Ini Data Banjir di Kecamatan Balen

Suara Bojonegoro     Kamis, Februari 25, 2016    

Reporter: Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Sedikitnya 114 hektar lahan pertanian yang ada di Kecamatan Balen, hingga sore ini (Kamis, 25/02/2016) dilaporkan terdampak luapan air sungai Bengawan Solo, selain itu dua sekolah SD juga mengalami hal serupa.

Sejak siang tadi, status siaga banjir luapan sungai Bengawan Solo di Bojonegoro telah dinyatakan dalam status siaga 2. Menyusul, sesuai protap Pemkab Bojonegoro, dinyatakan dalam status siaga 2 atau siaga kuning saat Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 14,00 diatas permukaaan laut (dpl) lebih.

Meski kondisi hulu di Ngawi dan Karangnongko mengalami sedikit penurunan, namun malam ini TMA di wilayah hilir Bojonegoro masih mengalami kenaikan setiap jamnya. Pada pukul 19:00 TMA di Kota Bojonegoro telah mencapai kisaran 14,45 dpl.

Balen merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam peta rawan bencana luapan sungai Bengawan Solo, berikut data sementaranya:

1. Desa Pilanggede: Jalan lingkungan tergenang 100 M kedalaman 20 - 35 cm, halaman SDN kedalaman 30 - 45 cm.
2. Desa Sarirejo: Sawah tanaman padi tergenang 24 Ha umur 3 minggu,  tak ada tanaman 50 Ha.
3. Desa Kedungbondo: Sawah tanaman padi 8 Ha umur 40 - 70 hari,  jalan poros 50 M kedalaman 35 - 45 cm.
4. Desa Lengkong: Sawah tanaman padi tergenang 10 Ha umur 45 hari.
5. Desa Kedungdowo: Sawah tanaman padi 10 Ha umur 20 - 40 hari, pekarangan 2 Ha, jalan poros 300 M, jalan lingkungan 800 M kedalaman 20 - 35 cm, makam islam 2 tempat.
6. Desa Sekaran: Sawah tanaman padi 10 Ha umur 30 - 40 hari, pekarangan 10 Ha, rumah 2 , jalan lingkungan 75 M, makam islam 1 tempat dan halaman SDN kedalaman 20 - 30 cm.

(Ney/rab)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .