Kepala Dinas Peternakan Dan Perikanan, Di Tahan Kejaksaan

Suara Bojonegoro     Rabu, Februari 03, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com --Mantan Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Pemkab Bojonegoro, Yang Sekarang menjabat Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Subekti, Akhirnya di Tahan oleh pihak Kejaksaan Negeri. (Kejari) Bojonegoro, setelah Berkas Subekti dinyatakan P 21 atau lengkap oleh pihak Kejari, atas dugaan korupsi dana proyek jaringan irigasi tingkat usaha tani (Jitut) dan jaringan irigasi desa (Jides) APBN 2012 senilai Rp 5 miliar, Seperti yang disampaikan oleh Kepala Seksi Intelejen Kejari Bojonegoro, M. Arifin, Rabu (3/2/16).

"Tersangka ini baru bisa menjalani pemeriksaan, karena mengalami sakit dan di rawat di Rumah Sakit, dan akhornya Tersangka baru bisa menjalani pemeriksaan hari ini, setelah berkasnya sudah P 21 akhir Desember lalu," Kata M. Arifin.

Dijelaskan pula Subekti menjalani Pemeriksaan di Kejari Bojonegoro oleh Jaksa Penuntut umum sejak Pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, dan Subekti Langsung di Tahan oleh Pihak Kejaksaan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 B Bojonegoro.

Penahanan ini dilakukan selama 20 hari kedepan dan menunggi proses pemeriksaan lebih lanjut hingga proses pelimpahan persidangan di Pengadilan Negeri Bojonegoro oleh JPU.

Subekti ini merupakan tersangka tambahan yang seharusnya dilimpah ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro, karena P 21 sudah dinyatakan lengkap, adapun peran Subekti ini selaku kuasa pengguna anggaran (PA) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan dianggap ikut bertanggungjawab dalam pembangunan proyek Jitut dan Jides di 52 titik.

Subekti disangka telah melangggar Pasal 2 ayat (1) Sub pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun. 

Adapun 2 pelaku lain sudah menjalani putusan pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) di Surabaya, yaitu, Amarlin, mantan Kepala Desa (Kades) Pekuwon Kecamatan Sumberrejo  dan Yuli Rahayu Wijayanti, warga Desa Tlogoagung Kecamatan Kedungadem serta Rohmat Harianto, Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Tanaman dan Holtikultora Dinas Pertanian (Disperta) dengan Vonis selama satu tahun penjara dan pidana uang denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan penjara. (Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .