Tutupnya Kilang TWU, Akankah Kesempatan BUMD Mendapat Pasokan Minyak?

Suara Bojonegoro     Minggu, Januari 17, 2016    

Reporter: Nella Rachma

SuaraBojonegoro.com - Penutupan kilang minyak milik PT Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tanggal 20 Januari Besok belum dimanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro untuk mendapat pasokan minyak agar rencana membangun kilang di Bojonegoro bisa tercapai. Minggu 17/01/2016.

Selama ini, BUMD Bojonegoro yang dibantu DPRD Bojonegoro sekaligus bantuan langsung Bupati Bojonegoro sudah berkali kali mendatangi pihak yang memiliki pasokan minyak mulai dari Kementrian ESDM, SKK Migas bahkan ke Pertamina ISC (Integrated Supply Chain) namun sampai detik ini kejelasan pasokan minyak belum didapat.

Sekertaris Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengungkapkan bahwa pihaknya besok Senin depan saat rapat dengan dua BUMD Bojonegoro yaitu PT BBS dan PT ADS akan menanyakan apakah kesempatan mundurnya PT TWU bisa dimanfaatkan BUMD Bojonegoro untuk mendapat pasokan minyak, karena seperti yang diketahui PT TWU selama ini mendapat pasokan minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip Blok Cepu untuk kilangnya dengan harga dari mulut sumur namun kabijakan yang terbaru mengharuskan PT TWU membeli minyak dengan harga di FSO Gagak Rimang sehingga cost transportation harus ditanggung oleh PT TWU.

"Itu juga akan kami tanyakan, apakah nantinya jik BUMD membeli pasokan minyak dengan harga di FSO Gagak Rimang dan menanggung beban cost transportation akan tetap mendapat keuntungan. Yang mempunyai hitung-hitungan tentunya BUMD pihak yang akan membangun kilang," katanya. 

Seperti yang diketahui, BUMD Bojonegoro PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) akan menggandeng PT Tierra Energi Perkasa untuk membangun kilang minyak di Bojonegoro namun sampai saat ini iktikad tersebut belum mendapat sinyal lampu hijau karena belum adanya kepastian pasokan. (Ney)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .