Satu Keluarga Di Tuban Yang Hilang, Masuk Catatan Eks Gafatar Dipulangkan Dari Kalbar

Suara Bojonegoro     Kamis, Januari 21, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

Tuban (suarabojonegoro) - Masih ingat dengan berita satu keluarga yang hilang tak kinjung pulang dan diduga masuk kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yaitu Pasangan suami istri (Pasutri) Patria Budi Setyawan (33), Yunita Wulansari (28) dan anaknya Jessica Avril Setyawardhani yang masih berumur balita? Dan ternyata nama nama tersebut ikut beredar di WasshAp, di daftar kelompok eks Gafatar yang akan dipulangkan, Rabu (20/1/16).

Satu keluarga asal Tuban di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Palang, tepatnya di Jalan Cendana III Nomor 23 RT 08 RW 03 menghilang sejak tiga bulan terakhir dan menjadi sorotan media serta menguatnya dugaan mereka bergabung Gafatar yakni karena ditemukannya formulir keanggotaan dan selembar janji anggota Gafatar di bekas kamar pasutri tersebut.

Orang tua Yunita, Tatik Mudiarti (49) yang ditemui sejumlah awak media saat itu mengungkapkan, anak dan menantunya beserta cucunya itu pamit ke Kalimantan pada 26 Oktober 2015 lalu untuk mencari kerja.

Sejak berangkat ke Kalimantan, Tatik mengaku masih sering komunikasi dengan anaknya itu. Namun, sebulan terakhir ini keduanya sulit dihubungi.

Satu keluarga tersebut adalah dari 1.117 nama dari warga yang diduga mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Desa Moton, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) terusir, lantaran permukiman mereka dibakar warga Selasa 19 Januari kemarin.  

Pemerintah menyebut, ada sekitar 1.117 mantan anggota Gafatar di Kalbar harus dievakuasi, karena penolakan warga sekitar.

Mereka akan di pulangkan ke kampung halaman masing-masing. Selain satu keluarga diduga ada 3 nama lagi warga Tuban adalah Imam Syafii (28), Siti Farida Nuraina (27), dan Aditya (10 bulan). Namun belum bisa diketahui secara detail alamat mereka.

Daftar nama dalam catatan yang beredar di WashApp juga menyebutkan ada 2 nama dari Bojonegoro, adalah Ikhsan (37) dan Endang (20). Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam pesan singkatnya kepada sejumlah media, telah memerintahkan Dirjen Polpum (Politik dan Pemerintahan Umum), segera koordinasi ke daerah daerah, Rabu (20/1/2016). (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .