Hasil Rapat, JOB P-PEJ Kembali Beri Janji

Suara Bojonegoro     Kamis, Februari 04, 2016    

Reporter: Nella Rachma

Suarabojonegoro.com - Hasil rapat antara pihak operator Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) yang didampingi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dengan Pemerintahan Desa sekaligus perwakilan warga Sambiroto Kecamatan Kapas yang dimediasi langsung oleh wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sukur Priyanto yang juga adalah dari masyarakat setempat belum ada titik terang, pasalnya pihak-pihak yang datang mulai Field Manager JOB PPEJ Junizar H Dipodiwirjo, Filed Admin Superitendent Akbar Pradima dan dari pihak Satuan Kerja khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Doddy Priambodo tidak bisa memutuskan apakah menyetujui atau tidak permintaan warga karena harus berkonsultasi dengan pimpinan terlebih dahulu. Kamis (4/2/16)

"Hari Jum'at (5/2) kami akan datang kembali untuk membawa jawaban," kata Priambodo usai melaksanakan rapat tertutup dengan pihak desa dan mediator (3/2) karena sebelumnya situasi memanas saat warga menyampaikan tuntutan kepada pihak operator.

Namun, pihak JOB P-PEJ juga meminta syarat bahwa dalam waktu dua sampai tiga hari pihaknya akan mengamankan sumur agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

Sementara itu, Sukur Priyanto meminta agar pihak operator Lapangan Sukowati harus benar kembali menemui warga untuk menyampaikan hasil koordinasi dengan pimpinan terkait tuntutan warga tanpa harus pihak desa mengundang untuk datang.

"Karena itu bagian dari komitmen penyelesaian masalah ini, JOB P-PEJ harus datang tanpa diundang," katanya.

Dalam musyawarah tersebut warga juga meskipun merasa kecewa namun pihaknya juga menerima untuk memberi waktu selama dua hari untuk datang kembali memberi jawaban, "jangan datang kembali tidak membawa jawaban yang pasti," kata salah satu perwakilan warga.

Sebelumnya, warga meminta kompensasi sebesar Rp 200.000 perkepala perhari dan Rp 100.000 untuk anak-anak perkepala perhari selama kurun waktu tiga hari yaitu selama bau muncul mulai hari Minggu (31/1) Senin (1/2) Selasa (2/2) dengan jumlah penduduk untuk dewasa 1607 dan anak anak sebanyak 393 sehingga jumlah kompensasi yang harus dikucurkan kurang lebih sekitar Rp 1,2 miliar. (Nell/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .