Terong Donan, Jujukan Tengkulak & Study Banding

Suara Bojonegoro     Rabu, Desember 30, 2015    

Reporter: Sulistya Windya 

suarabojonegoro.com - Terong....rasanya sudah sangat akrab dengan telinga kita. Namun tahukah kita jika Bojonegoro ternyata menjadi penghasil terong. Nah salah satu daerah penghasil terong di Bojonegoro adalah Desa Donan Kecamatan Purwosari. 

Desa yang terletak di tengah hutan milik Perhutani ini ternyata menghasilkan terong kualitas super. Kepastian ini kami dapatkan setelah melihat langsung dan bertemu dengan Kepala Desa Donan. Muhamad Darmadji yang akrab dengan panggilan Adji, beberapa waktu lalu. 

Menurut Kepala Desa Donan, tanaman terong ini menjadi pilihan untuk dibudiddayakan di Desa Donan. Apalagi karakteristik tanah di desa Donan yang cenderung kering, maka pilihan jatuh pada tanaman bernama latin Solanum melongena ini. Saat ini luasan tanaman terong di desanya mencapai 150 hektar diantaranya ada ditegalan dan tanah kawasan hutan. 

Seminggu lagi, lanjutnya, petani terong di Desa Donan akan menikmati berkah manis tanaman ini. Ya seminggu kedepan diperkirakan mereka memasuki musim panen. Saat ini harga terong per karung antara 20 sampai dengan 25 ribu rupiah. Harga ini sudah lebih baik jika dibandingkan beberapa waktu lalu. 

Terong mengalami fase-fase harga tertinggi biasanya adalah saat musim kemarau dan menjelang Hari Raya. Pada saat seperti itu harga per sak terong bisa mencapai 45 ribu sampai dengan 60 ribu rupiah. Namun saat musim panen harga pernah jatuh sampai 5.000 rupiah setiap saknya. Oleh karenanya untuk mensiasati hal ini dirinya kini bersama dengan Anggota Tim Penggerak PKK desa Donan memodifikasi terong ini menjadi aneka produk mulai dodol terong, keripik terong dan kerupuk terong. Hanya saja kami masih terkendala masalah pemasaran produk olahan terong ini. 

Terong donan terkenal akan kualitas mulai ukuran buah yang besar yang bisa mencapai sebetis orang dewasa, selain itu rasa manis dan buah yang tak hancur ketika dimasak membuat terong donan mendapatkan hati dipasaran. Biasanya dimusim panen terong donan ini diminati tak hanya tengkulak Bojonegoro akan tetapi luar Bojonegoro seperti, purwodadi, madiun dan beberapa kota di jawa tengah. 

Adji mengungkapkan saat musim panen dalam satu hari biasanya tak kurang 17 truk mengangkut hasil bumi dari Desa Donan keberbagai daerah. Melihat potensi ini kedepan dirinya tak hanya mengajak warganya menanam terong akan tetapi melirik tanaman lain yakni singkong untuk dibudidayakan utamanya didaerah hutan. 

Ditambahkan Adji, terong donan tak hanya dikenal buahnya akan tetapi kesuksessan petani juga membuat beberapa daerah tetangga seperti magetan dan ponorogo melakukan kunjungan dan study banding tentang budidaya tanaman terong di Desa Donan Kecamatan Purwosari. Dua kabupaten itu yang beberapa waktu lalu melakukan lawatan dan belajar bersama petani Desa Donan. 

Pak Andik salah satu petani terong di Desa Donan ketika ditemui Humas menjelaskan budidaya tanaman terong ini dipandang lebih menjanjikan jika dibanding tanaman lain semisal padi. Karena kabanyakan tanah di desanya merupakan sawah tadah hujan. Yang hanya produktif saat musim penghujan, oleh karenanya sejak 5 tahun lalu banyak warga yang memilih untuk menanam tanaman buah terong di tanah mereka. 

Apalagi terong tak memerlukan perawatan khusus hanya mengolah tanah, cukup air dan pupuk serta obat-obatan untuk mengobati serangan hama. Biasanya tanaman terong ini diserang oleh hama cabuk dan keriting daun. 

Mulai hari ini dirinya sudah mulai bisa panen terong, saat ini harga perbuah tanaman ini antara 500-750 rupiah per buah. Minggu depan dirinya akan mulai panen terong secara maksimal. Yang menguntungkan dari budidaya tanaman ini adalah musim panen yang bisa mencapai 3 bulan lebih jika dirawat dengan baik dan setiap hari bisa dipanen.

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .