1 Tahun Komunitas Pencak Silat Di Bojonegoro, Upaya Perdamaian Antar Warga Silat Tak Kan Henti

Suara Bojonegoro     Minggu, Januari 03, 2016    

Reporter: Agus Suseno

suarabojonegoro.com- Perdamaian adalah kata kata yang indah, namun tidak mudah dalam menjalaninya, Upaya untuk menciptakan perdamaian tidak sedikit pula sandungan dan tentunya perlu pengorbanan pula, apalagi kalau sudah ada yang menuding dan mempolitisir Upaya perdamaian ke arah yang Negatif.

Berawal dari Nama PP IPSI (Pasukan Perdamaian Pencak Silat Indonesia) yang berpusat di Madiun, salah satu anggota silat salah satu perguruan, bernama Bima Rahmad berinisiatif mengikuti jejak Warga silat lain diluar kota yang bergabung didalam PP IPSI.

Namun karena ada beberapa anggapan akan menjadi tandingan IPSI, maka Bima, bersama Didik Rianto, Swinarto, dan beberapa warga silat lain yang beda Organisasi ini membentuk Komunitas Pencak Silat Bojonegoro (KPSB-) dengan tujuan yang sama dengan PP IPSI, yaitu menciptakan perdamaian Antar warga Silat khusunya beda nama perguruan dan organisasi.

"Kita memulai dari awal hanya beberapa anggota saja, dan tujuan kita hanya satu menciptakan guyub rukun para pesilat yang diawali dari akar rumput demi kebersamaan dengan beberpaa kegiatan yang Positif," Kata Bima, Minggu (3/1/16).

Tidak ada yang lebih hebat, jika denga silat dapat mengusir penjajah, maka, saatnya dengan silat kita bisa memanfaatkan kebersamaan guna membantu masyarakat, "Lebih penting lagi juga menjaga budaya warisan nenek moyang, dan warisan kebersamaan antar warga silat dan masyarakat," Tambahnya.

Satu tahun telah dilewati oleh Komunitas pencak silat ini, dengan sering melakukan kegiatan positif mulai dari pertemuan, sharing dan saling mengenalkan diri anggota silat satu dengan anggota silat lain yang beda perguruan silat akan mampu membentuk kedamaian dan saling menghargai, menghormati antar warga silat. 

"Selama ini warga silat sering diindentikkan dengan meresahkan masyarakat seiring adanya tawuran yang dikalim dilakukan oleh warga silat, maka dari itu kita akan merubah itu, bahwa para warga silat beda perguruan dapat bersama guyup rukun menjalin kebersamaan dan menciptakan manfaat di masyarakat," Kata Didik Rianto, yang juga pendiri KPSB ini.

Didik dan semua anggota KPSB berharap masyarakat lebih mampu menilai bahwa setiap ada perkelahian, tidak mesti warga silat, sehingga seringnya ada klaim tawuran dari warga silat justru akan lebih memicu perkelahian lebih buruk lagi.

"Guyub rukun yang kita ciptakan ini untuk masyarakat, berharap kami dapat menciptakan kondisi yang lebih nyaman dan tentram dalam kebersamaan, agar kamtibmas lebih terjaga," Pungkas Didik Rianto.

Dalam acara peringatan 1 tahun KPSB ini diadakan syukuran dengan tumpeng bersama karang Taruna Desa Trucuk dan juga perangkat Kepala Desa Trucuk setelah melakukan kegiatan Kerja Bakti bersih makam. (Gus)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .