Dukun Cabul Gagahi Pelajar SMA

Suara Bojonegoro     Senin, Januari 11, 2016    

Tuban (SuaraBojonegoro.com) – Arizal Albad (32) warga Desa Patihan, Kecamatan Widang, ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tuban, dengan tuduhan telah melakukan pencabulan anak di bawah umur.
Penangkapan tersangka yang berprofesi sebagai dukun atau paranormal ini, bermula ketika korban bernama Rara (Nama Samaran-red), pelajar SMA kelas III di Kabupaten Tuban ini sedang sakit.
Oleh orang tuanya,  korban kemudian di rawat di Puskesmas yang ada di Kecamatan Rengel. 3 hari di rawat, sakit korban tidak lekas sembuh.
Kemudian orang tuanya, merujuk korban untuk di bawa ke RSUD Dr. Koesmo Tuban, namun juga tidak membuahkan hasil. Namun di RSUD, korban di diagnosa sakit demam berdarah.
Karena belum ada tanda-tanda kesembuhannya, orang tua korban kemudian meminta kepada saudaranya untuk mencarikan orang pintar. Karena di suruh, paman korban ini menghubungi tersangka, karena dianggap orang pintar atau dukun yang bisa mengobati penyakit korban.
Setelah dimintai untuk mengobati, tersangka melihat korban di rumah sakit. Bahkan korban oleh tersangka di suruh untuk membawa kerumah tersangka kepada orang tuanya. Diantarkanlah korban kerumah tersangka.
Kepada orang tua korban, tersangka mengaku jika korban sakit karena  di guna-guna. Karena percaya, orang tua korban meminta tersangka untuk mengobatinya. "kemudian korban di bawa ke gua gembul untuk di obati dengan serangkaian ritual katanya," kata AKP Elis Sueandayani, Kasubag Humas Polres Tuban, Senin (11/1/16).
Di lokasi ini, pelaku melancarkan serangkaian tipuan. Tersangka memaksa korban jika pingin sembuh dari penyakitnya harus mengikuti permintaan pelaku.
Korban diminta pelaku untuk melepaskan semua bajunya tanpa pengecualian. Duda satu anak ini kemudian melampiaskan nafus bejatnya kepada korban. Hingga kejadian ini terulang kedua kalinya dengan tempat dan jam yang sama yakni jam 01.00 WIB malam.
"Tersangka melakukan perbuatannya ini dua kali di tempat yang sama,” tambah Elis.
Sementara orang tua korban,  dimintai untuk menunggu proses ritual di atas gua gembul itu sendiri. Dengan alasan tersangka, ritual hanya boleh dilakukan oleh korban. (rur/suarapos)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .