Ini Sistem Kerja Penawaran PT Prisma versi Disnakertransos Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Kamis, Februari 25, 2016    

Reporter: Sasmito/Nella

suarabojonegoro.com - Masih berkaitan dengan tawaran dari PT Prisma kepada ratusan warga Bojonegoro yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro; Adie Witjaksono menyebutkan hingga saat ini telah terdapat sejumlah warga yang mendaftar.

Mendapati adanya keresahan Para Tenaga Kerja yang mendaftar di PT Prisma, perusahaan yang bergerak dibidang budi daya  rumput laut  dan ternyata meminta uang sejumlah Rp. 65 Juta sebagai Syarat untuk bisa bekerja, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro menjelaskan bahwa hal itu bisa diikuti bagi yang siap dan mau memenuhi persyaratan.

Kepala Disnakertransos, Adie Witjaksono mengatakan bahwa rencananya nanti, uang sejumlah  Rp. 65 juta ini sebagai jaminan untuk melakukan usaha kerja sama antara pendaftar kerja dan pihak PT Prisma, "Nanti akan bekerja sama dengan Bank Jatim selaku peminjam Dana," Kata Adie, Rabu (24/2/16).

Dia juga menyampaikan bahwa peminjaman kepada Bank Jatim tersebut secara perorangan, dan sistem pembayarannya juga perorangan dari hasil kerja sama pendaftar dengan PT Prisma.

"Yang mengajukan daftar sekitar 30 pendaftar, tinggal nanti yang di setujui oleh Bank Jatim berapa," kata Adie.

Dijelaskan, bahwa mereka ini nantinya tidak jadi pekerja tapi lebih sebagai mitra kerja, yang nantinya dalam usaha penanaman rumput laut ini, pada bulan pertama, kedua, atau ketiga, yakni saat masa menunggu panen, maka pihak perusahaan yang tetap akan bertanggung jawab melakukan pembayaran.

"Pembayaran itu dari uang jaminan mereka sendiri, dan baru ketika panen, hasil dan keuntungan akan diberikan," terangnya. Ia menegaskan, jika usaha itu tak berhasil, maka sepenuhnya menjadi tanggungjawab perusahaan.

Pihak Disnakertransos, mengaku akan melakukan antisipasi dengan adanya sebuah perjanjian. "Tidak kami berangkatkan dulu, karena jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, negara yang akan merugi," terangnya.

Sementara itu, Kabid Tenaga Kerja Disnakertransos, Joko Santoso, mengaku mendapat perintah berkaitan dengan hal tersebut, yakni harus berangkat ke Maluku bila nanti ada pendaftar gelombang berikutnya. "Saya bersama Kadis akan ke Maluku, melihat kondisi sebenarnya. Termasuk legalitas dengan pemerintah disana," jelasnya.

Sebelumnya, menanggapi keresahan masyarakat atas tawaran dari PT Prisma, Joko menyebut belum lengkapnya masalah perijinan yang dimiliki oleh perusahaan yang mengaku bergerak di bidang budi daya rumput laut itu. PT Prisma menyebutkan, salah satu syarat untuk dapat bergabung dengan gaji Rp 6 juta itu adalah dengan menyetor uang sebanyak Rp 65juta per orang. Hingga saat ini, pihak Disnakertransos sendiri belum pernah membuka data profil PT Prisma itu, termasuk alamat jelas perusahaannya. (Ang/Ney/rab)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .