Ayam-ayam di Desa Wedi Mati Mendadak, Disnakkan Sebut Tetelo

Suara Bojonegoro     Rabu, Februari 24, 2016    

Reporter: Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Kasus kematian massal ayam secara mendadak di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro dipastikan bukanlah wabah flu burung. Hal itu dinyatakan oleh Ardiono, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan)  Bojonegoro (Rabu, 24/02/2016)

"Bukan flu burung tapi kemungkinan terserang tetelo atau disebut juga ewcastle disease," Ardiono. Pekan lalu, pihaknya menerima laporan adanya kematian 18 ayam di Desa Wedi Kapas, setelah itu petugas mendatangi lokasi, namun sesampai di lokasi petugas hanya menerima penjelasan dari yang bersangkutan dan tidak melakukan pemeriksaan ayam yang mati dikarenakan sudah dikubur.

Ardiono menjelaskan, dari keterangan pemiliknya, ayam-ayam tersebut tak mati secara bersamaan. "Sehingga petugas menyimpulkan ayam mati bukanlah terserang flu burung," tambahnya. Meski demikian petugas tetap melakukan menyemprotan disinfectan dikandang ayam-ayam tersebut. (Ney/rab)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .