Kasus Gedung SDN Ambruk, Diknas Harusnya Berkoordinasi Dengan Inspektorat

Suara Bojonegoro     Senin, Februari 01, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com -Kasus sekolah Rusak harusnya pihak Diknas segera menindak lanjuti agar tahu penyebab terkait kerusakan, seperti yang disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Kafrawi, Senin (1/2/16).

"Harusnya Diknas menyampaikan ke Inspektorat untuk melakukan tindak lanjut terkait kerusakan sekolah tersebut, mengenai apa penyebabnya," Kata Kafrawi.

Disampaikan Pula oleh Kafrawi, bahwa mengenai kerusakan sekolah yang terjadi di Bojonegoro ini yterjadi pada bangunan yang bari di bangun diantara satu tahun hingga dua tahun, dan untuk mengetahui apa sebab rusaknya Gedung Sekolah yang di bangun sehingga ada yang roboh ini inspektorat yang seharusnya mencari tahu penyebabnya.

"Kita semua kan tidak tahu apa penyebab Gedung sekolah bisa roboh padahal masih baru, apakah ada penyimpangan, Mark Up atau yang lainnya Inspektorat yang bisa mengetahui," Tambah Kafrawi.

Sebelumnya diberitakan Ambruknya Atap Bangunan SDN (Sekolah Dasar Negeri) Drajat, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, diduga karena Lapuknya bangunan sekolah tersebut, dan juga akibat dugaan kurangnya kuat kontruksi Bangunan SDN tersebut. Seperti Kepala SDN Drajat Hendro Sumarto, bahwa kontruksi bangunna SDN tersebut kayunya banyak keropos di makan rayap, serta tidak stut pada bangunan antara sisi satu dengan sisi lainnya sehingga mudah ambruk dan roboh.

Ambruknya atap bangunan gedung SDN ini terjadi pada Tanggal 13 Januari 2016 kemarin sekitar Pukul 16.00 WIB, karena bangunan tersebut sengaja di kosongkan karena beberapa sisi bangunan retak dan Pihak sekolah khawatir jika sewaktu waktu ambruk akan menimpa siswa.

Sebelum di kosongkan bangunan yang dibuat selesai pada 9 Juni 2014 ini sempat di gunakan sebagai tempat belajar mengajar, namun kondisi yang mulai tampak rusak membuat pihak sekolah cemas, sehingga saat bangunan atap ambruk tidak ada korban jiwa.

Diketahui bahwa bangunan SDN ini dikerjakan oleh CV Nakhlah Putra Bojonegoro dan konsultan pengawas CV Giritama Konsultan Gresik dengan volume Rehabilitasi 3 ruang kelas dan pembangunan 1 ruang kantor dengan biaya Rp 199.350.000 tahun anggaran 2014. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .