Kandungan H2S Terdeteksi, Kades Sambiroto Minta JOB-PPEJ Sediakan Tim Medis Siaga

Suara Bojonegoro     Senin, Februari 01, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Dari hasil pengamatan BLH (Badan Lingkungan Hidup) Bojonegoro, bahwa ada kandungan H2S yang terdeteksi di alat pendeteksi, sehingga menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat terhadap Ratusan Warga Desa Sambiroto RT 8, 9, 10, 11, 12, 13 RW 2 Dusun Kedungbajul, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Senin (1/2/16).

Disampaikan oleh Sekretaris BLH Agus Hariyono, bahwa didalam alat perekam sangat dominan dengan Gas H2S, dengan jumlah 1 PPM (Part of Gas Per Million Parts Of Air), selain itu Kandungan O2 juga terekam dengan jumlah 20.9 PPM. "Warga akan pusing jika mencium bau Gas H2S ini," Kata Agus Hariyono.

Sementara itu Kepala Desa Sambiroto, setelah mendatangi Kantor JOB-PPEJ (Joint Operating Body-Pertamina Petrochina East Java) mengatakan bahwa selama ini warga sudah cukup bersabar dari kesepakatan yang selalu tidak diindahkan oleh pihak Petrochina, namun kali ini warga merasa benar benar merasakan puncak kepanikan dan keresahan dari akibat Bau yang menyengat dari lokasi pengeboran milik Petrochina atau JOB_PPEJ, di Dusun Plosolanang, Desa Campurrejo, Kecamatan/Kota Bojonegoro. 

"Kami minta agar pihak manajemen tidak hanya berjanji saja, sejak siang pihak JOB-PPEJ juga tidak datang untuk rapat, sementara kami perwakilan masyarakat, dan juga Pihak Kecamatan serta Kepolisian menunggu hingga sore dan ternyata pihak manajemen JOB-PPEJ juga tak Datang," Kata Kepala Desa Sambiroto, Sudjono.

Dia Juga mengatakan bahwa masyarakat dan pemerintahan Desa Sambiroto kepada Manajemen JOB PPEJ agar segera menemui Masyarakat dan memberikan keterangan yang jelas, serta memenuhi kesepakatan yang sudah pernah di bicarakan, dan dikatakan bahwa pihaknya memberi waktu selama dua hari agar pihak Manajemen JOB PPEJ menemui masyarakat. 

Selain itu karena hampir 24 jam sejak kemarin malam warga sudah mulai merasakan bau busuk yang sangat menyengat, serta warga merasa mual dan pusing, sehingga Kepala Desa meminta agar JOB-PPEJ menyediakan Tim Medis dan ambulan yang bersiaga di Desa Sambiroto, karena dikhawatirkan ada Gas H2S Susulan.

Diberitakan sebelumnya Ratusan warga mengalami pusing dan mual akibat menghirup bau busuk yang menyengat, dan sebanyak 14 warga harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis karena pingsan akibat tidak kuasa menahan bau busuk yang berasal dari Pad A JOB-PPEJ.

Hingga berita ini diturunkan, warga yang sempat menggeruduk ke Pad A untuk bertemu dengan pihak manajemen belum bisa mendapatkan jawaban apa-apa, karena tidak ada satupun pihak manajemen yang bisa memberikan keputusan dari keinginan warga agar seluruh peralatan proyek eksplorasi Minyak dan Gas (Migas) dimatikan dan memenuhi tuntutan warga terkait kompensasi. 

Dan belasan warga yang dibawa ke Rumah sakit juga masih menjalani perawatan Medis, sementara pihak Manajemen JOB PPEJ di Blok Sukowati juga belum bisa memberikan Konfirmasi terkait adanya bau gas yang menyengat dan membuat warga Resah tersebut. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .