EMCL Minta Warung Milik Warga Brabowan Gayam Dibongkar

Suara Bojonegoro     Rabu, Februari 24, 2016    

Reporter: Nella Rachma

Suarabojonegoro.com - Belasan warung yang berada di dekat pagar proyek Engineering Procrument and Construction (EPC) di lapangan Banyuurip Blok Cepu hari ini (Rabu, 24/02/2016) diminta agar dibongkar oleh pihak ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Permintaan pihak operator itu disampaikan dengan pengawalan dari anggota Pengamanan Khusus Objek Vital Nasional (Pamsus Obvitnas), Polsek Gayam, Koramil Gayam dan security proyek.

Pihak EMCL meminta agar belasan warga Desa Brabowan Kecamatan Gayam, Bojonegoro yang mendirikan warung makanan dan minuman dipinggir pagar tersebut agar bersedia pindah ke tempat lain. Menyusul tempat yang selama ini mereka tempati adalah tanah milik negara dan kawasan aman.

Perwakilan EMCL Ismail Makdir yang berada di lokasi mengatakan kepada pemilik warung agar mengemasi barang dagangan dan pindah. "Dengan segala kerendahan hari dan memohon dengan hormat," tuturnya.

Dari data yang diperoleh, sedikitnya terdapat lapak yang ditertibkan, yaitu warung milik Nurhana, Yatminah, Suntik, Yatmaji, Pakih, Kunandar, Gading, Sutin, Parlin, Mukit, Suwi, Juadi, Katini, Damin, dan Parmi.

Sementara itu, salah satu pemilik warung, Suparti, mengeluh karena tak tahu harus bekerja apa jika warung yang selama ini menjadi sumber penghidupannya harus ditutup. "Sebenarnya, tanpa disuruh pindahpun, kami akan pindah sendiri saat pembangunan proyek EPC berakhir," katanya. (Ney/rab)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .