Stok Minim, Masyarakat Terancam Tidak Terima Raskin

Suara Bojonegoro     Selasa, Januari 12, 2016    

Reporter: Nella Rachma

Suarabojonegoro.com - Masyarakat Bojonegoro terancam tidak menerima beras miskin (raskin) diakhir bulan Februari 2016 jika Perum Bulog tidak menggenjot penyerapan pada bulan Januari ini, hal tersebut dikarenakan stok beras digudang milik Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre III Bojonegoro sampai saat ini hanya tersisa 2.200 ton stok beras. Selasa (12/1/16)

"Tahun ini kami (Bulog) belum melakukan penyerapan," kata Kepala Bulog Sub Divre III Bojonegoro, Efdal M Sulaiman.

Menurutnya pihaknya memperkirakan penyerapan dilakukan sekitar bulan Maret 2016 karena pada bulan tersebut masyarakat petani baru mulai melakukan panen namun jika sebelum bulan tersebut sudah ada petani yang panen dan ingin menjual beras pihaknya juga bersedia untuk membeli dengan harga instruksi presiden (inpres) nomor 5 tahun 2015.

Sementara itu, ketua komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengatakan stok beras 2.200 ton yang saat ini ada digudang bulog hanya mencukupi untuk satu setengah bulan sehingga pada akhir bulan Februari masyarakat dikhawatirkan tidak menerima raskin karena belum ada panen dan masa "paceklik" dan antisipasinya Bulog harus membuka selebar-lebarnya pembelian beras maupun gabah.

"Tapi siapa yang mau menjual kesana (Bulog) karena harga pembelian di bawah pasar," tambahnya.

Lebih lanjut, menurutnya pihak Bulog harus memilih mampu bersaing dengan harga pasar atau saat ini harus segera mencari beras diluar daerah yang sekarang dalam masa panen agar kekurangan stok beras tidak terjadi.
(Nell/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .