Peduli Budaya, Pria Pendatang Ini Kembangkan Budaya Jaranan Reog di Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Senin, Januari 11, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro


SuaraBojonegoro.com -Semakin menggemanya hiburan masa kini, yang menggerus budaya warisan luhur nenek moyang yang menceritakan banyak guratan sejarah, tak membuat pria asal Tulungaggung ini, berhenti mengusap keringat untuk mengembangkan Budaya Jaranan Reog di Bojonegoro.

Bopo Suroso, warga Jalan Pondok Pinang, kelurahan Sukorejo, Bojonegoro ini dengan semangatnya yang tinggi mampu mengunggah semangat para remaja untuk meneruskan kesenian tradisional Reog Jaranan, di Bojonegoro. 

Berawal tahun 1999, Bopo Roso, mulai memperkenalkan bibit bibit generasi yang mau dan peduli mempertahankan dan melestarikan seni Reog Jaranan asli Jawa Timur ini, tak lupa pula juga melestarikan Budaya Bojonegoro asli yaitu seni Kalongking yang juga sudah dilupakan oleh sebagian masyarakat Bojonegoro.

"Seni Budaya warisan nenek moyang kita, ini memang tak mudah untuk mempertahankan, apalagi pengembangan, sabar, telaten dan bisa memberikan pengertian kepada generasi, pasti akan dapat berjalan," Kata Bopo Roso.

Pria Kelahiran 27 Juni 1963 ini memulai pengembangan seni musik Jaranan dari lingkungan keluarga dan Sanak saudaranya, dari Dusun Gempol, Desa Growok Kecamatan Dander, dirinya mengumpulkan para anak anak muda, dan diajarkan tentang seni Reog jaranan ini.

"Memang dengan pendekatan, sedikit femi sedikit kita ajarkan, dan memang tidak mudah untuk mempelajari seni Jaranan Reog ini," Kata Pria yang juga bekerja di sebuah Perusahaan Minyak dan Gas JOB PPEJ di Blok Sukowati.

Rumah yang menjadi tempat tinggalnya di jalan Pondok Pinang, dikemas sedemikian rupa menjadi sanggar seni kecil, dan anak anak didiknya berlatih dirumahnya, dengan dibanti beberapa rekannya yang juga seorang pecinta Budaya, Pak Dhe Uban. 

Bopo Suroso memang tidak menjual seni budaya warisan Bangsa, karena memang tak ternilai, Reog Jaranan merupakan sebuah kebanggaan bangsa, pelestarian dan menjaga serta memperkenalkan kepada masyarakat luas adalah kewajiban bagi Bopo Suroso.

Dengan Nama Turonggo Muda Bhirawa, Bopo roso kini mulai dikenal dikhalayak dengan seni Muda Jaranan dengan para pemainnya yang tergolong muda muda dan anak anak ini, mereka sangat lihai dalam memainkan tari jaranan maupun tari topeng.

"Keinginan saya hanya mempertahankan dan melestarikan Budaya budaya leluhur kita jangan sampai terlupakan dan berhenti dikita yang sudah tua," Jelas Bopo Suroso.

Setiap hari tak sedikit anak anak dan remaja yang datang ke rumahnya untuk sekedar berlatih, dan itupun tak membuat Bopo Suroso canggung atau bosan dengan kedatangan mereka, dengan sabar dirinya terus memberikan pelatihan pelatihan seni Reog Jaranan.

Pak Dhe Uban, saah satu rekan dan sahabat Bopo Roso yang selalu mendampingi dan juga sesama pecinta seni Reog Jaranan ini juga melakukan publikasi melalui foto foto bidikannya dan di perkenalkan kepada khalayak melalui berbagai Media Sosial.

"Saya menyayangkan jika budaya kita ini nantinya akan terus tertinggal, dengan berbagai cara yang positif, kita harus mampu mengembangkannya," Kata Pak Dhe Uban.

Pria yang juga sebagai tenaga Pengajar di Kabupaten Tuban ini juga tak pernah lelah mengabadikan momen momen seni budaya tradisional, agar masyarakat semakin tahu dan menyadari bahwa warisan luhur Budaya bangsa ini patut terus dijaga dan dilestarikan. (Ang)


Foto-foto : Dhe Uban

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .