Gas Flare Nyala, Puluhan Warga Geruduk PAD A JOB PPEJ

Suara Bojonegoro     Senin, Januari 25, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com -Sekitar 70 warga menggeruduk Lokasi PAD A JOB-PPEJ (Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java, diBlok Sukowati, yang berada di Desa Campurrejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, malam ini, Senin (25/1/16), dan mereka menuntut agar Pembakaran Gas Suar (Flaring) untuk dimatikan, karena pihak JOB PPEJ belum memenuhi janji kompensasi yang sudah disepakati untuk diberikan terhadap warga yang terkena dampak Flaring beberapa waktu lalu. 

Dari pantuan suarabojonegoro.com dilapangan, Kedatangan warga dari RT. 1 RW. 1 Desa Ngampel, Kecamatan Kapas ini, akibat pihak JOB-PPEJ yang melakukan Ekplorasi dan Ekploitasi Migas (Minyak dan Gas) dan melakukan Flaring sehingga membuat warga Ngampel merasa takut dan cemas akan bau busuk keluar kembali.

Ketua RT 1 Suntoko, mengatakan bahwa kedatangan warga ini setelah melihat adanya api yang nyala dari adanya Flaring, dari Lokasi Proyek Ekplorasi JOB PPEJ, sehingga mereka meminta agar pihak JOB PPEJ menghentikan Flaring dengan alasan pihak JOB PPEJ sudah berjanji untuk tidak melakukan flaring terlebih dahulu. 

"Semua menunggu janji kesepakatan untuk memberikan kompensasi terhadap warga, sehingga saya berusaha menjembatani warga, yang meminta agar flaring dimatikan terlebih dahulu, karena sudah ada kesepakatan saat pertemuan beberapa waktu lalu," Kata Suntoko.

Menurut Suntuko, Adanya Flaring yang nyala membuat warga Ngampel merasa trauma dan terjadi bau busuk serta mual mual, sehingga kekhawatiran warga ini memuncak dan menggeruduk PAD A Meminta bertemu dengan pihak manajemen.

Dijelaskan juga oleh warga yang lain, bahwa para warga ini menuntut kompensasi dan sudah jatuh tempo, dan warga ini tidak ditemui oleh pihak manajemen untuk menagih janji kompensasi yang disepakati oleh sehingga para warga ini juga mengancam akan menggembok pintu gerbang PAD A JOB PPEJ karena dianggap mengingkari janji.

"Mana janjinya ini sudah melewati batas," Kata salah satu warga yang berteriak didepan pintu gerbang PAD A.

Puluhan aparat kemanan dari Polsek Kapas yang dipimpin oleh Kapolsek Kapas, AKP Ngatimin langsung mendatangi lokasi dan berupaya menenangkan warga.

Sementara itu Perwakilan dari JOB PPEJ Nurhasim yang menemui mereka berusaha meminta warga tenang dan akan menghubungi Pihak Manajemen guna menyampaikan tuntutan para warga ini.

"Saya sudah menghubungi pihak Manajemen dan semua besok harus dirapatkan dulu sama pihak manajemen," Jelas Hasyim.

Warga juga mengancam akan membawa persoalan ini ke pihak Polisi, karena merasa dibohongi dan sampai saat ini warga hanya dijanjikan untuk ketemu pihak ahli Produksi dan pimpinan JOB PPEJ, sehingga molor sampai saat ini. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .