Gapura Wisata Didirikan di Wilayah Terlarang, Dan Tutupi Papan Larangan

Suara Bojonegoro     Sabtu, Januari 16, 2016    

SuaraBojonegoro.com-Sungguh Ironi, Aturan yang dipasang oleh pemerintah, melalui sebuah pemasangan Papan tulisan yang melarang mendirikan bangunan diarea tersebut, justru berdiri besar gapuran yang diduga dibangun oleh pemerintah sendiri, di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas Bojonegoro. 

Pemandangan tersebut ini tampak terlihat jelas di lokasi pendirian gapura tersebut, Gapura dengan hiasan buah salak bertuliskan Agrowisata Salak yang di bangun berpasangan dengan tulisan Bojonegoro tersebut, justru tampak kontras dengan keberadaan papan larangan dari Pemkab Bojonegoro.

“Yang memasang ya larangan ya Pemkab, yang melanggar ya Pemkab,” komentar salah satu warga yang kebetulan melintasi rel kereta api di sekitar gapura.

Dua buah papan larangan berjarak sekitar 5 meter bertuliskan “Dilarang Mendirikan Bangunan di Sepanjang Sungai/Saluran” itu seolah tanpa makna. Bahkan gapura tersebut, sedikit banyak langsung menghalangi papan larangan berwarna dasar putih dengan tulisan merah tersebut. 

Memang, Pembangunan aksesoris di Bojonegoro, diakui oleh sejumlah pihak mengalami kemajuan yang pesat. Termasuk, sejumlah gapura sebagai penanda kawasan-kawasan tertentu. Beberapa diantaranya adalah gapura penanda kawasan wisata di Kecamatan Kapas dan Dander yang baru saja selesai pembangunannya.

“Bagus, mereka yang melintas jadi tahu bahwa disini ada kawasan wisata,” ujar Fery, warga Desa Bangilan, Kecamatan Kapas. (red/esp)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .