2016 Bupati Bojonegoro Canangkan Pemerintahan & Masyarakat Produktif

Suara Bojonegoro     Jumat, Januari 01, 2016    

Reporter: Sulistya Windya

suarabojonegoro.com - Mengakhiri tahun 2015 ini banyak kekhawatiran yang terjadi salah satunya adalah para pengusaha di Jawa Timur yang kini tengah mempertimbangkan untuk memakai tenaga buruh asing daripada lokal dengan pertimbangan upah tenaga buru  asing  jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tenaga lokal. Yakni dikisaran 2 juta rupiah jika dibandingkan dengan UMK di Jawa Timur yang mencapai 3.045.000 rupiah ditahun 2016.

Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil beberapa langkah untuk mengambil peluang investasi bagi Kabupaten Bojonegoro. Hal ini seperti yang tampak pada rapat di Rumah Dinas Bupati yang diikuti oleh seluruh SKPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Apalagi peluang investasi di Bojonegoro saat ini tengah digerakkan. Bupati menyampaikan melihat hal ini maka kita bisa menangkap ini menjadi peluang dan ancaman.

Bupati menyampaikan bahwa untuk mendukung investasi di Kabupaten Bojonegoro ini kita harus menerapkan beberapa hal diantaranya adalah memberikan kemudahan dan insentif kepada pengusaha yang ingin melakukan investasi. Hal selanjutnya adalah Perlindungan terhadap investor harus diperhatikan. Kedua adalah dimana menyerap tenaga kerja lokal di Bojonegoro seperti yang terjadi di Kecamatan Kanor pekerja mayoritas adalah kaum ibu.

Dalam rapat ini Bupati juga menyampaikan agar SKPD mencermati perlu atau tidak adanya pemutakhiran teknologi baik dalam bidang pertanian atau bidang lainnya. Dengan banyaknya penyerapan tenaga kerja ini maka akan terjadi perubahan sosial ditengah masyarakat kita. Kita akan memberikan komitemen penuh untuk mendukung investasi di Bojonegoro. investasi yang prospektif di Kabupaten Bojonegoro adalah garmen, tekstil dan sepatu.

Dengan adanya pertumbuhan iklim investasi di Bojonegoro maka tidak akan terjadi kesenjangan yang tajam di tengah masyarakat. Berlakunya Upah Umum Pedesaan (UUP) di Bojonegoro ini diharapkan menjadi salah satu terbukanya peluang investasi. Bupati mennjelaskan UUP ini jika dikaji lebih lanjut ada dua hal penting yakni UUP merupakan the power of identity and the power of space. Power of space ini adalah mengurangi kesenjangan yang terjadi ditengah masyarakat kita. Ini adalah pilar pembangunan keberlanjutan di Bojonegoro selain adanya dana abadi migas yang akan dikelola untuk kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.  Ditambahkan Bupati penerimaan sektor migas itu fluktuatif sehingga harus dicermati dengan tepat agar tidak terjadi kesalahan.

Pemerintah pusat akan mulai mengoptimalkan anggaran dan beberapa paket kebijakan dan di jajaran Pemkab Bojonegoro adalah melanjutkan enam pilar pembangunan. Ketepatan dan kecepatan inilah yang akan mempengaruhi manfaatkan kehadiran Pemerintah untuk rakyat. Selain itu memastikan agar target RPJMD yang sudah direncanakan akan tercapai dan sukses. Bupatipun berpesan agar seluruh program dan kegiatan SKPD nyambung dengan dinamika keinginan dan kebutuhan rakyat. Jangan sampai tersesat ditengah jalan karena tak koneks dengan kebutuhan masyarakat. Jika diperlukan agar diubah agar bisa nyambung dengan kebutuhan. Pendekatan dan metode harus dicari formulasi yang tepat sehingga tidak ada reaksi.

Demikian pula untuk infrastruktur baik gedung, jembatan, taman maupun lainnya harus diitetapkan standart yang tepat sehingga keberlangsungan pembangunan infrstruktur itu akan berkepanjangan. Jika dimungkinkan akan dilelang terbuka untuk mengelola inftrastruktur yang sudah dibangun di Bojonegoro. Bojonegoro memiliki banyak potensi namun belum tersentuh secara maksimal. Dan membuat skenario pembangunan yang berkelanjutan . Demikian dalam pola kegiatan SKPD agar direncanakan secara maksimal sehingga tidak menumpuk diakhir tahun sehingga menimbulkan kesan kejar tayang.

Catatan lain yang disampaikan Bupati pada rapat ini adalah perlunya ada evaluasi, pembiayaan honor agar diperhatikan secara tepat jangan sampai ganda dan tidak menumpuk disatu titik. Selain itu pencairan untuk DAK Pendidikan yang tahun depan dialokasikan 2 juta rupiah akan dibuat sistem yang tepat apakah berupa voucher. Ditahun 2016 nanti akan pembangunan mushola, masjid dan puskesmas akan diintensifkan maksimal. (Ril/humkab)


© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .