Kejaksaan Belum Eksekusi Terdakwa Penyelewengan Dana TKI

Suara Bojonegoro     Senin, Desember 28, 2015    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro hingga sampai saat ini belum melakukan eksekusi terhadap Sri Utami Terpidana Kasus dugaan Penyelewengan Dana TKI tahun 2003 senilai Rpm 606 juta, sesuai salinan yang diterima Kejari Bojonegoro dari MA (Mahkamah Agung).

Dalam Putusan MA Nomor 2398/K/PID.Sus/2013 yang telah mengabulkan permohonan kasasi JPU (Jaksa Penuntut Umum), yang menyatakan bahwa terdakwa Sri Utami, di vonis lima tahun penjara dan denda sebesar Rp. 303 Juta subsider Penjara 6 Bulan kurungan, ditambah uang pengganti Rp. 400 juta subsider 2 tahun.

Namun sampai saat ini Sri Utami belum di Eskusi oleh Kejari Bojonegoro karena seharusnya terdakwa menjalani hukuman sesuai amar Putusan.

"Terdakwa ini berdomisili di Malang, dan pihak Kejaksaan sudah melakukan pencarian terhadap terdakwa," Kata Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro, Erwin Iskandar, Senin (28/12/15).

Erwin juga mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil kepada terpidana sebanyak 2 kali akan tetapi terpidana tidak berada di rumah, ketika pihaknya datang kerumah pemilik PJTKI PT Megah Utama Kriya Nugraha ini.

Sebelumnya Pengadilan Tipikor Surabata telah melakukan vonis terhadap mantan Kasubdin Tenaga Kerja Disnakertransos Bojonegoro Hadiono, satu tahun penjara dan 50 juta subsider 3 bulan, dan saat ini telah menjalani hukuman, Kemudian Sri Utami, dengan putusan yang lebih berat, namun sampai saat ini sri utami masih berada diluar dan belum di eskusi. (Ang)

Foto Ilustrasi: Gresnews.com

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .