Mantan Penganut Gafatar Pulang, Disambut Isak Tangis Keluarga

Suara Bojonegoro     Rabu, Januari 27, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

Tuban (suarabojonegoro.com ) - Kepulangan mantan anggota Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) Yuanita Wulan Sari beserta suaminya Patria Setiawan dan anaknya Jesica Avril Setiawardani, asal Perumahan Tasikmadu, Gang Cendana III, Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang ini kerumah orang tuanya disambut isak tangis keluarga dan kerabat serta tetangganya.

Kedua orang tuanya sangat merasa terharu dan senang atas kepulangan anak menantu dan cucu mereka yang sejak 6 bulan lalu pergi tanpa ada kabar.

Tatik Mudiarti, berharap anaknya segera bisa pulih kembali setelah istirahat dan bisa melanjutkan kembali berjualan seperti semula. “ya senang karena mereka bisa pulang dengan selamat. Setelah istirahat nanti saya berharap dia bisa melanjutkan jualannya kembali,” tutur Tatik.

Satu keluarga mantan anggota Gafatar ini Mereka di jemput oleh Pemkab Tuban dari Surabaya, kemudian di antarkan ke rumah masing-masing. Kepada wartawan, Yuanita mengaku jika di Mentawai, Kalimantan Barat, mereka hanya bercocok tanam.

“kita di sana itu bertani, dan saya mengajar anak-anak,” katanya kepada wartawan, Selasa, 26 Januari 2016.

Dari penuturannya, Yuanita bersama anggota lainnya yang di sana lebih memilih bercocok tanam, seperti tanaman jagung, buncis, buah naga serta nanas yang siap di panen.

Namun sejak tidak di akui oleh pemerintah, akhirnya asetnya yang ada di sana mengaku hilang, karena seluruh anggota lainnya pulang. Aset-aset itu, didapat anggota karena adanya iuran seluruha anggota yang ada di sana.

“setiap anggota Kepala Keluarga (KK) punya aset, mulai ternak, ayam, bebek juga ada ternak lele,” lanjutnya.

Gabungnya dirinya beserta suaminya menjadi anggota Gafatar, karena organisasi tersebut diketahui memang hanya berkiprah ke dunia sosial dan budaya. “kalau soal urusan idilogi itu tidak ada. Dan saya rasa juga tidak ada penyimpangan,” papar Yuanita kepada belasan awak media yang mewancarainya.

Pulang dari Kalimantan sekarang ini, Yuanita dan suaminya mengaku akan melanjutkan usaha jualan rolado yang telah di rintisnya sebelum dia menjadi anggota Gafatar.

Dia juga berharap, Pemerintah Kabupaten Tuban memberikan pinjaman lahan pertanian, agar bisa meneruskan pertaniannya.

"saya masih mau bertani, jika memang pemerintah mau meminjami lahan area pertanian”. Pungkasnya.

Pasangan suami istri yang pergi dua bulan yang lalu ini, dipulangkan bersama eks anggota Gafatar lainnya, yakni Imam Syafi’i dan istrinya Siti Farida Nuraina serta anaknya Aditya, asal Desa Kinanti, Kecamatan Tambakboyo.

Sebelumnya Mantan Gafatar asal Bojonegoro sejumlah 11 orang juga sudah pulang di kampung halaman masing masing, dan dikabarkan lagi masih ada satu keluarga mantan anggota Gafatar dari Kecamatan Baureno, dan belum pulang. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .