Advertise Here

Artikel & Opini

Thursday, October 19, 2017

Warga Desa Sembung Digegerkan Sesosok Mayat Bayi

    Thursday, October 19, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Warga Desa Sembung, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro digegerkan dengan ditemukannya sosok mayat bayi yang diperkiran baru berusia tiga hari. Penemuan mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Asnarti warga Desa Sembung RT 006/RW 002, Kecamatan Kapas. Kamis (19/10/17).

Kronologi penemuan mayat tersebut bermula disaat Asnarti yang merasa curiga karena terdapat bau yang tidak sedap, walnya ia merasa bahwa bau tersebut adalah bau bangkai tikus. Setelah dilakukan pencarian ada tas kresek warna hitam yang ada di atas karung yang berisi barang yang dikerumuni banyak lalat.
Selanjutnya Asnarti mengangkat barang tersebut dan membawanya ke kebun timur rumahnya. Karena merasa curiga ia kemudian membuka bungkusan tersebut. Dan alangkah terkejutnya setelah mendapati bahwa bungkusan tersebut ternyata sesosok mayat bayi, karena merasa ketakutan kemudian Asnarti berteriak dan meminta tolong kepada warga sekitar.

Merasa mendapati mayat bayi, saksi langsung menyampaikan temuan itu ke Kades Sembung Susilowati, kemudian laporangya diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa Sembung Bambang Indarto. Sambil menunggu kehadiran Tim Identifikasi pihak Polsek melakukan olah TKP serta meminta keterangan dari Asnarti sebagai saksi mata dalam kejadian tersebut.

Menurut Anggraini, selaku Bidan Desa Sembung menuturkan bahwa mayat bayi tersebut diperkirakan baru berusia tiga hari, serta prosesi kelahirannya normal.

Secara terpisah Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP Mashadi,SH, memebanarkan adanya temuan mayat bayi yang berada di Desa Sembung RT 006, RW 002, Kecamatan Kapas, tersebut.

"Pihak Polres Bojonegoro sudah melakukan penanganan terhadap mayat bayi tersebut. Kini, mayat bayi sudah dievakuasi ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab kematian bayi yang dibuang oleh orng tuanya itu", ujarnya.        

Pihaknya akan melakukan penyelidikan serta memintai keterangan warga dan saksi.

“Tunggu, penyelidikan Polres Bojonegoro, untuk mengungkap temua
n itu", pungkasnya. (Bim/red).

Wajib Tahu..!! Berikut Alur Pendistribusian Soal Ujian Perangkat Desa

    Thursday, October 19, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Pelaksanaan ujian tes tulis pengisian perangkat desa tinggal seminggu lagi. Berbagai persiapan tengah disiapkan. Mulai dari sosialisasi tahapan, jumlah personil dari anggota keamanan, pembuatan soal hingga konsep alur pendistribusian soal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Djumari saat ditemui suarabojonegoro.com menerangkan bahwa konsep pendistribusian soal ujian pengisian perangkat desa telah disepakati bersama. Dari titik pembuatan, semua mendapat pengamanan ketat dari pihak Kepolisian.

Djumari menambahkan, Tim pembuat soal (Universitas Negeri Semarang) per hari Jum'at tanggal 20 Oktober 2017 besok sudah mulai membuat naskah soal. Dipastikan pada hari Rabu pagi tanggal 25 Oktober 2017, naskah tersebut sudah berada di Mapolres Bojonegoro.

"Dari sana (Unnes) ditempatkan di Polres, terus besok paginya jam 6 pagi tim desa yang difasilitasi Muspika ngambil soal di Polres langsung dibawa di lokasi ujian. Sampai di lokasi ujian dibagikan. Ada tim pemandu dari Unnes. Selesai ujian dikumpulkan di lokasi koreksi, rencananya di SMT," kata Djumari. Rabu, (18/10).

Katanya, peserta ujian atau masyarakat umum bisa saja turut serta mengawal pelaksanaan kegiatan koreksi. Bisa langsung datang di SMT atau memantaunya dari kecamatan.

Setelah kegiatan koreksi selesai, semua pihak menandatangani berita acara. Untuk kemudian diserahkan kepada tim desa. "Yang mengumumkan tim desa. Kan yang melaksanakan desa, kita hanya memfasilitas. Semua pakai berita acara," imbuhnya.

Ia pun sedikit menerangkan bahwa, soal tes tulis pengisian perangkat desa kali ini dibedakan menjadi 3. Yakni Sekdes, Kaur-kasi, dan Kasun. "Masing-masing ada 9 varian," ujarnya.

Data yang masuk di DPMD, ada 1.152 jabatan perangkat desa yang bakal diperebutkan oleh 7.862 peserta. "Kini tinggal pembagian nomor peserta," imbuh Djumari disela-sela ia mengawasi pelaksanaan ujian tulis PAW Kepala Desa Beged Kecamatan Gayam, kemaren. (Wan/Red)

Foto: Ilustrasi

Kode Alam, Nama Ketua Kartar Se Gayam Diawali Huruf M dan Rumahnya Dekat Surau

    Thursday, October 19, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com- Siapa sangka, nama penggede barisan pemuda di wilayah desa ring satu produksi Migas lapangan Banyuurip Blok Cepu, di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro hampir semuanya diawali dengan huruf M. Tak ada yang bisa menjelaskan fenomena itu. Apakah disengaja atau sudah menjadi kode alam.

Dari 13 nama ketua Karang Taruna se Kecamatan Gayam ada 9 nama yang diawali huruf M. Nama-nama pemberian dari orang tua mereka itu mayoritas berawalkan "Muhammad".

Muhammad Kundhori, ketua Kartar Kecamatan, Muhammad Fathoni Desa Ngraho, Muhammad Mahfud Desa Beged, Muhammad Syaiful Huda Desa Sudu, Muhammad Tarom dari Desa Cengungklung, Muhammad Yasin Desa Ringintunggal, Muhammad Aris Desa Gayam, Muhammad Adi Yusuf Desa Mojodelik, dan Muhammad Muslih dari Desa Bonorejo.

Anehnya lagi, rumah dari nama-nama ketua pemuda itu sangat berdekatan dengan surau. Sekali lagi, ini fenomena biasa atau sudah menjadi kode alam. Beberapa pemuda setempat pun tidak mampu memberi penjelasan. Mungkin hal semacam ini dinilai hanya sebatas kebetulan saja.

"(Tersenyum) Lha, gak tahu kok bisa itu nama depanya banyak yang pakai huruf M. Dan 60 persen dari kami merupakan alumni SMK Purwosari. Yang lucunya lagi sebgian besar rumah para ketua ini ada Musholanya," kata ketua Kartar Desa Sudu, Muhammad Syaiful Huda sambil senyum-senyum merasa heran.

Meski tak bertempat tinggal seatap, para ketua di wilayah yang kaya akan sumberdaya alam ini intens melakukan pertemuan. Sebab, mereka sering disibukan dengan banyaknya kegiatan sosial. Sehingga harus terus menjalin koordinasi.

Seperti event yang akan datang. Mereka bakal membuat acara spektakuler dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Bojonegoro yang ke 340 dan hari jadi Kecamatan Gayam yang ke 5.

"Kita harapakan kesamaan kata ini menjadi semangat dalam menjadi garda terdepan, ikut menyelesaikan persoalan sosial di Desa dan harus ikut mengawal Dana Desa," tegas Ketua Forum Pengurus Karang Taruna Kecamatan Gayam, Muhammad Kundhori. (Wan/Red)

Tipu Petugas Damkar, warga Ini Dapat Ditangkap Setelah Dijebak

    Thursday, October 19, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Mochamad Imam Santoso warga Dusun Kendal Rt 03/RW 02, Desa Kendalrejo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, nampaknya harus berurusan dengan pihak berwajib, hal ini dikarenakan akibat ulah isengnya  yang ia lakukan yakni, memberikan informasi adanya kejadian kebakaran kepada Instansi Dinas Pemadam Kebakaran, Kabupaten Bojonegoro. Rabu (18/10/17).

"Yang bersangkutan SMS (Short Masanger Service) ke Nomor Handphone Pos kota untuk minta pulsa, namun nomor yang dipakai sama dengan nomor yang di gunakan  untuk menipu kejadian kebakaran", kata Sukirno, selaku Kasi Operasi Dinas Dankar, Kabupaten Bojonegoro.

Dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com, bahwa penangkapan terhadap pelaku berawal pada taggal 11 Oktober 2017, yang bersangkutan SMS ke Nomor Handphone Pos Unit Damkar kota untuk minta pulsa. Namun nomor yang dipakai oleh pelaku sama dengan nomor yang di gunakan  untuk menipu kejadian kebakaran .

"Setelah kejadian tersebut anggota pemadam melacak dan merayu orang tersebut untuk bertemu dengan pura-pura menjual sepeda motor, setelah ada kesepakatan yang bersangkutan kemudian diajak bertemu di sebelah kantor Damkar", ujarnya.

Setelah dilakukan penagkapan tersebut selanjutnya petugas Damkar berkordinasi dengan pihak Polsek Kota dan Polres Bojonegoro, untuk dilakukan proses lebih lanjut.

"Pelaku saat ini dibawa ke Polsek Kota untuk dilakukan proses lebih lanjut", pungkasnya. (Bim/red).

Wednesday, October 18, 2017

Satgas TMMD Ke-100 Kebut Renovasi 38 Unit RTLH

    Wednesday, October 18, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - TNI bersama dengan masyarakat terus mengebut program fisik di giat TNI Manuggal Membangun Desa (TMMD) Ke-100 tahun 2017 dalam pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tiga Dusun terus dikebut. Program RTLH di tiga Dusun yakni Dusun Pucanganom, Dusun Kunir, Dusun Kalidogol, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo. Dalam program RTLH ini Satgas TMMD Kodim 0813 bersama dengan masyarakat menargetkan menyelesaikan merehap 38 unit rumah. Rabu (18/10/17).

Danposramil 0813-15/Margomulyo, Peltu Lalu Zaenal Arifin mengungkapkan bahwa gotong royong dalam program TMMD Ke-100 tahun 2017 ini adalah merupakan salah satu bentuk nyata yang dikerjakan Satgas TMMD bersama dengan masyarakat, selain program pembangunan fisik dan non fisik adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik masyarakat yang tidak mampu.

"Masyarakat di 3 Dusun ini sangat antusias dalam membantu proses renovasi RTLH. Diharapkan dengan kerjasama yang baik antara TNI dan masyarakat maka renovasi 38 unit RTLH dapat selesai dalam waktu singkat. Inilah bentuk nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD)", katanya.

Sementara itu Saniyem (85), warga Dusun Kalidogol salah satu penerima renovasi RTLH mengatakan, sangat bahagia karena rumahnya dapat diperbaiki. Nenek yang hidup sebatang kara ini bersyukur dapat bantuan dari Kodim 0813 Bojonegoro melalui program TMMD.

"Saya sudah tua dan suami sudah tiada, anak-anak juga kerja di luar daerah tidak ada yang bantu saya membetulkan genteng dan dinding rumah yang bocor. Saya sangat bersyukur sekali mendapatkan bantuan dari Kodim 0813 Bojonegoro melalui program TMMD ini," pungkasnya. (Bim/red).

Pudji Dewanto : Kesejahteraan Dapat Dicapai Asal Tidak Dikorupsi

    Wednesday, October 18, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Pudji Dewanto, salah satu bakal calon Bupati Bojonegoro, melalui media suarabojonegoro ini memaparkan visi dan misinya apabila ia dipercaya oleh masyarakat Bojonegoro untuk memimpin Kota ini lima tahun kedepan. Pria yang akrab disapa kang PD, dalam visi dan misinya ini dirinya tidak muluk-muluk atau berlebihan dalam mewujudkan Bojonegoro, yang kebih baik. Rabu (18/10/17).

"Kalau saya dapat membuat rumah maka saya tidak akan berjanji untuk membangun istana", katanya.

Untuk visinya adalah "Menjadikan Bojonegoro Yang Sejahtera, Mandiri dan Berkeadilan". Kalau dirinya dipercaya oleh masyarakat Bojonegoro, maka ia akan menjalankan misinya, yakni yang pertama adalah, menigkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penigkatan pelayanan Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, Kependudukan.

"Untuk dunia pendidikan konsentrasi saya adalah memberikan biaya gratis pendidikan dasar untuk masyarakat Bojonegoro. Pendidikan gratis dalam arti kata semuanya, jangan sampai daftar ulang bayar, karena bangkunya tetap, gedungnya tetap", katanya.

Selanjutnya misi yang kedua adalah sesuai dengan potensi Sumber Daya Alam Bojonegoro, dirinya menyatakan bahwa untuk tenaga ahli dibidang migas di Kabupaten Bojonegoro, adalah tidak sampai 5 persen. Dirinya menyatakan banyak tenaga ahli yang berasal dari luar Bojonegoro. Maka dari itu dalam misinya yang kedua ini ia menawarkan kuliah gratis diluar Negeri dibidang migas, untuk 100 lulusan SMA, SMK terbaik.

"Saya pastikan ini bisa, syaratnya cuma satu jangan di korupsi", kata pria yang akrap disapa Kang PD ini.

Kemudian misinya yang ketiga adalah menigkatkan UMK yang sesuai denganpotensi yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Dalam arti kata apabila Kabupaten Bojonegoro ini memang kuat di potensi migas, maka dirinya akan menunjang hal tersebut.

"Kita bikin SMK yang menunjang, jangan kita bikin Sekolah lepas Laut, tidak cocok di Bojonegoro. Berikutnya adalah memperbaiki secara menyeluruh fasilitas pendidikan termasuk tenaga pendidik dan menekan angka putus sekolah", ujarnya.

Dibidang kesehatan dirinya menyatakan bahwa proteksi biaya kesehatan sangatlah penting. Seandainya boleh tidak mengikuti program BPJS maka masyarakat Bojonegoro cukup membawa KTP maka akan mendapatkan pelayanan gratis.

"Tapi kita tidak dapat mengingkari yang namanya program BPJS. Minimal saya akan bayar semua warga Bojonegoro untuk pembayaran BPJS", tegasnya.

Ia juga menyatakan akan menigkatkan kualitas pelayanan serta melengkapi peralatan kesehatan Puskesmas termasuk tenaga Kesehatan disetiap Kecamatan. Dirinya juga akan menigkatkan kembali kegiatan Posyandu. Hal dikarenakan sebagai kebutuhan dasar kesehatan bagi masyarakat.

"Kita ngomong Narkoba, HIV, Pernikahan Bojonegoro cukuplah tinggi", jelasnya.

Dibidang ekonomi ia menyatakan akan memaksimalkan Sumber Daya yang di Daerah dengan maksimal. Ia akan melakukan tata ruang baru yang sesuai dengan potensi yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

"Saya akan menciptakan dan mencetak 2.000 wiraswata baru dengan menyiapkan bantuan kridit  maksimal Rp 10 juta. Kelihatannya kecil tapi bagi saya kalau 2.000 dibikin setiap tahun dibikin Insyallah akan memberi penghasilan kepada masyarakat", jelasnya.

Program yang ia tawarkan berikutnya adalah, dirinya akan membuat program satu Kecamatan satu program unggulan. Ia juga menyatakan akan memaksimalkan program perhutani sosial bagi masyarakat disekitar hutan dengan bekerja sama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Perum Perhutani.

"Program ini jelas bagus karena masyarakat pernah mengakses. Dan saya berjanji akan mengawal program ini karena pekerjaan saya dibidang kehutanan dan migas", ujarnya.

Disektor pertanian dirinya akan menigkatkan pengadaan pupuk, pengadaan alat pertanian. Khususnya ia akan menigkatakan kualitas dan kuwantitas invrastuktur Kabupaten Bojonegoro.

"Bagi saya adalah prioritas pembangunan jalan yang paling baik, bukan mengejar kuwantitas panjangnya jalan itu sendiri. Kalau dalam satu tahun cukup 100 kilo ya 100 kilo", ucapnya.

Ia juga akan menciptakan Investasi ya ng kondusip, sehingga akan menumbuhkan penigkatan ekonomi dan membuka peluang kerja. Yakni dengan cara mempermudah perijinan untuk sektor usaha.

"Saya punya angan-angan seperti yang dilakukan oleh Kepolisiam. Ingin membuat SIM tinggal datang membawa KTP, tes kesehatan disitu, foto disitu. Indah kalau mengurus usaha juga seperti itu. Kemudian memberikan pendampingan, termasuk memberikan insentip kepada pelaku usaha, ini penting karena investor di Bojonegoro kurang banyak. Contoh pemberian insentip ini macam-macam bisa dengan menggeratiskan IMB, bisa dengan pelatihan dibantu oleh Pemkab, bahkan kalau perlu kita juga bisa bantu yang mau investasi disini untuk iklannya bisa digeratiskan atau dipotong", katanya.

Kemudian ia juga akan mengembangkan dan menigkatka BUMD agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi PAD. menurutnya hal ini sangatlah penting karena, di anggaran Bojonegoro yang 3 Triliyun yang 72 persen adalah berupa dana perimbangan Pusat dan Daerah.

Yang terakhir misinya adalah menigkatkan peran aktip masyarakat dan peran aktip pelaku usaha disegala sektor.

"Kalau kita lihat Taman Bungkul, itu ternyata pemerintah Surabaya tidak menguarkan uang sepeserpun dalam pembangunannya, dan itu bisa dilakukan di Bojonegoro, asal kita berkomitmen bergerak bersama rakyat semua kembali ke rakyat. Pasti semua sektor pelaku usaha akan rela berpartisipasi di Bojonegoro", pungkasnya.

Dalam kesempatan ini dirinya menegaskan bahwa siapapun nantinya yang menjadi pemimpi Bojonegoro nantinya harus melakukan yang terbaik untuk Bojonegoro. (Bim/red).

3 Pria Ini Bakal Rebutkan Kursi PAW Kepala Desa Beged

    Wednesday, October 18, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Setelah melalui ujian tulis, akhirnya, bakal calon Kepala Desa PAW Desa Beged Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro mengerucut menjadi 3 kandidat.

Sebelumnya, sesuai aturan 1 dari 4 peserta bakal calon kepala desa PAW Desa Beged harus tereliminasi atau gugur.

Hampir 5 jam, pelaksanaan tes tulis yang digelar di Aula DPMD Bojonegoro berjalan dengan lancar. Namun dalam ujian tersebut mendapat pengamanan dari pihak Kepolisian Sektor Gayam dan jajaran Polres Bojonegoro.

Dari nilai hasil ujian tes tulis tersebut menyebutkan bahwa Darusman unggul diposisi urut 1, M Mahfud nomor urut 2, Erdino Tri Handoyo nomor urut 3, dan Toro harus gugur.

"Hasil ini nantinya akan diserahkan ke panitia desa," kata Sugeng Firmanto, Kabid Desa DPMD Bojonegoro, dihadapan para peserta ujian dan panitia desa saat selesai ujian.

Pemilihan tebuka nantinya bakal digelar pada tanggal 2 November 2017. Bakal diikuti oleh 762 pemilih atau KK. (wan/red).

KPU Bojonegoro Sebut Partai Idaman Tidak Menyerahkan Berkas

    Wednesday, October 18, 2017   No comments
Reporter : Andri Yanto

suarabojonegoro.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro lewat pukul 12 malam, menyatakan masa perbaikan berkas bagi ke tujuh Partai Politik agar terverifikasi dan ikut di Pemilu 2019 nanti, ditutup.

Menurut keterangan Patrum, Rabu (18/10/2017) Kasubag Hukum KPU semua pertai tersebut sudah melengkapi berkas beserta lampiran lampiran dari Sistem Informasi Politik (Sipol), tapi tidak bagi Partai Idaman.

"Karena hingga di tutup Partai Idaman belum menyerahkan berkas ke kami," ungkapnya.

Secara integral berkas Parpol yang dilakukan oleh KPU RI di berbagai daerah ini, kata dia khususnya di KPU Bojonegoro untuk Partai Idaman tidak diverifikasi. "Yang lain sudah lengkap berkasnya. Seperti dari Partai Berkarya kemaren sore sudah melengkapi disusul PKB. Sekitar jam 8 malam disusul PKS kemudian PBB," terngnya.

Tiga Parpol sisanya yakni PKPI, PIKA dan PARSINDO jelang waktu penutupan perbaikan berkas, baru menyerahkan. "Hampir setengah 12 malam ketiga Parpol itu menyerahkan ke kami," katanya.

Telah dia katakan sebelumnya jika semua berkas sudah terkumpul selanjutnya akan dilaporkan ke KPU RI. "Tapi sebelum itu diverifikasi dulu," jelasnya.(And/red)

Empat Bakal Calon PAW Kepala Desa Beged Ikuti Tes Tulis

    Wednesday, October 18, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Empat kandidat bakal calon Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Beged Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, pagi ini Rabu (18/10) mengikuti tes tulis di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro.

Empat peserta ujian tulis tersebut adalah Toro, M. Mahfud, Darusman dan Erdino Tri Handoyo. Satu dari empat peserta tersebut harus gugur untuk kemudian menyisakan 3 peserta untuk maju sebagai calon kepala desa Beged dalam pemilihan terbuka nanti.

Pada saat pembukaan, hadir Asisten I Pemkab Bojonegoro, Djoko Lukito, Kepala DPMD Bojonegoro, Djumari, Muspika Kecamatan Gayam, dan Perwakilan Disdikda Bojonegoro.

"Ini untuk menentukan 3 calon," kata Djumari kepala DPMD Bojonegoro saat ditemui disela-sela pelaksanaan ujian.

Untuk diketahui, pelaksanaan pemilihan terbuka kepala desa Beged bakal dilakukan pada tanggal 2 November 2017 mendatang.

"Yang buat buat soal Pemkab," imbuhnya.

Mereka bakal menjalani tes terdiri dari lima materi, masing-masing diberikan waktu selama 50 menit. Terdiri dari Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganeraan (PKN), Bahasa Indonesia, berhitung dan pengetahuan Umum. (Wan/Red)

Menolak Anaknya Diminta, Ibu Ini Dapat "Gebug-an"

    Wednesday, October 18, 2017   No comments
Reporter : Andri Yanto/Bima

suarabojonegoro.com - Kebanyakan orang tentu tidak menginginkan peristiwa ini terjadi pada siapa pun juga. Ya, kata seorang warga yang menjadi saksi dan tinggal Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas Bojonegoro yang dan mengetahui AI, (35) mendapat perlakuan kasar oleh suaminya, tapi siri.

"Dipukul wajahnya, diseret kakinya sampai keluar rumah," katanya tergesa gesa, Rabu (18/10/2017) menceritakan kejadian kemarin.

Dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com menyebutkan bahwa Sebelumnya, pria yang diketahui bernama SN (39) tahun warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam datang kerumah korban bersama perempuan. Setelah tiba di rumah, pria tersebut meminta anak ke korban. "Kalau setahuku anak itu hasil perkawinan siri mbaknya (korban) dengan pria itu (terlapor). Tapi (korban) nggak mau," terangnya.

Akhirnya timbul adu mulut antar keduanya. Lanjut Saksi, pria itu kesal karena anaknya tidak boleh diminta, sehingga dia tega memukuli dan menyeret sampai keluar rumahnya. Diketahui, perempuan yang bersama pria itu bernama LY (37) warga Desa Dengok, Kecamatan Padangan.

"Saat diseret kakinya sampai keluar rumah perempuan yang bersamanya itu ikut memukuli dan menjambak rambut korban. Dikroyok," kata Saksi penuh sesak.

Menurut informasi, kejadian tersebut telah ditangani pihak Polres Bojonegoro dan narasumber telah dijadikan sebagai saksi dalam peristiwa ini.(And/Bim)


Foto Ilustrasi: sumut Pos

Koperasi Di Bojonegoro Tandatangani Kerjasama Dibidang Jaringan Distribusi dan Bisnis Retail

    Wednesday, October 18, 2017   No comments
Reporter: Andri Yanto


suarabojonegoro.com - Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bojonegoro, serius memfasilitasi kerjasama antar koperasi di bidang retail melalui kegiatan Fasilitasi Jaringan Usaha Bagi Pengelola Koperasi di Bidang Retail. Selasa (17/10/2017). Kegiatan yang bertempat di Aula Dekopinda Jl. Panglima Polim No. 73 Bojonegoro tersebut diikuti sebanyak 60 orang perwakilan Koperasi yang bergerak di bidang retail.
Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan tersebut yakni, Widi Nugraha Konsultan Retail Kementerian Koperasi dan UKM RI yg menyampaikan banyak hal ttg program kemitraan koperasi berbasis retail, Bambang yulianto manajer retail Koperasi Kareb yang beebicara lebih teknis mengenai konsep kerjasama koperasi  berbasis retail.
Pada acara pembukaan,  Ketua Dekopinda Bojonegoro Sriyadi Purnomo menjelaskan, fokus kegiatan ini adalah bagaimana Pengelola Koperasi di Bjn bisa menangkap peluang bisnis/usaha di bidang retail sekaligus utk membentuk jaringan yg kuat agar koperasi tidak kalah dg pelaku bisnis retail besar lainnya,
Kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan minggu lalu, dimana kegiatan ini lebih ke arah teknis dan fokus ke kerjasama antar koperasi!

Setelah pemaparan materi selesai, langsung ditindaklanjuti dengan penandatangan MOU yang berisi tentang kesepakatan mengenai kerjasama di bidang retail koperasi berikut bagaimana mengelola jaringan distribusinya. Koperasi-koperasi yg menandatangi kerjasama tersebut diantaranya :
Koperasi Kareb, KPRI Sehat, KPRI Bahtera Kencana, KPRI Karya Husada, Kopkar Surya Husada, KUD Sedya Mulya dan KSPPS Bakti Harapan Sentosa.

Kepala Dinas Koperasi dan UM Bojonegoro, Elzadeba Agustina yang turut hadir mengikuti acara sampai selesai menyampaikan harapannya agar kegiatan fasilitasi yang dilaksanakan oleh Dekopinda ini bisa segera ditindakalanjuti oleh koperasi yang menandatangani kerjasama, agar segera terealisasi dan nantinya koperasi supaya lebih kuat dan berdaya saing, dengan berjejaring Insya Allah koperasi di BJN akan mampu mewujudkan itu, tuturnya. (And)

PKK Desa Ringin Tunggal Berkunjung Ke Lapangan Banyurip

    Wednesday, October 18, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Puluhan Pengurus PKK Desa Ringin Tunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro mengunjungi Fasilitas Produksi Lapangan minyak Banyu Urip, Rabu (18/10/2017). Ibu-ibu dari desa terdekat proyek negara tersebut berkesempatan melihat alat produksi minyak mentah secara dekat.

"Kami sudah sering bertemu dengan orang EMCL dan sering mendapat penjelasan, tapi dengan kunjungan langsung ini kami mendapat pemahaman yang lebih mendalam," kata Ketua PKK Desa Ringin Tunggal, Lismiwati mewakili 35 pengurus yang dibawanya.

Istri Kepala Desa ini menyadari sistem keselamatan di Lapangan minyak yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tersebut sangat ketat. Sehingga kesempatan kunjungan ini dirasa sangat istimewa oleh para ibu. "Kami datang kesini dengan hati yang riang dan rasa ingin tahu," ujarnya diiringi derai tawa.

Perwakilan EMCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, kunjungan dari PKK Ringin Tunggal merupakan salah satu bentuk apresiasi dari warga sekitar. Menurut dia, selama ini warga desa Ringin Tunggal selalu memberi dukungan penuh bagi operasi Lapangan Banyu Urip. Ketika ada masalah sekalipun, imbuh dia, warga dan pemerintah desa Ringin Tunggal senantiasa memberi masukan dan solusi. "Sinergi yang baik seperti ini harus dipertahankan," katanya.

Selain mendapat pemaparan tentang fasilitas produksi Lapangan Banyu Urip, ibu-ibu PKK Ringin Tunggal juga diajak berkeliling ke semua fasilitas produksi yang ada di proyek minyak negara terbesar di Indonesia tersebut. Para ibu nampak antusias dengan seringnya mengajukan pertanyaan dan decak kagum terhadap teknologi canggih yang ada di sana.

Selama kunjungan, mereka juga banyak bercerita tentang berbagai program kemasyarakatan dari EMCL yang kini mereka rasakan manfaatnya. Para ibu yakin, berbagai program yang mereka terima akan bisa terus berkelanjutab. Hal ini diapresiasi oleh pihak EMCL. "Penerimaan yang baik seperti ini saya rasa layak untuk didukung terus," ucap Rexy yang kemudian mendapat tepuk tangan meriah dari para peserta. (Wan/Lis)

Tuesday, October 17, 2017

Soehadi Moeljono Sampaikan Program Sertifikat Gratis Bagi warga Tidak Mampu Di Visi Misinya

    Tuesday, October 17, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com - Kemampuan masyarakat Bojonegoro dalam melakukan hal yang seharusnya lebih bisa meningkatkan perekonomian justru tidak sedikit yang merasa kesulitan karena berbagai hal dan kondisi, diantaranya adalah untuk mencari permodalan guna melakukan pertumbuhan ekonomi masyarakat tersebut.

Disampaikan oleh bakal Calon Bupati (Bacabup) Bojonegoro,  Soehadi Moeljono untuk mencairkan persoalan tersebut dirinya membuat program pengurusan sertifikat tanah secara gratis yang akan diberikan kepada masyarakan yang tidak mampu,  dengan harapan bisa dimanfaatkan dan kemudian tercipta solusi yang baik.

"Di Bojonegoro ada sebanyak 150 ribu warga yang tidak mampu, hal ini akan menjadi sasaran progran saya kedepan jika saya terpilih menjadi Buoati Bojonegoro," Terangnya saat penyampaian misi visi Bacabup di salah satu radio di Bojonegoro, Selasa (17/10/17).

Dengan Sertifikat gratis yang akan diberikan kepada maayarakat yang tidak mampu ini, dan jika sertifikatnya sudah terbit maka akan dapat digunakan sebagai sarana atau aksea ke Perbankan, guna mendapatkan modal usaha.

"Hal ini merupakan bagian dari upaya guna peningkatan ekonomi masyarakat,  dan nantinya juga akan diimbangi dengan berbagai fasilitas baik pelatihan dan mekanisme usaha yang dapat masyarakat jalankan," Tambah Pria yang menjabat Sekretaris Daerah Pemkab Bojonegoro ini.

Disampaikan juga tidak hanya kebutuhan permodalan saja tapi menurut Pak Mul juga harus diimbangi dengan pelatihan dan ketrampilan,  sehingga setelah mereka mendapatkan modal tidak justru akan merugikan masyarakat sendiri.

Sementara itu juga disampaikan bahwa pihaknya juga akan melakukan pembenahan terhadap mekanisme perbankan agar masyarakat yang nantinya mengajukan permodalan tidak merasa sulit dan menjadi masalah baru. (Wan/Adv)

Sipol, Tujuh Partai Ini Dikasih Waktu Sampai Tengah Malam Nanti

    Tuesday, October 17, 2017   No comments
Reporter : Andri Yanto

suarabojonegoro.com - Diketahui hingga pukul 24.00 WIB, Selasa (17/10/2017) nanti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro akan menutup masa perbaikan berkas Sistem Informasi Politik (Sipol) bagi sejumlah Partai.

Patrum, Kasubag Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan dari 23 ada 7 Partai yang dia kembalikan berkasnya. " Karena masih ada dokumen yang belum sesuai antara lampiran berkas dengan data Sipol," terangnya saat dihubungi melalui seluler.

Berkas Partai yang dia kembalikan antara lain Partai Berkarya, PKS, PKPI, PIKA, PKB, PARSINDO, PBB, dan PPPI. "Jika masih tidak mengembalikan. Kami akan melaporkan ke KPU RI," serunya.

Kemudian bagi Partai yang tidak menaati ketentuan tersebut, Mustofirin Komisioner KPU Bojonegoro Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat mengatakan, tentu tidak ada berkas yang diverifikasi, itu konsekuensinya.

Terbukti, dari Informasi yang ada sejauh ini sama sekali belum ada yang mengembalikan berkas perbaikan tersebut ke KPU.(And/red)

Kembalikan Fungsi Irigasi Ratusan Rumah Ini Dibongkar

    Tuesday, October 17, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Ratusan rumah yang terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro RT 31/RW 06 pagi hati ini dibongkar hungga rata dengan tanah. Pembingkaran yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air tersebut mendapatkan pengawalan daru Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro dan Kepolisian. Selasa (17/10/17).

Pembongkaran ratusan rumah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi irigasi, hal ini dikarenakan kondisi irigasi tersebut sangat sempit sehingga diperlukan pelebaran. Kepala seksi Dan Pengendalian Sumber Daya Air Provinsi Jawa timur, Ruse Rante Pademme dalam hal ini menjelaskan bahwa, dalam penertiban tersebut sebelumnya masyarakat sudah mendapatkan sosialisasi atau pemberitahuan serta Surat Peringatan (SP) 3 untuk segera mengosongkan rumahnya.

"Sebelumnya kami sudah memberikan surat pemberitahuan dan peringatan sebanyak tiga kali. Bahkan Kepala Desa sudah kami ajak bicara," katanya.

Adapun penertiban tersebut mendapatkan keluhan dari masyarakat Sukorejo ini. Bahkan masyarakat ini memilih untuk tinggal dan bertahan dibawah pohon. Pasalnya penghuni rumah diatas tanah Negara ini tidak mendapatkan ganti rugi dari pihak terkait sehingga mereka kebingungan untuk mencari tempat tinggal.

"Bangunan ini sejak tahun 82 setiap tahunnya hanya bayar pajak sepuluh ribu. kami tidak tahu akan tinggal kemana, sementara ini akan tidur di bawah pohon mangga itu. Yang kami sayangkan tidak ada ganti rugi sama seklai," keluh salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya ini.

Dalam hal ini masyarakat berharap ada perhatian khusus pada Dinas terkait untuk memperhatikan nasib mereka serta mendapatkan ganti rugi. (Bim/red).