tetap menerima tunjangan. (Nella)

 
Suara Bojonegoro : About Us | Redaksi | Karir | Info Iklan
Copyright © SuaraBojonegoro.com - All Rights Reserved

Design by Al Qowiy