Korban Keracunan Gas Dari Pengeboran Petrochina Bertambah Jadi 14 Orang

Suara Bojonegoro     Senin, Februari 01, 2016    

Reporter: Sasmito Bojonegoro

suarabojonegoro.com - Korban Keracunan Gas yang berasal dari Pengobaran Minyak dan Gas (Migas) Lapangan Sukowati PAD A Dusun Plosolanang Desa Campurrejo Kecamatan kota Bojonegoro, yang sebelumnya pada sekitar pukul 16.30 WIB mengakibatkan bau yang menurut warga sangat menyengat melebihi bau telur busuk, sehingga menyebabkan 11 warga yang tidak kuat menahan bau harus dilarikan ke Rumah Sakit, dan ratusan warga lain muntah muntah.

Namun dikabarkan lagi pada pukul 17.30 WIB dikabarkan lagi ada 3 warga yang harus dilarikan ke rumah sakit karena tak kuasa menahan bau yang sangat menyengat, seperti disampaikan oleh Waras (43) warga RT 9 Dusun Kedungbajul, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas Bojonegoro.

Adapun tiga warga yang dilarikan ke Rumah sakit adalah Kyai Arif Hakim, Ngatijah, dan Masbukin, "Ya barusan tadi dibawa ke rumah sakit lagi karena sudah tidak tahan," Terang Waras ketika ditemui suarabojonegoro.com di depan pintu PAD A JOB-PPEJ (Joint Operating Body-Pertamina Petrochina East Java).

Sebelumnya dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com dilapangan ada, sebelas warga tersebut yaitu Ira, Surat, Supiatun, Lasmi, Neng, Yah, Ruli, Riyadi, Kis, Mirna, Indah dan mereka dari RT 11 dan 12 RW 01 yang tadi siang dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat mencium bau tidak sedap akibat kegiatan flaring yang saat ini baunya masih tercium.

Sehingga jumlah korban bau yang diduga dari Gas menyengat akibat Flaring di lokasi pengeboran milik JOB PPEJ menjadi 14 orang yang kesemuanya warga Desa Sambiroto.

"Tadi siang, 11 warga kami dilarikan dirumah sakit terdekat," kata Kepala Desa Sambiroto Kecamatan Kapas Bojonegoro, Sudjono.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, satu warga RT/RW 01/01 Desa Ngampel Kecamatan Kapas Bojonegoro Efri Fitrianingsih (25) juga sempat dilarikan di rumah sakit terdekat akibat mencium bau tidak sedap dari kegiatan flaring PAD A namun puluhan warga lainnya hanya mengalami mual dan pusing biasa sehingga hanya ditangani oleh tim medis dari JOB PPEJ. Kejadian tersebut baru saja terjadi pada tanggal 17 Januari 2016 dan hari ini terulang kembali dan dirasakan desa sebelahnya.

Ratusan warga juga mendatangi Lokasi PAD A milik JOB PPEJ, dikarenakan tidak ada keputusan dari pihak JOB terkait tuntutan warga soal Kompensasi yang mereka harapkan, serta kedatangan warga ini atas kekecewaan warga yang seharusnya hari ini ada pertemuan dengan Pihak Manajemen JOB-PPEJ namun justru setelah di tunggu berjam jam, mereka tidak datang, dan tiba tiba muncul bau menyengat dan membuat belasan warga harus dilarikan ke Rumah Sakit. (Ang)

Foto: salah satu warga yang dibobong akibat pingsan karena tak kuasa menahan bau menyengat.

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .