Pemkab Terancam Tidak Bisa Lunasi Hutang Pupuk

Suara Bojonegoro     Minggu, Januari 10, 2016    

Reporter: Nella Rachma

Suarabojonegoro.com -Pada tahun 2015 Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro tidak menggunakan anggaran senilai Rp 5,7 miliar untuk pembayaran hutang pengadaan pupuk tembakau kepada PT Artheis Sakti Persada. Minggu (10/1/16).

"Anggaran tersebut menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPa) dan dianggarkan kembali di APBD tahun 2016," kata sekertaris komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri.

Menurutnya penganggaran kembali untuk pembayaran hutang tidak ada tambahan nilai di APBD tahun 2016 meskipun bunga bank senilai 1,6% setiap bulan dari nilai Rp 2,7 miliar tentunya masih terus berjalan.

"Muncul angka pembayaran hutang Rp 5,7 miliar yang harus dibayar oleh Pemkab Bojonegoro sesuai putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) dari nilai awal Rp 2,7 miliar dan ditambah bungan bank senilai Rp 3 miliar," kata pria yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro ini.

Seperti yang diketahui nilai hutang Rp 5,7 miliar yang harus dibayar Pemkab Bojonegoro tersebut dari hutang awal sebesar Rp 2,7 miliar ditambah bunga sebesar 1,6% setiap bulan.

Dan sampai diawal tahun 2016 ini Pemkab juga masih belum melakukan pembayaran hutang. "Bunga terus berjalan, semakin lama menunggak semakin membengkak angka yang harus dibayarkan," kata wakil ketua komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito beberapa waktu lalu saat usai melakukan kunjungan kerja di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk berkonsultasi terkait mekanisme pembayaran hutang.

Menurutnya angka Rp 5,7 miliar adalah nilai pokok hutang ditambah bunga bank 1,6% per bulan sampai Desember 2014 sedangkan jika hutang dibayar pada tahun 2016 maka bunga bank yang harus dibayarkan juga bertambah sehingga anggaran yang dipasang untuk pembayaran hutang pupuk sebesar Rp 5,7 miliar dipastikan kurang karena bunga bank pada awal Januari sampai Desember 2015 belum masuk dalam hitungan. (Nell/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .