Pemimpin Idaman Semua Rakyat

Suara Bojonegoro     Jumat, Januari 29, 2016    

Oleh : Didik Wahyudi

(Bismika Allahumma Ahya Wa Amut)

Beliau adalah pemimpin kelas dunia serta negarawan yang jujur melebihi pemimpin yang ada di dunia ini. Pemimpin yang tak ada tandingannya, pemimpin visioner, pemimpin yang membawa mimpi-mimpi indah, motivator handal dan pemimpin yang selalu menepati janji politiknya. Tak ada seperti beliau yang selalu tepat waktu menetapi janji. Karena pintar meredam syahwat politiknya, beliau ikhlas sepenuh hati mengabdi menjadi pemimpin di kota kecil Bojonegoro. Tak ada keinginan untuk mencalonkan diri menjadi gubernur ataupun loby menempati posisi menjadi menteri.

Tak ada sama sekali. Pemimpin kelas dunia yang mau menjadi pemimpin di kota kecil, sungguh berkah bagi rakyat kota ini. Saya akan menceritakan kehebatan dalam memimpin dan prestasinya yang tak akan dimiliki oleh Bupati di negeri ini. Prestasi yang lebih dari melebihi Lamongan seperti dulu saat awal-awal merintis menjadi pemimpin. Melompat dan berlari lebih kencang meraih prestasi, from zero to hero. 

Pertama, segera memanfaatkan bangunan warisan dari bupati sebelumnya agar bermanfaat untuk rakyat, salah satunya adalah bangunan rumah sakit di jalan veteran. Beliau langsung menggenjot kinerja setelah terpilih menjadi Bupati pada akhir tahun 2007 lalu dan terpilih kembali  untuk periode kedua.

Segera melupakan luka politik, tak menyimpan dendam politik dan bersih hati untuk melanjutkan program yang bermanfaat bagi rakyat. Buktinya dengan bangunan RS yang mewah dengan menghabiskan dana 110-an Milyard di jalan Veteran sejak tahun 2007 sudah difungsikan dan kini sudah dipenuhi oleh pasien BPJS, dengan ruangan yang luas serta ber-AC. Pengoperasian bangunan RS di jalan Veteran ini dimulai dengan langsung membayar tunggakan dari bupati sebelumnya ke pihak kontraktor, tak berlarut-larut dalam polemik sebab hal itu hanya akan mengganggu kinerja pelayanan kepada rakyat. Prinsip yang baik langsung bayar setelah proyek selesai juga dilakukan dalam pengadaan pupuk tahun 2009 di Dishutbun senilai 5 milyard-an, dan selain itu juga agar uang negara tak habis untuk membayar bunga bank. Beliau tak menginginkan investor lari dari Bojonegoro sebab kepercayaan itu penting dalam bisnis.

Dulu banyak pasien terlantar menempati lorong-lorong rumah sakit karena overload itu tinggal kenangan, itu dulu sekali. Tak ada lagi keluhan dari pasien karena dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit di jalan Veteren. Semua itu terwujud berkat keberanian beliau dalam mengambil keputusan meski dengan biaya pindah yang tak sedikit.

Berkat keputusan tersebut beliau mendapatkan ucapan terima kasih yang tak henti-henti dari para pasien BPJS. Terima kasih Kang, begitu ucap pasien BPJS yang tak lagi merasa sumuk serta berdesak-desakan seperti di pasar. Berkat jasa beliau, rumah sakit di jalan Veteran menjadi tempat yang menyenangkan bagi pasien miskin. Kedua, program pemberdayaan bagi PKL dengan pendanaan dari APBD. Beliau adalah contoh nyata pembela wong cilik dengan kasih. Karena beliau sangat tahu bahwa hidup yang disedekahkan untuk membela kepentingan wong cilik seperti para PKL itu adalah perilaku yang mencontoh para Nabi dan Rasul.

Yang perlu dibela adalah orang-orang lemah, mustadh'afin dan orang-orang ekonomi lemah dengan modal kecil. Tak perlu lagi mengucurkan dana milyaran rupiah untuk menanam saham modal bank atau pun BUMD, sebab mereka sudah kuat berdiri sendiri tak perlu dimanjakan lagi. Sejak kepemimpinan beliau, PKL mendapatkan tempat di hati dan pemuliaan dengan langsung membangunkan pusat perekonomian dua lantai bagi mereka di bekas terminal.

Beliau pun membatalkan pembangunan taman kota di lokasi tersebut sebab lebih penting memberdayakan PKL yang bisa memutar roda perekonomian kecil dan bermanfaat bagi banyak keluarga miskin. Sebab beliau berfikir jika keluarga miskin sudah memiliki penghasilan tetap dengan bekerja sebagai PKL tentu akan bisa berlibur di taman kota, untuk taman kota akan dibuatkan di tempat lain. Untuk melengkapi program tersebut pun beliau merancang program DBH untuk PKL. PKL pun tersenyum bahagia dan senang memiliki pemimpin seperti beliau, tak ada lagi penggusuran dan tak ada lagi pengusiran-pengusiran dari trotoar.

Satpol PP sekarang lebih banyak jagongan dengan para PKL di pusat perekonomian dua lantai di bekas terminal lama. Mereka kini menjadi sahabat, antara PKL dan Satpol PP tercipta hubungan kasih sayang wujud dari gagasan beliau sebagai Kabupaten welas asih.

Para PKL pun mengucapkan terima kasih tak henti-hentinya, sebagai wujud terima kasih tersebut para PKL akan menjadikan beliau sebagai pemimpin seumur hidup. Ini karena saking cintanya para PKL kepada beliau, itu dibuktikan lebih dulu selama dua kali Pilkada memilih beliau. Seluruhnya memilih beliau.

Ketiga, program membangun pusat Kebudayaan dan Industri Kreatif yang sudah berjalan dengan baik, seperti yang diungkapkan saudara Agus Sighro di : http://www.suarabojonegoro.com/2016/01/apa-kabar-pusat-kebudayaan-dan-industri.html?m=1. Program ini terwujud berkat ide beliau yang brilian sebab belum ada satu kabupaten atau kota pun yang pernah mewujudkan. Banyak seni tradisi yang mulai punah kembali digali serta ditampilkan dan sekarang banyak digandrungi oleh para pemuda.

Mereka kini lebih suka mengunjungi tempat pusat kebudayaan dan industri kreatif daripada nongkrong di warung kopi. Beliau memberikan banyak inspirasi bagi pemuda untuk mengisi waktu dengan mempelajari seni tradisi warisan leluhur yang adiluhung, yang bisa menanamkan cinta bangsa.

Selain itu kini para pekerja seni teater tak lagi bingung mencari tempat latihan serta pentas karena sudah ada bangunan Pusat Kebudayaan dan Industri Kreatif. Mereka berlatih pagi dan sore di tempat tersebut serta eksplorasi kesenian yang lain untuk dipentaskan keluar daerah pun keluar negeri.

Mereka pun berterima kasih tak henti-henti atas keberhasilan mewujudkan ide nan heroik itu, pantang menyerah dan nyatanya sudah berhasil. Sistem manajemen pengelolaan tempat pusat Kebudayaan dan Industri Kreatif pun berjalan dengan modern, banyak daerah yang mengunjungi tempat tersebut untuk studi banding bahkan rombongan turis tak jarang menonton pentas karya anak-anak Bojonegoro yang kini menemukan kebanggaan terhadap pemimpinnya. 

Ada rencana besar dari kalangan seniman tradisi mulai dari penari tayub, seniman sandur, dalang wayang thengul, para penyanyi dangdut, kelompok seni reog, kelompok seni jaranan hingga para seniman-seniman lawak yang akan mendukung kembali beliau pada pilkada di tahun 2018 nanti untuk periode ketiga kalinya. Alasannya, mereka bahagia lahir bathin dan semakin sejahtera sejak kabupaten penghasil migas ini dipimpin beliau. Sungguh prestasi yang sangat luar biasa, tak ada tandingannya di negeri ini.

Maka sangat layak didukung menjadi Presiden Republik ini menggantikan Jokowi. Banyak sih program-program mulia beliau yang belum sempat saya ceritakan disini tapi saya keburu bangun, gragapen.

(Allahumma innii as-aluka ru'yan shoolihatan shoodiqotan ghoiro kaadzibatin naafi'atan ghoiro dloorrotin, ambil air minum, pipis lalu berwudhu kembali ke kamar tidur.... ZzzzzZzzzzz...)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .