Alokasi Gas Untuk Proyek Flare Belum Jelas

Suara Bojonegoro     Kamis, Januari 21, 2016    

Reporter: Nella Rachma

Suarabojonegoro.com - Rencana PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) bersama mitranya PT Inter Media Energi (IME) untuk kembali melanjutkan proyek flare gas jilid dua yang ada di Dusun Plosolanang Desa Campurejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro nampaknya belum ada kejelasan karena sampai saat ini perjanjian jual beli gas (PJBG) juga belum ada. Kamis (21/1/16)

"Sampai saat ini belum ada komitmen terkait PJBG," kata Field Admint Superitendent (FAS) Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Akbar Pradima.

Dirinya juga tidak bisa memastikan apakah ada alokasi gas sebanyak 10 MMSCFD (million standard cubic feet per day) kepada PT BBS untuk proyek flare gas jilid dua ini, "alokasi bisa jadi ada juga bisa jadi tidak ada. Karena kita fokus ke produksi minyak," tambahnya.

Perlu diketahui saat ini JOB P-PEJ menghasilnkan gas sebanyak 17 MMSCFD (million standard cubic feet per day) dari jumlah tersebut sebanyak 10 sampai 12 MMSCFD diberikan kepada PT Gasuma Federal Indonesia (GFI).

Seperti yang yang diberitakan sebelumnya akhir bulan Januari 2016 PT Inter Media Energi (IME) selaku mitra dari PT BBS (Bojonegoro Bangun Sarana) akan mulai melakukan pembangunan untuk fasilitas produksi Pabrik Gas Flare di Dusun Plosolanang Desa Campurejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meskipun sampai saat ini belum ada kepastian Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) hal tersebut diwujudkan dengan memberikan sosialiasi kepada masyarakat sekitar terkait rencana kembali melanjutkan proyek flare gas jilid dua. (Nell/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .