2015, Penyerapan Pupuk Di Bojonegoro Overload

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 06, 2016    


Reporter: Nella Rachma
suarabojonegoro.com - Evaluasi penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro dipaparkan oleh Sales Supervisor PT Petrokimia Gresik wilayah Bojonegoro, Ngawi dan Magetan Suprapto diruang Paripurna DPRD Bojonegoro saat rapat hearing bersama anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Dinas Pertanian Bojonegoro, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro dan sembilan distributor pupuk yang ada di Bojonegoro. Rabu 06/01/2016.

"Pupuk Indonesia pada tahun 2015 menutup dengan 'Zero Complain' untuk wilayah Bojonegoro," katanya dalam paparanya. 

Menurutnya penyerapan pupuk di Kabupaten Bojonegoro setelah mendapat jatah tambahan dari Provinsi Jawa Timur, untuk jenis Urea alokasi 54,428 ton ditebus oleh distributor 54,442 ton sehingga minus 14 , jenis ZA alokasi 19.340 ton realisasi 19.424 ton sehingga ada kelebihan sekitar 84 ton, jenis SP-36 alokasi 15.092 ton realisasi 15.111 ton terjadi minus 19, jenis Ponska alokasi 39.533 ton realisasi 39.533, jenis Organik alokasi 27.626 realisasi 26.752 sehingga masih ada sisa 874 ton.

"Bagaimana sampai realisasi melebihi kuota, hal tersebut untuk mengamankan Kabupaten sehingga produsen menyalurkan kebutuhan petani sesuai surat yang dikirim Disperta Bojonegoro kepada Provinsi Jatim dan Petrokimia Gresik dengan mengambil alokasi tahun 2016," tambahnya.

Sedangkan, untuk stok terakhir tanggal 05/01/2016 pupuk di gudang penyangga milik Petrokimia Gresik untuk jenis Urea ada 6.912 ton, ZA 3.000 ton, SP-36 2.300 ton, Ponska 3.947 ton dan Organik 1.375 ton,"stok tersebar di lima gudang penyangga milik Petrokimia Gresik yang ada di Bojonegoro," tandasnya.

Namun penyerapan pupuk tinggi tidak dibarengi dengan ketersediaan pupuk bagi petani Bojonegoro, buktinya satu sampai dua bulan lalu DPRD mendapat laporan sulitnya mencari pupuk dan harga yang tinggi. (Ney)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .