Akankah MEA 2016 Berdayakan Ekonomi Kreatif?

Suara Bojonegoro     Senin, Januari 11, 2016    

Oleh : Heri Kiswanto (Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia)


Perdagangan dan era pasar bebas sedang memasuki Indonesia. Termasuk pelaksanaan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2016 mulai ramai diperbincangkan. Baik di tempat umum, kampus, rumah, hingga warung kopi. Lalu seberapa siap Indonesia menghadapi MEA? Pertanyaan ini sering muncul berkaitan dengan tantangan-tantangan yang masih banyak harus dihadapi.

Tantangan kedepan seperti memperhatikan keberadaan usaha kecil menengah dan ekonomi kreatif, menjadi cerminan bersama menggagas terbentuknya produk lokal yang mampu bersaing dalam perdagangan tingkat internasional dewasa ini. Tanpa mengesampingkan pengembangan produk yang kompetitif dan menarik minat pembeli.

Pertama fokus membangkitkan peran usaha kecil menengah dan ekonomi kreatif berdasarkan kualitas dan persaingan melalui produk-produk lokal yang memacu terwujudnya stabilitas serta gairah ekonomi kerakyatan. Terutama mampu mengangkat keberadaan pasar tradisional yang mulai tersisihkan oleh fungsi pasar modern (Mal, Supermarket, dan lain-lain).

Kedua menyusun konsep yang menarik perlu direncanakan dalam menyambut MEA yang sedang berlangsung saat ini. Pelatihan keterampilan dan kepribadian, harus dikerjakan secara maksimal. Disertai peningkatan kreasi produk nasional, diantaranya batik dan kerajinan tangan harus didorong persiapan dari pemerintah pusat dan daerah.

Ketiga penyediaan tempat bagi pelaku usaha penting dilakukan. Selain dianggap akan mengangkat pamor negara ASEAN, khususnya Indonesia melalui prioritas UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan ekonomi kreatif di daerah. Mestinya, dapat ditunjang pula oleh akses izin dan promosi yang memadai.

Ditambah lagi membentuk pemerintah dan masyarakat produktif untuk menjawab tantangan global. Dapat dibarengi dengan analisa pasar sesuai kebutuhan produk yang menjadi penentu (prospek) permintaan barang dan jasa dikemudian hari.

Dalam hal ini masih banyak aspek dan sektor informal perlu diperbaiki dan dioptimalkan menjadi sebuah peluang usaha yang memiliki peranan dan nilai jual tinggi. Salah satunya hasil kreatifitas industri rumah (home industri) maupun limbah pertanian.

Termasuk, bijak menyikapi permasalahan sumber daya manusia, kesadaran dan keterlibatan berbagai pihak. Dijadikan tolak ukur kesuksesan pelaksanaan Ekonomi ASEAN sukses dilaksanakan. Apalagi sumbangsih pemikiran, ide-ide dan masukan bermanfaat bagi kemajuan perdagangan di masyarakat, sangat diperlukan. Umumnya, bagi pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif.

Keberlangsungan pelaksanaan MEA 2016 tergantung pada peran serta pemerintah dan masyarakat, baik dengan strategi pemasaran yang berdaya saing maupun perencanaan matang. Sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang kerja, bahkan (perubahan) kehidupan Bangsa.

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .