Advertise Here

Artikel & Opini

Tuesday, January 16, 2018

Ketua Tim Pemenangan Anna-Wawan Klaim Beda dari Kelompok Penguasa Masa Lalu

    Tuesday, January 16, 2018   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Ketua Tim Pemenangan Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Anna Muawanah-Budi Irawanto (Anna-Wawan), Abdullah Umar mengklaim, pasangan yang dinilai ideal olehnya ini beda dari 3 paslon lainya.

"Program kita beda, dan calon kita tidak merepresentasikan kelompok penguasa masa lalu," jelasnya kepada suarabojonegoro.com. Selasa (16/1) siang.

Lebih jauh, pria yang kini menjabat Anggota DPRD Bojonegoro itu menegaskan kalau pasangan yang diusung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI-P ini bukan bagian dari pemimpin sekarang. Yakni Suyoto. "Intinya kita bukan bagian dari mereka," katanya.

Apakah tim pemenang pasangan Anna-Wawan mengklaim 3 pasangan lainya yakni Soehadi Moeljono- Mitroatin, Basuki-PD, dan Mahfhudoh Kuswiyanto merupakan bagian dari Bupati sekarang, Kang Yoto?. Umar tak bisa menegaskan hal itu.

"Soal program kang Yoto, yang baik dan sudah berjalan pasti kita apresiasi dan lanjutkan, yan tidak dan kurang baik pasti akan kita sempurnakan," dalihnya mengatakan.

Diketahui bersama, ada 4 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro yang mendaftar di KPU Kabupaten Bojonegoro.

Memang, ada 3 pasangan calon yang erat hubunganya dan sudah lama bekerja bersama dengan Bupati Bojonegoro saat ini. 3 calon Bupati tersebut adalah Soehadi Moeljono, yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Basuki yang kini sebagai Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro, dan yang ketiga adalah Ketua PKK Kabupaten Bojonegoro atau tak lain adalah Istri Bupati Suyoto, yakni Mahfudoh Suyoto. (Wan/Red)

Ribuan Warga IKS PI Kera Sakti Hadiri Harlah Ke 38 Di 3 Lokasi

    Tuesday, January 16, 2018   No comments
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Ribuan Warga IKS PI Kera Sakti dari tiga Kecamatan Gondang,  Sekar,  dan kecamatan Temayang,  mengahdiri acara hari Lahir perguruan IKS PI Kera Sakti di Lapangan Desa Sambongrejo,  Kecamatan Gondang,  Bojonegoro,  Senin (15/1/18).

Dihadapan Ribuan Anggota IKS PI Kera Sakti Dari tiga Kecamatan ini,  Ketua Cabang Bojonegoro IKS PI Kera Sakti, Putut Sugiharto bahwa pada 15 Januari adalah hari yang istimewa dimana pada tanggal tersebut tepat berdirinya perguruan silat IKS. PI Kera Sakti, bertempat di jalan merpati no 45 madiun dengan pendiri maupun guru besar Bapak Raden Totong Kiemdarto.

"Terima Kasih atas Kehadiran Saudar saudara keluarga besa IKS PI Kera Sakti yang telah hadir untuk mengingat kembali kelahiran perguruan kita," Papar Putut Sugiharto dalam sambutannya.

Ketua Cabang IKS PI Kera Sakti ini juga menjelaskan bahwa dirinya juga mengajak kepada seluruh anggota untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan dilingkungan masyarakat masing masing,  dan juga sebagai pelopor perdamaian di masyarakat.

"Kami berharap kepada seluruh anggota agar terus meningkatkan ukhuwah dimasyarakat sebagai bentuk falsafah dari adanya Bojonegoro Kampung Pesilat yang di bentuk Pak Kapolres Bojonegoro," Tambahnya.

Acara tersebut di mulai pada jam 09:00 pagi di mulai dengan beberapa peragaan atraksi yang di lakukan oleh para perwakilan  pendekar yang berasal dadi Tiga Kecamatan tersebut.

Nampak masyarakat sekitar yang begitu antusias untuk melihat atraksi yang di tampilkan oleh para pendekar Kera Sakti.

Tampak hadir pula Kepala Desa Sambong Rejo, Camat Gondang,Kapolsek Gondang Danramil Gondang dan jajarannya menghadiri HUT IKS. PI Kera Sakti.

Sebelumnya kegiatan yang sama juga di Gelar di Kecamatan Baureno yang juga dihadiri oleh Ribuan anggota IKS PI Kera Sakti dari kecamatan Sekitar.

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Pejabat Muspika dari Beberapa Kecamatan serta organisasi perguruan lain yang diundang dalam acara tersebut.

"Terima kasih atas kehadiran semua warga maupun pendekar Kera Sakti yang hadir untuk memeriahkan acara ini , mari kita bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," pesan Putut Sugiarto . (Nik/Adv)


Gandeng Puti, Foto Gus Ipul-Anas Masih Terpasang di Bojonegoro

    Tuesday, January 16, 2018   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Banner gambar Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Ipul-Azwar Anas dengan ukuran besar masih terpasang di jalan tengah kota Bojonegoro. Padahal Gus Ipul tidak lagi berpasangan dengan Mas Anas sapaan akrab Bupati Banyuwangi itu. Gus Ipul resmi mendaftar di KPU Jatim dengan menggandeng Puti Guntur Soekarno.

Apakah dengan belum digantinya banner dengan ukuran besar yang dipasang turut Jalan Gajahmada dan Jalan sekitar Pasar Daerah Bojonegoro itu berpengaruh?.

Sekretaris Pemenangan Paslon Gus Ipul-Puti di Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar menjelaskan jika terkait dengan hal itu hanya masalah teknis saja. Pihaknya yakin tidak ada pengaruh suara. Sebab sosok Gus Ipul masih familiar di Bojonegoro.

"Itu soal teknis. Sebentar lagi juga akan diganti dengan yang baru. Tapi selama ini di Bojonegoro masyarakat cukup familiar dengan Gus Ipul. Dengan arti kata tidak ada pengaruhnya terkait dengan pergantian Cawagubnya," jelasnya saat dihubungi suarabojonegoro.com.

Dari pantauan suarabojonegoro.com, Selasa (16/1) siang, dua gambar berbentuk banner masih terpasang jelas di Jalan Gajahmada dan jalan Arah Pasar kota Bojonegoro. Gambar Gus Ipul dan Azwar Anas masih bisa dilihat oleh masyarakat yang melintas. (Wan/Red)

Banyak Problem, Petani Dekat Pengeboran Migas Banyuurip Mengeluh

    Tuesday, January 16, 2018   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com- Beberapa petani didekat pengeboran minyak dan gas bumi Lapangan Banyuurip Blok Cepu mengeluh terkait dengan permasalahan pertanian yang dialami hingga saat ini. Mereka merasa permasalahan pertanian di desa sekitar proyek negara itu masih belum dapat diselesaikan.

Petani setempat, Suwaji (52) warga Desa Gayam RT 11 RW 02 Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro yeng mengaku sudah bertani sejak kecil itu mengeluh terkait beberapa permasalahan yang dialaminya. Seperti langka dan mahalnya pupuk ketika musim tanam, hama yang semakin banyak jenisnya, terakhir tanaman usia 1 bulan menguning.

Harga gabah yang tidak sesuai dengan HPP pemerintah juga menjadi keluhan, serta kesulitan air karena belum ada embung. Ia Berharap agar bulog benar menyerap gabah petani tanpa melalui tengkulak-tengkulak yang harganya sangat rendah.

Terkait impor beras ia juga tidak setuju itu sama halnya membunuh petani, harusnya pemerintah melindungi para petani, mengawal harga gabah. Harapanya harga gabah tahun ini sesuai HPP, kalaupun dibawah HPP jangan terlalu jauh.

Padahal, berbagai upaya pendampingan pertanian telah dilakukan baik dari PPL setempat maupun dari mitra kerja ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Dinilai, pendampingan-pendampingan tersebut belum dilakukan secara maksimal.

Hal senada dikatakan oleh Rokhim, petani asal Desa Begadon Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Rata-rata padi milik petani setempat diserang jamur. "Kalau saat ini mungkin keluhannya curah hujan
dan jamur pada pada padi," keluhnya kepada suarabojonegoro.com

Dikatakan salah satu pendamping Pertanian, Midin mengatakan banyak sekali masalah pertanian di desa-desa ring satu Blok Cepu. Namun semua itu masih ada solusinya. "Ada solusi yang efektif nak memang mau menjalankan," katanya menyakinkan. (Wan/Red)

Sally Sayangkan Adanya Rekaman Video Yang Tidak Mencerminkan Ramah Anak

    Tuesday, January 16, 2018   No comments
Reporter : Bima Rahmat


suarabojonegoro.com - Terkait dengan beredarnya video seorang anak yang bernama BM (12) warga Dusun Piji Desa Sumberejo Kecamatan Margomulyo, Kabuapten Bojonegoro, yang mana di dalam vidio tersebut diketahui BM, dalam keadaan mabuk dan diinterogasi oleh anggota Polsek Margomulyo. Kejadiannya sendiri tersebut terjadi pada hari Jum’at (05/01/2018) sekira Pukul 23.00 WIB dan menyebar melalui media sosial. Selasa (16/01/18).

Terkait hal tersebut Sally Atyasasmi, selaku Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, menyatakan bahwa setelah dirinya membaca kronologi yang dirilis oleh pihak Kepolisian yang menemukan anak dipinggir jalan diduga dalam keadaan mabuk kemudian membawa ke kantor Polsek terdekat dan mengantarkan pulang merupakan tindakan yang tepat.

Namun demikian setelah dirinya melihat video isi rekaman tersebut sangat memprihatinkan, apalagi terjadi dikantor Polsek yang mana juga disitu disaksikan oleh anggota Kepolisian, terlepas dari siapa yang berbicara kepada anak tersebut baik oleh oknum anggota Kepolisian maupun oleh sipil. Tetapi pembicaraan yang terekam dalam video sangat tidak ramah cenderung intimidatif terhadap anak.

"Saat ini kita tengah berupaya membangun lingkungan yang ramah anak, karena perlindungan anak menjadi tanggung jawab bagi kita semua. Mengapa sentivitas dan perlakuan khusus kepada anak itu penting, karena anak merupakan kelompok rentan", katanya.

Lebih jauh, Politisi Perempuan dari Fraksi Gerindra, ini menegaskan bahwa saat ini Negara sedang melakukan upaya perlindungan kepada anak.

"Itu kenapa dibuat UU perlindungan anak, dan secara khusus UU Peradilan anak karena memang diperlukan perlakuan dan kebutuhan khusus terhadap anak-anak sebagai penerus generasi masa depan", ujarnya.

Adapun Saat ini Komisi C DPRD Bojonegoro sedang menyusun Raperda perindungan anak sebagai langkah, serta upaya dan komitmen dalam melindungi anak-anak khususnya di Kabupaten Bojonegoro. (Bim/red).

Silaturrahmi Ranting Sekar, PSHW TM Diharapkan Komitmen Pada Ajaran & Sumpah Organisasi

    Tuesday, January 16, 2018   No comments
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Silaturrahmi yang digelar oleh Pengurus Ranting PSHW (Persaudaraan Setia Hati Winongo)  Tunas Muda Ranting Sekar,  Cabang Bojonegoro berjalan khidmat yang diikuti oleh Perwakilan Pengurus Ranting Se Cabang Bojonegoro,  di Desa Bobol,  Kecamatan Sekar, Bojonegoro, Minggu (14/1/18) kemarin.

Kegiatan Sikaturrahmi antar Pengurus Ranting Yang digelar Dua Bulan sekali ini, terjadwal di Ranting Sekar dan membawa tema meningkatkan Komitmen Anggota PSHW TM pada sumpah dan ajaran Organisasi.

Disampaikan oleh Ketua Cabang Bojonegoro,  Sasmito Anggoro,  bahwa Anggota PSHW TM harua belajar terus akan ajaran ajaran luhur pendiri SH yaitu Ki Ngabehi Suro Dwiryo, yang diteruskan oleh R. Djimat Suwarno selaku pengasuh, dalam ajaran tersebut jelas bahwa SH adalah ajaran kebaijan untuk mendapatkan keselamatan di Dunia dan akherat.

"Didalam SH kita belajar bagaimana hati kita harus selalu tertata, sesuai dengan ajaran dan sumpah SH kita untuk terus menebarkan kebaikan di masyarakat," Kata Ketua Cabang.

Sasmito juga menjelaskan bahwa orang SH harus selalu ngabekti terhadap Illahi Robbi,  hal itu merupakan puncak dari tingkat interopeksi diri,  sebelum ngalah,  ngalih dan Ngabekti.

Selain itu SH juga mengajarkan terkait persaudaraan yang selalu harus dijaga terhadap saudara seasuhan dan juga seluruh elemen masyarakat. "Jangan pernah menciptakan keresahan,  namun ciptakan kedamaian serta turut menciptakan kamtibmas," Tambah Sasmito.

Dalam acara silaturrahmi ini juga dihadiri Kapolsek Sekar serta Ketua Dewan Sembilan PSHW TM yang memberikan wejangan dan juga mengingatkan kembali ajaran kebaikan yang pernah disampaikan oleh Pendiri SH serta pengasuh SH Winongo. (Nik/adv)

UKM Unigoro Akan Gelar Sastra Pelataran

    Tuesday, January 16, 2018   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Dengan mengangkat tema "Seni Tradisi Dijaman Milenial" Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Universitas Bojonegoro, pada hari Rabu 17 Januari 2018 akan mengelar kegiatan Sastra Pelataran Dramatisasi lautan jilbab. Acara yang dimulai pada Pukul 19.00 tersebut akan diisi dengan berbagai macam kesenian diantaranya adalah musik akustik yang akan dibawakan oleh para mahasiswa UKM, pembacaan puisi karya Gus Mus dan karya Cak Nun,dan lain-lain, Teater,musik religi yang dibawakan oleh Zam-Zam,Hadrah dari MAN I Bojonegoro dan tari Sufi. Selasa (16/01/17).

Ketua Yayasan Suyitno, yang dalam hal ini membawai Universitas Unigoro, melalui media suarabojonegoro.com, mengucapkan banyak terimakasih kepada Lesbumi. Yang mana Sastra Plataran kali ini bertempat di Universitas Unigoro.

"Dengan adanya kegiatan sastra adanya kegiatan sastra plataran di unigoro ini harapan kami para mahasiswa yang mengikuti ukm kesenian dapat menyalurkan bakatnya di acara tersebut", katanya Pria yang akrab disapa Mas Ayik ini.

Dirinya verharap dengan adanya kegiatan tersebut para Mahasiswa Universitas Bojonegoro dapat belajar tentang bagaimana mengemas suatu pertunjukkan dengan baik dan bagaimana cara tampil dengan baik.

"Acara ini terbuka, monggo kalau mau hadir", pungkasnya. (Bim/red).

Monday, January 15, 2018

Bakso Tempuran, Tempat Favorit Makan Bakso Murah, Enak dan Nyaman

    Monday, January 15, 2018   No comments
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Satu lagi tempat jajanan yang tak pernah sepi dari para pengunjung. Yakni bakso jumbo tempuran. Tepat berada di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, bakso tempuran yang memiliki ukuran jumbo ini dikenal memiliki cita rasa yang sangat khas. Sehingga membuat para pengunjung tak bosan untuk kembali sekedar mampir menikmatinya.

Salah satu pengunjung tempat jajanan yang dikenal cukup murah ini, Alfian menuturkan jika darinya sudah lama berlangganan bakso tempuran tersebut. Katanya selain murah, tempatnya juga sangat nyaman.

"Makan bakso tempuran ini sudah langganan. Tempatnya nyaman, pinggir sawah, jadi enak suasananya," katanya sambil menunggu pesanan bakso jumbo. Senin (15/1) siang.

Siang itu terik matahari cukup redup. Ketika awak media suarabojonegoro.com tiba di lokasi bakso tempuran, saung-saung kecil sudah berjubel para pelanggan yang sudah antri menunggu pesananya. Meski antri, pelanggan bakso murah tersebut dengan sabar menunggu giliranya.

Jajanan bakso tempuran memang sangat terjangkau harganya. Tak hayal, banyak pelajar yang masih memakai seragam sekolah mensempatkan mampir. Dengan hanya merogoh saku Rp. 5.000,- saja pelanggan sudah bisa menikmati bakso dengan umuran jumbo. Ditambah es teh dengan harga Rp. 2.000,-. Sangat terjangkau bukan. (Wan/Red)

Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia Setelah Kecelakaan Di Sumberrejo

    Monday, January 15, 2018   No comments
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa kembali terjadi di jalan raya Bojonegoro-Babat, tepatnya di jalan raya turut wilayah Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (14/01/2018) sekira pukul 19.00 WIB tadi malam. Pengendara sepeda motor Honda Tiger yang hendak mendahului kendaraan di depannya diduga mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melebihi marka as jalan sehingga bertabrakan dengan sepeda motor Bajaj Pulsar yang melaju dari arah berlawanan. Akibatnya pengendara Bajaj Pulsar meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Anugrah Adib Rosyadi (24) alamat Jalan Patimura Nomor 14 Kelurahan Sumbang RT 009 RW 003 Kecamatan Bojonegoro Kota, yang saat itu mengendarai sepeda motor Bajaj Pulsar nomor polisi S 5948 CO, sedangkan lawannya sepeda motor Honda Tiger nomor polisi AE 2254 SH, yang dikendarai Andik Pradana (18), warga Desa Ngorogunung RT 012 RW 003 Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Keterangan Kanit Laka Lntas Sat lantas Polres Bojonegoro, IPDA Mukari, yang dikutip dari keterangan saksi-saksi, bahwa peristiwa laka lantas tersebut bermula saat sepeda motor Honda Tiger nomor polisi AE 2254 SH, berjalan dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi, sesampainya di TKP hendak mendahului kendaraan roda empat yang tidak di ketahui identitasnya, yang berjalan searah di depannya.

“Saat mendahului, kendaraan Honda Tiger mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melebihi as jalan,” terang Ipda Mukari.

Pada saat yang sama, lanjut Ipda Mukari, dari arah berlawanan ataun dari barat ke timur, berjalan sepeda motor Bajaj Pulsar nomor polisi S 5948 CO, yang di kendarai korban.

“Karena jarak sudah dekat dan pengendara sepeda motor Honda Tiger melaju dengan kecepatan tinggi, akhirnya terjadil laka lantas.” lanjut Ipda Mukari.

Ipda Mukari menambahkan, akibat dari kecelakaan tersebut kedua pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan kedua sepeda motor yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan material..

“Kedua korban segera dilarikan ke RSUD Sumberrejo, namun akibat luka yang diderita pengendara sepeda motor Bajaj Pulsar cukup seiius, akhirnya korban meninggal dunia dalam perawatan medis,” lanjut Ipda Mukari.

Masih menurut Ipda Mukari, saat ini peristiwa laka-lantas tersebut ditangani Unit Laka Lantas Sat Lantas Polres Bojonegoro.

“Untuk sementara barang bukti berupa kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut  diamankan di Mako Satlantas Polres Bojonegoro, guna proses hukum lebih lanjut,” imbuh Ipda Mukari.

Lebih lanjut, melalui media ini IPDA Mukari tak henti-hentinya menyampaikan himbauan kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa berhati-hati dalam berkendara. Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan, selain itu perhatikan juga batas kecepatan. Jika hendak mendahului, pastikan bahwa arus lalu-lintas didepan anda benar-benar aman.

“Seringkali, kecelakaan selalu diawali dari adanya pelanggaran dan kebanyakan diakibatkan oleh kelalaian pengendara,” pungkasnya (Nik/Lis)

Inilah Peratutan Pemasangan APK Yang Harus Diketahui Masyarakat

    Monday, January 15, 2018   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 31 tahun 2017 , sebenarnya bukan barang baru. Karena Perbup yang mengatur tentang pemasangan atribut Partai Politik (APP) , Organisasi Kemasyarakatan maupun perseorangan tersebut adalah perubahan dari Perbup Nomor 24 tahun 2012, tentang atribut Partai Politik dan Organisasi Kemasyarakatan. Dalam Perbup tersebut tidak ada perubahan yang signifikan, dalam Perbup 31/2017 ini kecuali adanya penambahan poin pemasang atau pemilik atribut, yaitu perseorangan. Senin (15/01/18).

Adapun dalam Perbup Nomor 24/2017 belum diakomodasi adanya pemasangan atribut perseorangan sehingga Perbup tersebut harus diperbarui untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat perseorangan yang menginginkan secara pribadi mengucapkan selamat atau menyampaikan pesan-pesan yang dianggap perlu diketahui oleh masyarakat.

Sehingga dapat dikatakan pada Perbup Nomor 31/2017 ini lebih akomodif dan komplit dalam melayani kebutuhan masyarakat dalam pemasangan atribut. Namun demikian harus diperhatikan poin-poin penting dalam Perbup ini sehingga tidak menjadikan tujuan memasang atribut gagal lantaran tidak terpenuhinya ketentuan.

"Khususnya pemasangan APK di dekat tempat ibadah yang paling sering dilanggar", kata Kabid Penegakan Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro, Yoppy Rahmad.

Dirinya menyatakan bahwa, sesuai Perbup 31 tahun 2017 tentang lokasi pemasangan APK, sudah diatur untuk tidak memasang APK di dekat tempat ibadah.

"Sesuai aturan, radius 10 meter dari tempat ibadah dan ini banyak yang melanggar", tambahnya.

Adapun banyaknya  APK melanggar, lanjut Yoppy, tentu sangat berhubungan dengan pemahamantimses bakal calon Bupati. Pasalnya eksekutor pemasangan merupakan tim sukses. Oleh karena itu dirinya memperingatkan agar para pemasang mulai memperhatikan lokasi-lokasi yang yang bakal di pasang.

Terkat dengan penertiban dirinya mengaku, hingga pertengan bulan ini, pihaknya telah melakukan sebanyak 3 kali penertiban diberbagai Kecamatan. Dari penertiban tersebut telah diamankan seribu lebih APK yang disin
yalir melanggar. (Bim/red).

Polres Bojonegoro Rilis 3 Tindak Kejahatan Dalam Kurun Waktu Dekat Ini

    Monday, January 15, 2018   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Hari ini Mapolres Bojonegoro, menggelar pers rilis tiga tindak kejahatan, diantaranya adalah pencurian batterai tower provider telekomunikasi yang selama ini merupakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Bojonegoro, kerana telah beberapa kali dan ditempat berbeda melakukan pencurian batterai tower sebuah Telkomsel di wilayah hukum Polres Bojonegoro pada hari Rabu10 Januari 2018 yang lalu. Senin (15/01/18).

"Adapun identitas kedua tersangka yaitu WN als. Ganyong bin LS (30) warga Dusun Tegal Boro Desa Pacing Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban dan SN als Tuyul bin SM (34) juga warga Dusun Besulu Desa Pacing Kecamatan Parengan Tuban. Keduanya ditangkap oleh tim Panther di wilayah hukum Polsek Samarinda Hilir, Polres Samarinda Polda Kalimantan Timur yang selama ini dijadikan tempat pelarian selama menjadi DPO Polres Bojonegoro", kata Waka Polres, Kompol Dodon Priambodo, saat memimpin pers rilos di halaman Mapolres Bojonegoro.

Selanjutnya tindak Kejahatan pencurian kendaraan bermotor dengan pemberatan di wilayah hukum Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Adapun modus operandi tersangka atas nama STP (32) warga Desa Dinan, Kecamatan Purwosari, tersebut adalah dengan membongkar kabel motor milik korban yang brnama Ngadi (38) yang mana disaat itu sedang diparkir di Gubung pinggir Jalan hutan wilayah RPH Kuniran turut wilayah Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari.

"Rencana motor mau saya jual dan saya buat ongkos perjalanan ke Papua, dan bekerja disana", kata STP, dihadapan para awak media.

Terkait dengan hal tersebut Kompol Dodon Priambodo, menyatakan bahwa tersangka dijerat Pasal 363 KUHP, dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Selanjutnya kasus pencabulan yang dilakukan oleh GAI, warga Desa Gempol, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Yang mana dirinya telah mencabuli seorang perempuan yang baru berusia 16 tahun, warga Kecamatan Bojonegoro Kota. Saat ini, pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Bojonegoro, guna menjalani proses hukum Iebih Ianjut.

Menurut pengakuan tersangka bahwa tindakan tersebut dilakukannya di Jalan Untung Suropati, atau belakang Mess Persibo, turut wilayah Kelurahan Sumbang Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.

"Pelaku telah melakukan bujuk-rayu untuk melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur dan melakukan ancaman kekerasan sehingga korban mau dipersetubuhi.” jelas Kompol Dodon.

Atas perbuatannya, pelaku disangka telah melanggar Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Karena telah melakukan tipu muslihat untuk melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

"Pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 milliar," pungkasnya. (Bim/red).

Mbah Naryo Sampaikam Bahwa PC NU Dan Banom Harus Mengayomi Semua Cabup/Bacabup

    Monday, January 15, 2018   No comments
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Sunaryo Abuma'in, Mantan Anggota Wakil Rakyat Bojonegoro,  dan juga tokoh di Nahdhatul Ulama (NU) Kabupaten Bojonegoro, menyatakan bahwa semua calon Bupati dan wakil Bojonegoro, yang bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, PC NU dan Banom harus dapat mengayomi semua bakal calon. Minggu (14/01/18).
 
"Sebagai PC NU dan Banom, semua bakal calon harus diayomi", katanya.

Terkait dengan pernyataan Ketua  Muslimat NU, Ririn Muktamiroh, yang beberapa hari yang lalu secara tegas menyatakan bahwa Muslimat NU, mendukung salah satu bakal calon Bupati, Sunaryo Abuma'in, dalam kese
mpatan ini menyatakan bahwa memang pernyataan tersebut dilontarkan kapasitasnya sebagai Ketua Muslimat.

"Kapasitasnya dia bukan sebagai kader PPP, tapi sebagai Ketua PC Muslimat NU", jelasnya.    

Sesuai dengan intruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bahwa sanya rekomendasi telah jatuh ke pasangan Basuki dan Pudji Dewanto, maka seluruh pengurus mulai dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga tingkat Anak Ranting harus dapat mengamankan rekomendasi.

"Mengamankan, mensukseskan, dan mengantarkan sampai selesai", ujar Pria yang akrab disapa Mbah Naryo ini.

Dirinya berharap di Kompetisi Pilkada 2018 ini para kompetitor harus bisa menciptakan kedamaian dan jangan saling menyerang satu sama lain.

"Siapapun yang jadi adalah kehendak takdir Allah', pungkasnya. (Bim/red).

Pemuda Ini Curi Uang Kotak Amal Masjid, Bhabinkamtibmaspun Turun Tangan

    Monday, January 15, 2018   No comments
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Bhabinkamtibmas Desa Mlinjeng Kecamatan Sumberrejo Bripka Rahmad Purwadi memediasi seorang pemuda yang ketahuan mencuri sebuah kotak amal di Masjid Desa Binaannya pada hari Minggu (14/01/2018) siang tadi sekira pukul 11.30 WIB tepatnya di Dusun Klampisan Desa Mlinjeng Kecamatan Sumberrejo.

Adapun identitas pemuda yang ketahuan mencuri sebuah kotak amal di Masjid bernama SKM (27) warga Desa Mlinjeng Kecamatan Sumberrejo dan diketahui cacat mental.

Menurut Bhabinkamtibmas Desa Mlinjeng Bripka Rahmad mengatakan bahwa kronologi kejadian terjadi pada hari Rabu (10/01/2018) sekira jam 23.30 telah terjadi tindak pidana pencurian uang kotak amal di Masjid Dusun Klampisan Desa Mlinjeng Kecamatan Sumberrejo yang dilakukan oleh SKM. Pemuda yang diketahui tidak memiliki pekerjaan dan cacat mental ini pada saat mencuri uang di dalam Masjid yang berada diruangan tingkat, aksinya diketahui oleh 2 orang penjaga Masjid.

"Melihat kejadian tersebut, pelaku langsung ditangkap oleh kedua penjaga Masjid", terang Bripka Rahmad Purwadi.

Dari hasil penggeledahan kepada pelaku, didapati pelaku mengambil uang senilai Rp. 100.000,- yang berada di dalam kotak amal Masjid tersebut.

"Guna meredam warga yang emosi terhadap kejadian tersebut oleh pelaku, kemudian pelaku diamankan ke Mapolsek Sumberejo", imbuh Bripka Rahmad.

Selanjutnya sesuai permintaan Kepala Desa dan Warga Mlinjeng, pelaku agar tidak diproses hukum dan dikembalikan kepada orang tuanya.

"Selanjutnya warga membuat peryataan secara tertulis tidak akan menuntut secara hukum dan pelaku dikembalikan kepada keluarganya", lanjut Bripka Rahmad.

Dalam mediasi tersebut, selain disaksikan oleh Bhabinkamtibmas Desa Mlinjeng Bripka Rachmat Purwadi juga disaksikan oleh Brigadir Edy S, Brigadir Ahmadin, Kades Mlinjeng Sugiri, Tokoh Agama H. Muni Djan, Tokoh Masyarakat Rawi, Ketua RT Mudjiono, Karang Taruna M. Rubai dan Ibu pelaku. (Nik/Lis)

Bacok Tetangganya dan Nyaris Dihakimi Masa, Ternyata Pelaku Alami Ini!

    Monday, January 15, 2018   No comments
Rrporter: Monika

suarabojonegoro.com - Aparat kepolisian dari Sektor Trucuk pada Minggu (14/01/2018) sekira pukul 13.00 WIB siang tadi, mengamankan seorang lelaki yang belakangan diketahui mengindap penyakit gangguan jiwa, berinisial BK (38), yang tercatat sebagai warga Gang Puskesmas Desa Kapas RT 001 RW 001 Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro dan berdomisili di Desa Banjarsari RT 024 RW 004 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, yang telah menganiaya seorang warga bernama Rasimin (38) warga Desa Banjarsari RT 025 RW 005 Kecamatan Trucuk , yang memiliki kebun tepat berada di sebelah rumah tempat tinggal pelaku.

Sebelum diamankan petugas, pelaku tersebut nyaris dihakimi warga desa setempat, sehingga oleh petugas pelaku diamankan dari amukan masa dan segera dibawa ke RSUD Bojonegoro, guna mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Trucuk, AKP Singgih Sujianto SH, kepada  media ini mengungkapkan, kronologi peristiwa tersebut bermula pada Minggu (14/01/2018) sekira pukul 12.30 WIB, korban yang Rasimin (38) sedang membersihkan kebun miliknya sendiri.

“Lokasi kebun korban kebetulan bersebelahan dengan tanah atau rumah tempat tinggal pelaku.” terang Kapolsek.

Tidak lama berselang, pelaku keluar dari rumahnya dengan membawa parang dan tiba-tiba pelaku mencabuti tanaman milik korban.

“Oleh korban, pelaku ditegur sehingga terjadi pertengkaran, namun korban berusaha lari menyelamatkan diri  karena mengetahui pelaku dalam keadaan sakit jiwa,” lanjut Kapolsek.

Tidak hanya sampai disitu, meskipun  korban berusaha melarikan diri, namun pelaku tetap mengejar korban dan berhasil mengejar korban yang kemudian korban berusaha membela diri sehingga kemudian terjadilah perkelahian.

“Saat terjadi perkelahian itulah pelaku membacok korban dan di tangkis dengan menggunakan tangan kiri hingga terluka.” imbuh Kapolsek.

Kemudian korban kembali berusaha menghindar dan berhasil melarikan diri ke rumahnya, sementara pelaku juga kembali ke rumahnya.

“Korban mengalami luka bacok di tangan sebelah kiri dan harus menerima 5 jahitan.” terang Kapolsek.

Namun warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut segera mendatangi rumah pelaku guna meminta pertanggung-jawaban perbuatan pelaku.

“Beruntung, petugas dari Polsek Trucuk segera mendatangi rumah pelaku dan segera mengamankan pelaku dari kepungan masa,” lanjut Kapolsek.

Masih menurut Kapolsek, bahwa petugas sempat kuwalahan membendung amukan masa, namun akhirnya petugas berhasim membawa pelaku ke rumah RSUD Bojonegoro untuk di lakukan pengobatan, karena pelaku diketahui mengalami gangguan jiwa.

“Pelaku  memang menderita gangguan jiwa kambuhan dan sempat dirawat di rumah sakit, yang di kuatkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Jiwa Menur. “ jelas Kapolsek.

Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan anggota Polsek Trucuk. Petugas juga sudah menghubungi dan berkdoordinasi dengan anggota keluara pelaku, sementara proses hukumnya masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.

 “Saat ini petugas masih belum dapat melakukan proses hukum karena kondisi jiwanya pelaku,” pungkas Kapolsek. (Nik/Lis)

Sunday, January 14, 2018

Inilah Kemerian Festival Salak Wedi ke 2

    Sunday, January 14, 2018   No comments
suarabojonegoro.com - Ada yang tampak berbeda hari ini di Balai Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegori, Minggu (14/1) pagi tadi. Tua muda, remaja putra putri sudah berdandan cantik. Mereka bukab hendak tampil namun hendak mengikuti satu prosesi arak arakan salak.

Semakin siang warga yang berkumpul di balai desa semakin banyak, yang menarik tiap tiap RT mengenakan kostum beraneka warna sesuai RT masing masing. Kaum ibu dan remaja putri membawa bungkusan yang berisikan aneka olahan salak mulai jenang salak, kue kering dari salak, kurma salak dan produk olahan lainnya. Warga tampak tumpah ruah bersuka cita menyambut panen salak .

M.Suaeb selaku Kelompok Sadar Wisata Desa Wedi Kecamatan Kapas kepada Humas menuturkan bahwa  festival salah adalah event kedua yang digelar sebagai bentuj rasa Syukur kepada Tuhan YME yang telah memberikan banyak karunia kepada warga utamanya petani salak di Desa Wedi Kecamatan Kapas. Sekaligus sebagai sarana mengenang jasa KH Basir Mutjaba selaku sesepuh desa yang juga kali pertama mengenalkan salak di desa wedi ini. Puncak Festival salak ini  adalah dengan mengarak gunungan salak yang terdiri dari gunungan salak raksasa dan 21 gunungan salak kecil yang merupakan persembahan salak dari masing masing RT di Desa Wedi . Ditambahkan bahwa festival salak ini berlangsung selama 3 hari yakni mulai tanggal 12 sampai dengan 14 Januari dengan aneka acara mulai bazar yang memamerkan produk produk olahan salak dan produk lokal dari warga setempat. Aneka lomba.

Mbah Maesaroh , dirinya berjualan salak sudah 15 tahun yang lalu dirinya menceritakan dulu harha salak 20 ribu rupiah per seratus buah salak, kinu harga 50-70 ribu rupiah per 100 buah. Maesaroh menuturkan bahwa musim panen bulan 10 sampai bulan 3, kemudian bulan 5 sampai dengan bulan 7. Dia menuturkan bahwa salak wedi ada jenis menjalin dan kebo. Menurutnya banyak warga yang lebih memilih salak menjalin karena rasa salak yang padu padan antara manis, masir, dan asam serta banyak mengandung air. Sejak dua tahun ini salak mulai menunjukkan geliat yang menggemberikan mulai dari jumlah panen dan jumlah permintaan.  Dia berharap salak ini akan terus jaya dan generasi muda mau mengembangkan salak ini.  (*)

*) Rilis Humas Pemkab Bojonegoro