Kaji Aturan Yang Dilanggar EMCL Baru Beri Sanksi

Suara Bojonegoro     Selasa, Januari 05, 2016    

Reporter : Nella Rachma

Proyek Lapangan Banyuurip
Suarabojonegoro.com - Pihak legislatif meminta eksekutif untuk melakukan kajian terlebih dahulu untuk memastikan apakah ada aturan yang dilanggar oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dengan terjadinya kemoloran kembali penyelesaian tukar guling Tanah Kas Desa (TKD) Gayam Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur yang saat ini digunakan proyek Lapangan Banyu Urip Blok Cepu oleh operator sebelum menjatuhkan sanksi. Selasa (5/01/16)

"Sanksi ada dua apakah akan diberi sanksi administratif atau pidana," kata wakil ketua komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito.

Menurutnya, khusus untuk pelepasan TKD Gayam aturan yang dipakai adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2007 tentang pedoman pengelolaan kekayaan desa yang bisa digunakan sampai batas waktu akhir tahun 2015 sedangkan jika melewati batas waktu tersebut maka harus berganti menggunakan UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

"Jika eksekutif akan memberi sanksi kepada EMCL, harus terlebih dahulu pelanggaran apa yang dilanggar dalam proses pelepasan," tambahnya. (Nell/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .