Artis "Entut" Bekerja Di RSUD Tuban Lulusan Akbid Rajekwesi Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Minggu, Desember 27, 2015    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Siti Khusnul Khotimah atau yang saat ini terkenal dengan artis "Entut" atau yang artinya "kentut" karena menghina Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui jejaring sosial facebook saat ditelusuri adalah wanita asal Desa Kesambong, Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Bahkan didalam biodata di facebook milinya dirinya tertulis bekerja sebagai seorang bidan di RSUD Dr R Koesma Tuban dan lulusan Akademi Kebidanan Rajekwesi Bojonegoro karena di foto terdapat dirinya sedang menggunakan almamater Akbid Rajekwesi. Minggu 27/12/2015.

Sebelumnya, Khusnul yang memiliki akun jejaring sosial facebook bernama "Khusnul Tuban Jatim" dan diganti menjadi "Astagfirullah" sampai akhirnya akun tersebut saat ini di non aktifkan sempat membuat status yang menggemparkan banyak netizen sampai sebuah kecaman dan ancaman oleh netizen.

Khusnul membuat status yang menghina keadaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang semrawut koyok entut atau yang artinya tidak tertata seperti kentut.

Seperti komentar netizen dengan nama "Ayunda Shizien" menuliskan "Astagfirullah lha iya malah dia yang rugi kuliah bertahun-tahun tapi bicaranya tidak di jaga malah dibully banyak orang ya mbak mending jadi IRT saja di rumah hidup damai, aman tentran tanpa hujatan.. seharusnya malu ya mbak buat status seperti itu membanggakan sudah berpendidikan tinggi tapi apa yang diperoleh di amalkan bukan di sombongkan naudzubillah" dan "Kata katanya bikin malu warga Tuban. Bidan alay bentar bentar update staus menghina sukanya dikira dia paling cantik dan paling kaya kalee ya. Sekarang statusnya yang bernada menghina di hapus".

Komentar juga dituliskan netizen dengan nama "Alya Natalisia Caprina" "malu maluin orang Jatim dan bidan nih, saya juga bidan tapi gak gini cara tutur kata, beranda saya penuh dengan capture status kamu dek, isin (malu) toh dek, di sekolah kan di ajarin etika dalam berbicara, apapun keluh kesah ra usah (gak usah) di tumplek e (tumpahkan) nek sosmed meskipun itu lapak sosmedmu sendiri, seng ndilok (yang lihat) iki (ini) lho dek jutaan wong (orang), mending critane di keluarga opo nang diary wae (saja) aman, lain kali hati hati lah dek kalo bicara di umum, di sosmed ataupun ketemu orang langsung, karena omongan kita itu kualitas diri kita, apalagi kamu bidan, nakes, panutan banyak orang lhoo, di pikir pikir lagi".

Sebelumnya, sebelum menon-aktifkan akun milikinya dirinya sempat meminta maaf melalui media sosial facebook miliknya namun ada netizen yang meminta kalau permintaan maaf di tulis surat kabar Jateng. (Ney)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .