Airlangga Bojonegoro Community, BAKTI KAMI ABADI UNTUK NEGERI

Suara Bojonegoro     Senin, Februari 15, 2016    

Oleh: Deviyanti Wahyu Izati

Menjadi akhir kegiatan bagi mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya yang tergabung dalam  Airlangga Bojonegoro Community (ABC) dalam agenda “Muleh Omah Project” di tahun kepengurusan 2015/2016 ini.

Serangkaian acara yang telah dilakukan memberikan sebuah pengalaman yang berharga dan sebagai bukti akan pengabdian pada masyarakat.

Pada tanggal 7 Februari lalu, ABC menggelar Try Out sebagai simulasi menghadapi soal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Ketua Panitia Try Out, Febrian Gitya Cahya menjelaskan, try out yang digelar di MAN Model 1 Bojonegoro ini diikuti oleh sebanyak 577 peserta yang berasal dari murid kelas XII di seluruh Kabupaten Bojonegoro.

"Kegiatannya hanya 1 hari saja, dan ini rutin kami lakukan setiap tahunnya. Ada juga yang dari luar kota, dari Jombang dan Tuban ikut try out," jelasnya.

Dia menuturkan, dengan digelarnya try out ini, diharapkan calon mahasiswa baru bisa benar-benar memahami bagaimana isi soal SBMPTN, bagaimana cara mengisi soal tersebut, dan bagaimana cara memanage waktu saat mengerjakan soal SBMPTN tersebut.

Pada tanggal 13 Februari lalu dari Departemen Pengabdian Masyakarat ABC menyelenggarakan kegiataan “ABC Mengabdi” di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.

“Kegiatan di ABC Mengabdi terdapat 2 agenda pokok yaitu ABC Mengajar di SDN Duwel yang diisi dengan cerdas cermat dan membuat keterampilan tangan, dan juga ABC Mengabdi diisi dengan pembagian 30 paket sembako yang di berikan kepada penduduk yang kurang mampu di desa tersebut. ABC Mengabdi yang dilakukan di Balai Desa juga diselingi dengan acara sosialisasi akupuntur oleh Gusty, mahasiswa UNAIR jurusan Pengobatan Tradisional.” Kata Habib Hidayat, Penanggung Jawab acara ABC Mengabdi. 

Suasana dalam kegiatan tersebut cukup menyenangkan karena bisa mengajar murid – murid SDN Duwel dan juga terselip perasaan haru didalamnya karena mereka yang datang saat pembagian sembako adalah kebanyakan lansia dan janda yang sudah tidak punya saudara lagi. 

“Tujuan dari kegiatan ini, kebanyakan mahasiswa sekarang lebih suka dengan "kemewahan" dan sayangnya kita (ABC) adalah anak - anak Bojonegoro yang merantau, jadi tidak menutup kemungkinan bisa mengikuti kebiasaan tersebut dan lupa akan identitas akar darimana mereka berasal, dan itu menurut saya kurang sehat. Nah dengan begitu saya ingin membuat kegiatan yang bisa memupuk solidaritas, sekaligus kepekaan sosial mahasiswa dengan masyarakat terutama masyarakat Bojonegoro yaitu dengan turun langsung melihat kondisi dan berinteraksi dengan mereka. Apa salahnya sesekali melihat kebawah untuk bercermin?” Ungkap Anang, Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat ABC. 

Serangkaian acara dari ABC di tahun ini memberi kesan bahwa, senang rasanya dapat berbagi walau sesungguhnya tidak begitu besar nilai yang diberikan. Mungkin itu dapat bermanfaat bagi mereka.

Intinya senang dapat menebar kebermanfaatan kepada sesama. Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya. (**/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .