Advertise Here

Artikel & Opini

Minggu, 25 Juni 2017

Lebaran Ini Disbudpar Tak Buat Panggung Hiburan

    Minggu, Juni 25, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Lebaran tahun 2017 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro tidak menyelenggarakan panggung hiburan. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Bojonegoro, Mahfud. Sabtu, (24/6/27) kemaren.

Kepada suarabojonegoro.com pria berkacamata ini mengatakan, pada momentum lebaran tahun 2017 Masehi ini pihaknya tidak memiliki rencana pembukaan panggung hiburan atau pun hiburan dalam bentuk lainya.

"Untuk obyek yang dikelola Pemda tidak ada hiburan," terangnya.

Padahal, diperkirakan lokasi wisata yang ada di Bojonegoro pada libur lebaran ini bakal ramai. Banyak masyarakat yang memilih berlibur didalam kota.

Disinggung apakah lokasi wisata yang dikelola oleh masing-masing desa atau kelompok sadar wisata (Pokdarwis) bakal membuat panggung hiburan? "Belum tau kalau obyek yang dikelola Desa, diantaranya atasangin, Agroblimbing," jawab Mahfud.

Terkait alasan mengapa Disbudpar tak menggelar panggung hiburan. Pihaknya memilih untuk bungkam. Diduga kuat banyak anggaran (APBD) yang dikepras atau dikurangi. Sehingga tidak bisa membuat hiburan tambahan di lokasi wisata. (wan/red).

Lebaran, Penjagaan Lapangan Migas Banyuurip Blok Cepu Tak Ada Perubahan

    Minggu, Juni 25, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com-  Penjagaan Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyuurip Blok Cepu dihari lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah ini masih seperti hari-hari biasanya. Pengamanan yang dilakukan oleh bagian keamanan dan pasukan pengamanan obyek vital nasional (Pam Obvitnas) sesuai kebutuhan. Minggu (25/6/17).

Hal tersebut disampaikan oleh Humas operator Lapangan Migas Banyuurip Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rexy Mawardijaya. Ia mengatakan, bahwa pengamanan Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyuurip Blok Cepu disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengamanan.

"Sebagai obyek vital nasional, proyek Banyu Urip mendapat perlakuan pengamanan sesuai kebutuhan dan aturan. Terima kasih," kata Rexy kepada suarabojonegoro.com.

Diketahui bersama, saat ini Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyuurip Blok Cepu masih melakukan percobaan menaikan produksi dari 185 barel per hari menjadi 200 hingga 210 barel per hari. (wan/red).

Berkah Lebaran, Pemulung Koran Meraup Untung

    Minggu, Juni 25, 2017   No comments
Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com -  Dihari kemenangan bagi umat muslim dihari raya Idul Fitri,  juga menjadi berkah tersendiri bagi para pemulung yang sudah bersiap dilokasi Sholat Idul Fitri dibeberapa lokaso didalam Kota Bojonegoro. Minggu (25/6/17).

Tampak dijalan Tengku Umar tepatnya didepan masjid At Taqwa Bojonegoro,  ribuan umat muslim melaksanakan sholat Idul Fitri,  dan koran bekas yang mereka gunakan untuk dasar Sholat mereka menjadi berkah bagi para pemulung.

Usai Sholat Idul Fitri tampak pemulung berebut mengumpulkan koran bersama pemulung lainnya, untuk bisa diuangkan sebagai tambahan biaya hidup mereka.

"Alkhamdulillah mas,  dapat koran bekas banyak yang bisa saya jual untuk tambah biaya hidup, " Kata Sukarmin salah satu pemulung ini.

Dari koran bekas yang didapat nantinya akan dijual dilapak barang bekas. Sukarmin bersyukur koran bekas yang didapat cukup lumayan banyak dan biasanya dibeli dengan harga Rp1.000 perkilogramnya. (ang*)

Di Malam Idul Fitri Ada Hantu Berkeliaran

    Minggu, Juni 25, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Suasana malam Idul Fitri di Desa Sukorjo Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro nampak berbeda dengan suasana Desa-Desa lainnya. Pasalnya di malam Idul Fitri ini ada hantu yang berkeliaran dan ikut memeriahkan hari kemenangan umat Islam yang selama satu Bulan penuh melaksanakan Ibadah Puasa.

Hantu jenis Pocong dan Kuntil Anak ini ikut berkeliling Desa dan juga ikut mengumandangkan Takbir, Tahmit dan Tahlil bersama rombongan yang lainnya. Minggu (25/06/17).

Sontak dengan kedatangan Hantu tersebut membuat sebagian masyarakat menjadi kaget dan ketakutan, tetapi ada juga dari mereka yang malah meminta untuk berfoto ber
sama.

"Sempat kaget juga ada hantu Pocong dan Kuntil Anak ini,  tapi unik sih", kata Yulianti salah satu warga Desa Sukorjo Kecamatan Tambakrejo ini.

Dengan berjalan kaki mulai Start Balai Desa sukorjo dan berkeliling Desa kurang lebih 3 hingga 4 kilo meter para hantu yang berjumlah empat ini dengan semangat menghibur warga yang sedang menonton.

Ojid salah satu pemeran Hantu ini menuturkan bahwa dirinya beserta teman-temannya ini sengaja memakai kostum Hantu. Hal ini sebagai simbol bahwa Hantu juga ingin Insaf, dalam artian diharapkan di momen Idul Fitri ini masyarakat dapat saling bermaaf maafan dan sekaligus berlomba lomba mencari pahala.

"Dihari Raya Idul Fitri ini diharapkan masyarakat bisa saling maaf maafan,
Hantu saja ingin Insaf masak manusia tidak", katanya. (Bim/red)

Momentum Idul Fitri dan Sosialisasi Calon Bupati

    Minggu, Juni 25, 2017   No comments
Menyambut Pilbup Bojonegoro

Oleh: Ipoel Simatoepang
Penikmat Masalah Sosial Politik

Momentum Idul fitri bisa
memunculkan banyak sisi di dalam menyebarkan energi kehidupan sosial masyarakat di setiap komunitas baik dalam skala kecil maupun sekala besar.

Pergerakan manusia dalam jumlah yang sangat besar, melampaui sekat-sekat sosial menuju titik-titik kumpul untuk bersilaturrahim antar keluarga di setiap lapisan masyarakat menjadikan nuansa yang begitu indah.

Setiap keluarga selalu berombongan untuk menuju famili yang satu ke famili yang lain yang jumlahnya bisa puluhan keluarga yang tersebar di beberapa desa bahkan beberapa kecamatan.

Riyayan ini adalah momentum bagi setiap keluarga mempererat persaudaraan antar keluarga agar generasi penerusnya terus saling mengenal dan tidak kehilangan persaudaraan antara keluarga baik keluarga dekat maupun keluarga jauh.

Pergerakan manusia yang begitu besar ini memberikan dampak sosial yang begitu besar karena dengan momentum ini setiap keluarga tidak terjadi kepaten obor.

Walaupun tidak saling mengenal dengan baik, pada momentum Idul fitri setiap orang yang bertemu pasti bertegur sapa antara satu dengan yang lain dan berjabat tangan untuk saling mengucapkan selamat Idul fitri.

Untuk Riyayan dan bisa menjangkau semua famili bisa membutuhkan waktu berhari-hari agar bisa silaturrahim kepada semua famili yang tersebar di berbagai tempat.

Mobilisasi manusia yang sangat besar saat Idul Fitri ini bisa dijadikan momentum tepat untuk sosialisasikan dan brandong bagi calon bupati di Bojonegoro.

Mengutip tulisan Hanum Sujana: Keputusan masyarakat dalam menentukan pilihannya tidak bisa diperoleh begitu saja, tetapi harus dibangun dengan kerja keras dan waktu yang tidak sebentar.

Dalam dunia marketing, ada kegiatan promosi yang dinamakan bellow the line (BTL)—singkatnya kegiatan promosi diluar iklan secara konvensional. Dan ada juga above the line (ATL), kegiatan promosi melalui iklan media konvensional.

Kegiatan BTL sering dilakukan ketika ada momen-momen khusus, seperti mudik lebaran atau pameran produk. Dalam kondisi mudik misalnya, sebuah produk yang dipromosikan melalui iklan saja tentu tidak cukup, karena tumpukan produk lain siap menghadang konsumen ketika datang ke supermarket, di jalan-jalan, tempat pemberhentian, pom bensin, dan titik penting lainnya.

Kegiatan BTL lebih ditekankan pada kegiatan menjemput bola atau direct selling. Sehingga bagi sebagian pemasar, akan sia-sia kalau melakukan kegiatan BTL tanpa menjual produk secara langsung. Tapi sebagian bingung, kenapa produk mereka hanya laku ketika pameran saja, sementara di toko-toko produk mereka kurang dikenal?

Dalam BTL seorang pemasar dituntut untuk memenuhi target penjualan saat itu juga. Sementara ATL lebih ditekankan bagaimana ia menancapkan brand kedalam benak konsumen.

Brand dalam hal ini adalah calon Kepala Daerah dengan visi, misi yang ditawarkan. Sedangkan bagaimana sikap calon Kepala Daerah tersebut, juga sikap pelayanan dan kepemimpinannya adalah proses branding atau brand activity. Sebuah proses atau aktifitas meyakinkan masyarakat tentang apa yang bisa diberikan oleh calon Kepala Daerah tersebut.

Bila teori ini dilihat pada kondisi hari-hari ini, maka ada satu calon yang memenuhi syarat-syarat ini.

Kuswiyanto adalah salah satu tokoh Nasional yang berasal dari anggota DPR RI berasal dari pemilihan Kabupaten Bojonegoro dan Tuban yang saat ini mencalonkan diri sebagai calon Bupati Bojonegoro.

Dengan kapasitas Kuswiyanto yang mumpuni ini dengan banner Joss Matoh yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro mensyiratkan keseriusannya dalam mengenalkan diri ke seluruh lapisan masyarakat.

Kuswiyanto sebagai anggota DPR RI memiliki kewajiban kunjungan kerja ke daerah pemilihannya untuk serap aspirasi masyarakat dan ini rutin dilakukan pada semua lapisan masyarakat.

Pada saat Bojonegoro terlanda banjir ia terlibat dalam menyelesaikan masalah yang timbul di masyarakat. Bagaimana masyarakat merasa terbantu dengan keberadaannya, Dengan kegiatan ini secara tidak langsung  telah melaksanakan  visi, misi secara langsung kepada masyarakat. Dengan posisi anggota DPR RI dari Dapil Bojonegoro maka Kuswiyanto telah mempunyai brand yang kuat.

Banner Joss Matoh Kang Kuswiyanto sudah siap menyapa seluruh lapisan masyarakat yang ada di Bojonegoro dan ini merupakan salah satu pilihan cerdas dalam memberikan persepsi kepada masyarakat tentang calon bupati yang bisa meneruskan kepemimpinan Kang Yoto.

Wassalam

Bersatu Melangkah Maju

    Minggu, Juni 25, 2017   No comments
Sambutan Bupati Bojonegoro
Idul Fitri 1438 H/ 2017 M

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarakaatuh
Alhamdullilahiribbil alamin washolatubwassakamu ala Asrofil mursalin

Hadirin jamaah sholat Idul fitri yang saya cintai,
Bapak-bapak,  ibu-ibu, anak anak yang berbahagia

Alhamdulilah pagi ini kita bisa hadir di tempat yang penuh berkah ini dalam keadaan sehat Wal afiat, setelah sebulan penuh kita berpuasa. Hari ini kita sempurnakan puasa dengan Idul fitri, saling silaturahmi, mendekatkan jarak fisik, hati dan pikiran kita semua. Semoga yang jauh semakin dekat dan yang dekat semakin dekat. Kita semua percaya bahwa dengan keikhlasan, ketulusan dan saling menyayangi maka jarak batin diantara kita, sesama saudara, sesama tetangga, sesama warga bojonegoro akan semakin dekat. Saling benci, saling marah dan saling curiga hanya akan menjauhkan kita semua.

Bapak ibu hadirin yang saya cintai
Sebagai sesama warga Bojonegoro kita semua disatukan oleh cita cita bersama yaitu wujudkan kehidupan bersama yang aman, damai, sejahtera dan bahagia secara berkelanjutan. Kita semua menyadari bahwa cita cita tersebut tidak akan datang dengan sendirinya, cita cita itu harus kita hadirkan menjadi nyata. Tanpa usaha bersama dan kerja keras tidaklah mungkin cita cita itu dapat diwujudkan baik di tingkat desa/kelurahan dan kabupaten.

Hampir setiap hari kita semua berdoa: Robbana aatina fiddun-ya Hasanah, wafil aakhiroti hasanah waqina azzabannar. Ya Allah anugerahkanlah kepada kami semua kehidupan dunia dan akhirat yang baik dan jauhkanlah kami semua dari siksa api neraka!
Lewat doa ini kita bukan hanya memohon kepada Allah, tapi juga sekaligus bertekad dengan segala usaha untuk wujudkan kehidupan yang baik tersebut, di rumah, di RT RW, desa, kabupaten dan negeri Indonesia tercinta ini. Untuk inilah selain mensyukuri atas semua anugerah kemajuan yang kita capai bersama sama, maka kita juga harus terus fokus menutupi kekurangan, menyelesaikan setiap masalah yang muncul silih berganti.

Hadirin yang dimuliakan Allah
Dalam kesempatan ini ijinkanlah saya menyampaikan pesan:
1. Jagalah kondisi damai dan aman Di masing masing lingkungannya. Apabila ada hal hal yang tidak wajar dan kurang baik, perbaikilah dengan semangat persaudaraan. Jauhkan kebencian dan kedengkian, juga suuuzon terhadap sesama. Kita adalah satu keluarga besar, yaitu keluarga Bojonegoro.

2. Dalam rangka mengurangi kemiskinan di Bojonegoro saya berpesan agar semua pihak berinisiatif menciptakan lapangan pekerjaan. Kita semua paham bahwa hidup di Bojonegoro itu  jauh lebih mudah menjadi miskin daripada menjadi orang mampu. Menurut Badan statistik seorang yang mengaku petani namun lahannya kurang dari setengah hektar  maka orang tersebut termasuk kategori orang miskin. Padahal seperti kita ketahui 90 persen petani Bojonegoro sawahnya kurang dari setengah hektar. Karena itulah maka harus ada usaha di luar pertanian yang dapat membuat setiap keluarga mendapatkan pendapatan. Untuk inilah Kita semua menghargai terhadap mereka yang berani membuka usaha mandiri, merintis perdagangan antar daerah, membuka kawasan wisata, membuka industri di Bojonegoro. Kita semua sangat menghargai terhadap generasi muda yang saat ini membuka usaha dan bahkan lewat jaringan internet berani menjual produk produk rakyat Bojonegoro keluar Bojonegoro. Untuk mendukung perkembangan ekonomi rakyat Bojonegoro inilah mengapa pemkab membesarkan BAnk Pemkab dengan menyuntik modal 210 miliar rupiah. Silahkan bapak ibu dan saudara saudara manfaatkan Bank Pemkab saat membuka dan mengembangkan usaha.
Bapak ibu dan saudara saudaraku, pertanian harus terus tumbuh namun sekali lagi harus kita sadari bahwa hal itu belum cukup mengangkat derajat hidup seluruh rakyat Bojonegoro.

3. Sebentar lagi tahun ajaran baru dimulai. Kepada anak anakku yang memasuki sekolah saya ucapkan selamat sekolah, selamat belajar meningkatkan ketrampilan hidup. Jadikanlah sekolah sebagai usaha meningkatkan: ketrampilan berniat baik, ketrampilan berkarya yang dapat membuat anakku kelak mendapatkan pendapatan, ketrampilan komunikasi, ketrampilan kerjasama, ketrampilan berpikir kritis, kreatif inovatif dan tampil mengelola hati agar terus berbahagia. Mengingat kita hidup di Bojonegoro yang pada musim kemarau maupun penghujan selalu ada bencana maka kalian juga harus bersiap menjadi orang yang tangguh dalam menghadapinya. Kepadanya para orang tua, perangkat desa, tokoh masyarakat, bapak ibu guru dan para pelajar senior saya berharap ikut memastikan bahwa semua anak anak dan kawannya semua mendapatkan sekolah. Jangan ada nak Bojonegoro usia sekolah tidak bersekolah. Pemkab telah mengeluarkan biaya yang cukup besar berupa beasiswa yang penyerahannya lewat Pemerintah desa. Termasuk juga kemungkinan tahun ini memberikan 2000 beasiswa untuk kuliah di Akademi Komunitas Negeri Bojonegoro. Ini semua dimaksudkan agar kelak anak anak mampu menciptakan kehidupannya lebih baik dari kita semua.

4. Tahun depan kita semua akan menghadapi pemilukada untuk memilih Gubernur Jawa Timur beserta wakilnya dan Bupati Bojonegoro beserta Wakilnya. Saya berpesan agar semua kita menggunakan kesempatan sebaik baiknya untuk memilih pemimpin yang kita yakini akan mampu membawa perubahan yang lebih baik. Demokrasi dipilih bangsa Indonesia untuk memberi kesempatan para calon pemimpin menawarkan program dan janjinya bagi kemajuan kehidupan bersama.   Berilah kesempatan semua calon pemimpin  meyakinkan rakyat atas program dan janji yang akan dilaksanakan jika kelak menjabat. Sungguh sangat penting memilih Gubernur yang tepat sebab Gubernur memiliki kewenangan membangun jalan propinsi, Alokasi pupuk, meningkatkan kualitas pendidikan SLTA, membangun kawasan ekonomi, mendorong industri masuk desa, mengawasi dan memastikan bahwa seluruh aturan dan anggaran Pemkab serta Pemkot SE Jawa Timur benar benar berpihak dan menjadi solusi atas masalah yang dihadapi rakyat Jawa Timur. Memilih Bupati yang tepat juga sangat penting, agar warga Bojonegoro kelak semakin sehat, cerdas, produktif dan bahagia. Atau dengan kata lain agar pembangunan Bojonegoro jauh lebih baik dibandingkan dengan zaman kang Yoto dan kang Hartono saat ini. Jangan sia siakan kesempatan yang baik ini. Masa depan Jawa Timur dan Bojonegoro ada di tangan bapak Ibu semua!

Hadirin yang saya mulyakan!
Tahun ini usia Bojonegoro memasuki 340 tahun, untuk membangun semangat kebersamaan dan terus mencari terobosan kita memilih tema: Bersatu Melangkah Maju! tidak jauh beda dengan tema HUT RI ke 72 Kerja Bersama.
Jika kita tidak dapat melakukan hal yang besar, maka lakukanlah hal kecil yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Jika kita tidak dapat memberi manfaat janganlah merusak atau mengganggu pihak lain.

Sekian terima kasih.
Selamat Idul fitri, mohon maaf lahir batin
Semoga Allah selalu meridhoi langkah kita semua.
Amin.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabara kaatuh.

Bojonegoro, 25 Juni 2017

Kang Yoto

Keterlaluan ! Dua Tempat Karaoke Ini Nekat Beroperasi Saat Malam Takbir

    Minggu, Juni 25, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Disaat malam Takbir dua tempat karaoke di Desa Pekuwon dan Desa Sumuragung Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro ini nekat beroperasi, karena kenekatannya tersebut membuat masyarakat menjadi geram dan melaporkan hal tersebut kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro.

Mendapati laporan warga tersebut dengan mengerahkan enam personil (satu regu) Petugas Penegak Peraturan Daerah (Perda) tersebut langsung mendatangi dua tempat Karaoke tersebut dan melakukan pengecekan. Minggu (25/06/17).

"Kita mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya tempat hiburan malam yang nekat beroperasi di malam Idul Fitri ini", kata Sudari selaku Kasi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bojonegoro.

Benar saja dari penggerebekan di dua tempat Karaoke tersebut petugas berhasil mendapati beberapa pengunjung dan sekaligus Pemandu Lagu (PL) yang sedang asik berkaraoke, dan saat petugas mengecek Identitas salah satu dari Pemandu Lagu tersebut satu diantaranya tidak mampu menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sebagai Konsekuensinya Pemandu Lagu tersebut digelandang petugas ke Kantor Kecamatan untuk dilakukan pendataan.

"Yang tidak mampu menunjukkan Identitas kita bawa ke Kantor Kecamatan Sumberejo, selain itu kita juga menyita Sembilan Mikrofon sebagai barang bukti", ujarnya.

Sementara itu (MS) salah satu pemilik Karaoke ini menuturkan bahwa dirinya nekat membuka usahanya dikarenakan di malam Idul Fitri ini banyak masyarakat Sumberejo yang baru pulang dari perantauan. Hal inilah yang membuatnya tergiur untuk membuka usahanya tersebut.

"Sengaja buka ini coba-coba soalnya banyak yang baru datang dari perantauan," pungkasnya. (Bim/red)

Sabtu, 24 Juni 2017

Sebulan Penuh HMI-KAHMI Bojonegoro Bagikan 3.200 Takjil Untuk Penunggu Pasien RS

    Sabtu, Juni 24, 2017   No comments
Reporter : Burhanudin Joe

suarabojonegoro.com -  Hujan rintik di hari terakhir Ramadhan 1438 H, tidak melunturkan niat dan semangat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Majelis Daerah Korp Alumni HMI (MD. KAHMI) dalam melaksanakan kegiatan Tebar Takjil yang ditujukan untuk para penunggu pasien rumah sakit yang ada di Kota Bojonegoro. HMI dan MD. KAHMI telah melaksanakan kegiatan tersebut selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan 1438 H. Rumah sakit yang menjadi sasaran adalah RSUD Sosodoro, RS. Aisyiyah, RS. Fatma, RS. Wahyu Tetuko, RS. Ibnu Sina dan RS. Muna Anggita.

Salah satu penerima takjil, Mbah Tonari (68 th), perempuan asal desa Prambon Tergayang Kec. Soko Kab. Tuban yang sedang menunggu cucunya yang baru berumur 7 bulan yang sedang di rawat di RS. Ibnu Sina karena infeksi dan panas tinggi merasa sangat terbantu dengan bungkusan takjil dari MD. KAHMI dan HMI Bojonegoro.

“Matur suwun gus, mugi barokah,” ucap Mbah Tonari dengan dialek bahasa jawa.

Hal senada juga terucap dari Bapak lasmani (59 th) dari Desa Plesungan Kec. Kapas, Bojonegoro yang sedang menunggu cucunya, Kanaya yang sedang sakit demam tinggi di RS. Aisyiyah.

“Terimakasih ya mas atas takjil dan do’anya, semoga Kanaya cepat sehat,” kata Bapak Lasiman saat menerima bungkusan takjil.

Edy Prayitno, Koordinator Tebar Takjil menjelaskan bahwa selama satu bulan, panitia telah membagikan 3200 bungkus takjil ke semua rumah sakit yang ada di kota Bojonegoro.

 “Setiap hari panitia membagikan takjil sebanyak 100 bungkus, dan khusus untuk hari terakhir ini kami membagikan 300 bungkus di 4 rumah sakit, yaitu di RSUD, RS. Ibnu Sina, RS. Fatma, dan RS. RS. Aisyiyah, total takjil yang sudah kami bagikan 3200 bungkus ,” tambah Edy, pria tambun yang tidak bisa lepas dari kaca mata tersebut.

Edy merasa bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan tebar takjil dapat berlangsung dengan lancar, dan semua tidak mungkin bisa berjalan tanpa bantuan semua pihak, khususnya para donatur. Terimakasih kami sampaikan kepada para donatur dan kami berharap para donatur tetap dapat membantu kami kembali untuk Tebar Takjil tahun depan,” pungkas Edy. (joe/red)

Bupati Dan Wakil Bertakbir Bersama Ribuan Masyarakat Bojonegoro

    Sabtu, Juni 24, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Malam hari ini masyarakat Bojonegoro memadati Alun-Alun Bojonegoro guna mengikuti serta menyaksikan arak-arakan Takbir keliling yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bojonegoro. Dari pantauan media suarabojonegoro.com di lokasi ada sebanayak 61 peserta Takbir keliling yang diikuti oleh seluruh Kecamatan seKabupaten Bojonegoro. Dalam acara Takbir keliling tersebut dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, wakil Bupati Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro beserta wakapolres Bojonegoro, Dandim 0813 dan seluruh SKPD Kabupaten Bojonegoro. Sabtu (24/06/17).

Dalam sambutannya Bupati Bojonegoro, Suyoto menyatakan bahwa selama sepuluh tahun ini dirinya telah memberangkatkan Takbir keliling dan malam ini merupakan yang terakhir bagi dirinya untuk memberangkatkan Takbir keliling seperti ini. Maka dalam kesempatan ini Pria yang akrab disapa Kang Yoto ini juga menyampaiakan mohon maaf yang sebasar besarnya.

"Ini adalah yang terakhir bagi Kang Yoto dan Kang Hartono memberangkatkan Takbir keliling ini, karena tahun depan akan digamtikan oleh orang lain, maka dari itu saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Mohon maaf lahir dan batin", katanya sembari mengakhiri sambutannya.

Ari data yang dihimpun suarabojonegoro.com Takbir keliling ini akan melintasi Jalan Mastumampel, Jalan Mastrip, Jalan Imam Bonjol, Jalan MH Tamrin, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Tengku Umar, Jalan P
emuda, Jalan Lisman, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Tirno Joyo dan kemudian kembali lagi ke Jalan Mastumampel sebagai Finis. (Bim/red)

Semarak Malam Takbiran, Kartar Yudha Remaja dan Remas Nurul Ikhlas Bendo Gelar Lomba Oklik

    Sabtu, Juni 24, 2017   No comments
Oleh: Tuziah

suarabojonegoro.com -  Untuk memeriahkan malam hari raya Idul Fitri 1438 H, Karang Taruna Yudha Remaja dan Remaja Masjid Nurul Ikhlas Dese Bendo Kecamatan Kapas Bojonegoro gelar lomba oklik dan takbir keliling. Sabtu (24/6/17) malam.

Tepatnya malam hari raya idul fitri 1438 H karang taruna Yudha Remaja Desa Bendo beserta Remaja Masjid Nurul Ikhlas Dusun Pesantren telah bekerja sama untuk mengadakan kegiatan takbir keliling berhadiah serta lomba oklik guna memeriahkan hari kemenangan umat islam. Peserta lomba dan takbir keliling merupakan masyarakat Desa bendo secara keseluruhan dan lembaga pendidikan yang ada di Desa tersebut.

Kegiatan ini di dukung penuh oleh Pemerintah Desa Bendo. Antusiasme warga menjadikan acara ini semakin ramai, mereka berlomba lomba untuk mendapatkan Juara. Selain itu para warga juga mendapatkan kesempatan mndptkn beberapa hadiah undian kupon.

Start bertempat di Balai Desa Bendo, kemudian finish bertempat di Masjid Nurul Ikhlas Dusun Pesantren.

Panitia takbir keliling, Budi purwanto mengatakan, Dengan adanya kegiatan di malam takbir ini diharapkan meningkatkan kebersamaan dan ukhwah islamiyah antar warga Desa Bendo.

"Lomba oklik sendiri diadakan bertujuan untuk mengajak masyarakat khususnya pemuda dan anak-anak untuk bertakbir bersama," tuturnya.

"Acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat khususnya pemuda dan anak-anak untuk bertakbir bersama," tutur Ahmad Sholihudin selaku panitia lomba oklik.

Alim, salah satu peserta lomba oklik dan takbir keliling mengatakan, sangat mendukung kegiatan ini karena dengan adanya kegiatan pada mlm hari raya, Desa bendo akan ramai serta para warga tidak perlu keluar rumah untuk mencari keramaian. (zia/lis).

Inilah Beberapa Titik Jalan Yang Akan Ditutup Dishub Saat Sholat Idul Fitri

    Sabtu, Juni 24, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Sholat Idul Fitri yang serempak akan dilaksanakan oleh seluruh umat Muslim termasuk bagi umat Muslim di Kecamatan Bojonegoro. Untuk mengantisipasi membeludaknya Jamaah Sholat Idul Fitri ini para pengurus masjid memutuskan untuk menutup sebagian Jalan. Hal ini disampaikan oleh Iskandar selaku Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojoengoro. Dirinya menyatakan bahwa sampai saat ini memang ada beberapa permintaan kepada pihak Dishub untuk rekasaya Lalu lintas. Sabtu (24/06/17)

"Sampai saat ini sudah ada yang mengajukan permohonan rekayasa Lalu Lintas diantaranya adalah seluruh lingkar cincin alun-alun, Patimura, Ten
gku Umar", katanya.

Melalui media ini dirinya mengharap kepada para pengguna Jalan khususnya bagi para pemudik untuk menghindari titik-titik rawan kemacetan saat memasuki Kabupaten Bojonegoro dan bagi para pemudik dapat berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro melalui Websit www.dishubbojonegoro.com.

"Selain itu kita juga memasang beberapa CCTV dibeberapa titik kemacetan dan apabila ada titik kemacetan kita akan segera turun kelapangan", pungkasnya. (Bim/red)

Asyik Bermain Ditepi Sungai Bocah 4 Tahun Ini Tenggelam Lalu Meninggal

    Sabtu, Juni 24, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Naas nasib bocah yang masih balita ini,  harus meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai, bocah tersebut bernama Faik Abar Maulana (4) warga Desa Pancur RT 04 RW  Kecamatan Temayang kabupaten Bojonegoro tewas tenggelam di Sumber Desa Semawot RT 03 RW 01 Kecamatan Sukosewu sekitar Pukul 14.00 WIB.

Dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com Tenggelamnya Faik Abar Maulana pada Sabtu siang tadi bermula saat korban sedang bermain di rumah kakeknya di Desa Semawot. Sesampainya dirumah Kakeknya tersebut korban bertemu dengan teman-temannya dan memutuskan untuk bermain di Sungai. Sabtu (24/06/17).

Samsi tetangga Kakek korban yang mengetahui korban sudah tengelam disungai Sumber dan berusaha  menarik korban ke tepi Sungai namun sayang korban tidak dapat tertolong dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

"Saya tarik anak itu untuk menepi, tapi sayang sudah tidak bernyawa lagi", katanya.

Selanjutnya korban di bawa pulang dan sekaligus untuk dilakukan pemeriksaan medis dari Puskesmas Sukosewu. Dari hasil pemeriksaan tersebut tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiyaan maupun kekerasan dan korban meniggal murni karena tenggelam.

Selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. (Bim/red)

Dua Warga Ini Harus Berlebaran Di Penjara Polres Bojonegoro

    Sabtu, Juni 24, 2017   No comments
Reporter : Sasmito Anggoro


suarabojonegoro.com -  Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa jajaran Tim Resmob Sat Reskrim Polres Bojonegoro pada hari Kamis (22/06/2017) sekira pukul 01.30 WIB lalu, mengamankan seorang bandar judi jenis dadu berinisial SS bin SY (56), warga Desa Mulyoagung Kecamatan Kota Bojonegoro yang kedapatan sedang bermain judi dadu di pos ronda atau gardu di Desa Mulyoagung Kecamatan Kota Bojonegoro.

Saat penangkapan tersebut, beberapa penombok ada yang sempat melarikan diri namun beberapa saat kemudian, petugas berhasil menangkap 2 (dua) orang penombok.
Adapun identitas penombok tersebut, MUS bin PAR (34), warga Dukuh Jalin Desa Prambon Kecamatan Soko Kabupaten Tuban dan STN bin MTR (44) warga Desa Mulyoagung Kecamatan Kota Bojonegoro.

Kasubbag Humas Polres Bojonegoro AKP Mashadi SH, kepada media ini mengatakan bahwa penangkapan kedua pelaku bermula dari adanya informasi dari masyarakat tentang adanya aktifitas perjudian jenis dadu di sebuah pos ronda atau gardu di wilayah desa tersebut. Selanjutnya anggota langsung melakukan penyelidikan dilokasi yang dimaksud.

"Setelah tiba lokasi anggota menemukan fakta tersebut bahwa memang benar ada beberapa orang yang sedang bermain judi dadu," ucap Kasubbag Humas.

Selanjutnya petugas segera melakukan penggrebekan dan terlebih dahulu berhasil mengamankan bandar dadu beserta barang bukti. Selanjutnya petugas juga berhasil  mengamankan 2 (dua) orang pelaku yang bertindak sebagai penombok.

"Saat ini para pelaku ditahan di rutan Mapolres Bojonegoro, guna proses lebih lanjut," imbuh Kasubbah Humas.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas yaitu berupa uang tunai sebesar Rp 81 ribu, 3 (tiga) buah mata dadu, 1 (satu) tempurung kelapa dan 1 (satu) lembar beberan bertuliskan angka 1 sampai dengan 6.

“Oleh penyidik, kedua penombok tersebut dijerat dengan pasal 303 bis KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara serta denda sebesar sepuluh juta rupiah.” terang Kasubag Humas.

Secara terpisah, Kapolres Bojonegoro yang dimintai keterangan media ini membenarkan adanya penangkapan tersebut.
“Oleh penyidik berkas perkaranya dipisah, antara yang berperan sebagai bandar judi dadu dan penombok judi jadu,” terang Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres juga mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat tentang pemberian informasi adanya perjudian dilingkungan tempat tinggalnya. Selain itu juga, Kapolres menegaskan bahwa apapun bentuk perjudian Polres Bojonegoro akan selalu memberantasnya.

"Terima kasih atas kerjasama masyarakat yang telah memberikan informasi tentang adanya perjudian," ucap Kapolres.

Akibat perbuatannya kedua warga ini harus menikmati lebaran dipenjara dan akan menginap di tahanan dalam waktu yang cukup lama. (Sas) 

Menjelang Hari Raya Idul Fitri SPBU masih dalam Kondisi Normal Konsumen

    Sabtu, Juni 24, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Menjelang Hari Raya Idul Fitri kondisi disejumlah SPBU masih dalam kondisi normal atau belum ada lonjakan dan antrian panjang. Dari pantauan media suarabojonegoro.com di dua SPBU yakni SPBU Desa Jetak Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro dan Desa Karangpacar Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro hanya terlihat beberapa pengendara motor dan mobil berplat luar Bojonegoro. Sabtu (24/06/17).

"Hingga saat ini masih sepi, kemungkinan nati malam baru ramai", kata Lilik salah satu Operator SPBU.

Sementara itu Martiono salah satu pemudik asal Surabaya dengan tujuan
Madiun menuturkan sangat senang dengan kondisi SPBU yang tidak ada antrian yang panjang.

"Kalau antri panjang ya capek juga, kasihan anak-anak yang tentunya kepanasan juga", katanya. (Bim/red)

Inilah "Sambatnya" Awak MPU Jelang Idul Fitri

    Sabtu, Juni 24, 2017   No comments
Reporter : Arum Sekar

suarabojonegoro.com -  Menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri sejak sepekan lalu,  ternyata tidak semudah yang diimpikan oleh awak MPU (Mobil penumpang Umum)  yang mangkal di Terminal Rajekwesi Bojonegoro.

Para awak MPU ini mengaku kesulitan mendapatkan penumpang mudik lebaran yang turun dari bus dan berharap akan ada yang meneruskan perjalanan menuju arah barat atau menuju padangan atau Cepu pada H-1 lebaran,  Sabtu (24/6/17).

Akan tetapi hal tersebut ternyata tak seperti yang diharapkan oleh awak MPU,  karena ternyata mereka kesulitan mencari penumpang,  hal ini seperti yang disampaikan oleh Priyadi,  salah satu sopir MPU jalur Bojonegoro Padangan.

"Sehari kita jalan dua kali Bojonegoro padangan,  tapi tetap sepi penumpang,  meskipun menjelang lebaran," Katanya.

Kesulitan ini juga disampaikan oleh Priyadi, rata rata para penumpang yang turun dari bus dijemput oleh keluarganya dari terminal, sehingga untuk mendapatkan penumpang harus menunggu hingga 4 jam. Lamanya.

Bahkan ada MPU yang menarik hanya sekali dalam sehari hal itu dikarenakan sepinya penumpang,  dan jika ada penumpangpun lebih nemilih naik bis jurusan Cepu atau Ngawi.

Dikatakan juga bahwa untuk jalur,  Bojonegoro padangan ini ada sekitar 70 MPU yang setiap hari beroperasi mencari penumpang,  dan menjelang hari raya idul fitri ini tak sedikit yang mengeluh sulitnya mencari penumpang.

"mungkin akan semakin sulit untuk mendapatkan penumpang MPU,  karena pengarihnya banyak faktor mulai ada HP dan meningkatnya kendaraan Roda dua, " Keluh Priyadi.  (Rum)