Harga Gabah Capai 4.800 Rupiah Perkilogram

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 20, 2016    

 Reporter: Sulistya Windya

Suarabojonegoro.com — Ratusan petani di Desa Gedungarum, Temu, Kedungprimpen Kecamatan Kanor tengah bahagia karena musim panen kali ini harga gabah mencapai puncaknya yakni Rp 4.800 - Rp 5.000 perkilogram. Rabu (20/1/16)

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Kepala UPT Dinas Pertanian wilayah Kecamatan Kanor, Djumadi ST ketika ditemui humas disebelum pelaksanaan unjuk karya panen raya padi, Djumadi mengungkapkan keberhasilan panen ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dimana hujan turun tak sebegitu lebat sehingga hasil panen dalam kondisi yang bagus.

"Harga gabah mencapai Rp 4.800 - Rp 5.000 perkilogram, harga ini adalah harga tertinggi dalam sejarah saat musim penghujan seperti kali ini," ujar Djumadi.

Luasan panen untuk di Gedungarum mencapai 539 hektar, kemudian Desa Temu luasan panen mencapai 300 hektar dan kedungprimpen luasan 325 hektar sehingga tiga desa yang panen kali ini luasan mencapai 1.164 hektar lebih. Produktiftas untuk panen hari ini mencapai 10 ton setiap hektarnya sehingga jumlah gabah yang dihasilkan 11.640 ton.

Ditambahkan Djumadi, varietas padi yang ditanam di wilayahnya ada 5 varietas yakni ciherang, impari 30, impari 33, sertani dan sogun. "Dari lima varietas ini nantinya akan diuji mana yang menghasilkan produktifitas yang tinggi," jelasnya.

Selanjutnya Robadi, salah seorang petani di Desa Gedungarum Kecamatan Kantor ketika ditemui Humas saat menjelang panen padi menyampaikan bahwa saat ini dirinya adalah musim panen kedua. Harga gabah kering panen dikalangan petani antara 4.600 sampai dengan 4.800 rupiah perkilogram. “Ini bahkan ada yang bisa mencapai 5000 rupiah perkilogram,” tambahnya.

Dituturkan Robadi keberhasilan panen ini di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tanam serempak yang dilakukan oleh petani. Dengan tanam serempak ini maka sebaran hama yang menyerang tanaman padi dapat dinimimalisir. Akan tetapi sebelum musim tanam dulu, petani bersama dengan PPL dan TNI melakukan pembasmian tikus dengan sistem gopyok tikus dengan pengasapan. Efektif mengurangi populasi tikus yang biasanya menyerang tanaman padi. Dirinya mengharapkan agar air tersedia demikian dengan pupuk khususnya menjelang musim tanam tentunya. (Wind/Rill/**)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .