Air Bengawan Solo di Bojonegoro Terus Naik, Ini Instruksi Pemkab

Suara Bojonegoro     Kamis, Februari 25, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Kembali diberlakukannya status siaga banjir di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengeluarkan himbauan terkait kesiap siagaan bencana luapan air sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Terdapat tiga point dalam himbauan yang juga disebar kepada masyarakat tersebut, yakni mengenai berbagai tindakan yang harus dilakukan.

Yang pertama adalah untuk para Camat agar secara terus menerus memngingatkan kepada para Kepala Desa dan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, kaitannya dengan kesiapsiagaan. Yang kedua adalah mengenai pengefektifan kembali Tim Penanggulangan Bencana tingkat kecamatan dan desa guna mitigasi (pengurangan) resiko bencana;. Selanjutnya disebutkan mengenai perlunya melakukan inventarisasi kerusakan infrastruktur pengendali banjir yang harus segera dilaporkan pada BPBD ataupun Satker terkait guna langkah penanganannya.

Di Bojonegoro sendiri, terdapat sejumlah wilayah yang termasuk rawan terdampak genangan saat Siaga 2  (Siaga Kuning) yakni di Kecamatan Padangan meliputi Desa Nguken dan Dengok, Kecamatan Gayam meliputi Desa Manukan, Cengungklung, sementara di Kecamatan Dander meliputi Desa Ngablak dan Ngulanan. Sementara itu untuk wilayah Bojonegoro di Desa Ledok Wetan, Ledok Kulon, dan Banjarejo.

Wilayah Kapas meliputi Desa Bogo, di Kecamatan Balen meliputi Desa Sarirejo, Kedungdowo, Lengkong, Pilanggedhe, Sekaran; dan di Kecamatan Boureno meliputi Karangdayu, Kalisari, Tanggungan, Kadungrejo, dan Lebaksari. Sore ini, berdasarkan pantauan pukul 17:00, ketinggian air sungai Bengawan Solo di papan duga Taman Bengawan Solo (Kota) telah menyentuh angka 14:30 (siaga 2), dengan trend masih mengalami kenaikan. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .