Ada Syarat Tambahan dalam Payung Hukum Pengisian Perangkat Desa

Suara Bojonegoro     Kamis, Februari 25, 2016    

Reporter: Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Ratusan posisi perangkat desa di Kabupaten Bojonegoro yang masih mengalami kekosongan, bakal secara serentak diisi, menyusul disahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Bojonegoro terkait pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa sekaligus struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) menjadi Perda. Perda tersebut, selama ini ditunggu-tunggu sebagai payung hukum yang kuat untuk mengisi kekosongannya.


"Saat ini raperda sudah dalam pembahasan pansus dengan SKPD, sudah finalisasi draf dan segera disahkan menjadi Perda," kata ketua pansus 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito. (Kamis, 25/02/206).


Menurutnya dalam isi Perda tersebut juga memuat beberapa persyaratan baru dalam pengisian dan pemberhentian perangkat desa, salah satunya adalah syarat calon peserta untuk dapat mengikuti tes perangkat desa adalah harus terhindar dari penyakit HIV/AIDS serta narkoba.



"Jadi calon perangkat desa harus melampirkan surat dari dokter bahwa dirinya terhindar dari penyakit diatas," tambahnya.

Lebih lanjut, hal tersebut merupakan salah bentuk uji kualifikasi dalam menakar ketaqwaan calon perangkat desa. Yang menurut Anam, dari indikasi tersebut dapat diketahui apakah orang tersebut suka bergonta-ganti pasangan, suka mengkonsumsi obat terlarang dan suka menghirup dunia melam


"Mengingat bertaqwa kepada Tdan memiliki etika baik tidak ada tolak ukurnya akhirnya menggunakan syarat tersebut. Tidak hanya untuk perangkat desa saja , ini juga syarat bagi calon Badan Permusyawaratan Desa," tandasnya. (Ney/rab)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .