Enggan Beli Minyak Harga Gagak Rimang, TWU Bantah Selama Ini Dapat Diskon

Suara Bojonegoro     Jumat, Januari 15, 2016    

Reporter: Nella Rachma

suarabojonegoro.com - PT Tri Wahana Universal (TWU) memilih untuk menutup kilang minyak miliknya yang ada di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dibandingkan harus membeli minyak mentah dengan harga minyak dengan titik serah di FSO Gagak Rimang. Sebelumnya PT TWU mendapatkan pasokan minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip Blok Cepu bagian pemerintah dengan harga ICP Arjuna minus US$ 3,5 per barel dengan pembelian titik serah dari kepala sumur sehingga tidak ada yang namanya PT TWU mendapat diskon. Jumat (15/1/16)

"Hal ini tidak logis jika PT TWU membeli dengan harga di FSO Gagak Rimang karena cost transportation harus ditanggung oleh TWU," kata Chief Executive Officer (CEO) PT TWU, Rudi Tavinos saat di rumah Bupati Bojonegoro kemarin (14/1).

Selain keberatan karena peraturan SKK Migas yang baru yaitu diharuskannya PT TWU membeli minyak dengan harga titik serah FSO Gagak Rimang bukan dari harga titik serah mulut sumur, pihaknya juga sampai saat ini belum mendapat tanggapan dari pemerintah apakah alokasi negara diberikan kepada kepada TWU atau tidak.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, PT TWU akan menutup kilang minyak yang ada di Bojonegoro pada 20 Januari 2016 besok, akibat penutupan tersebut ada 120 armada lokal terpaksa berhenti, 200 sopir dan kenek yang akan menganggur. (Nell/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .