Rabu, 01 Juli 2015

6 Club Motor Tuban, Bagi Takjil Bareng

Redaksi     Rabu, Juli 01, 2015    
SuaraBojonegoro - Club motor, selain untuk kegiatan para bikers dan pecinta otomotif sebagai ajang komunikasi, juga sebagai tempat berinspirasi guna kegiatan modifikasi motor ini bersama sesama para bikers lainnya yang bernaung didalam Club motor berbagi takjil bareng yang diberikan kepada para pengguna jalan, saat menjelang buka puasa, Rabu (01/7/15).

Bertempat di depan GOR (Gedung Olah Raga) Tuban, sekitar 120 Biker yang tergabung didalam 6 Club Motor, diantaranya adalah CHAT (Club Honda Antik Tuban), NVL RT (New Vixion Lighting Rider Tuban), Getuc (Grand legenda Tuban Club), SRN RT (Sapu Ranjau Nusantara Ronggolawe Tuban), JRCT (Jupiter Riders Club Tuban, dan juga dihadiri Wakil Ketua SGCI (Soul GT comunity Indonesia) Jawa Timur, Wildan Firdaus,  secara bersama sama melakukan kegiatan ini, dengan tujuan berbagi kepada sesama pengguna jalan, agar bisa membatalkan puasanya ketika belum bisa sampai dirumah mereka.

Siswanto, Ketua CHAT mengatakan, bahwa kegiatan ini selain berbagi pada bulan Ramadhan juga untuk saling silaturrahmi sesama club Motor di Tuban, "Ini merupakan kegiatan kebersamaan, antara para anggota Club, guna meningkatkan tali silaturrahmi sesama Bikers," kata Penggemar Motor Antik ini.

Selain itu hal yang sama juga disampaikan oleh Muchip, ketua NVL RT, dengan kegiatan bagi takjil sesama anggota Club motor ini diharapkan agar bisa saling mengenal antara anggota Club motor, sehingga bisa saling komunikasi terkait Otomotif.

Dalam kegiatan tersebut, sebelum berbagi takjil kepada pengguna jalan, juga dilakukan kegiatan sharing antar bikers, dengan maksud kegiatan seperti ini bisa diteruskan dengan kegiatan lain yang lebih positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sasmito Anggoro, Ketua SRN RT menyampaikan bahwa kegiatan antar club harus sering dilakukan selain kegiatan pertemuan dan sarana komunikasi sesama bikers, juga bisa sebagai sarana bertukar pengetahuan tentang berkendara yang baik, dan diharapkan bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat lain.

"Motor memang dijalanan dengan bergerombol sering diindentikan dengan gank motor, namun masyarakat harus faham bahwa Club motor ini adalah bagian dari pelopor berkendara," kata Pria yang Gemar Touring ini.

Disampaikan pula, bahwa setiap iring iringan Club motor, para biker selalu menggunakan aturan lalu lintas, dan bahkan pengaman berkendara, serta menggunakan kode kode berlalu lintas, agar masyarakat tahu cara berlalu lintas.

"Harapan kita club motor selain sebagai ajang komunikasi bisa jadi sarana persaudaraan antar sesama bikers seluruh Indonesia," pungkasnya. (Windya/Red)

Dewan Setuju Persibo Bangkit Dari "Mati Suri"

Redaksi     Rabu, Juli 01, 2015    
image by: ilustrasi
SuaraBojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro sangat mendukung penuh jika Persibo Bojonegoro bisa bangkit kembali di persepakbolaan nasional setelah mengalami keterpurukan. Optimis tersebut muncul saat Persibo Bojonegoro telah mendaftarkan piala kemerdekaan 2015 Kemenpora yang bakal dihelat 24 Juli mendatang.

Wakil ketua komisi C DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar mengatakan jika pihaknya sangat mendukung penuh jika Persibo Bojonegoro bisa kembali eksis dalam perhelatan persepakbolaan nasional.

"Namun kami berharap pola management Persibo bisa dibenahi," katanya. Rabu (01/7/15)

Selain itu, komisi C DPRD Bojonegoro juga bakal berniat membantu mengusulkan anggaran untuk Persibo Bojonegoro jika Persibo Bojonegoro bisa mampu eksis kembali atau bahkan bisa eksis seperti tahun-tahun sebelumnya saat tergabung dalam Klub Indonesia Premier League (IPL).

Sementara itu, selain munculnya kembali Persibo Bojonegoro dari kematian surinya muncul juga satu nama yang digadang-gadang akan menjadi manager Persibo Bojonegoro yang baru, nama yang muncul tersebut yaitu wakil ketua DPRD Bojonegoro yang juga ketua DPC Demokrat Bojonegoro, Sukur Priyanto.

"Masalahnya saya mampu atau tidak, coba saya istiqoroh dulu," kata Sukur saat dikonfirmasi suarabojonegoro.com.

Sukur hanya mengatakan jika dirinya secara pribadi sangat setuju jika Persibo Bojonegoro dibangkitkan kembali dengan kepedulian banyak pihak dan mensatukan visi antara PSSI dan Kemenpora.

Dirinya juga berpesan jika visi antara PSSI dan kemenpora perlu dipersatukan karena sepanjang perselisihan PSSI dan Kemenporan belum usai maka pembinaan sepak bola nasional sulit maju dan susah untuk bangkit.

"Jika seperti itu terus kasihan masyarakat dan pemain," ungkapnya. (Ney)

PNS Bojonegoro Pakai Ijazah Palsu Siap Turun Pangkat

Redaksi     Rabu, Juli 01, 2015    
SuaraBojonegoro - Setelah melakukan kunjungan di Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro mengetahui banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ikut-ikut menggunakan ijazah bodong demi kenaikan pangkat. Rabu (01/7/15)

"PNS dilingkup Pemkab Bojonegoro juga harus dilakukan ferifikasi ijazahnya, apa kemungkinan juga ada PNS yang berijazah bodong," kata wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito.

Menurutnya ijazah bodong adalah ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi (PT) yang tidak terakreditasi dan perguruan tinggi (PT) yang tidak jelas pendiriannya.

Lanjut Anam, pada bulan ini pihak komisi A DPRD Bojonegoro akan segera memanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bojonegoro, Inspektorat dan Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro untuk membahas terkait rencana ferifikasi ijazah bodong atau bahkan palsu PNS dilingkup Pemkab Bojonegoro.

Dirinya juga menjelaskan jika ada PNS tertangkap basah menggunakan ijazah bodong atau palsu demi menaikan pangkat maka sanksi yang diberikan bisa penurunan pangkat bahkan jika mengandung unsur pidana dalam penggunaan ijazah tersebut bisa sampai sanksi diberhentikan.

"Ini dilakukan agar memperbaiki kualitas para PNS dilingkup Pemkab Bojonegoro," ungkapnya. (Ney)

1.515 PNS Terima SK Kenaikan Pangkat

Redaksi     Rabu, Juli 01, 2015    
image by : ilustrasi
SuaraBojonegoro - Sebanyak 1.515 PNS golongan I sampai dengan IV dijajaran Pemkab Bojonegoro menerima SK Kenaikan Pangkat per 1 April 2015, di Pendopo Mowopati, yang diserahkan langsung oleh oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Drs. H. Setyo Hartono, MM, Rabu (01/7/15).

Dihadapan Peserta kenaikan Pangkat, Setyo Hartono, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini sebagai peningkatan kualitas serta kemampuan dan kinerja dilapangan sesuai dengan bidang kerja masing masing.

"Sebagai aparatur pemerintah dan abdi negara harus bisa memberika layanan dimanapun bertugas sesuai profesi masing masing sehingga tidak ada kesan bahwa aparatur kita tidak melayani dengan baik," kata Setyo Hartono dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bojonegoro, Drs. Zainuddin, MM dalam laporannya menyampaikan bahwa SK kenaikan pangkat ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada PNS atas kinerjanya selama ini.

Dijelaskan dari usulan sejumlah 1.647 PNS teralisasi 1.515 orang. dijelaskan tidak turunnya SK ini karena beberapa faktor antara lain selain DP3 persyaratan harus melampirkan SKP.

"Dari 1.515 PNS tersebut dengan rincian golongan IVa-b sejumlah 90 orang, golongan III d kebawah sejumlah 1.425 orang, sehingga tersisa 132 PNS yang belum menerima SK karena 10 orang masih proses BKN, 13 orang tidak memenuhi syarat dan 109 orang masih dalam proses," jelasnya. (Ang)

Pernikahan Sejenis Langgar Konstitusi Indonesia

Redaksi     Rabu, Juli 01, 2015    
SuaraBojonegoro - Baru-baru ini pernikahan sesama jenis kembali menjadi pembicaraan yang hangat baik di media cetak maupun elektronik. Pro kontra terhadap pernikahan sesama jenis memang sejak lama dibicarakan khalayak ramai. Namun tepatnya pekan kemarin media massa kembali memblow-up berita terkait pernikahan sesama jenis. Pasalnya pada hari Jum’at (26/6) Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan untuk diberlakukan aturan secara nasional (sebanyak 50 Negara Bagian) pernikahan sesama jenis, dimana sebelumnya hanya 37 Negara bagian pernikahan sesama jenis ini secara sah diberlakukan.

Di Indonesia, beberapa publik figur mendukung dan bergembira atas putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat ini. Mereka seakan menanti aturan tersebut juga diberlakukan di Indonesia. Namun, sebagian besar juga menolak dan ada yang anti terhadap pernikahan sesama jenis ini.

Advokat yang juga aktivis Hak Asasi Manusia dari SNH Advocacy Center, Sylviani Abdul Hamid merupakan salah satu pihak yang menolak dan keberatan apabila aturan tersebut diberlakukan di Indonesia. Dia menegaskan bahwa Indonesia tidak dapat memberlakukan pernikahan sesama jenis ke dalam bentuk peraturan, sebab menurutnya pernikahan sesama jenis sangat bertentangan dengan Konstitusi Indonesia.

Konstitusi (UUD 1945-red.) menurutnya menganut asas Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana disana tercermin bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragama. Sebagai bangsa yang beragama, maka sudah sepantasnya menolak pernikahan sesama jenis yang merupakan perilaku menyimpang.

"Sebagai Bangsa yang beradab tentu bangsa Indonesia dan juga agama-agama yang ada di Indonesia menolak penyimpangan seksual sebagian kaum hedon ini," tegas Sylvi.

"Undang-undang yang ada pun telah tegas menutup celah bagi pernikahan sesama jenis ini," sambung Direktur Eksekuti SNH Advocacy Center ini.

Dia mencontohkan aturan tentang Perkawinan misalnya Pasal 1 telah dengan tegas mengatakan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ungkap Sylvi seraya mengutip Pasal 1 dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

"Undang-undang ini merupakan perwujudan dan bentuk komitmen dari segenap Bangsa Indonesia dalam rangka membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana dimuat dalam Konstitusi kita," lanjut Sylvi sebagaimana dihubungi melalui telepon selulernya pada hari Selasa (30/6).

Menurutnya budaya dan agama-agama di Indonesia juga sepakat bahwa perkawinan sesama jenis merupakan sebuah aib dan perbuatan amoral yang harus ditolak bahkan dikategorikan sebagai perbuatan dosa.

"Indonesia memang bukan Negara agama, tapi menganut asas Ketuhanan Yang Maha Esa dimana nilai-nilai keagamaan harus dikedepankan, disamping itu budaya Timur kita juga menjunjung tinggi etika dan moralitas bangsa oleh karenanya sudah sepantasnya Indonesia melarang pernikahan sesama jenis ini," tutup Sylvi. (HK/Red)

Memimpikan Lingkungan Hijau Dan Sehat

Redaksi     Rabu, Juli 01, 2015    
Oleh : Heri Kiswanto - Aktivis PMII

Secercah harapan dan aspirasi menghinggapi salah satu pemandangan daerah kita Bojonegoro tercinta. Pasalnya pembangunan bertaraf nasional mulai digenjot penyelesaiannya. Selain perbaikan fisik mulai digencarkan oleh pemerintah setempat. Pemerhatian ruang hijau sehat menjadi hal penting tak kalah untuk diperhatikan.

Fungsi penghijauan lingkungan merupakan upaya dalam menanggulangi dampak dari pemanasan global setiap saat terjadi. Dengan APBD (Anggaran Belanja PendapatanDaerah), tentu mengalami peningkatan, dan harus mampu dialokasikan untuk menciptakan lingkungan sejuk dan nyaman.

Terlebih yang kita tahu, menghadapi panas mencapai 35 Derajat Celcius bukan suatu hal baru di daerah kita ini. Apalagi, bulan puasa tahun ini serasa lebih panas dari sebelumnya. Hal ini pasti berpengaruh terhadap kesehatan hingga perekonomian warga sekitar, yang mayoritas berpencarian di sawah sebagai petani. Tidak dipungkiri juga, banjir sering terjadi dikarenakan dampak pengaruh lingkungan kurang ramah.

Adanya industri minyak dan gas bumi (migas), diharapkan bersinergi terhadap pencegahan pemanasan gobal karena lapisan ozon menipis. Dengan sinergi berkesinambungan dengan lingkungan. Setidaknya dijadikan landasan sebagai perindustrian ramah lingkungan serta peduli terhadap kesehatan warga sekitar industri.

Hal tersebut seharusnya bisa saja dikembangkan kepada penanaman seribu pohon rindang dalam upaya perbaikan suhu dan temperatur lingkungan. Sebab, belum begitu digalakkannya pencegahan melalui penanaman pohon tersebut hingga akan berakibat buruk kepada ruang publik yang seharusnya sejuk dan segar untuk dapat dinikmati masyarakat umum.

Gerakan penghijauan dan penciptaan taman kota hijau dan sehat sesuai dengan kondisi lingkungan terik dan panas. Secara tidak langsung mempengaruhi kesuksesan pembangunan daerah, dinilai dari segala aspek, salah satunya berkesinambungan dengan langkah penghijauan alam sekitarnya.

Disisi lain, permasalahan truk angkutan tanah uruk. Jalan yang sedianya terpaving dengan rapi, menjadi rusak dan bergolak disebabkan hal tersebut. Bahkan akses warga menjadi terbengkalai terutama pedesaan yang saat ini telah menyumbang banyak asap dan debu terbanyak akibat kurangnya kesadaran pengendara bertonase besar yang lewat.
Keadaan lingkungan tersebut, sekiranya memupuk rasa kepedulian semua pihak termasuk masyarakat terhadap perbaikan lingkungan yang aman dan nyaman tanpa polusi.

Kesadaran menanam tanaman hijau di pinggir jalan untuk akses dari desa harus dilakukan, sehingga penghijauan lingkungan mampu berkontribusi terhadap pencegahan pemanasan global yang mulai sekarang ini dirasakan dampaknya bagi kesehatan dan perkonomian petani.

Tak hanya desa sebagai penyumbang polusi dan debu dengan resiko kesehatan. Namun kendaran bertonase besar seperti bego, kontainer, dan berat lainnya, harus ikut serta menanggulangi permasalahan lingkungan yang ada. Meskipun keberadaannya belum diatasi sebagaimana mestinya, solidaritas setiap pihak dimaksudkan agar ikut serta dan berpartisipasi mensukseskan lingkungan aman, sehat, rapi dan indah.

Dengan semangat kebersamaan tersebut harapan agar, rencana pembangunan bersinergiantara infrastruktur dan lingkungan alam lewat penghijauan dalam upaya mengatasi persoalan polusi dan pencemaran udara bisa dicegah sedini mungkin, agar impian untuk mencapai lingkungan ASRI bisa terwujud dengan baik.

(Editor : S. Windyasari)

Cangkrukan Ilmiah Ala Komunitas Menulis Dan Terbitkan Dua Buku

Redaksi     Rabu, Juli 01, 2015    
SuaraBojonegoro – Cangkrukan (kongkow) tak lagi menjadi aktivitas rasan-rasan. Sebab, cangkrukan yang ini cukup berbeda dengan kebiasaan pada umunya. Cangkrukan yang digagas komunitas Gerakan Tuban Menulis pada Minggu 28 Juni 2015 kemarin, itu bernuansakan keilmuan dengan membahas gerakan literasi di Tuban. Apalagi diselenggarakan untuk menunggu buka puasa. Rabu (01/7/15)

Ketua komunitas Gerakan Tuban Menulis (GTM) Mutholibin mengatakan, cangkrukan ilmiah ini dilakukan dengan konsep diskusi santai di aula dinas pendidikan setempat. Tema diskusinya membahas pentingnya gerakan literasi di daerah.

"Inti membangitkan gerakan menulis di Tuban," katanya.

Dia menuturkan, sebuah peradaban bangsa bisa dilihat bisa didalamnya terdapat banyak penulis. Sebab, seorang penulis banyak memberikan inspirasi dan perubahan di sebuah daerah tersebut.

"Kalau pesan pramoedya itu kan menulislah karena menulis adalah pekerjaan yang abadi," ujar dia.

Tholibin mengakui bila mengajak orang menulis itu tidak mudah. Sebab, kemalasan seseorang untuk menulis itu menjadi penyebabnya. Sehingga, perlu ada gerakan secara bersama-sama agar sadar untuk menulis.

"Apalagi bisa menulis potensi-potensi daerah seperti Tuban," ujar dia.

Lebih lanjut Tholibin menuturkan, untuk memulai menulis harus diawali dengan semangat membaca yang tinggi. Sehingga, apa yang akan dituliskan menjadi karya yang berkualitas.

"Jadi kami juga mengajak agar para pemuda untuk gemar membaca dan menulis," tegasnya.

Dalam cangkrukan ilmiah itu juga sekaligus melaunching dua buku yang diterbikan oleh komunitas Gerakan Tuban Menulis. Yakni, antologi cerpen dan kumpulan artikel. Dua buku itu adalah tulisan pada peserta lomba menulis yang digelar komunitas tersebut.

"Kami berharap Tuban bisa menjadi kota menulis," tandasnya. (*/Red)

Selasa, 30 Juni 2015

Kadisdik Bojonegoro, "Nunggu Parpol Mengusung Saya"

Redaksi     Selasa, Juni 30, 2015    
SuaraBojonegoro - Mendekati Pilbup Gresik 2015 beberapa calon kandidat terus bermunculan bahkan salah satu nama calon kandidat yang muncul adalah nama Husnul Khuluq yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bojonegoro dan pernah kalah dalam Pilbup Gresik 2010 lalu. Selasa (30/6/15)

Terkait namanya yang muncul dalam bursa calon kandidat yang akan maju dalam Pilbup Gresik 2015, Husnul Khuluq menyatakan sampai saat ini belum ada kesepakatan apakah dirinya menyalonkan sebagai calon Bupati Gresik atau calon Wakil Bupati Gresik dalam Pilbup 2015.

"Belum, saat ini belum," jawab Khuluq saat ditanya apakah positif maju dalam Pilbup 2015.

Kendati demikian, Khuluq mengatakan jika dirinya yang bukan berasal dari partai politik atau pengurus partai menunggu ada partai politik yang mengusungnya dalam Pilbup Gresik 2015.

"Nunggu partai politik yang mengusulkan saya dan sampai ini belum," tandas Khuluq.

Dirinya juga menegaskan jika ada partai politik yang mengusungnya dalam Pilbup Gresik 2015 dirinya juga akan melihat kondisi untuk siap dan tidak menerima tawaran tersebut, "karena sekarang peraturannya jika ingin menyalonkan sebagai calon Bupati atau Wakil Bupati juga harus mengundurkan diri dari PNS," papar Khuluq sambil tersenyum. (Ney)

Hasil Lab Raskin Tidak Layak Sudah Turun

Redaksi     Selasa, Juni 30, 2015    
SuaraBojonegoro - Hasil uji lab dari Surabaya terkait beras raskin tidak layak konsumsi yang diterima warga Desa Jumok Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro sudah berada dikantong Polres Bojonegoro. Selasa (30/6/15)

Kapolres Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser mengatakan jika hasil lab benar sudah ditangan Polres Bojonegoro namun pihaknya akan mendatangkan ahli pembaca hasil lab dari Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro.

"Karena bahasa dari hasil lab kita tidak mengetahui jadi kita akan datangkan orang dari Disperta untuk membaca hasil lab tersebut," ungkap AKBP Hendri Fiuser.

Hendri juga belum memastikan siapa calon tersangka dalam kasus raskin tidak layak konsumsi ini karena pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mulai dari kesalahan ada dimana karena mekanisme penyaluran raskin sudah ada setelah itu baru bisa mengetahui siapa yang menabrak mekanisme yang ada.

"Kita juga akan menyelidiki siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas mekanisme yang dilanggar," ungkapnya.

Lanjut Hendri, dalam kasus ini indikasi hukum yang telah dilanggar yaitu Pasal Undang-undang (UU) Pangan, Undang-undang Kesehatan dan Undang-undang (UU) perlindungan konsumen. (Ney)

KUD SP Laporkan Paguyupan ke DPR-RI

Redaksi     Selasa, Juni 30, 2015    
SuaraBojonegoro - Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Pangan Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengadu kepada DPR-RI khususnya komisi 7 DPR-RI terkait masalah paguyupan penambang yang didapok sebagai pengganti KUD dalam melakukan kerja sama pengelolaan lapangan sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan.

"Tentunya terkait status hukum paguyupan yang tidak jelas di dalam kerja sama pengelolaan sumur minyak tua," kata dewan pakar Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Pangan Kecamatan Kedewan, Ferli Syahadat. Selasa (30/6/15)

Dirinya memaparkan jika bagaimana mungkin Pertamina EP akan melakukan pembayaran ke paguyupan untuk DO yang diambil dari penambang, "apa mungkin Pertamina membayar DO kepada rekening pribadi ketua paguyupan, jelas jika dilakukan Pertamina dikenai sanksi," kata Ferli.

Lebih lanjut, dirinya memaparkan jika KUD tidak akan sama dengan paguyupan penambang karena KUD jelas status hukumnya dan sudah diatur dalam UU selain itu juga memiliki giro dan rekening yang jelas.

"Ini kita sampaikan semua kepada komisi 7 DPR-RI," tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya KUD Sumber Pangan sempat mengancam menggugat PT Pertamina EP ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya karena pihak PT Pertamina EP memutus kontrak kerja sama dengan KUD secara sepihak dalam pengelolaan sumur minyak tua yang ada di Kecamatan Kedewan Bojonegoro. (Ney)

Warga Mulai Berburu Pakaian Lebaran

Redaksi     Selasa, Juni 30, 2015    
SuaraBojonegoro – Sebagaian masyarakat lebaran salah satunya adalah indentik dengan barang barang baru dan bersih, salah satunya adalah baju, baju sering menjadi kebutuhan utama masyarakat saat lebaran tiba, meskipun masih jauh, tapi masyarakat seolah tidak mau untuk kecewa dan mulai menyerbu toko pakaian.

Sejak awal puasa sudah tampak warga memeneuhui pertokoan pakaian yang ada di Bojonegoro, mereka sengaja mengejar agar tidak ketinggalan dan bisa mendapatkan pakaian yang mereka inginkan untuk kegiatan lebaran­ nantinya.

Salah satunya adalah toko pakaian di jalan Trunojoyo, Kota Bojonegoro, setiap tahunnya di toko ini selalu dijubeli oleh warga yang hendak membeli pakaian lebaran, dan juga pakaian pakaian busana muslim untuk diberikan sebagai hadiah saat lebaran.

Menurut Arif (23) salah satu karyawan toko pakaian ini, bahwa sejak awal puasa warga sudah mulai berdatangan, dan toko tempat ia bekerja mengalami peningkatan hingga 30 persen, Selasa (30/6/15).

"Sudah mulai ramai sejak puasa kelima kemarin mas, soalnya warga tidak mau ketinggalan, rata rata mereka membeli busana muslim sebagai hadiah di kantor kantor," katanya.

Selain itu tampak juga keramaian di jalan Diponegoro, setiap pertokoan juga sudah di penuhi pengunjung pada jam jam selepas sholat tarawih. Diperkirakan toko toko ini akan selalu ramai oleh warga hingga memasuki H-1 lebaran nantinya. (Agus/Red)


Copyright © SuaraBojonegoro.com. Designed by Bloggertheme9.