Yang Cacat, Juga Harus Berkarya Tak Berharap Tergantung Orang Lain

Suara Bojonegoro     Kamis, Januari 21, 2016    

Reporter: Sulistya Windya

suarabojonegoro.com - Hidup tak pernah memilih manusia terlahir dalam kondisi yang bagaimana, beruntung manakala sesuai keinginan. Lalu bagaimana jika pilihan hidup memaksa kita menerima keadaan yang tidak kita inginkan. Manusia terlahir hanya untuk menjalani garis kehidupan yang telah ditentukan oleh Sang Khalik.

Hanya semangat dan tekad yang kuat menjadi modal ketika pilihan Tuhan menjadikan kita mahluk yang mendapatkan anugerah “Istimewa”. Semangat itu yang diusung oleh 35 penyandang disabilitas di Kabupaten Bojonegoro ketika mengikuti kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Rabu (20/1).

Sanawi Ketua Himpunan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro ketika dikonfirmasi humas disela-sela acara pelatihan menyampaikan bahwa kekurangan dan cacat fisik bukan halangan bagi mereka untuk berkarya.

"Mereka membutuhkan perhatian bukan belas kasihan sehingga akan menjadikan para penyandang disabilitas ini bisa menjalani hidup dan berkarya," kata Sanawi.

Dia juga menuturkan bahwa terlahir dengan anugerah ini bukan perkara gampang, mental dan kepercayaan diri menjadi modal utama yang harus dimiliki agar bisa mandiri.

Bagiya menjadi penyandang cacat bukan untuk menjadi kaum yang dicap dengan meminta dan harus dikasihani.

"Namun dengan memberikan bekal yang cukup akan menjadikan kaum difabel ini menjadi produktif," tambah Sanawi.

Sanawi menuturkan pelatihan garmen ini diikuti oleh 35 penyandang cacat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.

Mereka mendapatkan pelatihan memotong kain,  membuat pola, menjahit, mengukur dan obras serta bordir.

Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal mereka untuk melanjutkan hidup. Gunawan salah satunya, pria asal Desa Bonorejo Kecamatan Gayam ini menjadi anggota disabilitas Bojonegoro .

Sebelum tahun 2010 dirinya hanyalah pengangguran kini sejak mengikuti pelatihan khusus penyandang disabilitas tahun 2013. Kini pria satu putri ini telah menekuni usaha menjahit ditempat tinggalnya. 

Rata-rata dia mendapatkan penghasilan dari menjahit ini sebesar 2 juta rupiah setiap bulannya jika tengah ramai, dihari-hari biasa 700 ribu sudah lebih dari cukup meski dia harus berhemat. (Wind)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .