Jumlah Warga Miskin Di Bojonegoro Bertambah

Suara Bojonegoro     Kamis, Februari 04, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Peningkatan Kemisikanan atau Jumlah Kemiskinan lebih banyak di Kabupaten Bojonegoro ini, Dari data, jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam program Indonesia Sehat di Bojonegoro Pada tahun 2016 ini mengalami peningkatan, seperti yang diungkapkan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bojonegoro, Masrur Ridwan.

Menurutnya Kalau berdasarkan data, berarti jumlah warga Bojonegoro yang miskin semakin banyak, dibanding tahun 2015, karena Pada tahun 2015 lalu, terdata sebanyak 572.535 jiwa telah terdaftar sebagai PBI Kartu Indonesia Sehat (KIS), Rabu (3/2/16).

"Sementara pada tahun 2016 ini mengalami peningkatan menjadi 611.483 jiwa. Dalam hal pendataan, BPJS Kesehatan mengaku menyerahkan mekanismenya pada Dinas Ketenagakerjaan Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) setempat," Kata Masrur Ridwan.  
Menanggapi hal tersebut, Adie Witjaksono, Kepala Disnakertransos Bojonegoro, mengatakan bahwa hal tersebut belum sepenuhnya benar. “Yang dimasukkan belum tentu miskin,” aku Adie. Ia menjelaskan, penyebabnya adalah adanya target dari pusat mengenai validasi dan verifikasi KIS-PBI.

“Karena ada target valiveri, maka kriteria untuk PBI di Bojonegoro kami longgarkan,” tambahnya. Menjelaskan mengenai mekanisme dan teknis pelaksanaan validasi dan verifikasinya, Adie mengaku bahwa yang digunakan adalah data lama dengan memanfaatkan program yang sudah ada sebelumnya.

“Diantaranya dari program pendamping keluarga harapan yang koordinasinya melalui kades. Kami masih menggunakan data lama,” terangnya. Selain jumlah PBI yang meningkat, terdapat 10ribu jiwa lebih yang akhirnya dicoret dari PBI.

Pencoretan yang kemudian menon aktifkan PBI yang bersangkutan tersebut dikarenakan sejumlah hal, diantaranya adalah karena subyek PBI yang telah meninggal dunia. KIS PBI merupakan program nasional, dimana sasaran utamanya adalah keluarga miskin berdasarkan 16 kriteria kemiskinan.

“Secara otomatis, KIS PBI bakal menggugurkan kartu-kartu lain, termasuk Jamkesda,” tambahnya. 

Di Bojonegoro sendiri masih terdapat 116ribu jiwa penerima program Jamkesda yang belum digugurkan haknya, hal ini berarti akan ada penambahan jumlah PBI yang merupakan warga miskin.

“Data tersebut dapat diperbarui 6 bulan sekali,” tambahnya. (Ang/esp/Red)

Foto: Herman, Salah satu warga miskin Desa Kunci, Dander . (Trisno Yuwono)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .