Jalan dan Pemukiman Tergenang Air, Warga Manfaatkan Rakit Untuk Aktifitas

Suara Bojonegoro     Jumat, Februari 26, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Kondisi Air Banjir yang berada dipemukiman warga serta jalan poros Desa di Bebebrapa Desa yang tergenang Banjir, dimanfaatkan oleh warga yang berada di lokasi Banjir, untuk memanfaatkan Perahu atau rakit guna melakukan kegiatan, seperti yang terjadi dipemukiman warga Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Bojonegoro, Jum'at (26/2/16). 

Meskipun tidak menganggu aktifitas warga akibat air banjir yang menenggelamkan sebagian ruas jalan lingkungan, Namun ada juga warga yang harus menggunakan alat transpotasi air yang sengaja disiapkan untuk menghadapi banjir, seperti perahu dan rakit, "Karena jalan yang tergenang air, warga menggunakan rakit atau perahu untuk menuju ke tujuannya," Kata Ubaidillah Mubarok, Salah Satu Warga Desa Sarirejo.

Dikatakan juga oleh Ubaidillah, bahwa untuk Desa Sarirejo belum ada rumah yang kemasukan air, sehingga warga masih bersikap tenang, namun waspada jika air Sungai Begawan Solo mengalami kenaikan, "Air masih naik sedikit, karena ketinggian air Sungai Begawan Solo juga turun hanya sedikit," Tambahnya.

Beberapa hektar tanaman padi di Dukuh Karangwaru, Desa Sarirejo, juga terendam oleh air banjir, dan dipastikan jika air banjir tidak segera surut maka, akan merusak tanaman padi tersebut. 

Sementara itu, jalan Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen, Bojonegoro, tergenang air sudah sejak tiga hari lalu, saat air sungai Begawan Solo mulai mengalami Debit airnya, sehingga menganggu aktifitas warga setempat yang melintas di jalan Desa itu.

Diperkirakan air banjir ini akan menggenangi jalan sampai besok, hal itu dikarenakan turunya debit air perlahan, serta hujan yang juga turun dan dapat menambah volume air. 

Dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pemkab Bojonegoro  Jumlah kecamatan  yang terendam banjir ada 6 Kecamatan yang meliputi  18 desa, sedangkan Rumah tergenang mencapai   6 KK (Kepala Keluarga), tanaman Padi   yang terendam mencapai 231 hektar, Polowijo mencapai 25 hektar, dan Pekarangan seluas 19 hektar.

Adapun fasilitas umum yang terendam banjir diantaranya adalah Jalan Desa  sepanjang  2. 650 mer, jalan lingkungan sepanjang 1.800  meter, dan tiga Sekolah Dasar (SD) yang tergenang air.   (Ang)


Foto: Ubaidillah Mubarok

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .