ILES-ILES : MENILIK POTENSI ALAM LOKAL YANG TELAH LAMA TAK TERJAMAH

Suara Bojonegoro     Minggu, Januari 10, 2016    

Oleh: Dewi Kumalasari

Indonesia, negeri dengan sejuta pesona alamnya. Ya, saya yakin ada banyak orang atau bahkan semua orang akan memberikan nilai sedemikian samanya pada negeri dengan tanah yang mudah ditumbuhi banyak aneka ragam tumbuhan, pepohonan yang mudah dihinggapi beragam jenis burung, lautan dimana ikan-ikan beserta turunannya asyik hidup di dalamnya. 

Sudah cukup menjadi alasan kuat jika Indonesia (mungkin) lebih sedikit mampu menjadi lebih unggul dan lebih mandiri dibanding negara lainnya. Pada hakekatnya, adanya alam yang berkecukupan itu tak mungkin bisa bekerja atau mengembangkan potensi sendiri tanpa ada bantuan dari penggunanya, yaitu manusia agar bisa berjalan sinergis, saling memanfaatkan, saling menguntungkan hingga akhirnya mampu mendatangkan kemaslakhatan untuk segala pilar yang ada di dalam suatu ekosistem, baik manusianya maupun alamnya sendiri. Hal inilah yang kemudian menjadi renungan untuk ditinjau lebih dalam oleh manusia, selaku pihak yang pandai mengendalikan lewat akal dan pemikirannya yang luas.

Bojonegoro yang menurut saya sendiri sebagai warga asli sini, adalah daerah yang sangat beruntung karena mampu menjinakkan beragam tanaman untuk bisa hidup di tanahnya. Seperti cotohnya adalah tanaman iles-iles. Biasa disebut oleh masyarakat di Bojonegoro “suweg”.

Fakta yang jelas terlihat jika disinkronkan dengan kondisi manusia saat ini yang notabene (bisa saya bilang) sudah memperlihatkan kebiasaannya yang cenderung mengarah ke pola hidup sedentary lifestyle, dimana pada kondisi ini mereka cenderung memiliki pola makan yang tidak seimbang dibarengi dengan aktifitas fisik yang kurang. Akibatnya, berbagai penyakit menyerang tanpa membedakan usia.

Penyakit yang 20 tahun lalu (mungkin) hanya menyerang mereka yang berusia lanjut, kini sudah menjadi hal yang wajar jika problem tersebut menyerang para pemuda atau pemudinya. Bagaimanapun, faktor pengetahuan dan kesadaran bahwa pentingnya hidup sehat yang menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Di atas sudah tercatat satu masalah yang ada di lingkungan kita saat ini, disamping ada banyak masalah lainnya yang mungkin belum atau tidak terbahas di tulisan ini. Kemudian, permasalahan kedua adalah ada pada kurangnya pemanfaatan potensi alam yang ada di Indonesia. Bayangkan, apabila segala potensi yang seperti saya sampaikan di awal-awal paragraph, bahwa sebenarnya Indonesia ini memang benar memiliki sejuta potensi, termasuk kemudian yang akan didiskusikan adalah potensi alamnya. Jika alam dapat berbicara, (mungkin) Alam akan menuntut kita untuk memanfaatkannya sehingga ia (mungkin) merasa lebih teregenerasi dan terberdayakan.

Ambil saja contoh potensi yang kemudian dapat dijadikan alternatif solusi untuk mengurangi terjadinya permasalahan lanjut adalah dari potensi alamnya, seperti umbi-umbian, termasuk di dalamnya adalah iles-iles atau biasa dikenal sebagai suweg.

Umbi iles-iles sendiri masih banyak terdapat di Indonesia seperti di kota Bojonegoro dan Madiun, karena karakter umbi ini yang mudah tumbuh di daerah tropis. Pada tulisan ini akan saya kenalkan mengenai apa itu iles-iles.

Iles-iles atau dalam bahasa latin Amorphopallus Muelleri Blume,umbi ini memiliki karakter fisik seperti talas, hanya saja terkadang ukuran yang dimilikinya lebih besar dan ditengan umbi terdapat cekungan tempat batang tumbuh.

Di Indonesia umbi ini masih sangat jarang dimanfaatkan, karena didalamnya terdapat Oksalat yang apabila dikonsumsi tanpa ada perlakuan khusus akan menyebabkan rasa gatal sehingga justru sering dibuat gaplek atau tepung kemudian di ekspor ke negara lain seperti jepang, korea dan Thailand untuk kemudian diolah menjadi makanan, obat-obatan maupun kosmetik. 

Oksalat merupakan senyawa berbentuk jarum yang terdenaturasi karena panas pada proses pengolahan dan dapat dikurangi kadarnya melalui cara perendaman dengan larutan garam.

Umbi iles-iles sendiri memiliki kandungan gizi yang tinggi, termasuk salah satunya adalah serat makanan (dietary fiber) yang cocok untuk program diet.

Upaya pemanfaatan umbi ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan pangan yang ada di negara dengan cara mendiversifikasi pangan dengan memanfaatkan potensi alam lokal berupa iles-iles.

*)-Penulis Adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .