Advertise Here

Artikel & Opini

Friday, September 22, 2017

Warga RT Desa 31 Sukorejo Yang Akan Digusur Mendatangi Kantor DPRD

    Friday, September 22, 2017   No comments
Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Sekitar 50 Warga RT. 31 RW. 6 Sukorejo Kecamatan/Kota Bojonegoro yang tinggal disekitaran Saluran Sekunder Sungai Pirang Kiri Desa Setempat mendatangi Kantor DPRD Bojonegoro menyampaikan tuntutan mereka karena mendapatkan SP (Surat Peringatan)  untuk tidak menempati lahan dan diseputaran aliran sungai tersebut.

Warga yang menempati tanah di Gang PJKA ini merasa sudah menempati lama sehingga mereka dengan adanya surat tersebut merasa resah dan cemas Rencana penggusuran terhadao mereka,  sehingga mengadu ke Komisi A DPRD Bojonegoro, dan berharap adanya Penundaan penggusuran relokasi yang layak. Jum'at (22/9/17).

Disampaikan salah satu perwakilan menyampaikan bahwa mereka berharap penundaan pembongkaran rumah warga yang berada di lokasi tersebut, karena sebelumnya mendapatkan Surat Peringatan ke tiga kepada warga untuk melakukan pembongkaran dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur.

"Jika memang dibongkar kami berharap adanya relokasi ukuran tanah 3 x 6 menggunakan tanah atau menyewa milik Desa, untuk relokasi warga," Kata Wiwin salah satu perwakilan dihadapan Komisi A DPRD Bojonegoro.

Kedatangan mereka berharap adanya relokasi ketempat lain yang sekiranya tidak akan ada masalah dikemudian hari. Dan berharap solusi yang kongkrit.

"Kedatangan kami ke DPRD juga memohon pemberian waktu yang panjang atau penundaan relokasi untuk mempersiapkan segala sesuatunya, karena warga Disana Penduduknya ekonimi kelas bawah," Tambah Wiwin.

Dihadapan perwakilan warga RT 31 Desa Sukorejo,  Anam Warsito mengatakan bahwa  pemerintahan Desa akan memberikan tempat kepada Warga Masyarakat yang akan terkena gusur, dan sudah dipersiapkan untuk relokasi.

"Setelah ini akan ada pertemuan dintingkat Desa untuk menentukan administrasi dan manajemen pembagian kapling penempatan oleh warga yang terkena gusur," Katanya.

Dari pihak Desa, Sudiro selaku Kasun Sukorejo juga mengatakan bahwa sudah ada pembahasan terkait relokasi warga yang akan terkena gusur,  dan sudah di bentuk tim dan akan dilakukan pengkaplingan pada tanah yang sudah disiapkan oleh Pemdes Sukorejo untuk relokasi warga yang terkena penggusuran.

Sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Pemprov Jatim mengirimkan surat yang berisi diantaranya adalah bahwa berdasarkan Uu Pekerjaan Unum dan Perumahan Rakyat RI tentang Penepatan garis Sempadsn jaringan irigasi, serta pasal 17 tentang pemakaian tanpa ijin dapat dikenakan sanksi administrasi berupa pembongkaran bangunan.

Selain itu dalam surat peringatan juga disebutkan tentang peraturan Daerah Provinsi Jatim no 3 tahun 2009 pasal 51 huruf G dalam rangka menjaga kelestarian air dan jaringan irigasi dilarang menghalangi atau merintangi air dengan cara apapun. (Ang*)


Thursday, September 21, 2017

Malam-malam Anna Muawanah Datangi Kantor Demokrat, Untuk Rekom dan Dukungan

    Thursday, September 21, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Keseriusan Anna Muawanah untuk mendapatkan rekomendasi dari pengurus pusat Partai Demokrat sangat terlihat. Perempuan yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI itu menegaskan jika siap maju sebagai Bupati Bojonegoro diperhelatan akbar Pilkada 2018 mendatang.

Didampingi beberapa dewan pengurus cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro beserta puluhan pendukungnya, Bunda Anna sapaanya, sekitar pukul 19.00 WIB mendatangi Kantor DPC Partai Demokrat Bojonegoro yang berada di jalan Veteran Kecamatan Kota. Kamis (21/9).

Kedatangan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) 9 (Bojonegoro-Tuban) tersebut untuk menyerahkan formulir pendaftaran beserta syarat-syarat yang diwajibkan oleh partai berlambang mercy.

"Saya terus terang minta dukungan kepada Demokrat," katanya dihadapan Pengurus DPC Partai Demokrat Bojonegoro saat diatas podium.

Kedatangan Anna disambut langsung oleh Ketua Desk Pilkada Partai Demokrat Bojonegoro, H Soerawi, dan juga Sekretaris Desk Pilkada Partai Demokrat Bojonegoro, Sukur Priyanto, beserta Pengurus Cabang Partai Demokrat lainya.

Ketua Desk Pilkada Partai Demokrat Bojonegoro, H Soerawi mengatakan, Partai Politik di Bojonegoro tidak ada yang bisa mengusung calon Bupati atau calon Wakil Bupati secara mandiri. Aturan yang ada minimal harus memiliki 10 kursi di DPRD.

Dengan demikian Parpol di Bojonegoro tidak ada yang memiliki 10 kursi. Maka jalan satu-satunya harus berkoalisi.

Sementara itu, usai penyerahan formulir, Anna menegaskan jika rekom dari PKB masih dalam proses. "PKB rekomnya masih dalam proses," katanya.

Disinggung mengenai potensi terjalinya koalisi PKB dengan Demokrat, ia mengatakan jika semua masih ada keterbukaan. Karena di Bojonegoro tidak ada parpol yang memenuhi cukup yaitu 10 kursi. "Jadi semua masih memungkinkan," ujarnya.

Apakah Bunda Anna yakin kalau rekom PKB jatuh ditangan Bunda?. Dia dengan optimis mengatakan jika rekom PKB pusat akan jatuh pada namanya. "Saya ditugaskan partai, saya ditugaskan partai," jawabnya diiringi semyuman.

Adanya penolakan calon Bupati dari luar daerah, Anna tidak mau mengomentari hal itu. Sebab dinilai olehnya jika mengggapi hal itu sama saja tidak produktif.

Dalam acara penyerahan formulir pendaftaran tersebut, para pendukung Anna terlihat membawa banner yang bertuliskan dari NU untuk Rakyat. (wan/red).

LDII Bojonegoro Gelar Ikhtibar Halaqah Tahfidzul Quran

    Thursday, September 21, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat       

suarabojonegoro.com - Puluhan santi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bojoengoro hari ini mengikuti Ikhtibar Halaqah Tahfidzul Quran ata ujian hafalan bagi para Penghafal Al-Quran. Halaqah Tahfidzul Quran yang diselenggarakan di Masjid Baitul Muttaqin Jalan Setyobudi, Desa Klangon, Kecamatan Bojonegoro ersebut dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Cahaya Berkah Semesta 99, Ustad. Anshori Wijaya, ST. Kamis (21/09/17).

Kepada media suarabojonegoro.com ini dirinya menuturkan bahwa kegiatan Ikhtibar Halaqah Tahfidzul Quran diharapkan dapat memotivasi para santriwan dan santriwati dalam menghafal Al-Qur
"Kegiatan ini sekaligus sebagai ujian bagi para santri", katanya.  

Halaqah Tahfidzul Quran yang dimulai sejak pukul 08:30 sampai dengan Pukul 15:30 tersebut Jam 08.30 -15:30 tersebut diharapkan dapat mencetak generasi muda yang mencintai Al-Quran.

"Sehingga terbina Akhlaknya, mulia budi pekertinya, profesional dan religius", pungkasnya. (Bim/red)

Melihat Kampung Keramik di Desa Balong Kecamatan Jepon

    Thursday, September 21, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

Blora, suarabojonegoro.com  - Jalan Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, terlihat lengang. Namun, setelah melintas balai desa setempat. Terlihat beberapa penduduk sedang sibuk. Para penduduk yang sibuk itu adalah para perajin keramik di desa itu. Mereka membakar kayu di tungku yang berukuran cukup besar. Tungku tersebut digunakan untuk memanaskan keramik maupun kerajinan tangan gerabah.

Hampir sebagian besar warga sekitar memproduksi kerajinan yang berasal dari bahan dasar tanah liat. Bentuknya berbagai macam. Ada gelas, mangkuk kecil hingga ada semacam hiasan dinding berupa topeng wajah Saminsurosentiko. Mereka juga membuat kerajinan keramik, genteng, batu bata dan gerabah. Di depan rumah sebagian warga memasang rak untuk memajang barang-barang hasil kerajinan tangan berbahan tanah liat itu.

Widodo (37) perajin keramik desa setempat mengaku dirinya mulai memproduksi barang keramik ini sejak tahun 2015. Sebelumnya, dia hanya seorang perajin genting dan batu bata. "Ya ingin meningkatkan ekonomi keluarga," tutur dia.

Listari, warga lainnya sudah cukup lama menggeluti kerajinan keramik ini. Awalnya dia belajar sedikit demi sedikit akhirnya dia sudah bisa memproduksi sendiri. Dia mencari bahan baku tanah liat tersebut dari Desa Balong. Hasil karya Listari punya ciri khas sendiri. Setiap souvenir dari keramik ini terdapat identitas bunga disisi pingginya. "Sekarang itu yang sulit tentang pemasarannya," terang dia.

Hasil karyannya banyak dibeli oleh konsumen lokal. Kadang, bila ada pameran di luar daerah ada pula yang ikut dijualkan. "Ya semoga ada perkembangannya untuk pemasaran," ujar perempuan berjilbab itu.

Sementara itu, Antok mengatakan hal yang sama sebelumnya di desanya banyak perajin genting dan batu bata. Karena ingin menambah pengahasilan akhirnya mencoba untuk membuat souvenir. Dia menuturkan, ada ciri khas dari hasil kreasinya. Yakni, mangkuk dengan desain daun jati. Selain itu, ada beberap vas bunga. "Lumayan. Setidaknya bisa produksi setiap harinya," terang dia.

Sementara itu, perajin keramik di Desa Balong, Kecamatan Jepon, Blora optimistis usahanya yang baru dirintis setahun terakhir ini akan berkembang dengan baik. Apalagi saat ini beberapa pesanan dari masyarakat sedang dalam proses pembuatan.

"Masyarakat sekitar sudah mulai ada yang memesan beberapa model keramik," ungkap Ketua Paguyuban Perajin Keramik Balong, Marno di bengkel kerjayang berada di sekitar Balaidesa Balong, Kecamatan Jepon.

Menurut dia, usaha itu memang belum lama, baru sekitar setahun terakhir setelah mendapat beberapa kali pelatihan dari Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Setelah pelatihan itu, lanjut dia bersama warga lain mulai menekuni aktifitas membuat keramik dengan beragam model, mulai yang mudah sampai yang sulit.

Saat ini hanya ada enam perajin yang masih setia memproduksi keramik. Bahkan beberapa perajin tersebut sudah menguasai berbagai model seperti vas bunga, patung, topeng hingga membuat beberapa model vas besar. "Sudah ada beberapa model yang dipesan dan harus dibuat, termasuk keramik untuk souvenir saat Hari Jadi Blora Desember nanti," jelasnya.

Marno mengakui untuk bentuk dan model tidak ada masalah, termasuk dengan teknik pembuatan tuang yang sebenarnya sulit. Namun bagi para perajin teknik itu dengan cepat dapat dikuasai dalam waktu singkat. Untuk keramik yang kecil-kecil seperti bunga, bros, dan pernak pernik aksesoris biasa dibuat perajin perempuan. "Saat ini permasalahannya hanya tinggal pewarnaan yang masih kesulitan," katanya.

Pewarnaan itu, lanjut dia sangat penting, sebab bisa mempengaruhi harga jual. Sebagian besar perajin memang sudah mendapatkan pelatihan termasuk pelatihan model yang baru dilaksanakan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM Blora. Marno dan kelima rekannya mengakui kali pertama usaha keramik muncul karena pembinaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora serta Forum Pengembangan Ekonomi Daerah (FPED) Blora.

Kepala Desa Balong, Nyomo menyambut baik adanya kerajinan keramik dan mendukung sepenuhnya upaya warganya. Jadi selain genting dan bata yang sudah lama ada, keramik bisa menjadi ikon baru di Balong. "Kami mendukung sepenuhnya, termasuk jika akan dikembangkan lebih maju," katanya.

Kepala Bappeda Blora, Samgautama Karnajaya melalui Kasubid Ekonomi dan Perdagangan Sri Raharjo mengatakan selalu mendorong peningkatan kualitas keramik Balong. Salah satunya dengan mendatangkan dosen ISI. Bahkan saat ini sedang mengupayakan melakukan promosi untuk mengenalkan keramik Balong pada masyarakat.

"Selain mengikutsertakan dalam setiap pameran lokal di Blora, kami juga mengajak anak sekolah belajar langsung bersama perajin," ujarnya.

Sri Raharjo yang juga sekretaris FPED ini mengaku keramik memang baru setahun dirintis. Dia berharap bisa berkembang, dan secara bertahap keramik Balong bisa menjadi maju.

Menurut dia, pihak Mobil Cepu Limited (MCL) perusahaan operator migas Blok Cepu juga menyatakan tertarik dengan keramik yang dibuat warga, terlebih lagi para generasi muda yang membuat keramik tersebut. "Berbagai langkah promosi terus kami lakukan, agar keramik Balong dikenal masyarakat Blora," kata Sri Raharjo. (*)

Mitroatin, Bersama Partai Demokrat Ingin Bangun Bojonegoro

    Thursday, September 21, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Mitroatin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro hari ini mendatangi Kantor DPC Partai Demokrat guna mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon Bupati. Pengembalian berkas pendaftaran dan sekaligus penyampaian visi dan misi tersebut diringi para pendukung dan para pengurus harian Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro. Kamis (21/09/17).

Bunda Mitroatin, sapaan akrapnya dalam penyampaiannya menyatakan bahwa dirinya sengaja mengembalikan berkas pendaftaran di awal bulan Muharom. Hal ini dikarenakan bulan Muharom adalah bulan dimana bulan sebagai pergantian tahun baru Islam dan sekaligus perjuangan Rasulullah yang telah membawa kejayaan Islam.

"Kami ingin bersama sama dengan Partai Demokrat membangun kesejahteraan Bojonegoro", katanya.

Dengan tegas dirinya menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak boleh meniggalkan generasi yang lemah. Serta persatuan kesatuan akan mengarah pada kesejahteraan bagi rakyat Bojonegoro.

"Maka dari itu pada hari ini kita berkumpul, karena komunikasi kita dengan Partai Demokrat tidak hanya sekedar formalitas saja. Karena di dalam kepemimpinan lebaga legislatif antara Ketua dan Wakil saling mengisi", ujarnya.

Politi dari Partai Golkar ini menuturkan
bahwa dirinya tergerak ingin melanjutkan pembangunan di yang berkelanjutan di Bojonegoro.

"Saya berharap kedatangan kami ini dapat diterima dengan baik, tidak hanya saat ini tapi untuk berkelanjutan", pungkasnya. (Bim/red)

Inilah Jumlah Pendaftar Perangkat Desa Tahap Pertama

    Thursday, September 21, 2017   No comments
Reporter : Andri Yanto

suarabojonegoro.com - Sebelum di putuskannya nama peserta ujian tes tulis masing masing tim desa akan melakukan verifikasi berkas dan lampiran pendaftar perangkat desa terlebih dahulu.

Maka perlu diketahuinya jumlah pendaftar yang terakumulasi. Sugeng Firmanto, Kepala Bidang Pemerintah desa dan kelurahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (DPMPD) menghitung pendaftar yang ada mencapai 7.625 orang dari 28 kecamatan.

Setelah melihat jumlah Pendaftar, Sugeng mencatat ada 1.152 perangkat yang kosong. Itu artinya pendaftar sedemikian banyaknya itu pasti akan diambil dari yang terbaik. Sehingga dia berpesan agar tidak perlu khawatir akan isu pendaftar yang konotasinya, titipan.

"Tidak usah terpengaruh terhadap isu isu yang ada seperti jagonya si A dan si B. Percalah pada diri sendiri bahwa nanti tidak ada semacam titipan dan lain sebagainya," ungkapnya, Kamis (21/9/2017).

Sementara jumlah pendaftar tersebut menurut dia bisa dan pasti bertambah pasalnya masih ada beberapa desa yang belum memenuhi aturan dalam Perda.

"Masih ada beberapa desa yang dibuka pendaftaran tahap ke 2. Karena jumlah pendaftarnya belum ada 2 orang," katanya, yang memang telah di tunjuk sebelumnya sebagai Sekretaris Tim Kabupaten.

Lalu dari jumlah perangkat yang kosong itu disebut posisi Urusan Perencanan paling banyak di minati dengan 1.956 dan 1.767 pendaftar di Sekretaris desa (Sekdes). "Karena lowongan kedua posisi itu terbanyak. Jadi untuk Urusan Perencanaan ada 304 dan 192 lowongan di posisi Sekdes," terangnya.(and/red)

Foto: Ilustrasi

Direstui Keluarga, Mas Sukur Siap Menuju Bojonegoro 1

    Thursday, September 21, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Rasa haru bercampur bahagia nampak saat H. Sukur Priyanto beserta rombongan bertandang ke kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Bojonegoro untuk mendaftarkan diri maju merebut rekomendasi dari DPP Partai Demokrat sebagai Calon Bupati Bojonegoro.

Nampak pula sejumlah keluarga besar dari Mas Sukur ikut menghantarkanya untuk menyerahkan berkas yang menjadi syarat yang ditetapkan oleh Partai Demokrat.

Mengawali sambutanya, Mas Sukur mencoba menyapa angggota keluarganya, mulai dari Ibu Kandung, Ibu Mertua, Istri dan juga anak-anaknya.

Mata Mas Sukur saat berada diatas podium mulai berkaca-kaca. Kedua Ibunya pun nampak haru melihat anaknya yang memiliki niatan baik tersebut.

"Kalau kita pengen melanjutkan niat saya ini tidak cukup sampai disini. Paling tidak kita harus memiliki banyak suara. Tetapi saya yakin. Ketika anda sudah memiliki niat sampaikan kepada keluarga, tetangga bahwa Partai Demokrat mempunyai kader terbaik untuk memimpin Bojonegoro," katanya saat diatas podium.

Dengan harapan, pada bulan Januari 2018 nanti bisa menghantarkan kader terbaik Partai Demokrat Bojonegoro ke KPU Bojonegoro.

"Oleh sebab itu pada kesempatan ini saya minta doa dan dukungannya senantiasa mendapat dukungan kepada Tuhan yang Maha Esa," imbuhnya.

Dengan nada bersemangat, Mas Sukyr yang saat ini menjabat senagai Wakil ketua DPRD Bojonegoro menambah, di Bojonegoro ini masih banyak hal-hal yang harus dilakukan.

"Mewujudkan lumbung pangan dan energi, sepenuhnya dimanfaatkan untuk masyarakat Bojonegoro. Potensi alam kita cukup besar, potensi minyak kita cukup besar. Diluar masih banyak saudara kita yang harus kita perhatikan. Tidak cukup sampai disini. Tapi kita tingkatkan lebih baik," kata Mas Sukur.

Hingga prosesi lamaran politik selesai, ratusan pendukung terus mengumandangkan kata-kata dukungan. Nampak dari para pendukung dengan kompak memakai seragam kaos yang bertulis 'Mas Sukur' dibagian depan dan SKR dibagian belakang. (wan/red).

Didampingi Sang Istri, Pak Tris Pinggiran Lawatan Ke DPC Demokrat

    Thursday, September 21, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Terik matahari siang itu tak membuat pupus semangat para pendukung Bakal Calon Bupati Bojonegoro, H Sutrisno untuk mendaftarkan diri maju dalam perhelatan politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang melalui DPC Partai Demokrat Bojonegoro. Kamis (21/9).

Pak Tris Pinggiran sapaan akrabnya datang di kantor DPC Partai Demokrat di jalan Veteran nomor 77 A didampingi oleh sang istri tercinta. Nampak sang istri memakai hijab berwarna kuning kecokelatan.

"Ini istri saya. Kalau tidak saya ajak enggak berani," gurau Pak Tris saat baru datang di depan kantor DPC.

Penyerahan berkas persyaratan diterima langsung oleh Ketua Desk Pilkada Partai Demokrat Jawa Timur, Hartono, Ketua Desk Pilkada Partai Demokrat Bojonegoro, H Soerawi dan Sekretaris Desk Pilkada Partai Demokrat Bojonegoro, Sukur Priyanto.

Puluhan pendukung Pak Tris disela-sela acara penyerahan berkas syarat bakal calon bupati Bojonegoro DPC Demokrat terus mengumandangkan yel-yel nya. "Demokrat Jaya, PKS menang, Pak Tris Bupati," teriak para pendukung sehingga membuat gemuruh suasana.

Kata Pak Tris, niatan untuk maju sebagai Bupati Bojonegoro ini agar bisa membangun masyarakat Bojonegoro yang lebih berdaya, dan lebih sejahtera.

Dibeberapa bidang Pak Tris mengatakan harus ada perhatian yang lebih. Misalnya, dibidang pertanian, bidang kesehatan, dan bidang infrastruktur.

Pak Tris cinta dan peduli masyarakat Bojonegoro. Bagaimana meningkatkan nilai harga jual bidang pertanian, infrastruktur dan kualitas bangunan di Bojonegoro saya prihatin," imbuhnya.

Pak Tris juga menyinggung terkait pelaksanaan pengisian perangkat desa. Katanya, membludaknya pelamar perangkat desa ini membuktikan bahwa peminat perangkat di Bojonegoro sangat tinggi.

Dalam acara tersebut tim dari Pak Tris juga membagi-bagikan kipas yang bergambarkan Pak Tris Pinggiran. (wan/red).

GERAKAN LITERASI BERKIBAR DI BOJONEGORO

    Thursday, September 21, 2017   No comments
Oleh: Siti Mukaromah

suarabojonegoro.com - "Membaca dan menulis adalah perintah Tuhan"  kalimat yang diungkapkan oleh Bpk. Mukhsin Khalida selaku pemateri dalam Workshop Literasi dan Launching buku karya guru (Sagusabu), Minggu 17 Sept 2017 di Partnership Room Pemkab  Bojonegoro.  Bapak Mukhsin Kalida menjelaskan dengan rinci bagaimana Tuhan memerintahkan kita membaca dan menulis yang tertera dalam ayat suci  al qur'an, menjadikan peserta workshop yang terdiri dari 71 guru dari berbagai jenjang dalam susasana hening dan terkesima.

Dalam acara itu tidak hanya teori,  namun guru guru langsung diajak menulis sebuah karangan.  Dengan panduan yang harus diikuti.  Menulis dengan mengalir,  akan terasa ringan tanpa beban.  Semua peserta dengan antusias mengikuti langkah yang diinstruksikan.  Tak terasa dalam waktu hanya 30 menit tercipta sebuah tulisan yang siap dibukukan.

Dari situ terbukti bahwa "Jika kita bisa ngomong,  tentu bisa menulis" . Ngomong adalah output berupa lisan,  dan menulis adalah output berupa tulisan.  Keistimewaannya adalah ngomong tidak terdokumentasi.  Menulis akan terdokumentasi dan bisa dibanggakan meski kita telah tiada.

Workshop yang telah diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI)  yang diketuai oleh bapak Ufar Ismail,  mendapat respon yang luar biasa oleh guru guru.  Meskipun jumlah tidak begitu banyak,  namun para peserta adalah orang orang pilihan yang terbukti bersedia meluangkan waktu liburnya untuk menambah ilmu. Ada guru SD,  SMP dan SMA.  Bahkan beberapa peserta adalah kepala sekolah yang ingin menjadi tauladan bagi guru gurunya.

Ini bukanlah pertama kali workshop menulis yang diselenggarakan.  IGI Bojoengoro telah menyelenggarakan dua kali workshop menulis.  Workshop pertama telah menghasilkan buku,  Satu Guru Satu Buku (Sagusabu)  yang dilaunching saat ini.  Mereka adalah guru guru Bojonegoro,  dan beberapa telah menulis buku sebelumnya.

IGI telah merespon himbauan pemerintah untuk Gerakan Literasi Sekolah (GLS). " Guru adalah tauladan  bagi siswa,  tidak hanya menyuruh siswa membaca dan menulis,  tapi guru juga harus melakukan sebelum menyuruh siswa"  Kalimat menyentuh yang diungkapkan oleh bpk.  Ufar Ismail,  kepala SMPN 1 Bojonegoro juga ketua IGI.
Beliau adalah penggerak literasi  Bojonegoro.  Tidak lelahnya mengajak semua guru dengan berbagai cara untuk menghasilkan tulisan.

 Respon Diknas Bojonegoro sangat luar biasa dengan ikut mengibarkan semangat para guru.  Bahkan pemkab Bojonegoropun welcome terhadap kegiatan ini.  Sehingga bertempat di Partnership Room pemkab yang begitu megah sejuk dan nyaman.

Semoga GLS Bojonegoro bisa menjadi pionir bagi kabupaten yang lain.  Dengan adalanya workshop workshop menulis dan karya guru guru  Bojonegoro semakin meningkat.


Penulis Adalah Guru SMA N 2 Bojonegoro

Inilah Kemeriahan Wisuda STIKes ICsada

    Thursday, September 21, 2017   No comments
Reporter: Arum Sekar

suarabojonegoro.com - Pelaksanaan wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia (STIKes ICsada) Bojonegoro tahun 2017 berlangsung meriah. Rapat senat terbuka untuk mewisuda dan mengukuhkan 87 mahasiswa di Gedung Serbaguna, Jalan KH Mansyur, Kota Bojonegoro, Rabu (20/9/2017) dihadiri ratusan undangan.

Acara dikemas dengan perayaan Ulang Tahun ke VIII Kampus Ungu. Sementara itu rincian mahasiswa yang ikut wisuda dari Prodi S1 Ilmu Keperawatan 57 orang, Prodi D III Kebidanan 7 orang dan Ners 23 orang.

Pantauan di lapangan menyebutkan, prosesi wisuda dihadiri Bupati Bojonegoro, Suyoto, pejabat Kopertis VII Prof. Dr. Ali Maksum, Pimpinan Perguruan Tinggi se Bojonegoro, Forpimda, PPNI, IBI, Dinas Kesehatan dan lain-lain.

Ketua STIKes ICsada Bojonegoro, Hasan Bisri mengatakan, Kampus Ungu selalu menampilkan sesuatu yanh berbeda setiap ada acara. Termasuk dari hasil kreatifitas mahasiswa untuk membuat dekorasi sampai tepat untuk foto.

“Seperti tahun sebelumnya, pada wisuda kali ini juga diberikan penghargaan untuk mahasiswa terbaik, penelitian terbaik, hingga penyerahan simbolis bakti sosial kepada yang membutuhkan,” kata Pak Hasan.

Sementara itu Sekretaris Pelaksana Kopertis VIII, Ali Maksum memberikan apresiasi yang sangat tinggi untuk Kampus Ungu. Sebab, nerspreneuer yang dikembangkan cukup berhasil dan harus ditingkatkan.

“Inspirasi yang ditujukan Kampus Ungu sangat luar biasa dan taat asas Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya.

Terpisah, Bupati Bojonegoro Suyoto berharap Program Keluarga Binaan yang diterapkan STIKes ICsada beberapa tahun terakhir bisa diperbanyak lagi. Karena dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan cukup membantu tugas pemerintah. (Rum/Lis)

SMK Taruna Balen, Gelar Pengalian Dana Untuk Suku Rohignya

    Thursday, September 21, 2017   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Ratusan siswa-siswi Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Taruna, Kecamatan Balen, pagi hari menggelar doa bersama dan sekaligus penggalian dana untuk membantu meringankan beban bagi Suku Rohignya. Selain oenggalian dana bagi suku Rohignya sekaligus untuk menyongsong tahun baru Hijrah. Diawali degan Khataman Quran, sekaligus khatam, dan pembacaan Tilawah al-Quran. Rabu (20/09/17).

Wakail Kepala Kurikulum, SMK Taruna, Kecamatan Balen SYAMSUDIN, S.T, dalam sambutannya menyatakan bahwa, tragedi kemanusiaan yang menimpa pada Suku Rohignya adalah tragedi kemanusiaan yang sangat memorihatinkan. Sebagai anak pertiwi dirinya mengajak untuk membantu beban sukunRohignya. Terlebih di Rohygnya adalah saudara muslim.

"Tragedi kemanusiaan yang menimpa Rohignya sungguh memprihatinkan, ini bukan masalah Ras, Suku, Agama, Politik tertentu atau apapun, yang terjadi di Rohignya sangat mengetuk kita, Bumi sedang menangis", katanya.

Dirinya berharap dengan kegiatan solidaritas yang diselenggarakan oleh siswa-siswi SMK Taruna ini dapat meringankan beban bagi kaum Rohignya.

"Semoga doa-doa yang kita panjatkan untuk Rohignya diijabah Allah taala, sehingga saudara kita disana disegerakan untuk bisa hidup layak seperti sebelumnya, dan bisa melaksanakan Ibadah kepada Allah Taala, belajar serta rutunitas keseharian tanpa ancaman dan rasa takut yang selalu menghampiri", harapnya.

Diakhir sambutannya dirinya mengajak seluruh siswa-siswi SMK Taruna berdoa dengan harapan semoga akhir tahun yang kelabu untuk Rohignya segera berakhir dan berganti tahu baru Hijriah yang Damai, yang Barokah dan gemah ripah loh jinawi untuk Rohignya, Indonesia Tercinta dan Khususnya untuk SMK Taruna.

Adapun dana yang telah terkumpul dalam aksi solidaritas untuk suku Rohignya adalah 1.574.500  yang sudah terkumpul di BMT NU Balen sebesar 5.921.000. (Bim/red).

Silaturrahmi Aparatur CJS Untuk Tingkatkan Sinergi dan Kinerja

    Thursday, September 21, 2017   No comments

suarabojonegoro.com - Untuk lebih mensinergikan dalam bekerja, Polres Bojonegoro gelar silaturrahmi antar aparatur Criminal Justice System (CJS) pada hari Rabu (20/09/2017) pagi tadi sekira pukul 09.00 WIB di Aula Parama Satwika Mapolres Bojonegoro. Acara yang bertemakan "Membangun Sinergitas Criminal Justice system guna mewujudkan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan" tersebut, dihadiri oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., SIK., M.Si, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro Muhaji, Ketua Pengadilan Negeri (Kepala PN) Bojonegoro Prancis Sinaga, SH., MH, Kepala Lembaga Permasyarakatan (Ka Lapas) Bojonegoro Jumadi, Kepala Bapas Bojonegoro Priyatna serta anggota Reskrim Polres dan Polsek Jajaran yang berjumlah 72 personil.

Membuka acara, pertama kali Kapolres Bojonegoro mengungkapkan bahwa kejahatan akan selalu ada di masyarakat dan kejahatan selalu mengikuti perkembangan peradaban masyarakat tersebut sesuai dengan teori kriminologi Prof Andrianus Meliala, Crime is the shadow of Civilization, oleh karena itu Kapolres berpesan kepada seluruh penyidikan untuk terus meningkatkan kemampuan baik skill individu dalam melakukan penyidikan maupun menambah ilmu dan wawasan serta belajar menyidik tindak pidana tertentu yang semakin meningkat dengan modus operandi yang semakin canggih dan berkembang.

"Diharapkan untuk para penyidik perlu untuk belajar terus menerus agar semakin menjadi penyidik yang handal", lanjut Kapolres.

Untuk lebih bersinergi, Kapolres meminta Kajari untuk memberikan penekanan, saran dan masukkannya serta koreksi kepada penyidik beberapa hal yang masih dinilai kurang  untuk perbaikan kedepannya. Sementara itu, kepada Kepala PN, Kapolres meminta mengkaji kembali terkait dengan permasalahan klenteng.

Selain itu terhadap Kalapas, Kapolres terus mendukung dan membantu tugas Kalapas dalam mengamankan lingkungan lapas terbukti dengan terus memerintahkan anggota sabhara polsek dan polres untuk melakukan patroli di lingkungan Lapas, agar tidak terjadi tahanan yang melarikan diri.

"Karena Lapas kelas II Bojonegoro saat ini masih ada napi teroris sehingga perlu pengamanan yang lebih ekstra", imbuh Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres juga berharap agar semua pihak saling mendukung dan bersinergi untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif terutama di Kabupaten Bojonegoro serta memeberikan energy positif untuk kemajuan bangsa. Selain itu juga, momentum ini sebagai sarana bersilaturahmi antara Penyidik, Jaksa, Hakim, Lapas dan Bapas.

"Saya harap momentum acara ini dapat menyelsaikan masalah, sehingga sebisa mungkin segala permasalahan yang dihadapi anggota penyidik dilapangan terutama menyangkut berkas perkara, berkas tipiring, dan lainnya dapat terselesaikan", pungkas Kapolres.

Setelah Kapolres memberikan sambutan, dilanjutkan dengan Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro memberikan sambutan yaitu pertama kali menyinggung permasalahan kasus tindak pidana ringan (tipiring), dimana untuk Satpol PP ada kasus Tipiring yang mengawal mengenai pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan Pemkab Bojonegoro yang didalam Perda tersebut maksimal ancamanya adalah 3 bulan, sehingga Kajari berharap agar setiap ada Perda yang baru untuk mengkoordinasikan dengan Kejaksaan.

"Penyidik dapat membawa perkara langsung ke Pengadilan, namun eksekutor tetap dari Kejaksaan", ungkap Kajari.

Jika ada kendala saat dilapangan, Kajari mengatakan agar selalu dikoordinasikan, dimana Kejaksaan merupakan pemberi pertimbangan. Selain itu juga,  jika ada kendala penanganan perkara, Kajari memohon dari awal untuk melakukan koordinasi dan selalu menceritakan apa adanya secara transparan, sehingga dapat menyimpulkan untuk perkara dapat ditindak lanjuti atau tidak.

"Saya harapkan forum ini digunakan bukan untuk mencari kesalahan namun sebagai sarana untuk mencari penyelesain atas hambatan dan kendala yang dihadapi", ucap Kajari.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro dalam sambutannya untuk pertamanya mengungkapkan bahwa untuk saat ini kinerja PN Bojonegoro mendapatkan nilai yang tinggi di jajaran Provinsi Jatim  dan terus menuju Zona Integritas yang WBK. "Oleh karena itu kami terus melakukan pembenahan kinerja para hakim", jelas Kepala PN.

Sementara itu, perkara yang diselesaikan harus selesai maksimum 4 bulan karena telah terpantau di Mahkamah Agung (MA).

"Selalu lakukan koordinasi yang baik antara Penyidik, Kejaksaan dan Pengadilan, agar semua pihak saling bersinergi dan mewujudkan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan", lanjut Ketua PN.

Kepala Lembaga Permasyarakatan Bojonegoro dalam sambutannya di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terdapat 378 orang Napi dan telah mengembangkan data base berbasis IT.

"Di Lapas sudah ada system informasi digital misal napi cukup menggunakan sidik jari sudah muncul kapan yang  bersangkutan keluar LP, mendpatakan remisi berapa, dan data lainnya", ungkap Ka Lapas.

Dalam penerapan remisi kepada warga binaan bahwa apabila ditemukan HP saat pelaksaanan pemeriksaan, remisi 1 tahun tidak akan diberikan. Selain itu, setiap warga binaan memiliki ATM (sidik jari dari NAPI) dan pantauan CCTV di Lapas akan disambungkan langsung dengan Polres Bojonegoro.

"Saat ini Lapas telah menerapkan konsep Lapas tiada hari tanpa melakukan pemeriksaan HP", lanjut Ka Lapas.

Setelah masing-masing pimpinan CJS memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh undangan yang hadir serta diakhiri dengan ramah tamah bersama (lis) 

Wednesday, September 20, 2017

Tipu Nasabahnya, Seorang Sales Dibekuk Sat Reskrim Polres Bojonegoro

    Wednesday, September 20, 2017   No comments
Reporter: Sasmito

suarabojonegoro.com - Seorang pemuda yang bekerja sebagai sales Mobil,  harus mendekam di balik jeruji besi, karena terbukti melakukan tindak pidana penipuam dan penggelapan tim Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polres Bojonegoro pada hari Senin (04/09/2017) yang lalu. Adapun identitas pelaku yaitu AC bin MT (29) warga Jalan Brigjen Sutoyo Kelurahan Sukorejo Kecamatan Kota Bojonegoro.

Menurut Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., SIK., M.Si menerangkan bahwa kronologis kejadiannya berawal saat korban Iswahyudi warga Dusun Badegan RT 11 RW 03  Desa Ngambon Kecamatan  Ngambon melakukan pembelian mobil secara tunai merk Kijang Innova diesel warna putih di sebuah showroom mobil di Bojonegoro melalui salles marketing AC (29) pada hari Selasa tanggal 12 April 2016 sekira pukul 11.00 WIB bertempat di rumah korban. Setelah korban menyerahkan uang sejumlah Rp  320 juta kepada pelaku, ternyata uang tersebut tidak digunakan untuk pembelian secara tunai.

"Namun oleh pelaku digunakan untuk pembelian secara kredit", terang Kapolres.

Adapun mekanisme pembelian yang dilakukan oleh pelaku dengan cara, dari uang sejumlah Rp 320 juta tersebut, sejumlah Rp 110 juta digunakan untuk uang muka pembelian mobil korban. Sementara itu, sisanya uang yang diserahkab korban kepada pelaku yaitu sejumlah Rp 210 juta digunakan oleh pelaku untuk kebutuhan pribadinya.

"Atas hal tersebut, korban langsung melaporkan pelaku pada tanggal 25 Juli 2017 di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Bojonegoro", imbuh Kapolres.

Berdasarkan pelaporan tersebut, Penyidik dari Unit Pidum Sat Reskrim Polres Bojonegoro melakukan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan saksi dan melakukan penyitaan barang bukti berupa 3 lembar kwitansi pembayaran dan 1 bendel aplikasi pembiayaan. Dari pemeriksaan para saksi dan penyitaan barang bukti tersebut oleh penyidik, akhirnya pekaku dinyatakan sebagai tersangka dan dilakukan penangkapan.

"Berdasarkan 2 alat bukti yang sah, penyidik menetapkan pelaku sebagai tersangka", lanjut Kapolres.

Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka selanjutnya, penyidik menimbang bahwa tersangka AC (29)  ditakutkan melarikan diri, maka AC (29) dilakukan penahanan di Rutan Mapolsek Bojonegoro Kota.

"Kepada tersangka, Penyidik menjerat dengan Pasal 378 jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara", pungkas Kapolres. (Sa/Lis)

Inilah Keluhan Warga Ke DLH Saat Musim Kemarau

    Wednesday, September 20, 2017   No comments
Reporter : Andri Yanto

suarabojonegoro.com - Nurul Azizah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro mengungkapkan masih menunggu surat edaran dari Bupati Kang Yoto untuk melakukan gerakan tanam pohon.

Pasalnya musim kemarau seperti Rabu (20/9/2017) ini menurutnya banyak laporan warga tentang minimnya pohon di sekitar jalan yang berhasil dia himpun. Lalu gas metan hasil peternakan juga memberikan dampak bagi saluran pernafasan warga serta dangkalnya aliran air seperti parit dan kanal sehingga sampah sangat nampak mencemari.

"Tunggu surat edaran dari bapak Bupati dulu. Karena ini bukan hanya satu instansi saja. Ini (gerakan tanam pohon) perlu di kerjakan bersama," terang Nurul.

Disamping perlunya gerakan bersama menurut dia memang DLH pada 2017 tidak ada anggaran untuk tanam pohonnya. "Soalnya kami fokus di tamannya kemaren (2016/2017)," jelas dia.

Karena jika tahun tahun lalu itu DLH fokus taman. Namun pada 2018 mendatang baru akan di anggarkan yang sementara ini masih ada pembahasan KUA PPAS Induk APBD 2018.

"Untuk tahun depan kami anggarkan Rp 80 an juta. Sekarang ini masih di bahas," ujar dia.

Oleh karena baru di bahasnya anggaran untuk tanam pohon maka dia berharap agar warga juga turut serta menanam pohon. Selain itu dalam pantauan pihaknya tercatat bahwa untuk cuaca Bojonegoro telah mencapai suhu 37 derajat celcius.

Sehingga angka tersebut bisa dikata melebihi suhu rata rata kabupaten di Provinsi Jatim yakni, 35 derajat celcius.(and/red)

Presiden Jokowi Direncanakan Bakal Tinjau Lapangan Gas J-TB di Bojonegoro

    Wednesday, September 20, 2017   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi 

suarabojonegoro.com - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo disebut-sebut bakal melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bojonegoro. Salah satu agendanya adalah meninjau mega proyek Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang dioperatori oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) yang berada di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.

"Rencana RI 1 akan datang ke Bojonegoro, tetapi sekarang masih dilakukan pembahasan di Jakarta bersama pihak-pihak terkai," kata Kunadi, PGA & Relations Manager PT PEPC.

Disinggung mengenai rangkaian kegiatan Presiden, Kunadi mengatakan bahwa salah satunya adalah melakukan peletakan batu pertama di area tajak sumur lapangan gas J-TB.

"Rencana ground breaking Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru," jelasnya kepada suarabojonegoro.com.

Selain itu, akan dilakukan juga peninjauan proyek Early Civil Work (ECW/Proyek Sipil) serta peninjauan langsung lokasi proyek Gas Processing Facility (GPF).

Sementara, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Bojonegoro Heru Sugiarto mengatakan, jika rencana kunjungan kerja RI 1 ke Bojonegoro itu benar. Direncanakan bakal dilakukan minggu depan.

"Ya tanggal 25 September, hari Senin," katanya saat dikonfirmasi melalui nomor WhatsAppnya. Rabu (20/9) malam. (wan/red).


Fot: Dok. SuaraBojonegoro