Perencanaan Pengadaan Barang Dan Jasa 2016 Harus Selektif Dan Tepat Perencanaan

Suara Bojonegoro     Selasa, Desember 29, 2015    

Reporter : Sulistya Windya

suarabojonegoro.com - Secara khusus orang Nomor satu di jajaran Kabupaten Bojonegoro, Kang Yoto di hadapan seluruh peserta Workshop Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (RAD-PPK) melalui pelatihan aplikasi SIRUP, SIPPEM dan Penerapan Standart Belanja Umum Lingkup Pemkab Bojonegoro agar kinerja ditahun 2016 nanti menjadi lebih baik lagi. Salah satunya adalah pada perencanaan pengadaan barang dan jasa harus selektif dan tepat mulai perencanaan dan penjadwalan.

Oleh karenanya beberapa hal yang harus dicermati antara lain adalah nomer klatur, Rencana Kerja Anggaran (RKA), perencanaan penjadwalan, SBU dan sistem yang tepat untuk memonitoring setiap pengadaan barang dan jasa. Bupati berpesan agar para asisten untuk melakukan pemantauan sekaligus memonitoring kinerja SKPD di bawahnya agar kinerja akan lebih maksimal.

Diibaratkan Bupati bahwa kita harus cerdas menyikapi semisal jika benalu, lemak ataukah kanker maka harus dipotong ataukah dibunuh. Selanjutnya adalah daun, ranting agar selektif mana yang harus dipotong ataukah dipangkas agar tak membebani.

Dalam kesempatan ini pula, Bupati mengingatkan bahwa yang menjadi kunci adalah jangan ada niatan untuk melakukan kejahatan atau korupsi. Jika ada kekeliruan itu hal lumrah asal bukan kekeliruan yang memang disengaja untuk mendapatkan keuntungan.

Yang pastinya kekeliruan yang dilakukan berulang dan dalam jangka waktu yang panjang bisa dikategorikan tindakan kriminal.

Lebih lanjut Bupati, menyampaikan dalam melakukan tugas utamanya adalah dimulai dari niatan selama niat bekerja baik maka pekerjaan itu akan baik namun sebaliknya jika niatan awal sudah buruk maka suatu saat akan diketahui. Dijelaskan seperti halnya adanya SBU dilakukan untuk mengurangi kesalahan dan meminimalisir terjadinya kerugian negara yang pada akhirnya akan berdampak pada tindakan melawan hukum.

Jangan ingin mendapatkan penghasilan yang memang bukan hak kita apalagi jika itu berpotensi merugikan negara. Selanjutnya Bupati juga berpesan agar seluruh jajaran di Pemkab Bojonegoro jangan menjadi pribadi-pribadi yang buruk semisal adalah merasa bahagia jika berhasil menunjukkan kesalahan teman atau kawan apalagi dalan SKPD. Namun harus saling bekerjasama dengan tim agar kinerja menjadi semakin maksimal.

Diakhir sambutannya Bupati menyampaikan ada delapan tingkatan pegawai yakni penjahat, peminta, pengharap-harap, penerima, pegawai, produsen, marketer dan tingkatan tertinggi adalah dalam bekerja tak mengharapkan apapun selain karena niatan tulus ikhlas dan bekerja adalah ibadah semata. Yang utama adalah tak ada niatan buruk untuk mengumpulkan kekayaan dengan cara merugikan negara.

Sementara itu, Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Bojonegoro, Nur Sujito dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini adalah meningkatkan mental pegawai agar patuh terhadap proses transparansi, dan sistem pelaksanaan pembangunan sekaligus proses transparansi dalam pengadaan barang maupun jasa.

Ditambahkan, kegiatan ini akan dilakukan selama dua hari yakni 28 dan 29 Desember yang diikuti oleh Kepala SKPD, Bendahara pengelola barang serta staf yang menangani SIRUP dan SIPPEM. Dengan narasumber dari kejaksaan negeri Bojonegoro. (wind/**)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .