Senin, 27 April 2015

Usai Sidak, Dewan Santuni Mbah Semi

Redaksi     Senin, April 27, 2015    
SuaraBojonegoro - Setelah selesai melakukan inspeksi mendadak (sidak) dilokasi lapangan sukowati PAD-A terkait bencana yang telah terjadi dilokasi sumur SKW-21 pada hari Jum'a (24/4) lalu, komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro langsung mengunjungi mbah Semi selaku korban yang dibawa kerumah sakit akibat keracunan kebocoran gas SKW-21 dirumah korban di dampingi kepala desa. Senin (27/4/15)

"Kemaren mbah semi sudah pulang kerumahnya lagi di RT 01 RW 01," kata kepala desa Ngampel kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur.

Saat mengunjungi kediaman mbah Semi, ketua komisi A DPRD Bojonegoro langsung berkomunikasi langsung dengan mbah semi terkait detik-detik dirinya bisa keracunan gas dari bocoran sumur SKW-21.

Ketua komisi A DPRD Bojonegoro, Sugeng H Anggoro yang didampingi kepala desa dan pihak JOB P-PEJ saat dikediaman mbah Semi menuturkan jika JOB P-PEJ harus menambah ambulance untuk persiapan jika bencana terulang kembali dengan sasaran ambulance bisa dipakai masyarakat sekitar sumur.

Setelah berbincang-bincang dengan mbah Semi komisi A DPRD Bojonegoro langsung memberikan santunan kepada mbah Semi yang sudah tua renta dan hidup di rumah kecilnya tersebut. (Ney)

DPRD Himbau PAD-B Ditutup

Redaksi     Senin, April 27, 2015    
SuaraBojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro menghimbau agar Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) melakukan penutuban sumur lapangan sukowati PAD-B yang berada didesa Ngampel kecamatan Kapas kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Senin 27/04

"Hal tersebut perlu dilakukan jika sumur tersebut nantinya mengganggu pengaktifan rumah sakit umum daerah (RSUD) yang ada dijalan veteran", kata wakil ketua komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito.

Dirinya menghawatirkan jika sumur milik JOB P-PEJ ini mengeluarkan bau busuk dari kebocoran gas maka akan berakibat sangat fatal jika ada pasien sakit yang dirawat di RSUD veteran karena lokasi sumur PAD-B berada persis ditimur dari lokasi rumah sakit umum daerah (RSUD) veteran yang sebentar lagi akan diaktifkan.

"Sampai saat ini saja kebocoran gas sudah terjadi lebih dari lima kali", tandas Anam.

Dirinya mengatakan komisi A DPRD Bojonegoro juga segera mungkin mengagendakan hearing bersama operator JOB P-PEJ, Dinas ESDM Bojonegoro, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro dan SKPD lain untuk membahas terkait rencana pengaktifan rumah sakit umum daerah (RSUD) yang berada di jalan veteran Bojonegoro.

"Karena DPRD sendiri sudah merekomendasikan pemkab untuk segera mengaktifkan rumah sakit tersebut, sehingga kita perlu membahas dengan pihak terkait agar bau tersebut nantinya tidak dihirup orang sakit yang dirawat," tambahnya. (Ney)

JOB P-PEJ Katakan Alat Detektor Berfungsi Baik Meskipun Tidak Menyala

Redaksi     Senin, April 27, 2015    
SuaraBojonegoro - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro menanyakan apakah dilokasi sumur lapangan sukowati sudah terdapat alat detektor gas Hydrogen Sulfida (H2S) untuk mengantisipasi sewaktu-waktu ada kebocoran gas dilokasi, hal tersebut ditanyakan komisi A DPRD Bojonegoro saat melakukan sidak dilokasi lapangan Sukowati PAD-A. Senin (27/4/15)

Senior Scurity and public Relations JOB P-PeJ, Yoga S. Utomo melalui petugas kusus h2S, Budiono mengatakan jika alat detektor gas H2S sudah ada dilokasi sumur, berbunyi dan masih berfungsi dengan baik.

Namun lanjut Budiono sistem pendeteksi sensor kebocoran gas tersebut disetting 10 ppm baru mengeluarkan bunyi alarm karena nilai 10 ppm adalah nilai ambang batas berbahaya jika dihirup oleh manusia sedangkan kebocoran gas pada hari Jumat (24/4) kemaren tidak terdeteksi oleh detektor.

"Jika sampai 20 ppm tingkat berbahaya tinggi sedangkan jika sampai 50 ppm maka sistemnya bisa mati," katanya saat memaparkan dihadapan komisi A DPRD Bojonegoro.

Dirinya juga mengatakan jika saat kejadian emergency respone plane pihaknya langsung menghubungi pemerintahan kabupaten Bojonegoro untuk meminta bantuan bencana.

Sementara itu wakil ketua komisi A DPRD Bojonegoro terheran jika pihak operator tidak mengetahui gas apa yang keluar pada kejadian Jumat (24/4) kemaren yang mengakibakan masyarakat sekitar keracunan bahkan sampai masuk rumah sakit. (Ney)

5 Kali Lebih, Komisi A Minta Operator Perhatikan Warga

Redaksi     Senin, April 27, 2015    
SuaraBojonegoro - Setelah mendengar adanya kebocoran gas dilokasi sumur SKW-21 lapangan Sukowati, komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro mengunjungi lokasi PAD-A untuk bertemu dengan pihak operator yaitu Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Senin (27/4/14)

Wakil ketua komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro mengatakan jika kedatangannya bersama anggota komisi A untuk berkoordinasi dengan JOB P-PEJ selaku operator bagaimana kecelakaan ini terjadi dan langkah apa saja yang sudah dilakukan oleh operator dan yang terakhir yaitu untuk melihat situasi masyarakat terutama apa yang dirasakan oleh masyarakat sekitar sumur.

Anam juga mengatakan jika dirinya akan menanyakan kepada operator apakah tanggap bencana situasi darurat sudah ada Standart Operaring Procedures (SOP) yang disampaikan warga sekitar atau belum melihat hal seperti ini sudah tercatat terjadi tidak kurang dari lima kali.

"Walaupun negara kita butuh sumber energi minyak dari ekploitasi akan tetapi dampak-dampak kepada warga harus dinetralisir," tandasnya. (Ney)

Polisi Akan Tertibkan Sumur Tua

Redaksi     Senin, April 27, 2015    
SuaraBojonegoro - Adanya sumur tua yang menghasilkan Minyak diwilayah Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro ternyata masih banyak Sumur tua yang sudah beroperasi dan di bor oleh para penambang tradisional namun masih belum mengantongi ijin produksi. Senin (27/4/15)

Kapolres Bojonegoro AKBP Hendry Fiuzer, setelah acara Coffee Morning di Kantor Polres Bojonegoro mengatakan ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan bahwa pihaknya hanya sebatas meakukan pendataan saja.

Dari data di Polres Bojonegoro, Sumur tua yang berproduksi minyak ada sebanyak 550 Sumur tua, yang dikelola secara tradisional, dan ada 295 belum mengantongi ijin tradisional.

"Kami, Polres Bojonegoro hanya melakukan pendataan saja, untuk selanjutnya adalah urusan Polda terkait penertiban," Katanya.

Untuk wilayah penertiban, Polres masih menunggu intruksi Polda Jatim, dan penertiban tersebut juga akan mengandeng dari pihak Pertamina.

Sementara itu, di Bojonegoro ada 3 koperasi Unit Desa (KUD) yang mengelola jasa Sumur tua di Wilayah Kedewan, dan Malo. Dari ketiga KUD ini juga menjadi jasa pengiriman Minyak dari sumur tua ke Pertamina. (Ang)

Minggu, 26 April 2015

Besok Komisi A Sidak Lokasi Sumur SKW-21

Redaksi     Minggu, April 26, 2015    
SuaraBojonegoro - Setelah terjadi kebocoran gas pada hari Jumat (24/4) sumur minyak Sukowati 21 yang berada didesa Campurejo kecamatan Kota Bojonegoro, Jawa Timur mengeluarkan gas yang menyerupai Hidrogen Sulfida (H2S) yang mengakibatkan masyarakat desa Ngampel kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur yang berada di selatan sumur 21 mengalami keracunan bahkan sampai dilarikan dirumah sakit terdekat membuat komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro langsung bertindak dan melakukan kunjungan lapangan terkait kebocoran sumur yang membuat masyarakat Bojonegoro keracunan. Minggu (26/4/15)

Menurut wakil ketua komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro jika pihaknya besok senin (27/4) akan melakukan kunjungan lapangan dilokasi sumur lapangan Sukowati PAD-A dan mendatangi rumah warga yang menjadi korban kebocoran bau busuk gas.

"Selain besok kami akan kelokasi sumur PAD-A kami juga akan mendatangi rumah korban," kata wakil ketua komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito.

Menurutnya jika besok selain ada komisi A DPRD Bojonegoro juga akan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan kepala desa yang akan mendampingi setelah itu komisi A dan kepala desa akan kerumah korban warga yang mayoritas RT 01 dan RT 02 desa Ngampel kecamatan Kapas kabupaten Bojonegoro.

"Kami sudah koordinasi dengan pihak JOB P-PEJ dan kepala desa, mereka siap jika kita melakukan kunjungan dilokasi sumur SKW-21," tandas Anam. (Ney)

Sabtu, 25 April 2015

LSM Meliwis Putih Akan Datangi Dephan

Redaksi     Sabtu, April 25, 2015    
SuaraBojonegoro - Konsultasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Meliwis Putih dengan Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro terkait kasus wakil bupati Bojonegoro Setyo Hartono yang telah melakukan pamalsuan surat serta memberikan keterangan palsu dengan melakukan pemalsuan tanda tangan atasannya membuat LSM Meliwis Putih harus mendatangi kantor Departemen Ketahanan (Dephan) untuk mengumpulkan bukti yang asli agar bisa dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sabtu (25/4/15)

"Saat saya konsultasi saya dihimbau untuk membawa bukti asli atau surat asli dari Dephan yang menyatakan jika surat yang dibuat oleh wakil bupati Bojonegoro Setyo Hartono yang dulu Letkol Inf Drs H Setyo Hartono adalah tidak benar diketahui atasannya," kata ketua LSM Meliwis Putih, Bambang Laras Muji.

Bambang mengatakan jika syarat dari pengaduan dokumen harus asli dan dirinya dihimbau agar berkonsultasi ke Dephan, "Kedepan segera mungkin saya akan konsultasi ke Dephan menanyakan terkait dokumen ini," tandasnya.

Seperti yang diketahui sebelunya (22/4) LSM Meliwis putih telah melakukan konsultasi dengan Polres Bojonegoro terkait kebohongan yang telah dilakukan oleh wakil bupati Bojonegoro dengan cara memalsukan tanda tangan atasannya Iskandar Zulkarnain disurat pengunduran diri sebagai anggota TNI AD untuk memenuhi persyaratan calon wakil kepala daerah seperti yang diterangkan dalam surat yang dikirimkan oleh Sekertariat Jenderal Dephan yang menyatakan jika surat surat pernyataan pengunduran diri Letkol Inf Setyo Hartono tidak benar diketahui atasannya (Kol Inf Iskandar Zulkarnaen tidak pernah menandatangi surat tersebut) tahun 2007 silam. (Ney)

Polisi Lakukan Penyidikan, Semburan Gas Belum Terdeteksi

Redaksi     Sabtu, April 25, 2015    
SuaraBojonegoro - Hari ini pihak aparat melakukan penyidikan di lapangan Sukowati PAD-A sumur 21 setelah terjadi semburan gas beracun dari sumur minyak lapangan Sukowati 21, jumat 24/04 yang mengakibatkan puluhan warga mengungsi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat menghirup semburan gas beracun. Sabtu (25/4/15)

Senior Security and Public Relation Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Yoga Santoso Utama mengatakan jika kebocoran gas yang terjadi di sumur 21 Jumat (24/4) pukul 19.30 WIB semua sudah terkendali dari Internal tidak ada korban sedangkan dari Ekternal ada 1 yang dibawa ke rumah sakit namun itu dikarenakan usia yang sudah lanjut dan kondisi sudah tidak baik seblelumnya.

"Kebocoran gas masih tahap penyidikan saat ini sumur sudah ditutup dan tetap produksi sedangkan untuk kebocoran terjadi saat ada pengukuran secara rutin," kata Yoga.

Dirinya juga menambahkan jika kejadian kemaren malam baru pertama kali karena beda kebocoran yang dikeluarkan dibandingkan dengan kebocoran tahun 2006 silam.

"Saat ini aparat melakukan penyidikan dilokasi namun gas yang dikeluarkan belum terdeteksi karena bau yang dihirup masyarakat kemaren menyerupai gas h2S namun dilokasi tidak terdeteksi jika gas yang bocor adalah gas h2S," tandasnya.(Ney)

Kepala Desa Minta Dibentukkan BPBD Desa

Redaksi     Sabtu, April 25, 2015    
SuaraBojonegoro - Kepala Desa (Kades) ring 1 lapangan Blok Sukowati meminta agar operator Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) membuatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat desa untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi bencana seperti yang malam kemaren dialami oleh masyarakat sekitar lapangan Sukowati.

"Saya mewakili kepala desa meminta agar ada BPBD tingkat desa yang fokus kepada desa seputar ring 1 lapangan Sukowati," kata kepala desa (kades) Ngampel kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur, Pujianto.

Menurut Pujianto jika saat ada kebocoran gas beracun sewaktu-waktu BPBD tingkat desa yang bisa mengatasi atau mengarahkan masyarakat untuk mengungsi tempat yang aman bahkan membantu membagikan masker dan lain sebagainya, "Jadi tim kecil (BPBD tingkat desa) nanti lebih efektif," tambahnya.

Sehingga menurut Pujianto selaku kepala desa terdampak jika ada kebocoran gas di sumur lapangan sukowati dirinya menyebut tim kecil tadi mampu mengarahkan dan menangani secara langsung untuk mengambil keputusan penyelamatan terhadap masyarakat.

Seperti yang diketahui pada hari Jumat (24/4) malam sumur minyak Sukowati 21 yang berada didesa Campurejo kecamatan Kota Bojonegoro, Jawa Timur telah mengeluarkan gas yang menyerupai Hidrogen Sulfida (H2S) yang mengakibatkan masyarakat desa Ngampel kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur yang berada diselatan sumur 21 mengalami keracunan bahkan sampai dilarikan dirumah sakit terdekat. (Ney)

Jalan Longsor Pemkab Tuban Tutup Mata

Redaksi     Sabtu, April 25, 2015    

SuaraTuban - Hujan deras mengakibatkan tebing yang berada di sisi jalan antar Kecamatan Montong dengan Kecamatan Singgahan di Dusun Ngebes, Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, longsor.

Akibatnya jalan tersebut tertutup material longsor hingga tak bisa dilewati  kendaraan roda empat. Sementara motor bisa melewati jalan tersebut, setelah material disinggkirkan warga.

Meski kejadian tersebut sudah dua pekan yang lalu, namun akses jalan antar kecamatan ini, hingga kini belum tersentuh perbaikan dari dinas terkait, dan seolah menutup mata.

 Warga Dusun Ngebes, Desa Nguluhan, Kecamatan Montong ini, terpaksa memperlambat laju motornya dan sangat berhati hati saat melewati jalan yang tertimbun tanah longsor tersebut.

 Warga tampak kesulitan melewati jalur tersebut, karena akses jalan penghubung antara Kecamatan Montong dengan Kecamatan Singgahan tersebut, tertimbun material longsor. Tebing di sisi jalan tersebut longsor sejak dua pekan yang lalu, namun hingga kini longsoran tanah dan batu masih menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

 Warga merasa kesulitan saat akan mengangkut hasil panen dan melintasi jalur tersebut. Warga sudah sempat menyingkirkan material longsor, namun saat hujan kembali tiba, longsor susulan pun kembali terjadi.

 “ini sudah lima belas hari lalu mas, yaa kami berharap pemerintah segera memperbaiki mas, biar warga bisa lewat jalan sini,” ujar gendon (50) warga Desa Nguluhan.

 Meski longsornya tebing tersebut sudah dua pekan yang lalu, namun hingga kini lokasi longsor belum diperbaiki dinas terkait. Warga berharap Pemkab setempat segera memperbaiki akses jalan yang tertutup material longsor, agar warga bisa kembali melewati jalan tersebut, karena jika jalan memutar, akses jalan sangat jauh hingga 10 kilo meter lebih melewati Lohgung dan Desa Guoterus.

 “rata rata warga sini pertanianya di kecamatan singgahan sana mas, jadi kalau mau mengangkut hasil panen, terpaksa harus memutar jauh melewati desa guoterus,” katanya. Warga khawatir akan terjadi longsor susulan lagi, karena intensitas hujan diwilayah ini masih tinggi, sehingga berpotensi terjadinya longsor susulan. (Red)

Sumber/foto: suarapos


Wapadai Modus Pemalsuan RDKK Pupuk Bersubsidi

Redaksi     Sabtu, April 25, 2015    
SuaraBojonegoro - Modus modus penyimpangan pupuk bersubsidi, seprti pemalsuan RDKK (Rencana Devinitif Kebutuhan Kelompok), pengoplosan, bahkan upaya memutar pupuk dari Kios ke Distributor, dengan istilah pupuk umetan harus menjadi pengawasan oleh semua pihak baik masyarakat sendiri maupun petugas keamanan wilayah.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Agus Maemun, Komisi B DPRD (Dewan Perwakilan Daerah) Jawa Timur, saat dihubungi oleh suarabojonegoro.com melalui telepon selulernya, Selasa (24/4/15).

Karena seringnya ada penangkapan yang dilakukan oleh pihak TNI dan Kepolisian terhadap penimbun pupuk bersubsidi dan mendapatkan barang bukti berupa pupuk, dan diketahui berasal dari kios resmi Petrokimia Gresik, di wilayah kabupaten Bojonegoro dan Tuban.

"Saya mengapresiasi aparat yang telah menemukan penyimpangan tersebut, dan saya berharap ada tindakan hukum yang memberikan efek jera, tidak hanya sanksi administratif," katanya.

Menurut wakil rakyat yang berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, bahwa momentum untuk melakukan penegakan hukum secara tuntas dalam tataniaga pupuk bersubsidi.

"Semua penyimpangan mulai dari pengoplosan pupuk Subsidi yang dirubah warna menjadi non subsidi, pemalsuan RDKK, dan modus modul lainnya harus bisa dicegah," sambung Agus Maemun.

Selama ini menurut Agus Maemun, petani seringkali menjadi obyek modus tataniaga pupuk, karena selain harganya yang melampui HET (Harga Eceran Tetap) terkadang petani juga menjadi obyek kelangkaan pupuk sehingga petani merasa tersiksa jika saat pemupukan dan tidak mendapatkan pupuk. (Agus)


Copyright © SuaraBojonegoro.com. Designed by Bloggertheme9.