Advertise Here

Artikel & Opini

Monday, July 24, 2017

Kedatangan Anna Muawanah Ke Kantor DPC PDI Perjuangan, Finalkan "Anna Ber Budi"?

    Monday, July 24, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat/Sasmito

suarabojonegoro.com - Kedatangan Ana Muawanah ke dua Partai sekaligus pagi hingga siang hari ini yakni DPC Partai PPP dan DPC Partai PDI Perjuangan menjadi sorotan dari berbagai awak media. Pasalnya saat disinggung terkait pencalonannya di Pilkada 2018 me datang. Hingga usai pertemuan tersebut tidak ada komentar dari Ana Mauawanah. Senin (24/07/17).

Ketika awak media menanyakan kabar adanya rumor pasangan yang sering muncul dengan nama "Anna Ber Budi" sehingga dirinya (Anna Muawanah. Red) harus datang ke kantor DPC PDI Perjuangan Bojonegoro,  justru malah dijawab dengan kalimat gurauan oleh perempuan yang namanya sudah sering disebut sebagai Kandidat Bakal Calon Bupati dari PKB ini.

"Belum, Saya juga dengar sebutan itu dari orang orang, " Katanya sembari tertawa renyah. Anna hanya memberikan konfirmasi terkait pertemuannya ke dua Partai tersebut hanyalah kunjungan Silaturohim saja tidak ada yang lain. Saat disinggung terkait pencalonannya di Pilkada 2018 dirinya enggan untuk berkomentar.

"Saya hanya kunjungan silaturohim saja dan karena kami adalah orang Politik jadi ya adalah pembahasan terkait Politik", katanya.

Sementara itu Budi Irawanto selaku Ketua Fraksi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menuturkan bahwa kedatangan Anna Mauawanah ke Kantor DPC PDI Perjuangan adalah untuk bersilaturohim dan dirinya menganggap hal ini adalah hal yang biasa. Saat disinggung terkait Koalisi antara PKB dengan PDI Perjuangan ia menyatakan bahwa keputusan berada di tangan DPP.

"Kalu final koalisi tentunya ada di tangan DPP saya tidak bisa ngomong kalu masalah itu. Final atau tidak final itu setelah ada Rekom dari DPP", katanya.

Kepada awak media dirinya menyatakan bahwa hingga saat ini dirinya juga belum mengetahui Rekom tersebut nantinya akan jatuh kesiapa.

"Dengan kondisi seperti ini kan masih Proses juga. Dan tidak menuntup kemungkinan PDIP akan berkomunikasi dengan Partai-Partai yang lain", tambahnya.

Terkait dengan Pilkada 2018 ini ia juga menambahkan bahwa di Pilkada 2018 ini bertepatan dengan Pilgub. Namun demikian dari Internal Partai PDIP tetap akan mengajukan Bacabup dari Kadernya sendiri. "Tentunya dari Internal ada", imbuhnya.

Menyikapi tentang asanya isu dirinya akan berpasangan dengan Anna Mauawanah ia menyatakan bahwa di ranah Politik seperti ini banyak sekali bermunculan berita-berita Hoax. "Semua keputusan tergantung dari DPP", pungkasnya. (Bim/red).

Ganyengnya Jagong Budaya Di Desa Eksotis, Bersama Wahyu Subagdiono & Didik Mukrianto

    Monday, July 24, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat
suarabojonegoro.com - Suasana dingin menusuk tulang di malam hari ini tidak mengurangi gayengnya suasana Jagong Budaya di Desa Eksotis Dusun Tadahan, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro. Jagong Budaya yang digelar oleh Kelompok Kerja Budaya (Pokja) Kabupaten Bojonegoro ini dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat Kecamatan Gondang, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Dinas Budaya Dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro serta para Investor lokal Kabupaten Bojonegoro. Suasana yang dikemas dengan santai tersebut dimeriahkan oleh artis Ibu Kota Ilham Idol yang mempersembahkan lagu karyanya yang menghipnotis para pengunjung. Senin (24/07/17).

Wahyu Subagdiono selaku Ketua Kelompok Kerja Budaya (Pokja) Kabupaten Bojonegoro menyatakan bahwa Pokja memberikan tema malam hari ini dengan Gondang Eksotis. Hal ini karena potensi Kecamatan Gondang yang memang luar biasa Indahnya. Dimana masing-masing sudut Desa tersebut mempunyai keindahan yang tersendiri.

"Seperti tari yang diperagakan oleh adik-adik kita tadi. Itu merupakan potensi alami yang luar biasa kedepannya", katanya.

Pria yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bojonegoro tersebut menegaskan bahwa potensi wisata yang ada di Kecamatan Gondang tersebut akan lebih luar biasa dan berkembang lagi, apabila ada sinergi antara wisata satu dengan wisata yang lain yang ada di Kecamatan Gond
ang ini.

"Apabila ingin lebih berkembang tentunya harus ada sinergi antara tempat wisata satu dengan tempat wisata yang lain yang ada di Gondang ini", tambahnya.

Dalam kesempatan ini dirinya berharap kedepannya agar potensi-potensi wisata yang ada di Gondang ini dapat dikelola dengan baik sehingga nantinya akan menarik wisatawan baik dalam maupun luar Kabupaten Bojonegoro.

"Di daerah Krondonan yang Indah dengan dikelilingi perbukitan ini harus dikelola dengan baik. Mulai dengan pengelolaan lahannya hutannya harus dikelola dengan sebaik baiknya", ujarnya.

Sementara itu Anggota Komisi III DPR-RI, Didik Mukrianto menuturkan bahwa dirinya ingin belajar kepada guru-guru bangsa yang hadir dalam acara Jagong Budaya tersebut. Karena dirinya meyakini bahwa yang hadir dalam acara tersebut merupakan guru-guru Bangsa yang sebenarnya.

"Alhamdulillah saya dapat hadir dalam acara pada malam hari ini. Tentu saya ingin mendapatkan oleh-oleh dari yang hadir pada malam hari ini. Namun demikian saya ingin mendengar dan ingin menyerap apa yang menjadi kesulitan dan keluhan disini. Sehingga nantinya akan dapat saya perjuangkan di Jakarta nantinya", katanya.

Pria yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Nasional tersebut dalam kesempatan malam ini juga memberi pesan dalam memahami dan mensikapi persoalan-persolan kebangsaan, tentang Kebinekaan, serta mengantisipasi adanya bibit-bibit yang mengancam Kebinikaan.

"Tentu apabila kita menyadari bahwa kunci dari Kebinikaan adalah bagaimana kita bertoleransi dan Tenggang Rasa. Bagaimana kita dapat menghargai sesama manusia, agama, suku dan lain-lain", katanya.

Selanjutnya Kasi Budaya Dinas Budaya Dan Pariwisata, Suyanto dalam kesempatan yang sama. Ia menceritan bahwa di Kecamatan Gondang khususnya di Desa Krondonan ini dirinya banyak sekali kenagan sewaktu dirinya masih menjadi Pramugari Tayub.

"Saya kangen dengan Desa ini, sperti Tadahan, Tengaring, Kenohorejo, Kaliasin dan lain-lain. Saya pernah jatuh berkali kali disini karena kondisi Jalan yang sangat licin sewaktu saya berbudaya. Karena dulunya saya adalah Pramugari Tayub", katanya.
               
Dalam kesempatan ini Pria yang akrab
disapa Pak Yanto Munyuk ini menceritakan tentang Budaya. Ia memberikan contoh tempat wisata Bali yang mana Pulau Bali tersebut tidak hanya dikenal karena Eksotis alamnya akan tetapi Bali juga dikenal karena kebudayaannya.

"Pernah suatu ketika Malaysia ingin mengembangkan sebuah Pulau di Langkawi. Yang mana Pualu tersebut digadang gadang dapat mengalahkan Pulau Bali. Akan tetapi tidak mungkin Langkawi bisa mengalahkan Bali karena Bali dikenal bukan karena Eksotis alamnya saja", tambahnya.

Belajar dari hal itu dirinya berharap Kecamatan Gondang untuk kedepannya mampu menggali Potensi cagar Budaya yang ada di Desa setempat untuk dikembangkan. Karena saat ini sudah banyak Budaya Bangsa yang tenggelam, diabaikan dan bahkan ditinggalkan.
"Suatu contoh orang lahir itu masalah, mau nikah maslah, melahirkan juga masalah, nah disitulah ada ritual-ritual yang perlu diangkat. Maka kalau ingin mengembangkan wisata jangan kikis habis Budayanya lokal", terangnya.

Tidak hanya itu saja dalam acara Jagong tersebut Waka ADM, Supriyanto sangat mengapresiasi para seniman yang tergabung dalam Kelompok Kerja Budaya. Dirinya menyatakan bahwasanya hutan adalah merupakan salah satu dari budaya Bojonegoro. Apabila ditarik ketas hutan yang ada adalah merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa dan tentunya hutan diciptakan untuk kesejahteraan bagi masyarakat.

"Perhutani merupakan bagian kecil dari hutan dan tentunya yang paling besar pemanfaatannya adalah untuk masyarakat. Dan Perhutani diberi kewe
nagan oleh Negara hanya untuk menjaga kelestariannya saja", katanya

Maka dari itu ia berharap masyarakat Kecamatan Gondang kedepannya dapat memanfaatkan kekayaan hutan ini dengan sebaik baiknya. Pasalnya aturan Regulasi terkait dengan kehutanan di tahun ini sudah sangat lunak.

Adapun Djagat Pramudi seorang tokoh dan salah satu pelaku seni di Kabupaten Bojonegoro malam hari ini menyampaikan bahwasanya di dalam kesenian memang perlu diperlukan perjuangan untuk menghidupkan kesenian itu sendiri. Dirinya menyatakan bahwa kesenian Bojonegoro sudah dikenal baik di Nasional hingga ke Internasional.

"Saya memberdayakan kesenian-kesenian Bojonegoro baik itu kesenian Oklik, kroncong dan menghidupkan ke
senian sandur yang sudah lama mati suri. Untuk itu perlu dihidupkan dan diperkenalkan ke seluruh Nusantara bahkan mungkin ke masyarakat dunia", tuturnya.

Dirinya berharap di Kecamatan Gondang ini nantinya ada kesenian tradisi yang mungkin tidak ada di daerah lain. Maka dari itu dirinya mengajak masyarakat desa Gondang ini untuk mengangkat kesenian dan tradisi lokal agar tidak di kelola Bangsa lain.

"Sebenarnya di Indonesia itu banyak sekali kesenian-kesenian yang telah di kemas dan dikelola oleh Bangsa lain, misalnya musik Ref yang sebenarnya musik itu sejak dulu sudah ada di tanah Jawa. Banyak lagu-lagu pitutur Jawa yang tidak ada melodinya dan hanya lirik lagunya yang ada. Karena disini tidak di berdayakan maka diambil oleh orang-orang luar Negeri",
katanya.

Praktisi seni ini juga menyatakan bahwa sebenarnya kesenian-kesenian yang sederhana saja dapat menyumbangkan kesenian yang luar biasa bagi Bangsa Indonesia. Dalam kesempatan ini dirinya secara spontan membuat puisi geguritan yang dipersembahkan untuk masyarakat Gondang yang diberi Judul Bang-Bang Wetan yang mengandung makna apabila manusia mau berusaha pasti akan mendapatkan kebahagiaan. Susunan kata-kata yang indah yang dibawakannya tersebut menambah ganyeng suasana malam Jagong Budaya di Desa Eksotit.

Tidak ketinggalan camat desa   Gondang dalam kesempatan ini juga memberikan sambutan serta arahannya diacara Jagong Budaya ini. Dirinya menyakini saat sudah ada rencana Induk pengembangan potensi wisata Bojonegoro. Dirinya menyatakan bahwa potensi yang ada di Desa Gondang ini da tiga lapis yakni di bawah, di tengah dan di atas.

"Kalau diatas itu adalah hutan, walaupun sekarang kondisinya gundul tapi saya yakin insyallah dengan semangat Revolusi mental kedepannya akan lebih baik", katanya.

Mengenai dengan potensi wisata ia menuturkan agar masyarakat lebih menigkatkan Sapta Pesona, keamanan, ketertiban kesejukkan dan termasuk keramah tamahan.

"Mulailah dari diri sendiri", pungkasnya. (Bim/red).

Komisi A Sayangkan Jadwal Perekrutan Perangkat Desa Yang Mendadak

    Monday, July 24, 2017   No comments
Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Jadwal perekrutan Perangkat Desa yang dianggap sangat mendadak dan pada bulan ini sudah dimulai pendaftaran yang sebelumnya di awali dengan sosialisasi,  namun hal ini oleh komisi A DPRD Bojonegoro dianggap akan merepotkan masyarakat yang akan mendaftar dan ikut perekrutan calon perangkat Desa.

Disampaikam oleh Anam Warsito selaku Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro,  bahwa pihaknya banyak mendapatkan masukan dan aspulirasi masyarakat terkait banyaknya yang kurang faham dengan mekanisme dan Perda (Peraturan Daerah) yang baru.

"Saya menyayangkan juga terhadap jadwal yang dibuat pemkab Bojonegoro terlalu cepat untuk perekrutan Perangkat Desa," Tandas Anam Warsito,  Senin (24/7/17).

Hal itu disampaikan oleh Anam bahwa seharusbya Perda yang baru harus ada sosialisasi hingga ke tingkat masyarakat,  karena selama ini sosialisasi baru dilaksanakan di Pendopo Pemkab Bojonegoro dan belum menyentuh masyarakat tingkat bawah langsung.

"Masyarakat masih banyak yang belum paham,  dan ini tanggung jawab pemkab, karena jika masyarakat tidak paham akan aturan dan mekanisme dalam perda maka akan bahaya" Tambahnya.

Selain itu,  dikatajan juga banyak juga anggota BPD (Badan Perwakilan Desa) yang belum paham terkait perda perangkat Desa tersebut, selain itu Proses waktu yang cepat juga tidak cukup  bagi pendaftar karena harus menyelesaikan administrasi persyaratan.

Seharusnya,  masih menurut Politisi adal Partai Gerindra ini, perencanaan harus lebih matang dalam persiapan akhirnya akan banyak peluang dari warga masyarakat yang daftar calon perangkat Desa sehingga bisa terjaring perangkat desa yang lebih baik dan berkualitas.

"Kalau jadwalnya bulan ini nanti pelantikkanya bulan oktober dan nanti di gaji pada bulan oktober,  Sementara APBDes sudah di tetapkan, nanti kalau tambah perangkat pasti akan merubah APBDes, dan ini pasti menyulitkan dan menjadi beban pihak Desa," Terang pria kelahiran kecamatan Sumberrejo ini.

Anam berharap ujian Perangkat Desa dilakukan pada bulan Desember, sehingga pelantikkan bisa dilaksanakan pada awal januari dan  pasti tidak akan memperngaruhi APBDes.

Dengan adanya persoalan ini pihak Komisi A DPRD mengaku siap berkomunikasi dengan pihak eskutif,  dan komisi A juga akan meminta jadwal perekrutan perangkat Desa dilonggarkan dan juga waktu dalam penyelesaian masalah ini. (Ang*)

Inilah Penjelasan Ketua DPC PPP Bojonegoro Atas Kunjungan Anna Muawanah

    Monday, July 24, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Terletak di Jalan Panglima Polim hari ini Ana Mauawanah beserta rombonggannya pagi hari ini mendatangi Kantor DPC Partai PPP Kabupate Bojonegoro. Saat kunjungannya tersebut awak media sempat diminta untuk keluar oleh Ketua DPC Partai PPP, Khoirul Anam,  untuk tidak melakukan peliputan. Pasalnya kedua belah pihak akan melakukan pembicaraan internal. Senin (24/07/17).

Namun demikian saat usai pembicaraannya tersebut Khoirul Anam bersedia untuk konfernsi Perss kepada awak media terkait kedatangan Ana Mauawanah tersebut. Kepada awak media dirinya menyatakan bahwa kunjungannya Ana Mauawanah Ke Kantor DPC PPP tersebut untuk bersilaturohim. Hal ini sebagaimana tradisi masyarakat Nahdiyin.

"Karena bagaimanapun PKB adalah saudara muda kita dan ini wajar apabila saudara muda berkunjung ke saudara tua", katanya.

Saat disinggung terkait apakah dalam pembicaraannya tersebut ada keterkaitan dengan Pilkada 2018. Irul sapaan akrap Ketua DPC PPP ini membenarkan bahwa ada pembicaraan Politik juga. Akan tetapi persoalan mengusung Bakal Calon Bupati mendatang pihaknya masih dalam tahap Komunikasi dan belum ke arah Rekomendasi.

"Tentu karena ini menjelang Pilkada jadi tadi ada pembicaraan Politik mengenai hal itu. Akan tetapi untuk merekomendasi masih agak jauh. Tapi yang jelas ini menjadi awal permulaan yang bagus, karena harapan kita sama dengan PKB yakni, ikut memunculkan calon dari kader NU", katanya.

Dirinya menegaskan bahwa hingga sampai saat ini DPC PPP sudah melakukan komunikasi Politik dengan Partai-Partai yang lain.

"Kalau komunikasi sudah ada akan tetapi yang sudah Intens ada beberapa", imbuhnya.

Adapun terkait dengan sistem pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati di DPC PPP ia menjelaskan bahwa dalam Juklak di Internal Partai PPP ada mekanisme-mekanisme Pendaftaran.

"Hasil Mukernas kemarin kita masih melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu. Karena Pilkada ini tidak hanya di Bojonegoro saja, tetapi serentak di beberapa Daerah. Tentu komunikasi ini perlu kita bangun bersama sama, dan ini masib menuggu perintah baik dari DPD atau DPW", ujarnya.

Dirinya juga menyatakan bahwa saat ini pihak DPC PPP sudah mempunyai pandangan calon yang akan diusung PPP untuk maju di Pilkada 2018. Akan tetapi untuk menyampaikannya bukanlah wewenang pihaknya.

"Kalau pandangan sudah ada tapi untuk menyampaikan tentunya bukanlah kapasitas kita", pungkasnya. (Bim/red).

Ada Kepentingan Politik Pilkada Dibalik Perekrutan Perangkat Desa? Kang Yoto: Itu Hal yang Normal

    Monday, July 24, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro belum resmi mengumumkan jadwal tahapan Pilkada 2018, nama-nama Bacabup yang sudah berani muncul dipermukaan mulai gencar memainkan strateginya. Gerakan mereka sangat variatif, ada yang memakai cara pendekatan langsung kepada masyarakat (blusukan), ada yang menggunakan survei elektabilitas, hingga dengan cara memanfaatkan kepentingan-kepentingan politis.

Sebab, diketahui bersama diakhir tahun 2017 ini agenda politik akan dimulai. Dimana ada dua pelaksanan pengisian jabatan, yakni pengisian perangkat desa dan dimulainya tahapan Pilkada 2018. Tentunya menjadikan iklim politik Bojonegoro semakin dinamis.

Kemudian, apakah ada hubungan politik antara Pilkada dengan pelaksanaan perekrutan perangkat desa? Bupati Bojonegoro, Suyoto menyatakan, hal semacam itu normal. Sebagai seorang politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kang Yoto menanggapinya dengan bahasa politis. Menurutnya tarik menarik kepentingan pasti ada.

"Itu hal yang normal, selalu akan terjadi tarik menarik kepentingan," kata Kang Yoto. Senin (24/7/17).

Bupati dua periode itu optimis, pelaksanaan perekrutan perangkat desa akan berjalan dengan maksimal. Diharapkan desa-desa yang kekurangan perangkat akan segera terisi dan Pemdes bisa bekerja secara optimal.

Dari data yang dihimpun ada 1.236 lowongan perangkat desa di Bojonegoro. Jumlah tersebut cukup fantastis. Besar kecil tentu ada pengaruhnya di Pilkada Bojonegoro 2018 mendatang. Diprediksi kuat bakal muncul tarik ulur kepentingan dalam dua atmosfer politik tersebut. (wan/red).

Dari Kantor DPC PPP, Anna Muawanah Berlanjut Datangi Kantor DPC PDI Perjuangan

    Monday, July 24, 2017   No comments
Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bojonegoro, Anna Muawanah Setelah mendatangi kantor DPC PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Dijalan Panglima Polim Bojonegoro, melanjutkan singgah di Kantor DPC PDI Perjuangan yang kebetulan bersebelahan. Senin (24/7/17).

Kedatangan Anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini diterima oleh ketua DPC PDI Perjuangan, Budi Irawanto bersama pengurus Partai DPC PDI perjuangan. Lagi lagi mereka melakukan pertemuan tertutup diaula kantor DPC PDI perjuangan seperti sebelumnya di DPC PPP.

"Kita akan melakukan rapat internal dulu, " Kata Budi Irawanto. Anna Muawanah datang bersama rombongan dari Pengurus DPC PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Bojonegoro diantaranya adalah Abdullah Umar,  Imam Sholikin,  Nafik Sahal,  Hamim Sanadi dan Pengurus lainnya.

Kedatangan Perempuan yang Bacabup ini,  dan diduga melakukan silaturahmi dengan pengurus DPC PDI perjuangan untuk komunikasi terkait Pilkada 2018.

Sama halnya dengan pertemuan dengan DPC PPP, di PDI Perjuangan pun masih belum ada pernyataan resmi dari pihak Anna Muawanah maupun Rombongan, karena pertemuan antara Anna Muawanah,  Pengurus PKB dan PDI perjuangan masih berlangsung. (Ang*)

Pagi Ini, Anna Muawanah Berkunjung Ke Kantor DPC PPP

    Monday, July 24, 2017   No comments
Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bojonegoro, Anna Muawanah Pagi ini tepat pukul 10.00 WIb, mendatangi kantot DPC PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Dijalan Panglima Polim Bojonegoro, Senin (24/7/17).

Anna Muawanah datang bersama rombongan dari Pengurus DPC PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Bojonegoro diantaranya adalah Abdullah Umar,  Imam Sholikin,  Nafik Sahal,  Hamim Sanadi dan Pengurus lainnya.

Belum jelas kedatangan Perempuan yang juga anggota DPR RI ini,  dan diduga melakukan silaturahmi dengan pengurus DPC PPP untuk komunikasi terkait Pilkada 2018.

Pertemuan berlangsung tertutup antara Anna Muawanah, pengurus DPC PKB dan pengurus PPP,  "Kami akan mengadakan komunikasi internal mohon awak media diluar dulu," Kata Ketua DPC PPP Choirul Anam.

Sementara dari pengurus PPP yang menemui Anna Muawanah diantaranya adalah Choirul Anam,  Mieke, Jamirah Dan pengurus lainnya.

Hingga saat ini pertemuan masih berlangsung tertutup dan belum diketahui secara resmi kedatangan Anna Muawanah ke kantor DPC PPP.  (Ang*)

Menuju Pilkada Bojonegoro 2018, Partai Golkar Ajukan 6 Nama Ke DPP

    Monday, July 24, 2017   No comments
Reporter : Sasmito Anggoro


suarabojonegoro.com - Ada 6 (Enam) nama yang diajukan oleh DPD Partai Golkar Bojonegoro untuk diusulkan dalam penjaringan Bakal Calon Bupati (Bacabup)  dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup)  untuk memperoleh Rekomendasi dari DPP Partai Golkar guna maju dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  Bojonegoro 2018 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Hj. Wahyuni Susilowati ketika dihubungi suarabojonegoro.com melalui sambungan telephone selularnya,  Senin (24/7/17).

"Ada 6 nama mas yang sudah diajukan DPD ke DPP Partai Golkar, " Jelasnya.

Menurut Susi,  sudah ada pertemuan di Malang dengan tim dari DPP, yang juga dihadiri 18 kabupaten/kota untuk melakukan koordinasi persiapan Pilkada dan mempresentasikan para Bakal calon yang akan diusung dalam pilkada 2018.

Dari enam nama tersebut diantaranya adalah Mitroatin (Ketua DPD Golkar),  Suyuthi (Ketua DPD PAN), Sukur Priyanto (Ketua DPC Partai Demokrat), Wardiyono (Anggota TNI),  Kholig Ubed (Ketua PC NU) dan Soehadi Moeljono (Sekda Bojonegoro).

Dari Nama nama ini nanti akan digodok oleh DPP melalui berbagai mekanisme sesuai dengan aturan DPP Partai Golkar.

"Nanti DPP yang akan menentukan siapa nantinya yang akan mendapat rekom untuk maju dalam Pilkada melalui Partai Golkar," Pungkas Susi. (Ang*)

Ilham Idol, Akan Ajak Artis Ibu Kota Datang Di Gondang

    Monday, July 24, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat


suarabojonegoro.com -  Ilham Irawan Basso atau yang lebih dikenal dengan Ilham Idol, malam hari ini menghipnotis ratusan warga masyarakat Dukuh Tadahan, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro dengan karya-karya lagu ciptaannya. Pria yang ramah senyum dan mudah bergaul tersebut mengisi acara Jagong Budaya yang digelar oleh Pokja (Kelompok Kerja) Budaya Kabupaten Bojonegoro. Minggu (23/07/17).

Tidak hanya melantunkan tembang-tembang yang merdu dengan suara emasnya saja. Pria kelahiran Kota Makasar ini merasa takjub dengan eksotis wisata Desa Krondonan ini. Melihat potensi wisata tersebut dirinya berkeinginan untuk membuat event dengan mengajak artis-arit Ibu Kota lainnya di Kecamatan ujung Selatan Kabupaten Bojonegoro ini.

"Beruntunglah saudara yang tinggal disini, karena orang-orang di sana ingin sekali memiliki tempat tinggal seperti disini. Dan dalam waktu dekat ini saya akan mengajak artis-aris Ibu Kota seperti Judika, Delon dan lainya untuk membuat event di Desa ini, agar Desa yang Indah ini nantinya bisa lebih dikenal di luar sana", katanya, disambut terikan dan tepuk tangan para oengunjung.

Tidak hanya itu saja para pengunjung di acara Jagong Budaya tersebut diberi kesempatan untuk berfoto bersama dengan sang Idola. Adapun dalam acara tersebut dihadiri oleh para tokoh-tokoh Masyarakat, Anggota DPR RI Didik Mukrianto, Anggota DPRD, dan Kelompok Kerja Budaya, dan Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro. (Bim/red).

Pemkab Tepis Dugaan Ada Kepentingan Politik Dalam Perekrutan Perangkat Desa

    Monday, July 24, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com- Dinamika politik di Bojonegoro semakin memanas. Menjelang pelaksanaan tahapan Pilkada 2018 para bakal calon Bupati mulai gencar meningkatkan elektabilitasnya. Sehingga diharapkan mampu mendobrak nama para Bacabup tersebut.

Disis lain, pada akhir tahun 2017 ini Pemkab Bojonegoro bakal melaksanakan perekrutan perangkat desa. Hal tersebut memunculkan asumsi ada hubungan politis antara pelaksanaan Pilkada Bojonegoro 2018 dengan pelaksanaan perekrutan perangkat desa.

Disingung mengenai hal tersebut, Asisten 1 Bagian Pemerintahan, Pemkab Bojonegoro, Djoko Lukito menepis adanya kepentingan Pilkada pada pelaksanaan perekrutan perangkat desa.

Pria berkacamata itu berharap, pelaksanaan perekrutan perangkat desa di Bojonegoro bisa berjalan sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama.

"Semoga tidak terjadi demikian, Tim Kabupaten akan berupaya melaksanakan sesuai ketentuan dan tahapan yang disepakati bersama Tim Desa," katanya.

Hal senada ditegaskan oleh Bupati Bojonegoro Kang Yoto, sapaan akrab Suyoto. Bupati dua periode ini optimis pelaksanaan perekrutan perangkat desa dapat berjalan dengan maksimal.

"Agenda perekrutan akan jalan terus semaksimal mungkin, agar pemdes dapat optimal kinerjanya," tegas Kang Yoto. (wan/red).

Yang Muda Yang Berdesa

    Monday, July 24, 2017   No comments
Oleh: Arian Dwi

suarabojonegoro.com - Setelah ditunggu tunggu akhirnya  pemerintah kabupaten secara resmi mensosialisasikan peraturan daerah dan peraturan Bupati terkait pengadaan calon perangkat desa serentak di kabupaten Bojonegoro. Menurut informasi rencananya pembukaan rekrutmen perangkan desa masal tersebut akan dimulai pada bulan mendatang. Tentu hal ini menjadi berita yang menggembirakan terlebih bagi siapa saja yang mengingkinkan berkarir melalui jalur permintahan desa, tidak taggung tanggung jumlah total kebutuhan perangkat desa di 419 desa di Bojonegoro  sebanyak 1200an orang

Aturan yang mengatur tentang pengadaan perangkat desa ini memberikan kans dan ruang yang cukup besar bagi pemuda untuk menduduki peran sebagai abdi desa, disebutkan bahwa salah satu persyaratan untuk dapat mengikuti rekruitmen perangkat desa ini berusia antara 20 hingga maksimal 42 tahun yang notabene adalah usia usia produktif. Tentunya hajat besar pengadaan perangkat demokrasi yang jumlahnya ribuan ini dapat menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab bersama sama pada bulan bulan mendatang

Peluangnya adalah dengan banyaknya jumlah perangkat desa yang dibutuhkan otomatis akan membuka kesempatan yang lebar bagi siapa saja yang memenuhi apa yang disyaratkan untuk ambil bagian menjadi calon perangkat desa terutama pemuda, hal ini adalah kesempatan bagi desa untuk dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang berkualitas dengan memberikan kesempatan dan juga kepercayaan dengan melibatkan peran pemuda didalam penyelenggaran pemerintah desa yang secara sosiologis anak muda identik dengan pencarian jati diri, kritis, berdaya kreativitas tinggi, berkeingintahuan besar, dan spontan, sehingga dengan masuknya pemuda ini dapat menjadi suatu kekuatan baru dalam perubahan politik, ekonomi dan budaya desa yang lebih baik. Tentu Latar belakang pendidikan para pemuda ini akan sangat berpengaruh pada kemajuan pembangunan desa. Hendaknya peluang dengan pelibatan pemuda ini mampu ditangkap dengan baik oleh pemerintah desa, peran perangkat desa muda yang menawarkan inovasi, kreativitas, daya kritis, serta pengetahuan yang berkemajuan di kolaborasikan dengan dan perangkat desa yang sudah ada yang kaya akan pengalaman tentunya ini adalah sinergitas yang baik untuk mengarahkan pada efektivitas penyelenggaraan pemerintah desa yang berkualitas demi terwujudnya desa yang maju dan mampu berdaya saing pada waktu waktu mendatang. Sehingga peluang ini diharapkan dapat ditangkap dengan baik oleh desa dalam pengadaan calon pembantu desa ini nantinya

Berbicara tantangan adalah bagaimana dalam proses pengadaan aparatur pemerintah desa sendiri sangat rawan menjadi celah untuk kembali menyuburkan budaya KKN, meskipun dalam mekanismenya sesuai apa yang telah diatur dalam peraturan daerah bahwa dalam proses pengadaan nantinya akan dilakukan se terbuka mungkin dan dengan system tes tulis serentak yang memadukan tes kecerdasan dan juga tes kompetensi dasar sehingga setiap peserta atau bakal calon perangkat desa benar benar bersaing didalam tes ini, namun khawatirnya adalah tidak menutup kemungkinan jika lemahnya control pengawasan yang baik  serta ketidak terbukaan penyelenggaraan  seperangkat pengujian tersebut  rawan digunakan sebagai aji mumpung untuk melakukan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, seperti suap, pungli, gratifikasi dll

Istilah Lobbying dengan melakukan suap, kerap menjadi senjata bagi siapa saja yang menginginkan untuk menduduki posisi posisi srategis tidak luput juga jika momentum pengadaan perangkat desa mendatang ini juga rawan dengan proses mal etika tersebut, yang secara tidak langsung akan berdampak pada kualitas penyelenggaraan pemerintah desa kedepan, Karena poin penting untuk menjaring calon perangkat desa yang kompeten, dan qualified mampu digeser oleh oknum oknum yang menawarkan pilihan menguntungkan bagi segelintir orang, Sehingga pengadaan calon perangkat desa kedepan menjadi tantangan bagi pihak pihak yang terlibat langsung seperti pemerintah desa, tim desa, tim fasilitator dari kabupaten untuk membuktikan bahwa proses penjaringan nantinya dapat benar benar terbebas dari itikad itikad yang tidak berlandaskan pada nilai nilai kejujuran, keprofesionalisme an, keadilan dengan tetap konsisten menjaring perangkat desa yang berkualitas dan berkompeten,dan hal ini sekaligus juga menjadi pertaruhan, bagaimana tidak dengan pengadaan perangkat desa masal tersebut, sekali salah dalam menentukan  calom perangkat desa tentu hal itu akan berdampak langsung pada tata kelola pemerintah desa 20 hingga 30 tahun mendatang,

Kontrol Sosial Bersama

Untuk mengatasi indikasi yang mengarah pada ketidak jujuran pengadaan rekruitmen perangkat desa diperlukan keadaran bersama antara pemerintah desa, tim desa, dan seluruh masyarakat untuk kembali konsisten berkomitmen memperbaiki desa. Tim desa yang nantinya bertugas untuk mengedalikan seluruh tahapan proses harus mampu memegang teguh integritas didalam beretika, mampu menjaga keindependensiannya dalam penentuan bakal calon perangkat desa yang akan berkompetisi serta membuka informasi seluas luasnya informasi apapun bagi masyarakat terkait penyelenggaraan rekruitmen, setidaknya open government partnership yang sudah dipilih pemerintah kabupaten Bojonegoro sebagai nafas penggerak pembangunan benar benar mampu dimanifestasikan dalam setiap kegiatan berpemerintahan.

Dan bagi masyarakat dan seluruh pemuda yang ada di kabupaten ini, ini adalah kesempatan sekaligus peluang yang dapat didikuti oleh siapa saja yang mampu dan mau, sehingga praktik praktik tidak beretika seperti menyuap, gratifikasi, dalam upaya pemulusan langkah menuju abdi desa ini diharapkan dihindari. Pada akhirnya dengan keterbukaan informasi yang digadang gadang di daerah ini harus benar benar mampu dinyatakan dalam hajat besar ini, masyarakat dan elemen elemen harus mau dan peduli untuk memantau jalannya proses ini, dengan dibukanya keran informasi serta kesadaran untuk berpartisipasi melakukan pengawasan akan mampu menjadikan proses pengadaan perangkat desa masal ini terkawal dengan baik dan jauh dari praktek praktek yang tidak berkeadilan. (**)

Sunday, July 23, 2017

Gelar Halal Bihalal PSHT Ranting Kapas Ajak Anggotanya Amalkan Ajaran Luhur

    Sunday, July 23, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat      
    
suarabojonegoro.com - Ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kapas Cabang Bojonegoro malam hari ini Sabtu (22/07/17) berkumpul dengan penuh Persaudaraan di lapangan Dukuh Kedung Bajul Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Ratusan Pendakar PSHT tersebut berkumpul dalam acara Pengajian Umum dan Gema Sholawat serta sekaligus Halal bihalal. Minggu (23/07/17).

Acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh PSHT Cabang Bojonegoro dan Habib Muhsin Al Hamid serta beberapa tokoh masyarakat Kecamatan Kapas ini sekaligus memberikan santunan kepada anak Yatim. Dalam sambutann
ya Ketua PSHT Ranting Kapas Cabang Bojonegoro menyatakan bahwa kegiatan Halal Bihalal PSHT Ranting Kapas ini merupakan kegiatan puncak. Artinya dalam awal tahun 2017 PSHT Ranting Kapas telah banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial.

"Sebagaimana kegiatan sosial ini diselenggarakan oleh adik-adik kami mulai dari Rayon-Rayon PSHT Ranting Kapas yang mana di rayon tersebut ada latihannya. Muali dari membersihkan jalan, mengecat mushola, dan berbagi takjil dan lain-lain", katanya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Persaudaraan Seti Hati Terate Cabang Bojonegoro, Wahyu Subagdiono S.sos mengajak seluruh anggotanya untuk menjaga Persaudaraan sebagaimana ajaran luhur SH Terate. Ia juga berharap SH Terate ikut andil dalam m
empertahankan keutuhan NKRI. Hal ini sebagaimana Prinsip ajaran luhur SH Terate sebagai banteng pertahanan kedaulatan NKRI.

"Barang siapa yang berani mengusik Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945 maka SH Terate akan berdiri di depan untuk mempertahankannya", pungkasnya. (Bim/red).

Maju Perangkat Desa, Masih Banyak Masyarakat yang Bingung Terkait Sertifikat IT

    Sunday, July 23, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com - Salah satu syarat administrasi guna mengikuti seleksi perangkat desa adalah dengan melampirkan sertifikat keahlian informasi dan teknologi (IT) atau kompetensi dibidang komputer. Namun, menjelang pelaksanaan perekrutan perangkat desa, masih banyak masyarakat yang bingung, sertifikat IT yang bagaimana yang sudah tertuang dalam Perbup tersebut. Serta dari lembaga yang bagaimana yang bisa mengeluarian sertifikat tersebut.

"Saya masih binggung, terkait sertifikat IT yang bagaimana. Serta lembaga yang bagaimana yang sah mengeluarkan sesuai amanat Perbup," kata salah satu warga asal Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.

Hingga saat ini dirinya mengaku belum mendapat arahan dari Pemdes setempat atau pihak kecamatan setempat terkait sosialisasi Perbup tentang Perangkat Desa.

Terpisah, beberapa waktu lalu, Kabid Pemerintahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Sugeng Firmanto menegaskan jika lembaga yang mempunyai kompetensi mengeluarkan sertifikat IT-lah yang bisa menerbitkan.

"Lembaga yang memiliki kompetensi untuk mengeluarkan sertifikat IT," kata Sugeng kepada suarabojonegoro.com.

Diharapkan, masyarakat segera diberi pencerahan atau penjelasan terkait syarat-syarat untuk maju sebagai perangkat desa. (wan/red).

Niat Cari Ikan di Embung, Warga Karangdinoyo Sumberrejo Tenggelam

    Sunday, July 23, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Kejadian naas menimpa Suwono (60) warga Karangdinoyo RT 10 RW 03 Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Suwono tenggelam dan tak bisa terselamatkan ketika hendak mencari ikan di waduk (embung) desa setempat. Minggu (23/7/17) sekira pukul 08.00 WIB.

Salah satu saksi, Kusno (50) warga setempat menceritakan, kejadian tersebut diketahuinya ketika korban hendak menjaring atau mencari ikan di Waduk. Setelah korban turun di dalam embung tiba-tiba korban tenggelam.

"Setelah di lakukan pencarian bersama warga selama 30 menit korban ditemukan masih dalam keadaan bernafas. Akhirnya korban di bawa kerumah sakit Muhammadiyah Sumberrejo," katnya.

Namun, dalam perjalanan korban akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB. Hingga berita ini ditayangkan, Reporter suarabojonegoro.com masih menunggu laporan resmi dari kepolisian setempat. (wan/Red)

JANJI KITA

    Sunday, July 23, 2017   No comments
Cerita Pendek
Oleh: Edy Saputro Cahyo

Impian yang pupus karena narkotika dan perselewengan, Yantik hatinya selalu galau bila mengingat kejadian itu. Persiapan setelah lulus kuliah untuk menjadi calon istri dan mendapat pinangan dari lelaki yang diidamkan sirna sekejap mata. Kegalauan itu sedikit terobati dengan datangnya Pak Warsito. Tapi ingatan pada Romi tak akan terlupakan begitu saja akan janji yang dibuat Yantik.

Ketika matahari mulai nampak dari timur menuju ke barat. Yantik mengikuti langkah kakinya yang berseragam dan membawa segala persiapan untuk kuliah, wajah dipoles dengan bedak yang cukup mahal harganya. Maskara terpasang dengan begitu rapinya, bibir yang di poles dengan liptik agak kemerahan berbinar, yakni  tujuannya menyambut calon suami yang akan  menjemput mengantarkanya kuliah. Hp berdering dan pintu seakan berteriak akan kedatangan Romi.
“Selamat pagi mama, sudah siap berangkat?”
“Pagi, bentar ini masih nyiapin buku-buku!”
Menunggu dengan sabarnya Romi di depan pintu, menyibukan dirinya dengan sms, entah sms dengan siapa. Kewibawaan dan berkarier sukses sebagai pegawai Bank BNI membuat dirinya tidak ragu akan meminang Yantik. Tak lama kemudian Yantik muncul dan siap berangkat. Dengan terlebih dahulu berpamitan kepada orang tua, sikap manis dan sopan Romi tunjukkan kepada kedua orang tua Yantik. Orang tua sudah yakin bahwa Romi akan menjadi menantu yang baik dan bisa menjaga Yantik.
“Bapak/Ibu berangkat dulu!”. Tutur Romi.
“Ya, Bapak dan Ibu,Yantik berangkat dulu, Assalamu’alaikum!”
“Wa’alaikumsalam, hati-hati ya Tik!” Gumam Bapak dan Ibu.
Hubungan yang dijalin selama empat tahun mulai sejak lulus SMA membuat keteguhan hati Yantik percaya benar akan hubunganya dengan Romi. Berkali-kali Romi mengajukan lamaranya kepada orang tua Yantik, namun selalu jawaban dari orang tua untuk menunggu setelah lulus kuliah. Sebab bila dilamar sekarang Yantik tidak akan konsen ke kuliahnya dan bisa menganggunya . Yantik selalu patuh dan menghormati apa yang dikatakan kedua orang tuanya.  Saran kedua orang tua malah memacu Yantik giat belajar dan ingin cepat lulus.
Kegiatan di kampus selalu aktif diikuti dengan senang, bahkan dilihat dari grafik nilai dari semester pertama hingga semester enam ini mengalami kenaikan yang cukup bagus. Yantik menginginkan cepat lulus agar bisa dilamar Romi. Beasiswa pun sering Yantik dapatkan karena nilainya bagus terus, sehingga bisa mengurangi beban orang tua. Yantik sangat dikenal oleh teman-teman, dosen-dosen dengan sikapnya yang mudah berkomunikasi. Inilah semangatnya yang membuat orang terkagum-kagum padanya.
Sepulang kuliah Yantik kadang juga dijemput bila bertepatan dengan jam istirahat Romi. Sebaliknya bila tidak dijemput Yantik pilih naik angkot dan bonceng teman. Sms perhatian untuk Romi selalu tertulis dengan jarinya lewat HP.
“Siang papa, jangan lupa makan dan ibadahnya, ini mama baru saja pulang dari kuliah.”
Kata-kata papa dan mama yang selalu Yantik dan Romi pakai dalam memanggil pasangan.
Kesibukan entah apa yang membuat Romi tidak urung membalas sms Yantik. Berkali-kali sms tidak pernah Romi balas. Dengan menyibukan dengan belajar Yantik selalu merasa tidak konsen bila belajar, apabila tidak mendapat balasan  kabar dari Romi. Kecurigaan tidak ada di penak Yantik, selalu berfikir mungkin Romi ada rapat bahkan ada pelanggan Bank yang ramai. Begitulah yang terlintas dalam penak Yantik.
Malam minggu tiba, Yantik seperti biasa menunggu jemputan Romi untuk diajak keluar ke alun-alun kota. Setidak-tidaknya mengurangi beban pikiran yang penuh akan tugas dan kegiatan-kegiatan di kampus. Lama menunggu namun Romi tidak urung datang menjemputnya. Hp yang selalu digegam sampai berkeringat membuat Yantik hilang kesabaran. Sms berkali-kali Yantik lakukan, tetapi tunda dan tunda. Telpon tapi hanya mendengar suara “maaf nomor yang Anda hubungi tidak aktif, coba beberapa saat lagi.”
Kebingungan terpancar diraut wajah Yantik, jalan mondar-mandir di serambi rumah tidak membuat capek kakinya. Gegaman hp yang ditunggu bunyi deringya tidak urung berbunyi. Hanya deringan bunyi jangkrik yang ada di sekitar pinggir-pinggir rumah. Selama tiga jam menunggu membuat ibunya keluar dan menyambangi Yantik.
“Tunggulah di dalam Tik.?”
“Tidak Bu! Mungkin sebentar lagi Romi datang?”
“Ya, tapi sudah tiga jam kamu menunggu, mungkin Dhek Romi ada kesibukan atau masalah keluarga. Cobalah sms atau telpon.”
“Itulah Bu, berkali-kali aku telpon dan sms tidak ada kabar, Hpnya mati!”
“Sabar Tik, sekarang masuklah tunggu di dalam rumah saja, udaranya dingin di luar,”

***
Saat di kampus banyak teman-temanya yang melihat kemurungan raut wajahnya yang sedih dan tidak seperti biasanya,selalu menyapa setiap orang walau tidak kenal. Dila sahabat yang paling dekat dengan Yantik. Menghiburnya. Dila  teman satu kecamatan yang kuliah di Universitas yang sama, namun beda fakultas, angkatan. Dila juga lebih tua dari Yantik, sedangkan Yantik angkatan 2010. Dila menghibur, menghibur, tapi tidak ada reaksi timbal balik dari Yantik. Padahal bila ada masalah Dila juga selalu sharing dengan Yantik. Dila berupaya membujuknya dan menanyakan  kenapa kok murung dan kurang bergairah kuliah. Yantik hanya diam saja. Yantik tidak ada teman yang sedekat seperti Dila, akhirnya dia tidak mau menyimpan masalahnya, dan menceritakan semua pada Dila. Terutama masalah yang mendasar adalah masalah Romi yang akhir-akhir ini sulit dihubungi, bahkan biasanya setiap malam minggu menjemput untuk pergi ke alun-alun kota, tidak datang. Dila yang begitu serius mendengar cerita Yantik, membuat Dila mengambil langkah dan menatap masa lalunya dulu.
Cerita yang diungkapkan Yantik hampir mirip dengan cerita  yang pernah dialami Dila. Dila menceritakan juga saat itu dirinya  menunggu pacarnya waktu ada acara ulang tahun temannya. Alhasil, apa yan terjadi pacarnya tidak datang dan malahan mendengar kabar kalau pacarnya menghamili gadis lain. Padahal pacarnya sudah diakui statusnya oleh kedua orang tua Dila sebagai anak yang berkepribadian baik dan penuh tanggung jawab. Sakit hati yang dirasakan Dila sangat, sangat, menyakitkan. Bagaimana tidak berpacaran sudah menginjak lima tahun, berahir dengan sia-sia, dan sangat menyakitkan. Tak akan pernah Dila lupakan.
“Sampai begitu Mbak, wuh ngeri ya.” Ungkap Yantik
“Itulah Yan! jangan pernah menganggap seseorang cowok yang sudah lama singgah di hati kita akan menjadi pendamping kita. Saya cuma berpesan, berhati-hatilah kamu sama Romi, bukan saya melarang dan menakut-nakuti, Cuma sekedar mengingatkan.”
“Ya Mbak, tapi Romi itu orangnya baik dan penuh perhatian. Tidak mungkin Romi akan berbuat begitu.”
“Ya kebaikan itu akan menjadi berubah nilainya Yan! lama-kelamaan. Mengerti maksud saya kan.”
“Hah, aku benci pada Mbak, selalu menuduh yang tidak-tidak dan suka menafsirkan seseorang dengan sebelah mata. Romi pokoknya baik, dan setelah lulus dia janji akan melamarku?”
Hampir dua minggu Yantik menghubungi Romi tapi tidak pernah ada kabar yang terselip. Diputuskanya Yantik mendatangi rumahnya Romi, dengan berbekal tas dan hp genggam diantarkannya angkot menuju rumah Romi. Sampai di rumah Romi ternyata tidak ada seorangpun di sana. Berteriak memanggil-manggil tanpa ada balasan suara. Bel dibunyikan berkali-kali. Sampai teriakannya yang keras memacu seorang tetangga menyambangi Yantik.
“Cari siapa Mbak kesini? Rumah ini sudah kosong,tidak ada penghuninya.”
“Mau cari Romi Pak!! Lo pada kemana semua Pak penghuninya kok tidak ada?”
“Nak, kamu belum tahu ya, kalau Romi tertangkap basah mengunakan narkotika bersama rekan kerja ceweknya di sebuah hotel Nusantara, dan sekarang kedua orang tuanya pindah ke kota karena  malu akan perbuatan anaknya.”
Mendengar berita serupa, dirinya tidak percaya bahwa Romi berbuat seperti itu.
“Tidak mungkin Pak, Tidak mungkin.”
(akhirnya dirinya terpingkal pingsan di tempat)
***
Terbangun dari pingsanya, langsung memeluk ibunya,,, dan sangat sedih sekali. Ibunya memeluk dengan erat dengan penuh air mata bercucuran.
Sementara itu Romi yang berurusan dengan petugas polisi yang diketahui mengunakan narkotika, langsung di bawa kekantor polisi, bersama dengan rekan ceweknya ditahan di lembaga pemasyarakatan Jember.
Mendengar nama Susi sebagai rekan kerja Romi, Yantik bingung kenapa berduaan di hotel dengan Susi, perasaan dan firasat apakah Romi selingkuh di belakangnya. Tidak tahu pasti. Susi yang sudah bersuami dan dikaruniai anak, apakah itu tanda bahwa Romi selingkuh dibelakangknya. Jelas menimbulkan kebinggungan yang luar biasa.
Yantik merasa dirinya dibohongi, hari-harinya selalu sedih dan galau. Kuliah tidak lagi seperti biasanya yang cekatan dan bergegas dalam menyampaikan aspirasinya yang kiranya sulit.Yantik sering tidak mengikuti kegiatan extra panduan suara karena rasa sedihnya belum juga bisa terbendung. Kuliah juga kocar-kacir tidak karuan, sering tidak masuk, ngerjakan tugas tidak pernah, komunikasi dengan teman-teman hilang sepi begitu saja. Kampus tidak bisa melihat senyumnya lagi yang begitu menawan.
Mata kuliah Linguistik yang dosennya Pak Warsito menanyakan keberadaan Yantik. Teman-teman satu kelas sering ditanya, di mana Yantik, kenapa Yantik tidak masuk. Banyak teman-temannya yang tidak tahu. Tetapi datangnya Dila yang juga mengikuti kuliah linguitik, menceritakan apa adanya kepada Pak Warsito tentang keadaan Yantik. Kalau Yantik baru ditinggal pergi pacarnya, sekarang perasaanya galau  tertekan rasa sakit dan merasa dibohongi. Pak Warsito yang selama ini diam-diam memantau gerak-gerik Yantik saat berada di kampus, juga mempunyai perhatian khusus. Sebab Yantik lebih aktif dalam bertanya dari teman yang lain. Sehingga Pak Warsito secara tidak langsung juga mempunyai perasaan pada Yantik. Sebagai dosen muda dan cukup mempunyai karier apa salahnya, pada kegalauan yang diderita Yantik, Pak Warsito mencoba mendekatinya, tapi bagaimana cara Pak Warsito belum tahu.
Yantik saat menempuh mata kuliah linguistik langsung ditunjuk oleh Pak Warsito sebagai koordinator kelas. Karena tiga hari sudah tidak masuk, maka tujuan Pak Warsito memberi tugas sebagai koordinator kelas agar Yantik masuk terus, karena sebagai koordinator bila ada apa-apa tidak masuk akan merugikan banyak temannya. Yang sebenarnya bertujuan bila nantinya Pak Warsito tidak masuk mungkin ada keperluan, berpergian, sakit atau ada urusan, bisa memberitahukan ke Yantik ada tugas apa tidak, bila ada tugas, di meja. Oleh sebab itu Pak Warsito meminta nomor hp Yantik, sebaliknya Pak Warsito memberi nomor hpnya. Agar komunikasi mudah.
Di kamar Yantik sering melamun dan menangis hingga matanya membengkak, kegalauan yang tiada obatnya. Makan dan sholat sering  Yantik lewatkan, namun Ibu yang sangat perhatian mengingatkan untuk melakukan kewajibannya. Ditengah-tengah percakapan ibu, berdering hp Yantik , sampai dua kali berdering tidak Yantik angkat. Ibu yang mendengarnya hp Yantik merasa terusik kupingnya.
“Yantik, hpmu berbunyi, ada telpon mungkin.”
“Ya Bu, lagi males, biarkan bunyi, mungkin mbak Dila ngajak belajar bareng.”
Dering ketiga tidak bisa menggugah hati Yantik. Dering ke empat kalinya barulah Yantik beranjak mengambil hp dan mengangkatnya, ternyata Pak Warsito yang menelpon, Pak Warsito memberitahukan kalau besok dirinya tidak bisa memberi mata kuliah, dan meminta kalau besok tetap mengisi daftar hadir dan ada tugas di meja Pak Warsito.
Dengan nada terserak-serak dijawabnya “iya Pak, besok akan sampaikan keteman-teman.”
Dalam rumah tahanan Romi tidak pernah dijengguk oleh Yantik. Romi yang merasa terpukul dan menyesal atas perbuatan yang dilakukan. Begitupun Yantik  tidak ingin melihat wajah Romi lagi. Karena merasa dirinya dihianati.
Di sela-sela perkuliahan, dirinya menginformasikan pada teman-teman yang menempuh mata kuliah linguistik, bahwa Pak Warsito tidak ada ada urusan, beliua bepesan untuk mengisi daftar hadir dan ada tugas dari Pak Warsito. Dila saat itu juga menempuh mata kuliah yang sama dengan Yantik, secara perlahan Yantik langsung memeluk tubuh Dila. Menangis tersedu-sedu.
“Benar kata-kata yang Mbak nasehatkan ke saya dulu. Seseorang yang berhubungan lam dengan kita belum tentu akan selamanya bersama.”
“kamu sekarang sudah paham kan, apa artinya kebersamaan, tidak akan seseorang mulus dengan jalannya?”
Dila dalam pelukan kesedihan Yantik, juga mengatakan bahwa Dila saat ditanya Pak Warsito, tanya keberadaan Yantik dan alasan tidak masuk kuliah. Dila menceritakan apa yang terjadi, namun Yantik berbilang tidak apa-apa.
“Kita sama-sama sedih, tapi Yan, jangan terus terbelenggu oleh kegalauan itu, mari kita lawan?” lupakan masa lalu dan anggap sebagai pengalaman cintamu, tatap masa depanmu.”
“Serasa berat kata-kata untuk mengucapkan melupakan masa lalu, tapi benar kata Mbak jangan terlarut dalam kegalauan, itu akan merusak diri kita sendiri.”
Bersama angin yang sepoi-sepoi Yantik berada di dekat cendela, mendapati pesan pendek perhatian dari Pak Warsito, dengan rasa yang tidak enak menyelipkan rasa malu, sungkan akan balas sms Pak Warsito. Akan tetapi apa yang terjadi, Yantik merasa terhibur dengan kata-kata yang diucapkan Pak Warsito, kegembiraan terpancar lagi di raut wajah muka Yantik, begitupun membuat orang tua Dila dan teman-teman yang lain merasa senang.
Munculah bermacam-macam pertanyaan bagi Dila, mengapa secepat itu dia luluh akan kata-kata yang baru ia katakan. Namun bagi orang tua tidak ada masalah, sekarang Yantik sudah gembira dan tidak galau. Sms dan telpon sebagai alternatif Pak Warsito dalam memikat hati Yantik. Namun apakah Yantik akan terpikat? Setiap ketemu di kampus kedua mata mereka saling bertatap penuh cinta, apalagi ketika Pak Warsito mengajar dikelas Yanti, maka akan timbul kejadian yang aneh, tatapan Yantik  yang tak lepas dari Pak Warsito memandanginya dengan penuh kekaguman. Pak Warsito menghelai napas penuh ketengangan akan rasa cinta pada Yantik.
Dila yang melihat dengan gerak-gerik mereka berdua, mencurigai apakah mereka berdua ada hubungan khusus. Setelah kuliah selesai Dila menanyakan hal itu kepada Yantik, tidak mengaku kalau Yantik ada hubungan khusus dengan Pak Warsito.
“Jujurlah Tik, ada hubungan apa kamu dengan Pak Warsito, sepertinya di kelas tadi beliau memandangi kamu terus, sebaliknya kamu.”
“Tidak ada hubungan apa-apa mbak, beneran. Dan mengapa mbak bilang begitu?”
“Janganlah munafik Yan, Mbak tahu dan paham, pandangan biasa dan pandangan cinta, apakah kau suka Pak Warsito?”
“Selama ini aku sedih selama ditinggal Romi, untuk itu mbak bilang padaku, jangan bersedih-sedih terlalu lama. Makanya saya berupaya melupakan Romi dan akan menatap masa depan yang cerah lagi, seperti yang aku impikan dahulu ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik dan setia, serta mempunyai anak-anak dengan pengetahuan agama yang maksimal.”
“Apakah kau sudah paham akan karakter Pak Warsito, kamu kan belum tahu.”
“ Memang belum tahu, tapi perasaan aku yakin dengan Pak Warsito, dirinya baik dan sering menghibur aku dalam kegalauan yang kualami.”
“Berhati-hatilah jangan mudah percaya dengan rayuan yang menjebak.”
Ujian skripsi ada di hadapan Yantik, karena sebagai mahasiswa yang cukup pandai dan selalu beprestasi membuat dirinya menempuh ujian skripsi, dan itu salah satunya kunci di ambang kelulusan dan memakai gelar sarjana. Hubungan yang telah mendapat dukungan dari orang tua Yantik dan Pak Warsito membuat keduanya saling percaya akan hubungan yang dijalinnya selam tujuh bulan.
Pak Warsito juga sudah melamar Yantik, tinggal menunggu kelulusan Yantik, mereka  akan melanjutkan ke pesta resepsi pernikahan. Dibantu Pak Warsito, Yantik dalam menyelesaian skripsi dan ujian skripsi. Akhirnya lulus. Yantik merasa senang dan bahagia.
Terkadang di kampus sering mendapat kata-kata yang tidak enak dari temen-temanya, yang bilang kalau mahasiswa genit, bahkan para dosen-dosen yang lain mendengar berita itu kaget, tapi tak akan meluluhkan hati Yantik, karena cintalah yang membutakan itu. Setelah acara yudisium  dan  wisuda selesai dan rasa senang sebagai mahasiswa lulus tercepat dan IPK tertinggi, seminggu ke depan pernikahan akan digelar. Ditemani Pak Warsito, Yantik mencari gaun untuk acara pernikahanya. Menjadi istri dari suami seorang dosen akan penghasilan yang menjanjikan masa depanya.
Pernikahan tergelar mewah di gedung sewaan, impian Yantik yang dahulu kandas sekarang menjadi kenyataan, sesaat Pak Warsito mengucapkan hijab kepada na’ib,
“Saya nikahkan saudara Warsito bin Wildan dengan saudari Yantik binti Argo.”
“Saya terima nikahnya Yantik binti Argo dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.” (muncul seseorang dari arah depan).
“Tunggu, jangan diteruskan. Aku masih mencintaimu Yantik, dan aku yakin kamu juga masih mencintai aku. Kita dulu pernah berjanji kalau dengan keadaan bagaimanapun kita akan selalu bersama, baik hidup maupun mati, ingatkan engkau akan janji yang kita buat.”

*)Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember


Foto Ilustrasi: Harian Dailly