Oknum Wartawan Trans 9 Dibekuk Polisi, Setelah Peras Tukang Las

Suara Bojonegoro     Sabtu, Januari 02, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

Tuban (suarabojonegoro.com)  - Setelah beberapa waktu lalu, Polres Tuban berhasil meringkus beberapa oknum Wartawan dari Media Jejak Kasus, karena dugaan pemerasan,  kali ini Polisi berhasil menangkap kembali oknum wartawan yang mengaku dari media Trans 9, bernama To'im, warga Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Toim yang merupakan oknum wartawan koran mingguan Trans 9, disuga kuat telah memeras Iwan Budiyanto (35), seorang tukang las warga Jalan Ngemplak, Kelurahan Sidorejo, Tuban, Jum'at (1/1/15) kemarin.

Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suharta membenarkan bahwa pihaknya mengamankan Oknum Wartawan Trans 9 yang melakukan tindak pemerasan, pelaku ditangkap sekitar pukul 10.30 WIB saat berada di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Swalayan Samudra, Jalab Diponegoro, Tuban.

"Kami masih memeriksa pelaku serta saksi saksi dan korban ," Kata AKP Suharta kepada awak media.

Dijelaskan oleh korban, Iwan Budiyanto, awal pemerasan yang dilakukan kepada dirinya tersebut berawal atas tuduhan pencurian helm terhadap dirinya.

Padahal menurut Iwan, masalah tersebut hanya kesalahpahaman. "Tapi saya diancam ancam terus oleh Oknum wartawan Trans 9 tersebut justru mengancam saya akan menjebloskan ke penjara," Kata Iwan.

Korban juga menjelaskan bahwa oknum Wartawan itu mulanya meminta uang sejumlah Rp.10 juta, tapi melalui nego dan akhirnya dia hanya meminta Rp 4 juta setelah menurunkan harga.

"Saya berikan dia uang Rp. 2.5 juta karena saya diancam terus, dan sisanya saya janjikan besok setelah saya punya uang," Papar Iwan.

Untuk mendapatkan uang itu, Iwan Budiyanto dan kakaknya mencari pinjaman kepada orang lain, dan harus memberikan kepada oknum wartawan trans 9 tersebut.

Sadar menjadi korban pemerasan, karena merasa tak melakukan kesalahan melanggar undang undang Iwan langsung melaporkan peristiwa ini pada pihak kepolisian, dan kini kasusnya ditangani oleh pihak Reskrim Polres Tuban.

Ketua PWI Tuban, Pipit Wibawanto, Kepada wartawan mengatakan meminta kepada aparat penegak hukum agar menindak lanjuti kasus tersebut, dikarenakan sudah melanggar kode etik jurnalistik, dan tindakan pemerasan adalah pidana yang tidak dibenarkan dalam kegiatan jurnalis. 

"Jelas dalam kode etik dan kegiatan kewartawanan dilarang keras melakukan pemerasan terhadap nara sumber dan itu bukan prilaku wartawan yang sesungguhnya," Terang Pipit.

Pipit menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai apabila ada wartawan yang melakukan tindakan pemerasan, dan diharapkan segera melapor ke Polisi jika mengetahui hal tersebut. (Ang)

Foto ilustrasi: usmany.deviantart.con

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .