Penambang Pasir Manual Marak Disamping Jembatan

Suara Bojonegoro     Selasa, Desember 29, 2015    

Reporter: Agus Suseno

suarabojonegoro.com - Setelah dibersihkannya penambangan pasir dengan menggunakan sistem elektronik, oleh pihak Kepolisan Resort (Polres) Bojonegoro, karena melanggar ijin melakukan sedot pasir Sungai Bengawan Solo dengan mekanik, dan melanggar Undang Undang Minerba, kini marak penambang pasir manual.

Dari pantuan suarabojonegoro.com penambang pasir manual di Sungai Bengawan Solo ini dengan menggunakan perahu dan pekerjanya langsung menyelam dan mengambil pasir secara langsung di dasar sungai Bengawan Solo, dan hal tersebut memang mengurangi kerusakan Sungai Bengawan Solo.

Namun tampak para penambang pasir yang melakukan penambangan di Samping jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Padangan, tepatnya di Desa Padangan dan Dusun Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, yang jaraknya sangat dekat sekitar 500 sampai 800 meter dari jembatan. "Sudah lama penambangan manual ini sejak tidak ada sedot pasir dengan mekanik," kata Sirin, warga Kecamatan Kasiman.

Belum diketahui jelas, apakah penambangan pasir manual harus berapa jaraknya dari jembatan, dan apakah diperbolehkan melakukan penambangan di samping jembatan meskipun dengan cara manual.

Ketika suarabojonegoro.com mencoba menghubungi Kepala Badan Lingkungan Hidup Pemkab Bojonegoro, belum mendapatkan jawaban karena saat di hubungi melalui telephone belum juga diangkat. (Gus/Nell)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .