Catatan Pagi: PMII Unigoro Siap Bantu Boyongan RSUD Demi Kemanusiaan

Suara Bojonegoro     Jumat, Januari 15, 2016    

Oleh: Iwan Zuhdi

SuaraBojonegoro.com -Harusnya menggembirakan Masyarakat Bojonegoro pada Akhir tahun 2015 lalu, karena merupakan  waktu yang ditunggu-tunggu oleh semua masyarakat Bojonegoro pada khususnya, yakni dijadwalkannya Pengaktifan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Sosrodoro Djatikusumo yang berada di Jalan Veteran.

Dengan tidak sesuai penjadwalan awal dan gagalnya ditempatinya RSUD baru dijalan Veteran ini terbukti banyak argumen dari berbagai elemen oraganisasi atau pegiat sosial diwilayah Bojonegoro yang bersifat motivasi untuk segera diaktifkan dan di fungsikan bangunan rumah sakit ini. Salah satunya adalah Organisasi Extra Kampus yang berada di kampus kuning yaitu pmii unigoro, seperti disampaikam oleh Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Bojonegoro (Unigoro).

Selain meminta segera difungsikannya RSUD Baru dijalan Veteran, bahkan para aktivis mahasiswa ini juga siap membantu untuk turun lapangan guna perpindahan dan boyongan RSUD.

"Kami sebagai pelaku kontrol sosial terus berupaya mendiskusikan pelantaran aset Negara ini, dan ketika nantinya sudah ada wacana boyongan dari rumah sakit lama pindah ke rumah sakit baru, kami siap turun lapangan untuk membantu  boyongan, jadi kita tidak hanya siap mendiskusikanya saja," kata ketua PMII Unigoro, Mohhamad Alfian.

Dalam waktu yang sama ketika PMII Unigoro menggelar diskusi raboan, banyak dari kader PMII Unigoro yang berpendapat bahwa pengaktifan RS di Jl.Veteran ini karena menyangkut kemanusian, seperti pasien yang tidak mendapatkan tempar rawat inapndi RSUD akibat overload sehingga dirawat diluarbruangan.

Sedangkan pasien butuh kenyananan dalam mencari kesembuhan, bukan justru mendapatkan perlakuan beban mental harus terbaring di tempat umum dalam RSUD.

"Kalau pandangan saya pegaktifan rumah sakit ini harus berlandaskan kemanusian, jadi ketika kita ngomong orang sakit, maka pelayanan yang manusiawi lah yang diharapkan, jangan sampai seringnya overload masih tetap di lanjutkan, kan itu tidak manusiawi" Tambah Tri Sutanto kader PMII dari fakultas Teknik Sipil.

Dalam hal ini Pemerintah Bojonegoro diharapkan segera mengambil sikap, dan menyisihkan segala persoalan lain, namun bagaimana bertindak cepat dalam rangka memberikan ruang terhadap pasien yang sedang berobat. (**/)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .