Tikus Terus Menjadi Ancaman Di Lahan Pertanian

Suara Bojonegoro     Jumat, Januari 22, 2016    

Reporter: Agus Suseno

suarabojonegoro.com -Sejumlah anggota TNI dari Koramil 0813-02/Kapas, berbaur dengan ratusan petani memburu tikus yang menjadi hama padi, diatas lahan pertanian seluas 50 hektar di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur, Jum'at (22/1/16).

Kekompakan antara TNI dan Petani tersebut, terlihat penuh semangat saat berjibaku memberantas tikus yang meresahkan petani dengan mengganggu tanaman padi, sebab keberadaan tikus itu membuat petani gagal panen.

"Kami akan selalu membantu untuk memberantas hama tikus yang merusak tanaman padi milik petani," ungkap Danramil 0813-02/Kapas, Kapten Inf Heri Warsono.

Sementara itu menurut Kepala Desa Wedi, Mashuri, mengatakan gropyok atau berburu tikus tersebut menggunakan teknik pengemposan atau pengasapan, pasalnya tikus yang diburu bersembunyi didalam lubang disekitaran sawah, sehingga dengan menghirup asap yang dicampur dengan racun tikus tersebut, tikus akan keluar dengan sendirinya dikarenakan mabuk.

"Dengan mengasapi kedalam lubang yang menjadi sarang persembunyian tikus itu, otomatis tikus akan keluar dengan kondisi mabuk, sehingga kita mudah menangkapnya," ujarnya.

Kegiatan Gropyok tikus yang terbagi menjadi tiga kelompok tersebut juga dihadiri oleh Camat Kapas, Sukirno, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Kartini, dan KUPT, Parno. (Gus/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .