Kamis, 30 Juli 2015

Bojonegoro Berprestasi Di Peringatan Hari Lingkungan

Redaksi     Kamis, Juli 30, 2015    
suarabojonegoro.com - Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Propinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Taman Candra Wilwatikta hari ini, 30 Juli 2015 Bojonegoro akan terima penghargaan dihari libgkungan, Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Tedjo Sukmono.

Adapun prestasi yang diraih Bojonegoro dihari lingkungan adalah empat sekolah berhasil memboyong predikat sekolah adiwiyata Propinsi Jawa Timur. Keempat sekolah tersebut, diantaranya adalah SDN  Dander 4 Kecamatan dander. SMPN 1 Bojonegoro, SMAN 3 Bojonegoro dan SMAN 1 Baureno.

"Salah satu warga Bojonegoro yakni Turmudzi dari Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro berhasil meraih penghargaan kalpataru tingkat Jawa timur serta kader lingkungan kita yakni Ibu Rento, B’ART berhasil menybet juara I kader lingkungan berprestasi." Terangnya.

Masih dalam keterangannya, Tedjo Sukmono mengungkapkan bahwa masih rangkaian peringatan hari lingkungan hidup ini sejak senin lalu delegasi Bojonegoro sudah mengikuti beberapa event yang digelar dalam rangka memeriahkan peringatan hari lingkungan hidup tahun 2015 ini.

Diantaranya lomba peragaan busana dari bahan limbah dan daur ulang serta lomba pemanfaatan bahan limbah menjadi bahan bernilai ekonomi.

Selain itu, Hari ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Dra. Hj. Mahfudoh Suyoto Msi juga akan menerima penghargaan lomba Kesatuan gerak PKK Kb Kesehatan tingkat nasional.

"Rencananya penghargaan akan diterimakan di kota Tanggerang Selatan  pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXII tahun 2015. di Lapangan Sunburst, BSD City, Serpong Tangerang Selatan," Pungkasnya.   (Lis/Agus).

"Bojonegoro Darurat Kekeringan "

Redaksi     Kamis, Juli 30, 2015    
jika musim hujan Bojonegoro mengalami banjir Banjir, jika musim kemarau Bojonegoro mengalami darurat kekeringan, inilah kondisi Bojonegoro saat ini, dan kondisi Indonesia pada umumnya.

Sebab kekeringan ada beberapa hal di antaranya karena perubahan cuaca yang ekstrim, pemanasan global akibat dari berbagai dampak yang juga terkadang ditimbulkan dari ulah manusia sendiri seperti penebangan hutan, baiklegal maupun ilegal yang pengaruhnya luar biasa terhadap kandungan air dibumi.

Adanya reboisasi yang sulit berhasil, atau kurang maksimal yang dilakukan di beberapa wilayah kecamatan kecamatan di Bojonegoro sehingga sangat sulit meminimalisir kekeringan yang terjadi ketika musim kemarau tiba, contoh di kecamatan Baurno, di kedungadem, keberadaan embung ternyata sangat membantu kebutuhan air bagi warga untuk keperluan mandi dan mencuci. 

Kalaupun bisa di tambah dititik tertentu akan sangat bermanfaat, selanjutnya memperbanyak pengadaan sumur bor, karena kegunaanya disamping untuk pertanian juga bisa untuk air minum bagi warga, contoh di daerah daerah yang dimungkinkan ada sumber air bawah tanah, seperti di kecamatan Sekar, Gondang, dan Bubulan, sayangnya baru mulai tahun pelaksanaanya.

Hutanisasi kembali harus menjadi program pemerintah maupun kesadaran masyarakat melalui bernagai lembaga lembaga yang ada seperti dilakukan diwilayah hulu hulu sungai karena dapat menahan erosi saat banjir bandang saat musim penghujan, dan jika musim kemarau bisa sebagai penyangga sumber air, namun untuk kegiatan ini perlu sinergi yang signifikan antara perhutani Pemkab, dan Masyarakat dalam bentuk aksi nyata yang berkelanjutan.

Harus ada solusi lapangan pekerjaan bagi warga pinggiran hutan, karena kalau semua hutan di tutup mereka kihilangan lapangan pekerjaan sekitar hampir 70 %, ini yang harus segera dicarikan solusi, kalau tidak ada solusi akan muncul masalah masalah sosial lainnya. 

Sebenarnya pemkab Bojonegoro sudah ada program pelatihan beberapa bidang ketrampilan, namun sekali lagi program itu mestinya luar biasa, apabila di laksanakan dg maksimal, harus ada greget kembali dari Pemerintah guna memaksimalkan hal ini.

Perlu kiranya untuk diadakan lomba karya tulis tentang bagaimana mengatasi masalah bencana kekeringan saat kemarau dan Banjir saat musim hujan di Bojonegoro, yang harus diikuti dari semua elemen masyarakat, dan perlu di adakan seminar, atau sejenisnya tentang cara cara mengatasi kekeringan di Bojonegoro, dan tidak lupa semua kepala SKPD harus dilibatkan, supaya mengetahui Kepala SKPD yg benar benar mengetahui tentang strategi dampak lingkungan. 

Penulis : Suwito (Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro)

Rabu, 29 Juli 2015

Tak Ada Penjelasan Soal Lingkungan, Warga Demo Pendirian Pabrik Gas

Redaksi     Rabu, Juli 29, 2015    
Tuban (suarabojonegoro.com) – Belum adanya sosialisasi terhadap masyarakat soal Amdal dan terkait pencemaran lingkungan Puluhan warga desa ring 1, PT. Kawasan Industri Tuban (KIT), dari 3 desa yakni Desa Temaji, Karangasem dan Karangdowo, menggelar aksi unjuk rasa, menuntut agar KIT segera melakukan sosialisasi terhadap beberapa industri di wilayahnya.

Diantaranya PT. Kris Energy yang akan beroperasi di wilayah KIT. Sehingga warga meminta agar segera di lakukan komunikasi dengan warga, sebab PT. Kris Energy merupakan perusahaan gas, yang bisa membahayakan lingkungan warga sekitar.

“kami meminta agar segera di lakukan sosialisasi di masyarakat, jika tidak kami menolak PT. Kris Energy”, ujar Umar Tauhid, koordinator aksi, Rabu, 29 Juli 2015.

Aksi yang di lakukan puluhan warga ini, selain berorasi mereka juga membentangkan sejumlah spanduk tentang kecamatan dan tuntutan mereka terhadap PT. KIT dan Kris Energy.

Aksi berjalan damai, hingga pihak kepolisian yang mengamankan mereka dalam aksinya meminta, agar pendemo mengajukan tuntutan mereka melalui pemerintah kecamatan dengan tujuan bisa di diskusikan.

“selama ini dalam pembahasan AMDAL kita juga tidak pernah di libatkan”, tegasnya. Sebelum kemudian mengakhiri aksinya dan membubarkan diri dengan tertib. (ton)

DPO 6 Bulan Sales Rokok, Berhasil Dibekuk Polisi

Redaksi     Rabu, Juli 29, 2015    
suarabojonegoro.com - Pelarian MR (35) selama 6 bulan lamanya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) kini harus berakhir dibalik jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bojonegoro, setelah anggota Satuan Reserse Dan Kriminal (Satreskrim) Polsek Baureno menangkap MR selaku Tersangka penipuan dan penggelapan dalam Jabatannya.

MR warga Dusun karangturi Desa Trojalu, Kecamatan Baureno ini ditangkap Polisi didalam rumahnya selasa kemarin, tanpa ada perlawanan yang berarti, Polisipun langsung membawa Tersangka ke Polres Bojonegoro guna dilakukan tindak lanjut Proses Hukumnya.

Kapolres Bojonegoro AKBP Hendry Fiuser menjelaskan bahwa Tersangka ini selama 6 bulan kabur ke pulau Sumatera dan uang senilai Rp. 447.568.500 telah dihabiskan selama dia menjadi buronan oleh Polres Bojonegoro.

"Tersangka MR dulu dilaporkan oleh perusahaanya 12 Februari lalu karena telah menggelapkan uang perusahaan, saat dia menjabat sebagai sales Rokok di PT. Surya Mustika Nusantara Bojonegoro," Kata AKBP Hendry Fiuser.

Namun pada lebaran hari raya Idul Fitri, tersangka ini pulang kerumahnya, dan akhirnya setelah dari hasil lidik anggota Polisi memang MR berada dirumah, dan Selasa, 28/7/15 kematin Polisipun langsung menyergap MR untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Tersangka kita amankan untuk proses penyidikan selanjutnya," Tegas Kapolres Bojonegoro. 

Tersangka MR dikenakan pasal 372 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Penggelapan dan Penipuan, dengan ancaman hukuman selama empat tahun masa kurungan, karena telah merugikan uang perusahaan. (Anggoro)

Foto : Ilustrasi

Polsek Padangan Patroli Tak Mengenal Waktu, 3 Bulan Nihil Kejahatan

Redaksi     Rabu, Juli 29, 2015    
suarabojonegoro.com - Tak mengenal waktu, petang malam, pagi, maupun siang, Polsek Padangan akhirnya mampu mengubah gaya hidup masyarakatnya yang terkadang teledor dalam melakukan pembiaran terhadap barang barang berharga milik warga dan bisa mengundang kejahatan.

Kompol Usman, Kapolsek Padangan sepertinya tak punya Pusar, seperti yang disampaikan Kapolres Bojonegoro AKBP Hendry Fiuser, kepada suarabojonegoro.com bahwa semenjak program Patroli yang diterapkan oleh Kapolsek Padangan yang meneruskan program Polres Bojonegoro sangat berdampak positif dan menjauhkan dari tindak kejahatan yang selama ini sangat gencar terjadi di wilayah Padangan.

"Terutama kasus curat dan curanmor sejak 3 bulan terakhir nihil sama sekali dan ini berkat dan upaya patroli yang intensif dan kegiatan Babinkamtibmas yang sangat aktif di Polsek Padangan," terang AKBP Hendry Fiuser, Rabu (29/7/15).

Anggota Polsek Padangan sangat sering berada di tengah tengah lingkungan masyarakat selama 24 jam dalam sehari, jika untuk dihitung berapa jumlah patroli dalam seharinya tidak bisa dikalkulasi karena setiap jamnya mereka berada dimasyarakat, mulai dari kegiatan pembinaan pada warga di warung warung kopi hingga memperingatkan warga yang menaruh barang berharga seperti sepeda motor yang diparkir dan kuncinya masih menggantung serta tidak dikunci setir.

"Kalau mengetuk pintu rumah warga sudah menjadi kebiasaan Pak Usman bersama anggotanya, ratusan rumah dalam waktu semalam diketuk karena adanya warga yang teledor akan keamanan lingkungannya," Tambahnya.

Selama hampir 24 jam waktu yang digunakan untuk patroli ini sehingga kehadiran Polisi berada ditengah tengah masyarakat, akan terus tercipta sistem pencegahan kejahatan dalam bentuk patroli sambang Desa himbauan, cangkrukan, menyapa, memperingatkan dan juga bentuk spanduk peringatan.

"Patroli Polisi ini difokuskan ditempat tempat yang dianggap rawan, kita mengajak segenap masyarakat juga untuk berperan aktif dalam mencegah kejahatan tersebut,dan menggingatkan masyarakat untuk awas dan waspada terhadap kejahatan yang ada disekelilingnya," kerang Kapolres.

Menurut AKBP Hendry Fiuser bahwa Patroli di tengah tengah masyarakat ini tidak hanya dilakukan oleh Polsek Padangan saja, tapi seluruh Polsek sejajaran Polres Bojonegoro untuk menekan angka kejahatan yang ada di Bojonegoro. (Anggoro)

Anggota Dewan Melancong Ke Jakarta & Jateng

Redaksi     Rabu, Juli 29, 2015    
suarabojonegoro.com - Hari ini Rabu (29/7/15) seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro berangkat melancong untuk melakukan kunjungan kerja (kunker) dibeberapa Kabupaten.

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Ali Mustofa mengatakan jika hari ini (29/7) anggota komisi A berangkat ke Jakarta untuk melakukan kunjungan kerja di Kementrian Kominfo terkait keberadaan tower yang tidak berizin.

Sementara untuk Komisi B DPRD Bojonegoro hari ini terjadwal juga melakukan kunjungan kerja (kunker) di Pertamina Jakarta terkait sumur tua, hal tersebut disampaikan oleh sekertaris komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri.

Sedangkan, untuk Komisi C DPRD Bojonegoro menurut wakil ketua komisi C Abdullah Umar jika dirinya beserta anggota lain melakukan kegiatan kunjungan kerja di Kabupaten Pati Jawa Tengah terkait kesejahteraan rakyat.

"Mulai tanggal 29 hingga 31 Juli 2015," tambah Umar.

Lebih lanjut, menurut Anggota komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro, Mochlasin Afan dirinya beserta anggota komisi lain terjadwal melakukan kunjungan kerja di Jakarta sama dengan komisi A dan Komisi B namun untuk komisi D akan mendatangi kementrian PU terkait proyek PU yang ada di kabupaten Bojonegoro.

"Koordinasi terkait dengan progres kendala dan proyek apa saja yang di kerjakan oleh kementrian PU di Bojonegoro," tandasnya.

Bisa dipastikan mulai besok kantor DPRD Bojonegoro tidak akan berpenghuni wakil rakyat dikarenakan semua wakil rakyat akan melakukan kunjungan kerja di beberapa Daerah. (Ney)

Ratusan Hektar Hutan Jati Dander Terbakar

Redaksi     Rabu, Juli 29, 2015    
suarabojonegoro.com - Musim kemarau memang sangat rawan dengan adanya musibah kebakaran karena suhu udara yang sangat panas sehingga memudahkan bahan kering bisa terbakar, seperti yang terjadi di hutan jati Wilayah RPH Dander ini. 

Kebakaran hutan jati ini terjadi pada Petak 24 A , 24 B, 23, 32 A dan 31 RPH Dander yang masuk wilayah Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Rabu (29/7/15).

Dari pantuan suarabojonegoro.com, api terus menjalar dan membakar dedaunan serta kayu kering yang ada dibawah bawah pohon jati seluas ratusan hektar diwilayah tersebut, dan bahkan batang pohon jati yang masih kecilpun ikut terbakar dan dipastikan akan mengering dan mengalami kematian.

Belum ada kejelasan dari pihak perhutani pemangku wilayah tersebut atas insiden kebakaran hutan ini, namun beberapa warga memperkirakan ada unsur kesengajaan untuk membakar daun daun kering, namun tampak jelas banyak batang pohon yang ikut terbakar.

"Saya kurang tahu mas penyebabnya, tapi mungkin karena cuaca yang panas ini bisa mudah terbakar," kata Ruli salah satu warga Desa Ngunut yang melihat kebakaran hutan tersebut.

Ruli juga mengatakan jika musim kemarau hutan memang sangat mudah terbakar karena dibawah pohon banyak daun daun kering yang menumpuk. 

Dalam kejadian tak ada satupun petugas Perhutani yang ada di lokasi kebakaran untuk memantau insiden kebakaran serta memadamkan api, sehingga api terus menjalar tanpa ada yang mengendalikan sama sekali. (Anggoro)

11 Calon Jamaah Haji Berangkat Haji Gunakan Kursi Roda

Redaksi     Rabu, Juli 29, 2015    
suarabojonegoro.com - Sampai saat ini Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro mencatat sebanyak 11 calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Tengah yang akan berangkat ke tanah suci Makkah menggunakan kursi roda.

"Baru 11 orang yang melaporkan kepada kami untuk meminta ijin menggunakan kursi roda saat menunaikan ibadah haji," kata Kasi Haji dan Umroh Kementrian Agama (Kemenag) kabupaten Bojonegoro, Wahid Priyono.

Dirinya mengatakan 11 calon jamaah haji tersebut akan berangkat menggunakan kursi roda dikarenakan beberapa alasan seperti kesehatan calon jamaah haji dan sudah tua. "Kemungkinan bisa bertambah," tambah Wakid.

Wakhid juga memaparkan pada tahun 2015 ada sekitar 1157 calon jamaah haji asal Kabupaten Bojonegoro yang akan berangkat, selain itu dirinya juga memperkirakan masih akan ada tambahan calon jamaah haji yang akan berangkat menggunakan kursi roda.

"Biasanya dari 1000 jamaah ada sekitar 20 yang menggunakan kursi roda," tandasnya. (Ney)

Warga Berebut Air Bersih Yang Didropping Polsek Rengel

Redaksi     Rabu, Juli 29, 2015    
Tuban (suarabojonegoro.com) - Kemarau yang datang di wilayah kabupaten Tuban, membuat sebagian wilayah Kabupaten Tuban khususnya Kecamatan Rengel juga turut mengalami kekurangan air bersih guna kebutuhan sehari hari.

Tak ayal lagi warga langsung berebut air bersih untuk mengantri,  ketika Polsek Rengel datang dibeberapa Desa yang mengalami kesulitan air bersih dengan menggunakan Mobil Dinas Patroli yang mengangkut Drum dan gentong air dari plastik sebanyak 4 buah drum untuk mendistribusikan air bersih untuk warga, Rabu (29/7/15).

"Ada beberapa Desa yang memang mengalami kesulitan air di Kecamatan Rengel, jadi kami mengambil langkah prefentif dengan memberikan droping air bersih bagi Desa yang kekurangan air," kata Kapolsek Rengel AKP Musa Bahtiar. Tampak warga berbondong bondong dengan membawa tempat air untuk mendapatkan air yang dikirim oleh Anggota Polsek Rengel.

Karena wilayah Ini jarang mendapatkan droping air bersih ketika musim kemarau seperti ini. Menurut AKP Musa Bahtiar pengiriman air diprioritaskan terhadap Desa Desa yang memang mengalami kesulitan air yang jauh dari jangkuan air bersih diantaranya di Desa Jaten Cilik, Desa Rengel, Dusun Boro Desa Maibit, Kecamatan Rengel.

"Hari ini memang pertama kita lakukan droping air bersih, namun kita akan tetap teruskan dibeberapa Desa yang membutuhkan dan kami sudah mempunyai data Desa mana saja yang kesulitan air bersih," terang Kapolsek.

Mendapatkan pengiriman air bersih, warga mengaku sangat terbantu sekali karena pada musim kemarau seperti ini untuk mendapatkan air bersih guna kebutuhan sehari hari, "kami sangat terbantu dikirimi air bersih sama pak polisi dan saya berharap ada pengiriman lagi setiap harinya," kata Musyarofah (45) pada suarabojonegoro.com.

Sebelumnya berbagai Polsek Tuban yang wilayahnya kesulitan air juga melakukan droping air bersih dengan menggunakan mobil Dinas Patroli Polsek yang mengangkut air didalam drum dan bul plastik kemudian dibagikan kepada warga, seperti Polsek Semanding, Polsek Singgahan, dan beberapa Polsek lainnya di wilayah Polres Tuban. (Anggoro)

Jajanan Ndeso Tembus Kutho

Redaksi     Rabu, Juli 29, 2015    
suarabojonegoro.com - Tidak sedikit, tangan tangan trampil warga Desa yang mampu menciptakan jajanan atau makanan yang mampu menghipnotis masyarakat karena rasa dan keunikannya serta ketradisionalanya, salah satunya adalah kue gapit gulung atau disebut gapit kluntung ini.

Menggunakan bahan dasar tepung terigu yang dicampur dengan gula dan telor ayam, kemudian ditambah bahan-bahan lain dan bumbu-bumbu rahasia, jajanan bernama Gapit Kluntung mempunyai rasa yang renyah, gurih dan manis. Gapit Kluntung yang telah mempunyai merk Gentong Mas ini merupakan produksi warga Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan, Bojonegoro Jawa Timur.

Jika diamati memang mirip ledre, salah satu makanan khas Bojonegoro. Menurut Lek Khosiah, pemilik industri rumahan Gapit Kluntung, selain secara fisik, kesamaan lainnya terletak pada cara pengolahannya.

Yakni, harus dalam keadaan panas saat menggulungnya dengan menggunakan pemanas berbahan bakar arang. Bersama sang suami, Kastolan, gapit-gapit ini dibuat dalam berbagai ukuran.

Dan berkat kerja keras dan ketekunannya, Gapit Kluntung bermerek Gentong Mas ini telah merambah berbagai daerah di Bojonegoro, terutama Kalitidu, Bojonegoro, Kapas dan Sumberjo, serta telah berhasil meyakinkan para pemilik Super Market di Kota Bojonegoro seperti Giant dan Bravo untuk menampung hasil produksinya.

Menanggapi hal ini, Ketua PKK Desa Banjarjo, Nurul Faini, SPd menyatakan bahwa Gapit Kluntung merek Gentong Mas, dapat ditetapkan sebagai salah satu produk jajanan unggulan Desa Banjarjo.

“Ini adalah kabar positif bagi kemajuan ekonomi Desa, untuk menghadapi perdagangan bebas Asean yang bertajuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) produk-produk semacam ini harus terus kita kembangkan sehingga mampu menjadi tuan di negeri sendiri” Katanya.

Bahkan dihari raya Idul Fitri banyak kita temui jajanan gapit ini menjadi suguhan saat lebaran, dengan harapan terbukanya pemasaran diawali diwilayah lokal diharapkan gapit kluntung ini mampu menembus dunia industri. (Ram/koh/red/esp)

Selasa, 28 Juli 2015

Satu Keluarga Dijebloskan Ke Penjara, Karena Menambang Pasir Ilegal

Redaksi     Selasa, Juli 28, 2015    
suarabojonegoro.com - Ini adalah peringatan bagi kita agar hati hati apabila melakukan pekerjaan, jangan sampai melakukan perusakan lingkungan yang dapat merugikan orang banyak, seperti penambangan pasir ilegal di Sungai Bengawan Solo, satu keluarga dan juga satu orang lainya harus mendekam dibalik jeruji besi tahanan Polres Bojonegoro.

Dalam pers releasnya Kapolres Bojonegoro AKBP Hendry Fiuser menyampaikan bahwa pihaknya telah menahan 4 orang tersangka penambangan pasir liar yang tertangkap tangan oleh petugas Polres Bojonegoron saat beroperasi melakukan penyedotan pasir Sungai Bengawan Solo dengan menggunakan mesin mekanik, Selasa (28/7/15).

Satu keluarga yang ditangkap di Desa Nguken Kecamatan Padangan adalah Badri (55) serta kedua keponakannya yaitu Dita (35) dan Yuki (35), serta NH warga Desa Kedungarum kecamatan Kanor yang juga tertangkap tangan oleh Polisi beaerta barang buktinya.

"Semua barang bukti kita amankan, rata rata mereka ini sebagai pelaku atau pengusaha ilegal dengan cara menambang pasir dari Sungai Bengawan Solo dengan mesin mekanik," kata AKBP Hendry Fiuser.

Keempat tersangka ini dijerat dengan pasal 154 ayat 1 undang undang nomor 4 tahun 1999 tentang Minerba dengan ancaman 10 tahun penjara.

"Kegiatan penambangan ini harusnya memiliki ijin dari pusat pelayanan terpadu Provinsi Jawa Timur, dan rekomendasi dari PT Perum jasa Tirta serta Balai Besar Bengawan Solo, kemudian ada verifikasi kelayakan dari provinsi baru boleh atau tidak melakukan penambangan," terang Kapolres pada sejumlah wartawan. (Ney)


Copyright © SuaraBojonegoro.com. Designed by Bloggertheme9.