Nikmati "Koplak" (Kopi Salak) Tanjungharjo, Juga Nunggu Dikelola

Suara Bojonegoro     Minggu, Januari 31, 2016    



Ada pemahaman, bahwa mereka yang mempunyai tekanan darah tinggi akan menghindari mengkonsumsi kopi. Ada benarnya, kandungan kafein di dalamnya telah terbukti dapat menaikkan tekanan darah, meskipun hanya sesaat dan belum tentu menyebabkan hipertensi kronis. Namun, kopi yang satu ini disebutkan justru dapat meredam pemicu hipertensi, kopi ini mulai dikembangkan di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur.


Kopi Salak, disingkat "Koplak" demikian disebutnya, yang ternyata kopi salak ini sama sekali tak menggunakan bahan biji kopi. “Bahannya dari biji salak, rasanya ada kemiripan dengan kopi biasa, hanya aroma salaknya terasa benar,” ujar Mukti, warga setempat. Menurut Mukti, yang beberapa kali mengikuti pembinaan oleh Pemerintah Desa Tanjungharjo, Kopi Salak mempunyai manfaat bagi kesehatan, selain mengurangi resiko hipertensi, juga untuk mengikis asam urat dan mencegah penyakit gula darah (diabetes).
Di kawasan Agrowisata Salak Tanjungharjo, secangkir Kopi Salak dijual dengan harga yang relatif sama dengan kopi biasa. “Harganya ya tetap, secangkir dua ribu rupiah,” tambahnya. Hanya saja, keberadaan kopi salak di Tanjungharjo masih belum dikelola dengan baik, yakni baru ada ketika di kawasan tersebut digelar acara.
Bahkan, hingga saat ini biji-biji salak di Desa Tanjungharjo belum terjamah oleh pengelolaan yang sebenarnya mampu mendatangkan nilai ekonomis. “Kalau mencari bahannya, ya ngambil bekas orang-orang makan salak,” jelasnya. Belum ada program yang mengarah pada pemanfaatan biji salak secara ekonomis, bahkan tak satupun warga di kawasan tersebut yang berinisiatif untuk melakukan stok bubuk kopi salak.
“Rata-rata merasa bahwa kopi salak tak akan laku dijual,” jelasnya. Untuk menikmati secangkir kopi salak ini, sementara ini hanya akan dapat dijumpai saat ada kunjungan ataupun acara-acara yang berkaitan dengan wisata di tempat tersebut. Padahal, di daerah lain, kopi salak telah menjadi komoditas yang memberi nilai lebih terhadap kehidupan warganya. (red/esp)


Foto Ilustrasi: Tokopedia.com

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .