Mitroatin Siap Turun, Dari Jabatan Ketua DPRD Apabila RSUD Veteran Tidak Pindah pada Akhir Juli.

Suara Bojonegoro     Senin, Januari 18, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com -Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin, menyatakan jika tidak sampai pada akhir bulan Juli 2016, Mitroatin berjanji siap turun dari Jabatan DPRD, apabila RSUD Sosrodoro Djatikusumo, dijalan Veteran, "Saya siap turun dari jabatan saya apabila akhir bulan juli ini RSUD tidak difungsikan," Kata Mitroatin, Senin (18/1/16).

Hal itu disampaikan oleh Mitroatin, dihadapan Mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD, Bojonegoro yang menuntut segera difungsikannya RSUD dijalan Veteran. 

Menanggapi ungkapan ketua DPRD ini, mahasiswa merasa lega setelah mendengarkan ungkapan Mitroatin, sehingga dengan adanya ucapan tersebut akan menjadi dukungan aksi Para mahasiswa yang tergabung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Bojonegoro.

"Semoga ucapan ketua DPRD Bojonegoro bisa menjadi kenyataan dan juga bisa menjadi acuan percepatan perpindahan RSUD secepatnya," Kata Ketua PMII Ahmad Syahid dalam orasinya.

Bahu membahu dengan legislatif agar apa kata pihak Direktur RSUD bahwa akhir Juli akan pindah Namun berbeda dengan ucapan Dr. Hariono, Direktur RSUD Sosrodoro Djatikusumo, yang dianggap tidak pasti dan menggantung oleh para mahasiswa yang sedang melakukan aksi.

Menurut Hariono dihadapan peserta unjuk rasa, dia menyampaikan bahwa Semuanya butuh proses, dan semua proses sudah dilaksanakan, karena perpindahan RSUD tidak segampang yang dibayangkan.

"Keinginan saya melebihi teman teman, akan tetapi tetap belum bisa memastikan, Semua sudah proses tapi belum bisa di pastikan," Kata Hariono. 

Kekecewaan para mahasiswa peserta aksi unjuk rasa ini tampak ketika Direktur RSUD tak memberikan jawaban pasti apakah pada akhir juli akan dipastikan RSUD bakal pindah, sehingga peserta aksi menganggap bahwa pihak RSUD akan selalu beralasan sehingga pernyataan dari berbagai pihak terkait perpindahan RSUD masih dianggap mengambang tanpa ada ketegasan dan kepastian dari pihak RSUD.

Aksi mahasiswa PMII Bojonegoro ini dilakukan karena RSUD sudah sering terjadi Overloas pasien, dan hal ini menjadi keprihatinan para mahasiswa PMII, karena seharusnya pasien mendapatkan tempat yang layak untuk memeperoleh pengobatan di RSUD.

Sebelumnya para mahasiswa ini berorasi di Bundaran Sumbang, dan juga didepan kantor DPRD dan sempat terjadi kericuhan, dan kericuhan juga kembali didepan pagar masuk Kantor Pemkab saat mahasiswa membakar ban.

Dan peserta aksi ini juga sangat kecewa ketika keinginanya bertemu dengan Bupati Suyoto tak kesampaian, dan akhirnya diluapkan dengan membakar ban mobil, dan berhasil dihalau Polisi. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .