Harga Daging Ayam Meroket, Disperindag Akan Survei

Suara Bojonegoro     Jumat, Januari 22, 2016    

Reporter : Sulistya Windya

suarabojonegoro.com - Sejak menjelang hari Natal, dan tahun baru beberapa waktu lalu, harga daging ayam potong terus mengalami kenaikan, hal itu dirasakan oleh para pedagang daging ayam potong di pasar tradisional Bojonegoro.

Menanggapi hal itu Basuki, Kepala Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Pemkab Bojonegoro akan melakukan Survey di pasar pasar guna mengetahui penyebab kenaikan harga ayam tersebut.

"Kita akan lakukan survey dan turun ke pasar agar mengetahui penyebabnya," kata Basuki, Jum'at (22/1/16).

Dikatakan oleh Basuki adapun penyebab terus naiknya harga ayam ini diduga karena pasokan daging ayam yang selalu telat dan produksinya menurun dari tingkat peternak.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan guna meningkatkan produksi," tambah Basuki.

Menurut salah satu pedagang Daging ayam Hj. Nurhayati, mengatakan bahwa tingginya harga daging ayam ini terjadi sejak hari Natal hingga saat ini, dan belum ada penurunan sama sekali. Adapun harga daging ayam potong saat ini mencapai Rp 35 ribu dari harga sebelumnya sebelum Rp 27 ribu, kemudian jenis daging ayam jawa dari harga Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu, ayam petelor/Irak dari harga Rp 25 ribu jadi Rp 40 ribu.

Dengan adanya kenaikan harga ayam dari tengkulak, pedagang merasa kesulitan untuk mendapatkan untung. (Wind/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .