Bupati Instruksikan Waspadai Banjir Gelombang II

Suara Bojonegoro     Jumat, Februari 12, 2016    

Reporter: Sulistya Windya

suarabojonegoro.com - Memperhatikan kondisi TMA bengawan Solo yang sejak pukul 06.00  WIB pagi  tadi menujukkan  kenaikan memasuki siaga hijau dan pada sore hari ini sudah mendekati siaga kuning, diperkirakan kenaikan TMA ini akan lebih tinggi dan lebih lama dibandingkan hari senin lalu. Bupati Bojonegoro,  Suyoto, Msi menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan utamanya daerah di bantaran sungai bengawan solo.

Dari rilis yang dikirim oleh Humas dan protoker Pemkab Bojonegoro menyebutkan bahwa dalam instruksinya Bupati menegaskan agar seluruh camat untuk berada di daerah terdampak dan melakukan pemantaun kondisi TMA sungai bengawan solo. Kemudian menginformasikan kepada seluruh masyarakat dan melaporkan perkembangan ketinggian TMA serta daerah yang terdampak akibat luapan sungai bengawan solo. Pada siaga II lalu TMA tertinggi yang terpantau di TBS mencapai 14.68 peilschal.

Diprediksikan kenaikan TMA sungai bengawan solo untuk gelombang kedua ini diprediksikan menyentuh angka 14.80 peilschal. Hal ini dikarenakan beberapa faktor antara lain kenaikan TMA di daerah hulu. Berdasarkan pemantauan informasi TMA di daerah hulu menunjukkan trend kenaikan.

Saat ini dipapan duga Karangnongko Desa Luwihaji Kecamatan Ngraho ketinggian 27.86 peilschal, mengalami kenaikan dibanding kondisi pada pukul 09.00 WIB pagi tadi pada ketingian  27.65 peilschal.   

Hal lain yang harus diwaspadai adalah hujan lokal yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro.. Untuk diketahui,  selama ini salah satu penyumbang kenaikan ketinggian air di bengawan solo adalah suplai dari anak –anak sungai bengawan solo yang berada di wilayah Bojonegoro.

Selain memperhatikan hujan lokal dan ketinggian hulu, satu faktor lain yang harus diperhatikan adalah pasang surut air laut. Pasang air laut ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain bulan mati atau  pergantian bulan, bulan purnama serta akibat peristiwa alam seperti gerhana baik matahari maupun gerhana bulan. Kepada Camat dan perangkat desa, Bupati menginstruksikan agar mulai  menyiagakan dapur komunitas di masing-masing wilayah.

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun Humas dan Protokol Dapur Komunitas diwilayah Bojonegoro tersebar di 12 Kecamatan. Dengan rincian Kecamatan Margomulyo 2 titik yakni Desa Ngelo dan Kalangan. Kecamatan Ngraho di Desa Luwihaji dan tapelan, Padangan di Desa Padangan dan desa Tebon. Desa Purwosari Kecamatan Purwosari.

Kecamatan Kalitidu di tiga titik yakni Desa Leran, Desa Mojosari dan Talok. Dapur komunitas lainnta di Desa Ngablak Kecamatan dander.  Gedungserbaguna Desa Ledokkulon Kecamatan Bojonegoro.  Desa Trucuk dan taman Ebaga di Kecamatan Trucuk. Desa Bogo Kecamatan Kapas. Sedangkan untuk Kecamatan Balen terdapat di Desa Sekaran dan Kedungdowo. Kecamatan Kanor ditiga titik yakni Kecamatan Kanor, SDN piyak dan SMKN Kanor. Sedangkan untuk Kecamatan baureno di Desa Kalisari dan Karangdayu.

Sore ini semua pintu doorlat agar dicek, untuk kesiapan kemungkinan esuk ada tambahan hujan lokal dengan intensitas tinggi. (Wind/Ril)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .