TKD Gayam, Kapan Terselesaikan ?

Suara Bojonegoro     Jumat, Januari 08, 2016    

Oleh: Imam Suhadak

Dari mulai Menteri ESDM, SKK Migas, Bupati dan Jajaran Aparatur Pemerintah Daerah Bojonegoro, DPRD, Camat Gayam dan Kades Gayam semua bicara bahwa “ TKD Gayam Selesai Akhir Tahun 2015 “ seharusnya memang sudah terselesaikan pada Akhir Tahun 2015 kemarin, Jika proses itu dilaksanakan dengan “ benar “ .

Pada lelang TKD yang dianggap sebagai lelang Tidak Resmi dan dari dulu hanya di ikuti oleh 4 peserta itu itu saja , seharusnya memakai Sistem Ranking kalau memang lelang itu dianggap Lunak .

CONTOH : Untuk pengadaan tanah pertanian Sdr Kamidin diberikan kesempatan pertama untuk menyelesaikan persyaratan dengan masa yang di tentukan, suatu misal diberi waktu tenggang 2 minggu untuk memenuhi persyaratan yg sdh di tentukan EMCL, serta dengan sanksi apabila dalam waktu 2 minggu tidak bisa menyelesaikan dianggap GUGUR, untuk kemudian digantikan urutan berikutnya dengan tetap mengacu kepada Permendagri No 4 Tahun 2007 mendahulukan penawar yg berada di lokasi Desa Setempat ,.

Demikian juga diberi waktu 2 Minggu dan dengan persyaratan dan sanksi yang sama hingga ke peserta seterusnya , ini baru bisa dikatakan lelang yang FAIR dan ADIL , kita yakin salah satu dari 4 peserta ini akan mampu menyelesaikan TKD Gayam dalam waktu yg sdh ditentukan. 

Permasalahan Tanah dengan segala kerumitan Persyaratan & Aturan belum lagi kerelaan hati dari pemilik tanah terkait harga yang disepakati dan sistem pembayarannya, KetentuanTanah Maksimal 2 hamparan , bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, perkecualian penyedia sdh memiliki data data otentik kepemilikan tanah yang lengkap serta mendapat dukungan tertulis dari pemilik tanah sepenuhnya sebelum lelang, celakanya apabila penyedia diberikan rekomendasi, dan baru mencari tanah ….. biar diberi waktu 1 bulanpun belum tentu TKD akan terselesaikan.

Advis : Pemerintah Desa berhak menolak dan mengembalikan Rekomendasi EMCL melalui musdes apabila dipandang validasi dari kelengkapan data pemenang tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan baik oleh peraturan dari pusat maupun Perdes, apabila dipaksakan akan berdampak lebih buruk lagi bagi Desa dan atau Pemerintah Desa berkewajiban segera melaporkan hasil lelang atau progress yang ada kepada Pemerintah Daerah, mengingat batas waktu tanggal 31 desember 2015 sdh terlampaui , ( daripada dipanggil ).

Keseriusan untuk menyelesaikan TKD Gayam , pertanyaannya hanya 1 ( Satu ) adalah kembali kepada “ kesiapan pendanaannya ( punya duit enggak EMCL saat ini untuk mbayari tanah TKD ) “, tidak terkesan di olor olor menunggu penerapan UU No 2 Tahun 2012 atau barangkali bisa jadi menunggu terbitnya Permendagri yang baru , yang isinya kita juga sama sama belum tahu !

Yang ada hingga hari ini kita semua hanya bisa menunggu dan menunggu kapan TKD Gayam terselesaikan dengan deatline yang enggak jelas tanggal berapa ? bulan berapa ? tahun berapa ? selesainya.

*) Penulis adalah Aktifis LSM yang tinggal di Kecamatan Gayam

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .