Tahun 2015, Perceraian Mencapai 2.890 Di Pengadilan Agama Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Selasa, Desember 29, 2015    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Angka perceraian di Kabupaten Bojonegoro, termasuk mencapai angka yang tinggi, di sepanjang tahun 2015 sedikitnya ada 2.890 gugatan perceraian yang diajukan ke Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro, seperti yang disampaikan Wakil Panitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, Sholikin Jamik, Selasa (29/12/15).

Menurut Sholikin Jamik dari sebanyak 2.890 ini diantaranya adalah 1.065 pengajuan cerai talak yang dilakukan oleh pihak suami, dan 1.825 perkara gugat cerai yang dilakukan dari pihak istri.

Dijelaskan bahwa antarai cerai talak dan cerai gugat Keduanya memiliki konsekuensi sama, yaitu keputusannya sama-sama cerai, dan kesemuanya dikarenakan banyak penyebab.

"Diantara penyebab banyaknya cerai gugat adalah karena tidak ada tanggung jawab suami kepada istri, serta adanya pernikahan dini," kata Sholikin Jamik.

Tidak hanya soal tanggung jawab ekonomi saja yang menjadikan penyebab perceraian, soal psikiologi yang masih mentah juga sangat memungkinkan untuk tidak melanjutkan bahtera rumah tangga mereka.

Jumlah perceraian sepanjang tahun 2015 menurun dibanding tahun 2014. Tahun lalu, jumlah cerai talak sebanyak 1.079, menurun sebanyak 14 perkara. Jumlah cerai gugat juga menurun, tahun lalu sebanyak 1.846 perkara, menurun 21 perkara dibanding tahun 2015. (Gus)

Foto: Ilustrasi

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .