Catatan Pagi : Terima Kasih Agnez Mo...

Suara Bojonegoro     Minggu, Januari 17, 2016    

Oleh: Didik Wahyudi

Saya sebagai muslim di nusantara sungguh berterima kasih atas rok yang dikenakan dalam konser ulang tahun televisi swasta di Jakarta, sebuah rok yang indah menurut kacamata fashion dengan tulisan Arab. Meski saya tak menonton konser tersebut tapi sungguh gara-gara rokmu menjadi tahu mana muslim yang hobi marah-marah, yang hobi menghujat dan minim pengetahuan bahasa Arab. Muslim yang dalam otaknya menyamakan "Arab" dengan "Islam", padahal tidak begitu karena agama ini untuk seluruh alam.

Bukan agama lokal untuk Arab, agama kok seperti sambungan telepon lokal. Mereka pikir Arab sama dengan Islam, seluruh Arab pasti Islam padahal tak melulu begitu. Abu Jahal dan Abu Lahab itu fasih bahasa Arab, jika masih hidup mungkin saat datang kesini dianggap seorang syeikh karena pintar bahasa Arab dan berjubah besar menutupi aurat.

Sementara kami hanya bersarung dan pake peci dianggap sebagai muslim second karena tak mirip dengan gaya berpakaian bangsa yang menjadi asal mula agama ini berkembang. Padahal banyak lho guru-guru dari nusantara yang bersarung muridnya berpakaian jubah. Kan ndak begitu to ? Islam tak melulu Arab deh.

Terima kasih Agnez Mo. Gara-gara rokmu kamu mengajari sebagian muslim yang tak tahu bahasa Arabnya persatuan menjadi melek. Mereka tentu akan malu jika masih mempunyai rasa malu sebab belajar bahasa Arab darimu Agnez Mo, tapi kadang agar tetap terhindar dari rasa malu mereka terus menghujat. Rasa malu akan hilang dari dirinya sebab mengimani rasa ingin menghujat, menghujat adalah obat penghilang rasa malu. 

Agnez Mo tahu kan efek samping obat ? Gara-gara kebanyakan obat, saraf malunya udah putus. Berteriak terus untuk mempertontonkan kebodohan. Agnez Mo yang go internasional tentu juga mempunyai hak untuk "memakai" bahasa internasional di rokmu. Juga boleh "memakai" bahasa Arab di BHmu atau cdmu, boleh saja jika kamu suka produk pakaian Arab. Lha wong Arab saja nulis toilet pake bahasa Arab ndak ada yang protes kok, apa mungkin nulis toilet pake bahasa Jawa biar nggak diprotes ? Kan nggak mungkin bingit.

Mungkin mereka tak tahu bahwa kamu itu penyanyi internasional yang masih setia tinggal di Indonesia, yang mungkin sulit dibayangkan bisa menggelar konser di Arab dengan rokmu seperti saat ultah tivi malam itu. Terima kasih Agnez Mo. Kamu memang gadis bertalenta tinggi yang membanggakan, dengan rokmu saja orang sudah banyak yang linglung apalagi dengan lainnya. Ini hanya masalah rokmu saja orang MUI sampai berstatemen, kok ribet banget ya.

Yah inilah jaman saat media hobi banget ngutip status medsos, padahal kalau mau tiap hari tanpa keluar kamar pun wartawan infotaiment bisa bikin berita untuk tiap artis. Bisa ngutip dari para haters artis-artis tersebut dengan atas nama nitizen, beres kan ? Lha mbok profilnya gak jelas kan bisa juga diatas namakan nitizen.

Jangan-jangan yang dikutip media-media itu soal hujatan ke Agnez Mo juga profilnya gak jelas, fotonya palsu dan lain lainnya. Kan aneh banget, ngaku muslim pisan. Hadohhhhh...cepek deh. Terima kasih Agnez Mo, gara-gara rokmu ada semacam peta kecil yang bisa membedakan mana yang kepalanya ada isinya atau tidak. Yang ndak ada isinya kadang punya hobi menghujat, kalau ndak menghujat mulutnya gatal-gatal.

Ya namanya saja mulut knalpot. Kalau masih ada yang menghujat tulisan arab di rokmu itu sama saja dengan menuduh bahasa Inggris sebagai bahasa kafir. Kan kocak banget tuh... Oh.. ya saya juga berterima kasih kamu pernah nyanyi lagu hebat judulnya cinta mati duet dengan ahmad dhani. Lagu ini dulu bikin merinding.



Foto: youtube.com Sumber: http://didikwahyuditulisane.blogspot.co.id/?m=1

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .