Mitra

Mitra

Mitra


Waspada Banjir Sungai Begawan Solo, Bojonegoro Diprediksi Akan Masuk Siaga 1

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com -  Kiriman air Sungai Begawan Solo dari wilayah hulu sangat cepat sehingga di prediksi sungai Begawan Solo akan mengalami peningkatan debit air yang berasal dari hulu, hal itu disampaikan oleh Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bojonegoro,  Andi Sudjarwo.

Dijelaskan bahwa TMA (tinggi muka air) di papan duga Karangnongko pada pukul 15.00 WIB menyentuh angka 27.30 pheilschall sedangkan di papan duga kota 12.04 pheilschall.

"Melihat tren air terus meningkat masyarakat di bantaran sungai perlu waspada. Status siaga satu akan dimulai saat debit bengawan menyentuh 13.00 pheilschall," katanya. Rabu (18/1/17).

Andi Sudjarwo juga menyampaikan perkiraan pada Pkl.21.00 WIB, TMA Bengawan Solo akan masuk siaga 1, "diharap kewaspadaan Bapak Ibu Camat sepanjang bantaran sungaibBegawan Solo untuk waspada ancaman banjir," Jelas Kepala BPBD Bojonegoro melalui Wathsapnya. (ang) 

Kemenhub Tak Konsisten Terkait Gaji Pegawai, Dishub Akan Tarik Kembali Pegawai Terminal

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Bima Rahmat


suarabojonegoro.com -  Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro akan menarik kembali pegawai yang bertugas di Terminal Rajekwesi. Hal ini disebabkan karena Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tidak konsisten dengan gaji pegawai. Rabu (18/01/17).

Hal ini menyebabkan status pegawai Terminal Rajekwesi (Terminal tipe A) tersebut tidak jelas. Artinya bukan pegawai Kemenhub dan bukan pula pegawai Pemkab Bojonegoro.

"Kalau memang tidak ada kejelasan terkait pegawai ini maka akan saya tarik kembali," jelas Kadishub, Iskandar saat di hubungi suarabojonegoro via telpon.

Meski status pegawai yang berjumlah 19 ini masih menggantung akan tetapi terkait dengan gaji masih menerima dari Pemkab Bojonegoro. Sebab Kemenhub sampai saat ini masih belu
mengalokasikan gaji. Padahal, terminal dan pegawai sudah diserahkan kepada Kemenhub.

Pria berdarah Aceh ini juga menuturkan, jika sampai akhir bulan Januari ini tidak ada kejelasan maka Dishub akan menarik kembali pegawai. Ini artinya pengelolaannya akan di kelola Dishub Bojonegoro kembali.

"Kalau tidak ada kejelasan gaji mereka maka akhir januari ini akan kami tarik kembali, ya mau bagaimana lagi mereka tidak konsisten," tambahnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa selama ini dirinya sudah mentaati semua aturan terkait pengambil alihan Terminal Rajekwesi yakni bulan Oktober 2016, tetapi Kemenhub tidak melakukan pengalihan status pegawai terminal. (bim/ney)

Demam “Om Telolet Om” , Jadi Nama Kuliner Hotdog di Aston Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com -  Fenomena “Om Telolet Om” yang marak diperbincangkan dimasyarakat, ternyata adanya fenomena tersebut menjadi ide baru bagi bidang kuliner yang ada di Bojonegoro, pasalnya sejak awal Januari 2017.

Arie Septiantono Executive Chef Aston Bojonegoro telah membuat trobosan baru dibidang kuliner, yakni menciptakan kuliner raksasa dengan panjang 60 cm.Kuliner tersebut terkenal dengan nama “Hotdog  telolet” yang sangat nikmat dan tentunya terbuat dari bahan pilihan, seperti roti, keju, sayur, mayones, daging serta sosis.

Nama hotdog telolet  tersebut diluncurkan seiring meledaknya demam “Om Telolet Om” dimasyarakat, sehingga diharapkan nama kuliner ini juga dapat fenomenal  didunia kuliner dan terkenal akan kelezatannya.

Sementara, Debby Yolanda Tiara Putri Selaku Public Relation  Officer Aston Hotel Bojonegoro, mengungkapkan bukan hanya hotdog telolet saja yang dapat dinikmati di Bujana Caffee Shop namun juga ada menu raksasa lain yang sangat cocok dinikmati ramai-ramai, antara lain burger geleng, Hot dog Couple dan Burger Pizza. Rabu (18/1/17).

“Kami juga menyediakan Burger dan Pizza Raksasa yang sangat pas dinikmati ramai-ramai,”Jelas Debby PR Cantik Aston Bojonegoro.

Tambah Debby untuk bulan Januari 2017 Aston Bojonegoro,  juga menyediakan berbagai tantangan atau competition yang bernama “Burger Geleng Competition”  tantangan ini berlaku untuk menu burger yang mana para peserta wajib menghabiskan burger geleng dalam waktu 15 menit dan apabila lolos peserta free bayar menu.

“yang lagi ngehits saat ini kami membuat “Burger Geleng Competition” Bagi peserta yang lolos akan kami free kan untuk harga kuliner tersebut dan promo berlaku bulan Januari hingga Maret 2017,”Ungkap Debby sapaan akrabnya.

Harga masing-masing menu tersebut, antara lain untuk harga hot dog telolet 166 ribu rupiah, burger geleng 180 ribu rupiah, hot dog couple 85 ribu rupiah dan Burger pizza 155 ribu rupiah.

Harga tersebut  sudah termasuk ice tea atau ice lemon tea. (Lin/Red).

PN Akan Eksekusi Aset TITD Hok Swie Bio Setelah Ada Kesiapan Pengamanan Dari Polres Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Bima Rahmat


suarabojonegoro.com -  Eksekusi aset milik TITD Hok Swie Bio (HSB) Bojonegoro akan di laksanakan setelah mendapatkan kesiapan Pengamanan dari Mapolres Bojonegoro. Hal ini di sampaikan oleh Isdarianto, selaku Humas Pengadilan Negri Bojonegoro. Rabu (18/01/17).

"Penetapan Ekskusi akan segera di laksanakan, karena kita sudah mengirimkan penetan Ekskusi yang tembusannya sudah di kirimkan ke pihak Polres Bojonegoro. Tinggal nuggu kesiapannya karena eksekusi kapan saja siap," katanya.

Isdarianto juga menambahkan bahwa para pihak terkait rencananya akan menyelesaikan secara mediasi, karena itu lebih baik dan akan tercipta suasana yang harmonis dan kondusif.

Sedangkan, putusan MA untuk eksekusi tidak ada batasan tertentu, artinya apabila
pemohonan itu sudah di ajukan segera mungkin bisa di laksanakan, tentunya tetap harus melalui tahapan-tahapan dalam Prosedur Eksekusi.

Adapun persepsi yang keliru bahwa berkembang isu bahwa yang di Eksekusi adalah Rumah Ibadah, dirinya menaggapi bahwa isu tersebut tidak benar dan keliru.

"Memang ada persepsi yang keliru bahwa yang akan di eksekusi adalah Rumah Ibadah, itu tidak benar. Yang di Eksekusi itu adalah asetnya bukan tempat seperti Rumah Persemayaman Jenazah, Gedung Sekretariat dan lain-lain. Hati-hati dalam menaggapi itu karena ini merupakan isu sangat sensitif,"tambahnya.

Dijelaskan juga bahwa yang di eksekusi bukan Tempat Ibadahnya, akan tetapi Aset milik TITD HSB yang sudah berpindah. (bim/ney)

Pengendara Motor Tabrak Pintu Mobil Yang Masih Terbuka

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Kurang Waspada, seorang pengendara motor Honda Beat menabrak pintu mobil Toyota Avanza hingga mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit. Kecelakaan tersebut terjadi di jalur Bojonegoro Nganjuk tepatnya turut Desa Growok Kecamatan Dandewr Bojonegoro, Selasa (17/01/2017) petang ini pukul 18.00 WIB.

Peristiwa terjadi saat Avanza bernomor polisi
S 1254 AS yang dikemudikan Fajar Romadianto (45) yang berjalan ke arah timur. Setibanya di TKP, mobil tersebut berhenti di tepi jalan sebelah utara, menghadap ke timur, masih di aspal jalan. Fajar kemudian turun untuk suatu keperluan. Dia lalau kembali ke mobil dan baru saja hendak menutup pintu, tiba-tiba motor Honda Beat bernomor polisi S 3558 AA yg dikendarai oleh Ernawati (30) warga Dukuh Gempol Desa Growok Kecamatan Dander, menabrak pintu tersebut. Akibatnya, motor Honda Beat roboh dan pengendaranya terpelanting jatuh ke aspal.

Kapolsek Dander AKP Sunarmin mengatakan, korban terluka sampai harus dirawat di Puskesmas Dander untuk menerima pertolongan pertama.

“Namun karena luka yang lumayan, dia akhirnya dirujuk ke RSUD Bojonegoro,” terang Kapolsek.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara di jalan raya. Apapun yang dilakukan saat berkendara, harus memerhatikan keselamatan dirisendiri maupun orang lain. (ney/lis)

Produk Khas Mahasiswa STIKes Icsada Turut Diserbu

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com -  Sesuatu yang menarik saat Expo dan Mini Seminar Gerakan Masyarakat Peduli HIV/AIDS (GeMas HIV/AIDS) yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Yakni berbagai makanan, minuman dan aneka sajian olahan.

Sejumlah stand dibuka oleh mahasiswa Kampus Ungu, sebutan akrab  STIKes Icsada Bojonegoro di lokasi acara yang sudah mendapatkan persetujuan SKK Migas tersebut, di lantai II Hotel Dewarna, Jalan Veteran, Kota Bojonegoro, Rabu (18/1/2017).

Diantara produk-produk yang dipamerkan mahasiswa antara lain; Ramah Tawa (rambut mahkota dewa), Teh Daun Sirih Merah, Teh Daun Kelor, Si James (singkong jahe merah sereh), Hematom (hipertensi manisan tomat), Teh Antik Simerudi (sirih merah jeruk madu), Telor Cap Tidore (teh kelor cap STIKe ICsada Bojonegoro) dan lain-lain.

Ada juga Teh Herbal Daun Sirsak, Sabun Mimba Soap
Yuu Health Tea, Pump Just, Serbuk Pencegah Magh, Gempur Asam Urat Mahkota Dewa, Minuman Sehat Salam Merah, Sirup Blimbing Wuluh, Mengkudu Hepi (herbal kopi), Kopi Biji Salak, Serbuk Daun Sambiloto, D'bekam (beras hitam anti gula darah tinggi), Kotak sahabat Asma, hingga camilan kesehatan khas Bojonegoro.

"Semua yang dipamerkan ini adalah produk mahasiswa STIKes ICsada Bojonegoro yang telah dikemas menarik," kata salah satu mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan/Ners, Indah.

Produk-produk tersebut kebanyakan mudah di dapat dari masyarakat dan berbasis budaya lokal. Terutama dari tanaman toga yang mulai banyak ditinggalkan masyarakat. "Kita sangat peduli untuk melestarikan tanaman toga dan mengajak masyarakat untuk membudidayakannya," tambah anggota kelompok mahasisw lain, Ila Munifatuszahro.

Sementara itu salah satu pengunjung ada Kecamatan Dander, Dwi sangat kaget dengan kreatifitas mahasiswa Kampu Ungu. Karena, generasi seperti ini yang patut dicontoh dan didukung. Apalagi bisa menghasilkan produk buday lokal Bojonegor yang luar biasa. (wan/lis)

Kondisi Jalan di Desa Tondomulo Seperti Tanah Persawahan

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Desa Tondomulo Kecamatan Kedungadem merupakan daerah pinggiran di sebelah Timur-Selatan Kabupaten Bojonegoro. Daerah tersebut jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Yang lebih naasnya, kondisi jalan di desa setempat bak seperti tanah persawahan serta ditambah lagi tekstur tanah berubah seperti lahan yang usai ditraktor.

Karmi, Warga setempat menuturkan, jalan yang sudah lama tidak mendapat perhatian tersebut rusak parah. Selama ini Pemerintah Desa mapun atau yang berwenang belum meresponya. Kondisi jalan tiap usai hujan tidak bisa lalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Kalau musim penghujan udah pasti jalan kaki. Malah anak sekolah di SMA malah setiap hari jalan kaki. Padahal ini jalan utama," gerutunya menjelaskan.

Lokasi jalan yang tepatnya di Dusun Bunten itu rusak parah sepanjang 4 kilo meter. Tanah yang berwarna kuning keemasan itu sangat licin. Setiap hari dilalui warga setempat dengan berjalan kaki.

Warga sekitar berharap, pembangunan jalan yang menjadi akses utama warga setempat tersebut untuk segera di bangun.

"Harapan kami semoga ada perhatian, meskipun gak bagus minimal roda dua bisa lewat," harapnya.

Belum jelas apakah jalan tersebut milik Pemkab Bojonegoro atau Perhutani, namun pihak Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum,  pernah menyampaikan bahwa untuk membangun atau melakukan perbaikan jalan yanh milik perhutani atau wilayah perhutani mengalami kesulitan karena harus melalui proses ijin yang cukup sukit.  (Wan/Red).

STIKes ICsada dan EMCL Expo dan Mini Seminar GeMas HIV/AIDS Meriah

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com -  Expo dan Mini Seminar Gerakan Masyarakat Peduli HIV/AIDS (GeMas HIV/AIDS) diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sangat meriah. Acara berlangsung di lantai II Hotel Dewarna, Jalan Veteran, Kota Bojonegoro, Rabu (18/1/2017).

Sejak dibuka pukul 08.00 WIB, Expo telah diserbu oleh masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa. Juga ada warga umum. Tampak stand mahasiswa dan pameran produk kesehatan dipenuhi pengunjung, tidak terkecuali tempat foto dan game.

Kegiatan yang telah mendapat persetujuan SKK Migas tersebut bertambah menarik, sebab Mini Seminar dengan tema "Mengembangkan Strategi Gerakan Masyarakat dalam Menutup Penularan HIV/AIDS" menghadirkan dua pemateri, yakni Dr. Ah Yusuf, S.Kp., M.Kes dan dr. H. A. Hernowo W., M.Kes.

"Expo dan Mini Seminar sama-sama meriahnya, kami berterima kasih kepada semua yang datang, terutama dukungan EMCL," kata Manajer Program GeMas HIV/AIDS, Yusuf Efendi.

Dijelaskan, kegiatan pada hari ini merupakan rangkaian program GeMas HIV/AIDS yang sudah dimulai sejak dilaunching 1 Desember 2016 lalu. Sebab, sebelumnya telah dilaksanakan beberapa aktivitas di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Tepatnya di Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo dan Brabowan.

"Beberapa waktu lalu sudah berlangsung survei mawas diri, mini lokakarya di tingkat desa beserta stakeholder terkait dan juga pendampingan di keluarga rentan," jelasnya.

Sementara itu perwakilan operator Migas Blok Cepu, EMCL, Beta Witjaksono memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada Kampus Ungu, sebutan akrab STIKes ICsada Bojonegoro. Karena gerakan bersama ini sangat sukse dan bisa mendapatkan apresiasi yang bagu dari Pemkab Bojonegoro, DPRD hingga tingkat Muspika, desa dan masyarakat luas.

"Semoga memberikan manfaat lebih kepada masyarakat, terutama dalam gerakan peduli HIV/AIDS," kata Beta. (wan/lis)

Puluhan Penyandang Difabel Bojonegoro Dilatih Keterampilan oleh EMCL

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  30 difabel di Bojonegoro Jawa Timur mengikuti pelatihan keterampilan pengolahan makanan di Balai Latihan Kerja (BLK), pada Rabu (18/1/2017). Pelatihan warga berkebutuhan khusus ini diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro dengan Yayasan Difabel  Kabupaten Bojonegoro (YDKB).

"Hari ini pelatihan produk olahan," kata Arifin dari PIB Bojonegoro.

Arifin menuturkan, para anggota PDKB tersebut hari ini dilatih membuat kue karamel, kue kering, dan putri salju. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta bisa meningkatkan produktivitas usaha makanan yang selama ini sudah mereka mulai.

"Selain memberi pelatihan, EMCL juga memberi alat berupa oven," imbuhnya.

Menurut Arifin, program ini merupakan rangkaian kegiatan pelatihan usaha produktif yang dilaksanakan oleh PIB Bojonegoro. Akan ada empat jenis pelatihan yang diselenggarakan PIB dengan dukungan penuh dari EMCL. Yaitu, Pelatihan produk olahan, Pelatihan kewirausahaan, Pelatihan usaha budidaya Jamur dan Hortikultura, serta Pelatihan Teknik Intensifikasi Lahan.

"InsyaAlloh total tahun ini akan ada 22 kelas," ucapnya.

Kabid Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Joko Santoso menyampaikan terima kasih kepada EMCL dan PIB Bojonegoro yang telah memberikan pelatihan kepada perkumpulan disabilitas di Bojonegoro. Bagi dia, dukungan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap disabilitas yang ada di Bojonegoro. Dia juga berharap pelatihan ini bisa berharap dioptimalkan sebaik mungkin dan bisa dipraktekan di rumah sehingga menjadi usaha yang produktif.

"Selain itu alat yg dberikan oleh EMCL bisa dimanfaat sebaik mungkin dijaga dan dirawat. Walaupun dengan keterbatasan kita tetap menggali potensi diri dan tetap semangat," paparnya.

Ketua paguyuban difabel dari Yayasan Difabel Kabupaten Bojonegoro (YDKB). Sanawi merasa bangga bisa mendapat dukungan dalam kegiatan ini. Karena dengan keterbatasan, tutur dia, kaum difabel tetap bisa berita usaha. Hal seperti ini, bagi dia, adalah modal hidup bermasyarakat.

"Orang akan berfikir sepuluh kali lipat untuk menghina kita, karena dengan keterbatasan yang kita miliki kita masih ada manfaatnya," kata dia bersemangat.(Wan/Lis).

Inilah Biaya Tanam Jagung Dan Harga Jualnya

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com -  Pada awal tahun 2017 panen jagung yang dilakukan oleh sejumlah petani  diwilayah Bojonegoro, tergolong mencapai hasil baik dari pada tahun 2015 lalu, pasalnya harga jual jagung pada tahun sebelumnya berkisar 2500 hingga 3000 rupiah/kilogramnya dan pada panen kali ini harga jagung mencapai 3500 rupiah/kilogram pipilan kering.

Menurut Djupari Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro bahwa biaya budi daya usaha tani jagung rata-rata per hektar dapat dirinci sebagai berikut : biaya untuk tenaga kerja 1,9 juta rupiah, kemudian ditambah biaya saprodi sebesar 2.5 juta rupiah, biaya produksi panen 1,1 juta rupiah. Sehingga diperoleh total biaya keseluruhan mencapai 5,5 juta rupiah.Rabu (18/1/17).

“Produksi rata-rata per hektar 6,5 ton pipilan kering, dengan keuntungan bersih 17.250.000 per hektar setiap musim tanam,”Kata Djupari.

Namun, ada juga petani di desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro yang menyatakan rugi terhadap hasil panen jagung saat ini. Ngasirah salah satunya, hasil panen kali ini tak sebanding dengan biaya produksi, karena harga jagung merosot tajam bahkan petani tersebut hanya mampu menjual jagung dengan harga 1.500/kilogramnya dan untuk jagung pipil kering ia jual dengan harga 3.200/kilogram.

“Harganya merosot karena kadar air serta kualitas jagungnya nggak bagus jadi saya jual dengan harga murah,”Pungkas Petani Jagung.(Lin/Red)

Awal Tahun Diprediksi Bojonegoro Bakal Banjir Lagi

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Diprediksi bencana banjir bakal kembali  terjadi di Kabupaten Bojonegoro di awal tahun 2017 ini. Pasalnya, intensitas hujan di bagian hulu Sungai Bengawan solo maupun hujan lokal untuk sepekan terakhir ini sangat tinggi.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, pihaknya memprediksi diawal tahun 2017 ini bencana banjir bakal terjadi lagi. Namun, luapan air dari bengawan solo yang melintas di Kota ledre itu tidak setinggi banjir sebelumnya. Diprediksi hanya mencapai siaga hijau.

"Untuk minggu ini kami prediksi maksimal hanya siaga 1, akan kami pantau terus perkembangannya. mudah-mudahan tidak banjir," katanya. Rabu (18)1/2017).

Ia menambahkan, intensitas hujan yang sangat tinggi menjadi faktor utama meluapnya air sungai terpanjang di pulau Jawa itu. Baik kiriman dari hulu maupun kiriman hujan lokal.

"Hujan lokal beberapa hari ini ditambah kontribusi hulu madiun dan ngawi," ujarnya.

Maka dari itu pihaknya menghimbau kepada warga di sepanjang bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) agar selalu waspada dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Awal Januari sampai dengan Februari ada fluktuasi tinggi muka air bengawan solo, hati-hati aktivitas disepanjang bantaran, penyeberangan, nelayan," imbaunya. (Wan/Red).

Toko Meubel Di Sumberrejo Terbakar, 6 Mobil Damkar Dikerahkan

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Sasmito Anggoro


Kebakaran terjadi pada dua bangunan toko meubel di Dusun Banjarsari, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo,  dan menghanguskan semua barang yang ada didalan bangunan tersebut. Rabu (18/1/2017) dinihari tadi

Toko milik H. Sa'roni, yang beraa di Dusun Banjarsari, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo. Merupakan sebuah toko perabotan 'May Jaya Mebel'

Menurut Imam warga setempat kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Dan adanya kejadian tersebut warga sekitar langsung berupaya membantu memadamkan api.

Warga sempat menggedor pintu rumah dan gudang pemilik toko meubel tersebut.

Api yang terus membesar harus mengerahkan sebanyaj 6 mobil PMK menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Api dapat dipadamkan pukul 05.15 WIB dengan 6 unit mobil dari Pos Baureno, Pos Kota dan Pos Kedungadem. Selain itu juga melibatkan 14 personil Damkar," jelas anggota Polsek Sumberrejo saat di lokasi kejadian.

Petugas pemadam sempat kesulitan karena banyaknyabwarga yang melihat dan berada dilokasi kebakaran.  (ang/lis)


Foto: ilustrasi

Soal Kepengurusan Klenteng Hok Swie Bio, Aset HSB Harus Kembali

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Setelah turunnya putusan MA, pihak yang dimenangkan yaitu Go Kian An memang ingin segera dilakukan eksekusi oleh Pengadilan Negeri Bojonegoro dalam waktu dekat ini namun jika akan dilakukan mediasi oleh Forpimda Bojonegoro pihaknya juga tidak keberatan jika dalam mediasi tersebut tidak keluar dari Putusan MA yang sudah berkekuatan hukum tetap. Rabu (18-01-2017)

"Jika nanti akan ada mediasi lagi kami menyambut baik, namun jangan sampai mediasi nantinya menguggurkan putusan MA, karena sudah inkrah dan berkekuatan hukum tetap," Jelas Go Kian An.

Go Kian An juga memiliki rencana setelah dilakukannya eksekusi yaitu pihaknya akan mengembalikan aset yang dulunya milik yayasan Harapan Sinar Bahagia (HSB) dan sekarang berpindah kepada Yayasan Harapan Sinar Bahagia Bojonegoro (HSBB) yang notabennya milik perseorangan kepada HSB kembali.

"Masalahnya tidak hanya sekedar soal kepengurusan TITD Hok Swie Bio Bojonegoro namun terkait aset milik TITD Hok Swie Bio yang sudah berpindah kepada milik pribadi," katanya.

Lebih lanjut, aset yang sudah berpindah yaitu mulai dari sebidang tanah bekas hak guna bangunan1875 meter persegi di Desa Banjarejo, tanah bekas hak guna bangunan 2372 meter persegi di Desa Karangpacar , tanah hak milik 1396 meter persegi di Desa Karangpacar, tanah hak milik1053 meter persegi di Desa Karangpacar, tanah hak guna bangunan 931 meter persegi di Kelurahan  Karang Pacar kabupaten Bojonegoro dan sebuah mobil merk Toyota Kijang.

"Untuk mengembalikan aset tersebut, saya harus masuk didalamnya sehingga setelah eksekusi saya akan mengembalikan aset yang dulunya milik HSB namun saat ini beralih ke HSBB kembali kepada HSB," tegasnya. (ney/red)

Mahasiswa KKN-BBM Universitas Airlangga Surabaya di Kabupaten Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 18, 2017    
Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Masa mahasiswa merupakan masa yang cukup memiliki banyak kenangan. Banyak hal menarik yang terjadi semasa kuliah. Baik kegiatan perkuliahan maupun kegiatan diluar perkuliahan. Ada stigma yang mengatakan belum lengkap jadi mahasiswa kalau belum Skripsi sama KKN. Bertempat di pendopo Malowopati (17-1) diadakan Penerimaan Mahasiswa KKN-BBM Universitas Airlangga Surabaya di Kabupaten Bojonegoro. Acara ini untuk menyambut mahasiswa UNAIR yang mau mengabdi dan mempraktekkan ilmu yang telah di dapat untuk diterapkan di masyarakat Bojonegoro.

Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr. SP. PD. KGH. Ph. D. FINASIM. dalam sambutannya menyampaiakan terima kasih kepada Bupati Bojonegoro karena telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa Unair untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan dibangku kuliah untuk diterapkan kepada masyarakat, baik ilmu sosial maupun ilmu eksakta. Mahasiwa kami yang akan KKN berjumlah 743 Mahsiswa yang akan disebar ke 4 kecamatan yaitu Kecamatan Balen, Kecamatan Baureno, Kecamatan Sumberrejo, Kecamatan Kepoh Baru. Saya menitipkan kepada bapak ibu pejabat untuk menjaga para anak-anak Mahasiwa Unair. Begitu juga para Mahasiswa untuk menjaga tingkah lakunya selama menjalani KKN di Kabupaten Bojonegoro ini. Diharapkan dapat menjaga nama baik UNAIR itu sendiri.

Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Drs. Setyo Yuliono dalam sambutannya menyampaikan silahkan bagi para Mahasiswa Unair untuk mempraktekkan atau menerapkan ilmunya yang telah didapatkan kepada masyarakat Bojonegoro. Kabupaten Bojonegoro merupakan Kabupaten yang sudah OGP (Open Government Partnership), jadi kita merupakan kabupaten yang terbuka terhadap informasi publik, serta membuka kerjasama terhadap siapapun termasuk dengan Unair. Karena kita percaya bahwa untuk maju tidak bisa sendiri tapi juga harus bisa bekerjasama dengan berbagai pihak.

Mudah-mudahan kegiatan KKN UNAIR ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Bojonegoro, serta bermanfaat buat adek-adek mahasiswa Unair. (ney/lis)

Gemar Membaca Bersama Pertamina EP Cepu

Suara Bojonegoro     Selasa, Januari 17, 2017    
Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com-  Hari ini Selasa (17/01/2017) Program gemar membaca bersama PT Pertamina EP Cepu (PEPC) digelar di SD Negeri Kaliombo 4, SD Negeri Kaliombo 1, dan SD Negeri Kaliombo 2, di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro.

Program yang terselenggara atas kerja sama PT Pertamina EP Cepu (PEPC) bekerja sama dengan Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB) ini juga didukung oleh relawan kampung dongeng.

Kegiatan pertama dilakukan di SD Negeri Kaliombo 4 yang letaknya paling ujung di Desa Kaliombo. Sebanyak 50 siswa kelas 1,2,dan 3 mengikuti kegiatan gemar membaca bersama PEPC ini.

Perwakilan dari PEPC yang hadir yakni Ismail Mardi dari TimSocioeconomic ditemani Edi Arto dan Wulan Purnamawati dari PGA & Relations PEPC. Kepala SD Negeri Kaliombo 4, Ide Bagus Prisade, juga hadir dan memberi sambutan.

Relawan dari Kampung Dongeng, Nur Rohmah Isnaini atau disapa Kak Iis dan Erna Damayanti atau disapa Kak Erna, menghibur anak-anak dengan dongeng. Kak Iis mengajak anak-anak gemar membaca melalui pesan dongeng yang ia sampaikan.

Ismail Mardi, perwakilan PEPC, juga mengajak anak-anak gemar membaca agar mendapatkan bekal ilmu yang cukup untuk meraih cita-cita. Ia juga menjelaskan tentang adanya gas bumi dan aktivitas PEPC di lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB).

“Kalian harus gemar membaca agar kelak bisa meraih cita-cita,” pesan Ismail Mardi di hadapan anak-anak.

Hadir pula Muhammad Tohir, penulis dan editor buku, dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak anak-anak mengakrabi buku dan gemar membaca. Ia mencontohkan tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Hatta, dan Gus Dur yang suka membaca dan bisa membuat sejarah dalam hidupnya.

“Teman-teman pasti tahu media sosial facebook kan. Pendirinya namanya Mark Zuckerberg. Ia juga suka membaca dan sekarang bisa mengubah dunia,” ujar Tohir, sapaannya.

Setelah itu, kegiatan gemar membaca dilanjutkan di SD Negeri Kaliombo 1, yang jaraknya berdekatan. Sebanyak 70 anak-anak di sekolah ini menyambut gembira kegiatan membaca bersama PEPC ini.

Kepala SD Negeri Kaliombo 1, Rachmad Purwanto, mengaku sangat senang dikunjungi dalam program gemar membaca bersama PEPC ini. Ia mengakui sarana dan prasarana kegiatan belajar di SDN Kaliombo 1 masih sangat minim.

“Bantuan buku dan rak buku memang sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Terakhir kegiatan gemar membaca bersama PEPC digelar di SD Negeri Kaliombo 2. Sebanyak 50 anak-anak antusias mengikuti kegiatan ini. Kepala SD Negeri Kaliombo 2, Muhammad Dahlan, mengaku kegiatan gemar membaca ini diharapkan semakin mendorong anak-anak untuk giat membaca. Apalagi, koleksi buku di perpustakaan juga kini bertambah.

“Kami berterima kasih karena sudah dikunjungi dalam kegiatan gemar membaca ini,” ujarnya.

Selain kegiatan gemar membaca, setiap sekolah juga mendapatkan bantuan buku dan rak buku. SD Negeri Kaliombo 2 mendapatkan bantuan 1 unit rak buku, 145 buku cerita, dan 73 buku pelajaran terbitan Erlangga. Kemudian, SD Negeri Kaliombo 1 mendapatkan bantuan 1 unit rak buku, 145 buku cerita dan 350 buku pelajaran terbitan BSE. Selanjutnya, SD Negeri Kaliombo 4 mendapatkan bantuan 1 unit rak buku, 145 buku cerita dan 72 buku pelajaran terbitan Erlangga.

Acara gemar membaca masih akan berlanjut hari Rabu (18/01/2017) di SD Pelem,SD Pelem 2 serta SD Dolokgede dan juga hari  Kamis (19/01/2017) di SD Bandungrejo 1 dan SD Bandungrejo 2.(Wan/Lis).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .